PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Arak


__ADS_3

"Chinmi, apakah semua naga bisa bicara?" tanya Li Xiang penasaran.


"Jika kedelapan Naga iya, Hewan Iblis yang bisa bicara hanya mereka yang sudah berumur tua dan tingkat kekuatannya yang sudah berada ditingkat Pertapa," kata Chinmi menjelaskan.


"Chinmi, sebaiknya Naga itu jangan sampai terlihat orang banyak. Jika tidak bisa-bisa semua para prajurit dan seluruh warga yang ada dikota ini akan ketakutan!" kata Li Fang.


"Aku tahu itu paman, karena itu aku meminta senior Bing untuk mengecilkan tubuhnya dan sekaligus menyimpannya di dalam kain ini," kata Chinmi sambil memegang kain tersebut.


"Chinmi, cepat bawa Naga mu itu kedalam, sepetinya ada orang datang kesini!" kata Li Xiang sambil memperhatikan ke depan.


"Senior Bing, kamu bersembunyi di dalam kamarku, biar Bibi Meiyi yang mengantar mu ke kamar ku."


"Itu lebih baik dari pada aku harus kembali berada di dalam kain itu," ucap Bing Long.


Meiyi langsung terkejut mendengar ucapan Chinmi, "Ta..ta..tapi tuan muda, aku.. a...!" Meiyi ingin menolak, dia benar-benar sangat takut melihat wujud Bing Long.


"Sudahlah Bibi, Bing Long sangat baik dan juga sangat ramah, jadi antarkanlah dia kedalam kamarku!" kata Chinmi.


"Biar aku saja Chinmi," kata Zhinie.


"Terima kasih Ibu!" kata Chinmi.


Zhinie dan Bing Long masuk kedalam dan diikuti oleh Meiyi dari belakang. Akan tetapi dia menjaga jarak dari Bing Long.


Li Xiang, Chinmi, dan Li Fang masih berdiri di depan pintu menatap kearah pintu depan halaman. Terlihat sekitar 30 prajurit datang dengan seorang pria seumuran Li Xiang.


"Zuo Yujiu, jika mau datang kesini, kenapa harus membawa prajurit?" tanya Li Xiang kepada orang tersebut yang bernama Zuo Yujiu.


Zuo Yujiu tertawa kecil mendengar perkataan Li Xiang kemudian menjawabnya, "Li Xiang, sebagai sesama jendral seharusnya kamu mengerti, lagi pula aku ini bukanlah Fu Shen, jadi kamu tidak perlu berpikir aneh akan semua ini!" kata Zuo Yujiu kemudian menatap Li Fang.


"Owh jendral Fang, maafkan aku karena tidak melihatmu!" kata Zuo Yujiu sambil menyapa Li Fang.


"Senior Zuo terlalu sungkan, seharusnya sayalah yang menyapa Senior terlebih dahulu," ucap Li Fang sambil memberikan hormat.


Karena di halaman juga ada meja dan kursi yang terbuat dari kayu, Li Xiang mempersilahkan Zuo Yujiu untuk duduk.


"Xiang, aku baru tiba dari wilayah perbatasan sebelah barat, saat tiba di tempat peristirahatan para prajurit, aku mendengar jika anakmu sudah datang, apa kabar itu benar?" tanya Zuo Yujiu.


Li Xiang dan Li Fang saling berpandangan, "Jadi kamu kesini membawa pasukan hanya untuk bertanya tentang kedatangan anak ku?" tanya Li Xiang yang keheranan.


Menurutnya aneh saja, datang membawa 30 prajurit walau tidak membawa senjata lengkap, namun itu terkesan ingin menjemput sesorang atau setidaknya ada titah raja yang mungkin harus di sampaikan.


"Hahaha... Jangan salah paham dulu, para prajurit yang ikut ini sebenarnya akan di tugaskan di perbatasan kota bagian barat, jadi sekalian saja aku mampir kesini," kata Zuo Yujiu.


Li Xiang hanya menggaruk kepala dengan tertawa kecil, dia melihat kearah Chinmi yang saat ini berdiri di dekat sebuah taman bunga kecil yang ada kuda kayu maiannan nya.


Chinmi memperhatikan ke 30 prajurit yang rata-rata memiliki kekuatan Pendekar Awal 2 dan 3. Dan umur mereka diatas 20 tahun sampai 30 tahun.


