
“Serahkan surat ini kepada Raja di Bumi Barat dengan cepat!” kata Fan Yuzhen kemudian menyerahkan surat kepada Ji Long. Surat tersebut sudah digulung dan diikat dengan tali kain berwarna Putih Perak.
Tanpa banyak basa-basi lagi, Ji Long segera memerintahkan lima orang anggotanya, Tiga orang adalah Pendekar menangah tingkat 2, dan dua orang Pendekar Puncak Tingkat 1, untuk mengantarkan surat dari Fan Yuzhen kepada Raja Tao.
“Senior apakah anda berencana ingin kembali menjadi ketua Sekte?” tanya Wang Shing setelah Fan Yuzhen terlihat lebih tenang.
Fan Yuzhen segera menoleh kepada Wang Shing kemudian tertawa kecil, “Hahahaha! Mana mungkin aku ingin kembali menjadi ketua disini, lagi pula diriku sudah tidak semuda dulu,” kata Fan Yuzhen.
Wang Shing dan yang lainnya saling berpandangan, pemikiran mereka semua sama yaitu memikirkan perkataan Fan Yuzhen. Memang Fan Yuzhen sudah terlihat sangat tua, namun mereka tahu mereka tidak bisa menganggap remeh orang yang sudah Tua.
Ji Long datang kembali setelah selesai menyerahkan surat Fan Yuzhen kepada kelima anggota yang dipercayakan untuk mengantarkan surat tersebut ke Kerajaan Bumi Barat.
“Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul disini, aku akan menyampaikan sesuatu kepada kalian, namun aku minta kalian semua untuk merahasiakannya,” kata Fan Yuzhen.
Semuanya sangat penasaran kecuali Li Fang. Dia sudah tahu apa yang ingin Fan Yuzhen sampaikan kepada mereka berempat.
“Sekarang aku sudah memiliki murid keduaku, mungkin kalian sudah mengenal murid baruku itu!” kata Fan Yuzhen kemudian melirik kearah Li Fang.
“Kakek Guru memiliki murid baru, itu berarti saya harus memanggilnya paman Guru?” tanya Ji Long dengan raut wajahnya semakin terlihat lebih tua.
“Hahaha! Iya kamu bisa memanggilnya begitu, namun lebih baik kamu tidak perlu memanggilnya seperti itu, dan mungkin juga dia tidak akan mau dipanggil sebagai paman,” kata Fan Yuzhen membuat mereka semua semakin penasaran kecuali Li Fang saja.
“Maaf senior, jika kami boleh tahu siapakah nama murid kedua senior itu?” tanya Yong Chun yang sudah tidak tahan lagi akan rasa penasarannya.
“Kalian pasti mengenalnya, namanya Chinmi,dan dia adalah keponakan LI Fang,”
Ji Long, Yong Chun, Yue Rong terperanjat kaget kecuali Wang Shing dan Li Fang. Wang Shing masih belum mengenal dan melihat Chinmi karena itu dia tidak kaget, justru justru merasa penasaran dengan sosok orang yang bernama Chinmi tersebut. Sedangkan Li Fang jelas sudah tahu semuanya.
__ADS_1
“Chi-Chinmi..!?” Yue Rong dan kedua sepuh memandang kearah Li Fang dengan tatapan tidak percaya.
“Fang! Apakah sejak awal kamu sudah mengetahuinya?” tanya Yue Rong.
Li Fang hanya menjawab dengan anggukan, sedangkan Ji Long hanya tersenyum kecut, dia tidak menduga jika dirinya kini harus memanggil Chinmi dengan panggilan Paman Guru, hal yang tidak pernah terlintas sama sekali dalam pikirannya.
“Sungguh beruntung sekali anak itu!” gumam Ji Long dan dibalas dengan anggukan oleh Yong Chun.
“Ketua Ji, seperti apa sosok orang yang bernama Chinmi itu?” tanya Wang Shing yang masih penasaran akan sosok yang bernama Chinmi itu.
“Namanya adalah Li Chinmi, umurnya masih 12 tahun dan dia adalah keponakan junior Li” kata Ji
Long.
“12 tahun..!” kini giliran Wang Shing yang terkejut kemudian menatap Li Fang, dia tidak menduga jika murid kedua Fan Yuzhen masih anak-anak.
