PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Sihir Debu Penghancur tahap 3


__ADS_3

"Pangeran Ming Zai, apakah pangeran sadar akan ucapan pangeran itu?" tanya Yue Yin.


"Tentu saja, dia tinggal menculikku, dan aku akan dibawa olehnya, itu saja kan?" kata Pangeran Ming Zai.


Dua Putri kembar Mei menggelengkan kepala mereka dangan saling berpandangan kemudian mereka berdua menatap ke arah Chinmi.


"Ada apa? Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu?" tanya Chinmi yang kini sudah bangkit kembali.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Bing Mei.


Chinmi heran dengan pertanyaan tersebut karena sebelumnya dia sudah menjawab pertanyaan tersebut dari Yue Yin.


Bing Mei dan Zhu Mei bukan bertanya akan keadaan Chinmi, melainkan perasaan Chinmi yang mungkin juga akan terpengaruh oleh kecantikan gadis yang seumuran dengan mereka.


"Sudahlah, sebaiknya kalian pergi ke pusat kota, karena semua peserta yang tersisa berada di sana!" kata Chinmi.


"Lalu bagaimana dengan kamu?" tanya Yue Yin.


"Aku akan tetap menghadapinya," jawab Chinmi kemudian maju ke depan.


Chinmi tidak yakin bisa menang atau tidak dengan kondisinya saat ini, karena Qi yang dimilikinya hanya tersisa kurang dari 10 persen saja.


"Tidak, kita akan menghadapinya bersama-sama!" kata Zhu Mei kemudian maju mengikuti Chinmi.


"Aku bilang pergilah, kekuatan anak ini tidak seperti yang kalian lihat, kekuatan yang dimilikinya berada di Tingkat Menengah Tingkat 2."


Mereka semua terkejut mendengar Chinmi mengatakan jika gadis tersebut ternyata sudah berada di Pendekar Menengah Tingkat 2, dengan kata lain gadis tersebut lebih kuat dari mereka semua.


"Aku tidak akan menculik kalian lagi, jadi pergilah karena targetku sekarang bukan kalian lagi," kata gadis tersebut.


"Kenapa? Padahal aku sudah setuju untuk kamu bawa, kenapa sekarang kamu tidak ingin lagi menculikku?" Pangeran Ming Zai bertanya dengan nada kecewa.


"Kau ingin tahu?" gadis tersebut balik bertanya dan di jawab dengan anggukan oleh pangeran Ming Zai.


"Karena kamu bukanlah murid berbakat sepertinya, atau kalian semua bukanlah kumpulan murid berbakat yang aku inginkan. Murid berbakat yang kami inginkan adalah murid seperti dia," kata gadis tersebut sambil menunjuk kearah Chinmi.

__ADS_1


Gadis tersebut sebenarnya adalah Qie Yin, murid berbakat dari hasil kelinci percobaan sekte Kalajengking Merah.


Qie Yin sengaja menyamar dan berpura-pura menjadi murid dari sekte kecil aliran netral yang sampai sebenarnya sekte tersebut tidak ada. Qie Yin ditemani oleh Sou Luan dan Peng Mo.


Qie Yin sudah merencanakan untuk menculik para murid berbakat yang mengikuti pertandingan tersebut, dia sudah memutuskan akan membawa para peserta yang bertahan dalam pertandingan pertama, karena siapapun yang bisa bertahan hingga 40 besar saja, itu sudah dihitung sebagai murid berbakat.


Namun semuanya berubah ketika Qie Yin berhadapan dengan Chinmi yang ternyata umurnya hanya lebih tua satu tahun darinya dan kekuatannya mencapai tingkat pendekar menengah. Kini dia hanya menginginkan Chinmi untuk dia bawa ke She Chin.


"Kamu mungkin sangat kuat, namun kamu tidak akan mampu menghadapi kami semua disini jika kami sampai bekerja sama untuk mengalahkan mu," kata Yue Yin.


"Jika kalian ingin mengeroyoknya, maka kalian harus menghadapi ku terlebih dahulu! Aku juga! Aku juga." semua peserta laki-laki kecuali Chinmi segera berdiri di dekat Qie Yin.


"Kalian...!" Rui Ling sangat geram dengan mereka semua kemudian menggenggam tangannya dengan erat.


"Pergilah sebelum aku berubah pikiran!" kata Qie Yin dengan berbicara pelan namun terdengar oleh mereka berdua.


Qie Yin melepaskan energinya untuk membuat mereka pergi, terutama para peserta laki-laki yang masih keras kepala untuk tetap mengikutinya.