Zuo Yujiu sendiri memiliki kekuatan Pendekar Sihir Tingkat 2, Atau Pendekar Sihir Elemen Langit. Kekuatannya sedikit dibawah Li Xiang dan sebanding dengan kekuatan Li Fang.


"Chinmi kemarilah!" panggil Li Xiang.


Chinmi pun datang mendekat, "Chinmi, ini adalah Jendral Zuo Yujiu, beliau datang kesini karena ingin melihatmu," kata Li Xiang.


"Jendral Zuo Yujiu, nama saya Chinmi!" kata Chinmi sambil membungkukkan badan memberi hormat.


"Hohoho... Ternyata kamu sudah besar, dulu saat terakhir aku melihatmu, kamu masih berumur 3 tahun, namun sekarang, kamu sudah remaja, dan sepertinya kamu sangat cocok untuk menjadi calon pejuang berikutnya seperti ayahmu!" kata Zuo Yujiu.


"Jendral terlalu memuji, bagaimanapun saya masih kurang berpengalaman di bidang kemiliteran, terlebih lagi saya baru tiba di sini," kata Chinmi.


"Jangan merendah, bagaimanapun juga kamu adalah pemuda yang sudah membuat Kerajaan bisa memiliki sekutu besar! Jarang sekali ada seorang yang masih sangat muda bisa membuat dirinya di hormati oleh para Raja!" kata Zuo Yujiu.


"Para Raja..!?" Chinmi kebingungan.

__ADS_1


"Apakah Ayahmu tidak menceritakannya padamu?" Zuo Yujiu bertanya pada Chinmi.


Chinmi segera menoleh ke ayahnya, kemudian Li Xiang menyuruhnya untuk duduk kemudian menjelaskannya.


"Berkat dirimu, Kerajaan Bumi Barat dan Kerajaan Es Utara bisa menjadi sekutu, dan kedua Raja sangat ingin bertemu denganmu, hingga saat ini utusan dari Kerajaan Es Utara selalu datang untuk menanyakan akan keberadaan mu. Begitu juga dengan Raja Tao yang ingin sekali bertemu denganmu," kata Li Xiang.


Chinmi hanya terdiam, kini dia teringat akan pernyataan Raja Bao saat kekacauan sudah bisa Chinmi atasi, namun Chinmi melakukan semua itu semata-mata hanya ingin menolong para peserta yang di culik, sekaligus ingin mengambil mustika Hewan Iblis dari pasukan Hewan Iblis dan juga Mustika hitam dari tubuh Elang Hitam.


Chinmi tidak terlalu peduli akan pernyataan Raja Bao, namun dia tidak menyangka jika sekarang kedua kerajaan besar tersebut sudah benar-benar bersekutu.


"Jendral Fang, bagaimana kabar di perbatasan kerajaan bagian Timur? Apakah Hewan Iblis masih banyak?" tanya Zuo Yujiu.


"Tidak Senior, kami sudah berhasil memukul mundur mereka semua, namun kemungkian besar, mereka pasti akan kembali lagi menyerang Desa Dongbu," kata Li Fang.


Semenjak Li Fang menjadi jendral mengantikan posisi Fu Shen, Li Fang ditugaskan di perbatasan kerajaan bagian Timur untuk menjaga perbatasan tersebut dari serangan para Hewan Iblis.


Sedangkan perbatasan kerajaan bagian selatan dijaga oleh Li Xiang dan juga satu jendral lainnya dari para prajurit kerajaan Angin Selatan.


"Apakah Para Hewan Iblis ada yang berhasil menembus perbatasan?" tanya Chinmi.


"Jika dibagian timur dan barat tidak, tapi dibagian utara sangatlah parah, jumlah mereka disana sangatlah banyak, sampai-sampai Jendral Mei Xin kehilangan lebih dari 200 prajuritnya." kata Zuo Yujiu.


"Berapa banyak jumlah mereka?" tanya Chinmi.


"Em.. Menurut Informasi, jumlah mereka mencapai ribuan, dan beberapa dari mereka ada yang berkekuatan Sihir Elemen Dasar," jawab Zuo Yujiu.


Li Xiang dan Li Fang membenarkan cerita Zuo Yujiu, pasalnya mereka juga merasakan hal yang sama. Di perbatasan kerajaan bagian selatan saja bukan hanya menjaga wilayah tersebut dari pasukan kerajaan Angin Selatan, melainkan ada juga serangan dari Hewan Iblis.


