PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Mencapai tingkat Keabadian


__ADS_3

***


"Chinmi, sebelum kamu menyerap batu Nirwana itu, pertama-tama yang harus kamu lakukan adalah membuka pintu Keabadian!" kata Ho Chen.


"Aku sudah siap Senior!" jawab Chinmi dengan sangat yakin.


"Baiklah, untuk bisa membuka pintu Keabadian, kamu harus bisa mengerti arti dari unsur alam, Api, Air, Tanah, Angin dan Logam, perlu kamu tahu, kelima elemen inilah alam semesta bisa tercipta, jadi pastikan kamu bisa mengerti akan setiap unsurnya!" kata Ho Chen.


"Tapi senior bagaimana caranya agar aku bisa mengerti?"


"Mudah, untuk mempermudah bagimu, aku akan menjelaskan dengan cara yang sederhana," kata Ho Chen kemudian dia mulai mejelaskan.


Kelima Elemen adalah elemen alam yang sangat murni, setiap tempat pasti akan ada kelima elemen tersebut, Salah satunya adalah manusia.


Semua manusia memiliki kelima unsur elemen alam seperti Air. Semua manusia baik itu pendekar maupun manusia biasa memiliki elemen air dalam tubuhnya, air mata, air ludah, darah dan yang lainnya.


Tanah! Jika Manusia mati, tubuhnya pasti akan hancur menjadi tanah, baik itu di kubur maupun di kremasi.


Angin! Manusia bisa bernafas dengan angin atau oksigen, dan manusia juga bisa mengatur kecepatan keluar masuknya angin ke paru-parunya.


Logam! Manusia juga memiliki logam atau besi di dalam tubuhnya, dan biasanya besi tersebut akan berbentuk kehitaman dan menyatu dengan darah dengan membentuk melekul-melekul yang sangat halus.


Api! Dalam tubuh Manusia juga memiliki unsur elemen Api, contohnya saat menghembuskan nafas, pasti akan terasa hangat, dan suhu tubuh juga bisa hangat dan panas, dan jika meludah, pasti ludah itu akan berbusa seperti mendidih.


Chinmi dengan sangat serius mendengarkan penjalasan Ho Chen, dia tidak mau melewatkan semuanya dan akan di usahakan untuk mengingatnya.


"Jika kamu bisa mengerti akan kelima unsur elemen ini, maka kamu bisa menyerap energi Alam kapanpun dan di manapun. Jadi kamu harus mengerti masing-masing kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan kelima emelen tersebut!" kata Ho Chen.


"Aku akan mencobanya senior!" kata Ho Chen kemudian mulai bersiap untuk menditasi.


"Tunggu dulu! Kita tidak berlatih di tempat ini, dan aku sudah mempersiapkan tempat latihan untukmu!" kata Ho Chen.


Chinmi ingin bertanya namun Ho Chen lebih dulu menjentikkan jarinya dan mereka berdua berada di tengah-tengah danau, sedangkan Chinmi dan Ho Chen berdiri di atas sebuah batu yang berada di atas air danau, dan letaknya berada di tengah-tengah air danau yang berwarna hijau.


"Disini kamu akan meditasi, jadi lakukan apa yang sudah aku jelaskan tadi!" ucap Ho Chen kemudian dia menghilang begitu saja tanpa menunggu ucapan dari Chinmi.


Chinmi hanya berdiri mematung tanpa bisa membatah atau menolaknya, Chinmi juga bisa terbang, dan bisa saja dia terbang dan memilih bermeditasi di tempat lain.


Namun dia tidak melakukannya karena ini adalah perintah dari seniornya, lagi pula jika Chinmi memaksa juga percuma, karena dia tidak akan bisa menyebrangi danau tersebut.


Ho Chen sudah memasang perisai gravitasi sehingga Chinmi tidak terbang keluar, jika memaksa terbang maka Chinmi pasti akan terjatuh karena gravitasinya yang berat dan itu hanya bisa di rasakan saat Chinmi menggunakan ilmu meringankan tubuh nya untuk terbang.


Chinmi mulai bermeditasi dan mulai berkonsentrasi, saat bersamaan juga, suara Ho Chen terdengar di telinga nya memberi arahan dari jauh.


"Jauhkan pikiran dunia mu, dan fokuslah terhadap kelima elemen alam, rasakan keberadaanya dan menyatukan dengan alam itu sendiri!" kata suara Ho Chen.