“Aku memberitahukan semua ini kepada kalian agar kalian bisa membantunya berlatih ketika diriku tidak ada. Ingat selain kalian, jangan sampai orang lain mengetahuinya,” kata Fan Yuzhen.
“Kakek guru tenang saja, kami jamin identitas murid baru kakek guru tidak akan tersebar luas, kami pastikan itu!” kata Ji Long namun dia menatap Yong Chun dengan tatapan tajam.
Yong Chun menyadari tatapan tersebut kemudian segera mengerti akan maksudnya, “Owh tentu, kami akan merahasiakan hal ini jadi senior Fan tidak perlu Khawatir,” kata Yong Chun.
“Sernior! Sekarang Chinmi berada dimana? Kenapa dari tadi saya tidak melihatnya?” tanya Li Fang.
“Tadi dia berada dilapanagan latihan, namun sepertinya dia hanya sendirian saja tadi di sana karena tadi aku tidak melihat satu murid pun yang sedang latihan,” kata Fan Yuzhen.
Baru saja dia selesai berkata akan Chinmi, tiba-tiba salah satu murid masuk kedalam dan terlihat seperti panik, “Ketua ada keributan dilapangan ketua!” ucapnya dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
“Keributan apa maksudmu?” tanya Ji Long dengan heran.
“Xian Fai sedang bertarung dengan salah satu murid baru dilapangan, kami tidak berani menghentikan Xia Fai karena dia melarang kami!” kata murid tersebut.
“Kemana Mang Xin, apa dia tidak ada disana?” tanya lagi Ji Long.
“Tidak ada ketua, disana sama sekali tidak ada satu senior pun yang terlihat,”
Ji Long tidak lagi bertanya, dia segera pergi kelapangan latihan dan disusul oleh yang lainnya, Ji long tentu tahu siapa murid baru yang dimaksud itu. Dia adalah Chinmi yang sekarang sedang bertarung melawan Xian Fai.
Ji Long begitu khawatir kepada Chinmi, dia tahu akan siapa Xian Fai, salah satu murid berbakat yang dimiliki oleh sekte Pedang Suci, sedangkan Chinmi masih murid baru, walau dia sudah diangkat menjadi murid kakek gurunya, namun Chinmi masih belum melakukan latihan sehingga Ji Long khawatir Chinmi akan terluka.
Setelah mereka hampir tiba dilapangan, tiba-tiba Ji Long melihat sebuah energi angin sedang mengarah kepadanya, dan tentu saja Ji Long menahan energi angin tersebut dengan sangat mudah, dan setelah dia mengetahui siapa yang telah melepaskan serangan energi angin tersebut, dia terkejut bukan main. Bukan hanya Ji Long saja yang
terkejut, melainkan semua yang baru tiba disana kecuali Fan Yuzhen.
“Dia..!” Ji Long kehabisan kata-katanya setelah melihat itu.
Li Fang membuka tutup mulutnya serasa tidak percaya akan apa yang ia Lihat, sedangkan Yue Rong, Wang Shing dan Yong Chun terpana akan apa yang ia lihat.
“Inikah hasil latihanmu semalam?” batin Li Fang didalam hatinya.
***
Chinmi merasa lega karena dia tidak melihat adanya murid yang latihan, dia hanya melihat Lima Murid lainnya yang sedang mengobrol sehingga dia menebak jika hari ini mungkin tidak ada latihan sehingga hatinya lebih tenang karena tidak akan mendapatkan hukuman dari Mang Xin karena telat.
Merasa tidak ada yang bisa dia lakukan disana, dia berencana ingin pulang kerumah untuk menemui pamannya. Namun belum sempat dia melangkahkan kakinya, dia dapat merasakan sesuatu benda sedang melayang kearahnya. Dan dengan sigap, Chinmi membalikkan badan dan melihat sebuah batu kerikil sedang mengarah arah kepalanya.
__ADS_1
Chinmi langsung mnenangkap batu kerikil tersebut dengan mudah kemudian menoleh kearah lima anak murid yang kini menatapnya, Chinmi mengenali salah satunya dia adalah Xian Fai bersama dengan keempat rekannya, Chinmi masih ingat jika dirinya hampir mendapatkan masalah dengan Xian Fai saat sedang berlatih bersama.