Weiyi datang membawakan teh hangat untuk mereka dan kemudian kembali lagi kedalam, "Xiang, apakah kamu mau minum ini? Ini baru aku beli di perbatasan, dan rasanya sangat enak!" kata Zuo Yujiu sambil mengeluarkan sebuah guci kecil.


"Hem... Memangnya seenak apa? Belum tentu bisa mengalahkan rasa arak milikku!" kata Li Xiang kemudian memanggil Meiyi untuk mengambilkan araknya juga.


Chinmi menngerutkan alisnya, dia sama sekali tidak pernah meminum arak sehingga dia penasaran sekali dan bertanya kepada Li Fang sambil berbisik.


Li Fang menatap Chinmi dengan heran, "Apakah kamu benar-benar tidak tahu?" Li Fang justru bertanya balik.


Chinmi menggelengkan kepala pertanda benar-benar tidak tahu. Li Xiang dan Zuo Yujiu sama-sama menoleh kearah Chinmi karena pertanyaan Li Fang yang mereka dengar.


Li Fang menjelaskan jika arak adalah salah satu minuman favorit yang sering diminum saat ada pesta, jamuan berbagai acara, dan juga bisa diminum untuk menghilangkan beban yang menganggu pikiran.


"Apakah ia sehebat itu?" gumam Chinmi.


Dia sama sekali tidak mendengar jika ada minuman yang dapat menghilangkan segala beban yang menggagu pikiran, jadi ini baru pertama kali dia mendengar nya.


"Jadi kamu sama sekali tidak pernah meminum arak?" tanya Zuo Yujiu yang dibalas dengan gelengan kepala oleh Chinmi.


"Usiamu sudah cukup untuk meminumnya jadi cobalah, aku yakin kamu pasti akan suka dan akan ketagihan nantinya!" kata Zuo Yujiu sambil menuangkan sedikit araknya kecangkir teh milik Chinmi.


"Karena ini baru pertama kali, jadi kamu minum sedikit dulu, nanti baru nambah lagi, jadi minumlah!" kaya Zuo Yujiu.


Chinmi semakin kebingungan, dia mengangkat cangkir kecil tersebut yang berisi air arak yang isinya kurang dari separuh cangkir.


Chinmi mencium aroma arak tersebut, dia merasakan aroma aneh dari arak tersebut. Aromanya seperti menyengat ke hidungnya.


Merasa sangat penasaran akan rasanya, Chinmi langsung meminumnya, dan setelah arak tersebut berada di dalam mulutnya, mata Chinmi terpejam erat.


Hanya sedikit sekali yang masuk kerongkongan nya. Chinmi langsung menyemburkan arak tersebut ke samping sambil menjulurkan lidahnya.


"Pahit dan rasanya tidak enak...!" kata Chinmi sambil menuangkan teh kecangkirnya dan kemudian meminum air teh tersebut sebagai penawar rasa pahit.


"Kamu mebuang-buang arak mahal saja!" kata Zuo Yujiu namun sambil tertawa.


Li Xiang dan Li Fang juga tertawa melihat expresi wajah Chinmi saat merasakan arak tersebut. Chinmi sendiri heran, padahal rasanya agak pahit dan ada sedikit rasa panas dari air bening tersebut.

__ADS_1


Namun menurutnya masih enakan teh dari pada arak, itulah sebabnya dia bingung kanapa Zuo Yujiu dan ayahnya bilang jika arak itu sangat enak, bahkan pamannya bilang bisa membuat beban dipikiran hilang.


Menurut Chinmi justru beban dipikiran semakin berat memikirkan rasa yang tidak karuan sari arak tersebut, "Dasar aneh..!" batin Chinmi.


"Kamu hanya belum terbiasa saja, minumlah lagi secara perlahan, nanti kamu pasti akan menyukainya juga," kata Li Fang.


"Tidak akan...!" jawab Chinmi.


Li Xiang, Li Fang dan Zuo Yujiu sangat menikmati arak tersebut, sedangkan Chinmi lebih memilih meminum teh, namun pikirannya masih penasaran melihat ayah serta pamannya seperti menikmati arak itu melebihi dari teh yang ia minum.


Melihat cara mereka meminum arak tersebut, Chinmi mencoba lagi meminum arak tersebut, dia berpikir mungkin cara menuangkan kedalam mulutnya yang keliru.


Chinmi mengikuti cara mereka meminum arak tersebut dengan cara menuangkan langsung ke tenggorokan nya dan kemudian segera menelannya.