Mereka semua menelan ludah ketika merasakan kekuatan energi milik Qie Yin, bahkan Pangeran Ming Zai sampai melompat jauh karena takut.


"Aku juga!"


"Begitu juga denganku!"


Bing Mei dan Zhu Mei juga tidak mau membiarkan Chinmi menghadapi masalah ini sendirian.


"Pergilah, biar aku yang mengurusnya!" kata Chinmi.


Tidak ada yang menyadari jika sejak pertama Yue Yin datang kepadanya, Chinmi sudah menyerap Qi Mustika abu-abu yang selipkan dibalik bajunya.


Chinmi merasa beruntung karena Qie Yin tidak menyerangnya kembali setelah selesai beradu energi dengannya, ditambah dengan mereka semua yang memberikan waktu bagi Chinmi.


Chinmi jelas tidak mau menyia-nyiakan waktu tersebut sehingga menyerap satu Mustika abu-abu dengan cepat. Kini energinya sudah kembali sebanyak 60 persen, andai dia bisa menyerap satu lagi, maka energinya akan kembali seperti semula.


"Tapi Chinmi aku..!"

__ADS_1


"Kamu tidak perlu khawatir, lagi pula gadis itu tidak akan bisa mengalahkan ku dengan mudah, jadi pergilah sebelum yang lainnya datang!" kata Chinmi.


Yue Yin dan Kedua Putri kembar Mei akhirnya hanya bisa menurut, Pangeran Ming Zai juga sudah tidak berani lagi berada di dekat Qie Yin, dia memilih ikut bergabung dengan Yue Yin dan yang lainnya untuk pergi ke pusat kota.


"Sekarang hanya tinggal kita berdua, mari kita lanjutkan kembali pertarungan kita tadi," kata Chinmi sembari melepaskan debu dari mustika abu-abu yang sudah habis ia serap.


"Aku ingin bertanya padamu, dari mana kamu mempelajari ilmu Sihir Debu Penghancur?" tanya Qie Yin, dia penasaran karena Chinmi juga memiliki ilmu dari sihir Debu Penghancur Tahap 3.


Ilmi Sihir Debu Penghancur hanya ada di kitab pengendalian debu yang dimiliki oleh Qie Yin, kita tersebut sebenarnya milik perpustakaan tua yang berada wilayah Kerajaan Bumi Barat.


She Chin mencuri kitab tersebut ketika kitab tersebut sudah berada di perpustakaan istana Kerajaan Bumi Barat, She Chin menyerahkan kitab tersebut kepada Qie Yin karena anak itu memiliki Pusat Roh Elemen tanah.


Selain Qie Yin seharusnya tidak ada lagi yang memiliki ilmu Debu Penghancur maupun sihir Debu lainnya, karena kitab tersebut hanya dimiliki oleh Qie Yin.


Masih banyak ilmu sihir Debu di dalam kitab tersebut selain dari Debu Penghancur, karena kitab tersebut memang khusus untuk mengendalikan debu saja dengan berbagai ilmu yang berbeda.


Chinmi sendiri hanya tersenyum tipis, dia sama sekali tidak mempelajari Ilmu Sihir Debu Penghancur tersebut, bahkan melihat kitabnya pun tidak pernah.


Namun Chinmi juga tidak akan mengatakan jika dirinya bisa meniru gerakan dan ilmu orang lain dalam sekali lihat saja, namun semua itu bisa ia lakukan jika lawannya menggunakan gerakan tangan dan pernafasan yang jelas.


"Apakah kamu hanya ingin bertanya atau meyelesaikan urusan kita?" Chinmi justru balik bertanya.


"Jika kamu tidak mau memberitahu juga tidak apa-apa, lagi pula bukan itu yang aku butuhkan dirimu, melainkan energimu yang aku inginkan."


Setelah berkata demikian, kumpulan debu kembali berkumpul dan mengelilingi tubuh Qie Yin.


Chinmi tidak bisa menirunya karena Qie Yin menggunakan Pusat Roh Elemen tanahnya untuk mengendalikannya.


Chinmi pun juga mulai melepaskan energi anginnya sehingga tercipta pusaran Angin tipis mengelilingi tubunya juga.


"Sihir Debu, Hujan Debu Merah."


"Pedang Pencari Angin."


Qie Yin melepaskan butiran debu kelangit sehingga terlihat seperti awan tabal, setelah itu jatuhlah butiran-butiran kerikil dan menghujani Chinmi.

__ADS_1


Chinmi juga menggunakan Jurus Pedang Tiupan Angin Tahap pertama, yaitu Pedang Pencari Angin sehingga Chinmi mampu membuat perisai Angin yang mengelilingi tubunya.


__ADS_2