Chinmi tidak terkejut karena dia yakin jika Ho Chen pasti memiliki kekuatan yang sama seperti Long Wang, yaitu berbicara lewat pikirannya.


Chinmi berusaha merasakan kelima elemen Alam, namun dia kesulitan untuk bisa merasakan nya karena yang ia harus rasakan adalah kelima Elemen Alam yang sangat murni.


Selama ini dia selalu bisa melakukan setiap latihan yang di berikan padanya dalam waktu singkat, karena itu Chinmi ingin bisa melakukannya lagi, namun semua tidak seperti yang di harapkan.

__ADS_1


Qie Yin dan Yinfei juga berlatih di tempat lain. Qie Yin mendapatkan latihan penempaan tubuh dari Yinfei.


Setelah mengetahui jika Qie Yin adalah reinkarnasi dari Dewi Kegelapan, Yinfei tidak ragu lagi memberikan Qie Yin latihan.


Latihannya sama beratnya seperti latihan yang pernah Ho Chen lakukan yaitu seperti latihan kekebalan Racun yang sama seperti Ho Chen dan juga penyempurnaan satu persatu pondasinya.


Seminggu sudah berlalu dan Qie Yin ternyata berhasil menyempurnakan pondasinya, sedangkan Chinmi masih belum berhasil merasakan energi kelima elemen alam.


"Sepertinya butuh waktu lebih banyak dari yang aku perkirakan!" gumam Ho Chen.


"Senior Lio, bukankah kamu pernah bilang jika Chinmi itu sangat cepat dalam menyelesaikan setiap ujian?" tanya Ho Chen kepada Lio Long.


"Itu memang benar! Paling lama baginya untuk menyelesaikan satu latihan adalah 16 hari, jadi bersabarlah!" kata Lio Long.


"Baik aku akan menunggu hingga 16 haru lagi dan aku berharap dia sudah bisa melakukanya dalam 16 hari!" kata Ho Chen kemudian dia mengalihkan perhatian ke arah Qie Yin yang saat ini sedang melanjutkan ketahap penyempurnaan Pondasi ototnya.


"Kemajuannya juga sangat pesat!" kata Ho Chen.


Lio Long segara menoleh kearah Qie Yin berada, dia juga bisa merasakan jika Qie Yin hampir menembus ketingkat awal Raja Langit.


"Andai dia menjadi musuh kita, maka dia akan menjadi lawan yang sangat berbahaya," kata Lio Long.


"Karena itu kalian harus bisa mendidiknya dengan kebaikan jika tidak, bisa-bisa kita akan menghadapi masalah yang lebih besar."


"Aku ada ide!" Lio Long seolah menemukan ide dan Ho Chen menoleh padanya.


"Ide apa?"


"Senior, apa senior bercanda, jika Budha saja memberinya waktu untuk memperbaiki kesalahannya, kenapa kita justru berbuat hal yang tidak Budha lakukan?"


"Chen, kita ini manusia, jadi jangan samakan dengan Budha yang penuh welas asih!" kata Lio Long.


"Benar senior, kita ini hanya manusia, namun di dalam diri kita juga ada Budha, jika seseorang memiliki kasih sayang kepada sesama atau lain mahluk! Maka sama saja kita seperti manusia yang berjiwa manusia," kata Ho Chen.


Lio Long hanya terdiam tanpa bisa berkata apapun dan lebih memilih memperhatikan Yinfei dan Qie Yin yang masih berlatih.


***


Sebulan sudah berlalu di dunia ciptaan Lio Long, dan selama itu juga Chinmi belum juga dapat merasakan kelima elemen alam.


Di tempat yang sama, Qie Yin justru berhasil membangun keempat pondasinya dengan sempurna.


Kecepatan Qie Yin dalam membangun keempat pondasinya lebih cepat dari Chinmi, Lio Long sendiri ingat butuh waktu berapa lama bagi Chinmi untuk bisa menyempurnakan keempat pondasinya.


Chinmi sendiri menyadari jika Qie Yin bisa menyempurnakan ke empat pondasinya dengan cepat karena dia hanya memiliki satu Pusat Roh saja.


Berbeda dengan Chinmi, walau hanya memiliki satu Pusat Roh yang sama seperti Qie Yin, namun Pusat Roh milik Chinmi memiliki Delapan Cabang, sehingga membuat qi yang Chinmi serap harus terbagi.


"Guru Yinfei, bagaiamana keadaan Chinmi?" tanya Qie Yin.