Chinmi memejamkan mata sambil meringis saat menelan seluruh arak tersebut, sedangkan Zuo Yujiu dan yang lainnya kembali tertawa melihat Chinmi yang meminumnya.


"Xiang, besok aku ingin kalian datang ke lapangan latihan bersama Chinmi! Di sana akan diadakan latihan bagi calon prajurit baru, sekalian agar Chinmi bisa melihat-lihat disana!" kata Zuo Yujiu.


"Tentu saja, aku akan mengajaknya kesana!" kata Li Xiang sambil menatap Chinmi yang saat ini wajahnya me merah.


"Ini pertama kali baginya minum arak, jadi alkohol membuatnya cepat mabok," kata Li Fang yang ingin membantu Chinmi.


"Hahaha... Benar sekali! Owh baiklah aku akan pergi dulu mengantarkan mereka keperbatasan kota, jadi sampai bertemu lagi besok!" kata Zuo Yujiu kemudian dia bangkit dan berpamitan pergi.


Li Xiang dan Li Fang mengantarkan mereka sampai kedepan pintu halaman, "Dia itu sangat terbuka!" kata Li Fang.


Li Xiang mengangguk sambil menatap Zuo Yujiu yang kini sudah menjauh. Li Xiang menghela nafas panjang kemudian berbalik, "Sebaiknya aku membawa Chinmi masuk ke kamarnya!" kata Li Xiang.


"Kakak, kalau begitu aku pamit pulang dulu, besok pagi kita sama-sama pergi ke lapangan latihan."


"Iya baiklah, aku akan menunggumu disini," kata Li Xiang setelah itu dia beranjak ke tempat Chinmi yang tadi sudah terlihat mabuk.


"Eh... kemana dia?" tanya Li Xiang karena tidak melihat Chinmi.


Li Fang yang sudah hampir naik keatas kudanya juga ikut menoleh dan melihat Chinmi sudah tidak ada disana.


Meiyi, apakah Chinmi tadi masuk kedalam?" Li Xiang bertanya kepada Meiyi yang baru keluar dari dalam rumah untuk membereskan cangkir bekas minum mereka.


"Tidak Tuan, saya sejak tadi berada di dalam, dan saya sama sekali tidak melihat tuan muda masuk kedalam," jawab Meiyi.


Li Fang mengurungkan niatnya untuk pergi dan kembali ke samping Li Xiang, "Apakah dia berjalan kearah lain?" tanya Li Xiang.


Zhinie keluar setelah mengetahui jika Zuo Yujiu sudah pergi. Dia keluar bersama dengan Bing Long, "Kemana Chinmi?" tanya Zhinie setelah berada bersama mereka.


"Tadi dia duduk disini dalam keadaan mabuk, sekarang dia justru menghilang," kata Li Xiang.


Tatapan Zhinie berubah menjadi dingin setelah mendengar dari Li Xiang jika Chinmi mabuk, "Kamu mengajak Chinmi minum arak?" tanya Zhinie dengan nada dingin.


"Kakak, aku pulang dulu..!" kata Li Fang kemudian tanpa menunggu jawaban Li Xiang, dia langsung menaiki kudanya kemudian pergi secepat mungkin meninggalkan rumah Li Xiang.


Li Xiang hanya bisa menatap kepergian Li Fang yang kabur saat istrinya sedang marah besar. Li Xiang kembali menoleh kearah Zhinie sambil menelan ludahnya.


"Sekarang katakan kemana Chinmi, dan kenapa kamu mengajaknya minum jika dia sama sekali belum pernah minum arak?" pertanyaan Zhinie membuat Li Xiang bingung untuk menjawabnya.


"Zhi'er, anak kita sudah besar, jadi wajar kalau dia mempelajari apa yang belum ia ketahui," kata Li Xiang mencoba meredakan amarah Zhinie.


"Baiklah aku terima alasanmu! Sekarang dimana anakku?" tanya Zhinie.


"Tadi dia di...!" Perkataan Li Xiang terhenti saat merasakan energi yang sangat besar dari langit.


Langit tiba-tiba menjadi gelap, dan gemuruh guntur sekaligus sambaran petir terlihat menyambar ke berbagai arah, "Kalian berdua berhentilah bertengkar, sepertinya Chinmi ada di atas sana!" kata Bing Long yang menatap langit yang seolah-olah mau hujan.


***

__ADS_1



__ADS_2