Walau mereka berada di tempat yang sama, lalu ada penghalang yang tidak bisa di tembus oleh mata Qie Yin maupun Chinmi sehingga mereka tidak tahu akan apa yang terjadi di balik penghalang.

__ADS_1


Akan tetapi semua itu tidak berlaku bagi Ho Chen, Lio Long, dan Yinfei. Hanya cukup mengaktifkan mata Dewa mereka saja, mereka sudah bisa melihat dengan jelas.


"Dia masih bermeditasi," jawab Yinfei.


Qie Yin hanya mengangguk, walau dia terus berlatih dan kadang sampai tidak sadarkan diri, namun saat waktu lenggang dia akan menanyakan akan kabar dan kondisi Chinmi kepada Yinfei.


Mereka berdua berjalan kearah Ho Chen dan Lio Long berada, "Nona Yin, kamu semakin bertambah kuat dan latihanmu juga lebih cepat dari yang aku bayangkan!" kata Lio Long.


"Senior, ini semua karena latihan dari guru Yinfei! Guru terima kasih!" kata Qie Yin.


"Terlalu awal bagimu untuk mengucapkan terima kasih padaku, masih ada latihan lain yang masih harus kamu jalani, jadi simpan dulu rasa terima kasih mu itu untuk nanti!" kata Yinfei.


Ho Chen tertawa mendengar perbincangan mereka bertiga, namun saat yang bersamaan mendadak langit berubah warna menjadi emas, dan dunia berguncang hebat hingga banyak retakan-retakan di berbagai tempat.


"Ini..!"


"Hem.. tidak salah lagi!"


Qie Yin hanya merasa bingung karena tidak tahu, sedangkan Ho Chen dan kedua seniornya mengetahui akan apa yang terjadi.


"Aku akan melihatnya!" ucap Ho Chen kemudian dia menghilang dari hadapan mereka bertiga.


Ho Chen kembali muncul di hadapan Chinmi, terlihat dengan jelas tubuh Chinmi bercahaya emas terang, dan air danau hijau nya juga berputar bagai ada pusaran di batu tempat Chinmi duduk.


"Sudah kuduga dia sudah bisa mengerti akan maksud dari kelima Elemen Alam, ini adalah awal untuk melangkah menuju ke tingkat Dewa!" gumam Ho Chen.


Air Danau semakin lama semakin menyusut dan hampir saja habis terserap kebawah tanah akibat ada retakan tepat di bawah batu tempat Chinmi sedang bermeditasi.


Secara perlahan-lahan Chinmi membuka matanya, dia bisa melihat Ho Chen sudah berada di hadapannya dengan senyum khasnya.


"Senior Chen! Berapa lama aku meditasi?" tanya Chinmi.


"Sudah sebulan di dunia ini, namun aku sangat senang karena kamu sudah berhasil melakukannya, dan dengan ini kamu sudah memcapai tingkat Keabadian, kekuatanmu sekarang berada di tingkat yang sama dengan kekuatan Jendral Lang Yu!" kata Ho Chen.


Kekuatan Lang Yu memang berada di tingkat Raja Alam, namun sebenarnya dia berada di tingkat Keabadian.


Begitu juga dengan Chinmi, sekarang dengan kekuatannya seharusnya dia sudah bisa membuat pernafasan sendiri dan bisa bernafas di luar angkasa seperti Lang Yu.


Chinmi segera bangkit, dia memang merasakan ada aura yang keluar dari dalam tubuhnya, dan cahaya emas juga terpancar dari tubuhnya.


Namun Chinmi merasa jika kekuatannya masih sama seperti sebelum dia bermeditasi.


"Ehem..! Chinmi, Tidak semua kekuatan besar di ukur dari seberapa besar energi yang di milikinya, Kekuatan yang terasa besar tidak bisa menjadi patokan untuk bisa menang melawan musuh yang lebih lemah darimu!" kata Ho Chen yang mendengar akan apa yang Chinmi pikirkan.


"Maaf senior aku hanya merasa penasaran saja!" kata Chinmi.


"Sekarang istirahatlah satu atau dua hari lagi, setelah itu kita akan lanjut lagi untuk membuat dirimu menyempurnakan kekuatanmu dengan Bola Nirwana!" kata Ho Chen.


Chinmi mengangguk kemudian mereka berdua meninggalkan danau yang hampir kering tersebut, mereka berdua muncul di hadapan Lio Long, Yinfei dan juga Qie Yin.


"Chinmi..!" panggil Qie Yin setelah melihat Chinmi sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2