PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Membahagiakan (ch terakhir)


__ADS_3

"Kenapa senior tiba-tiba bertanya seperti itu? Mana mungkin kita ini akan bermusuhan?" tanya Chinmi kemudian dia langsung mengerti dari maksud pertanyaan Ho Chen.


"Owh! Jadi Senior khawatir karena kekuatan yang aku miliki? Aku sadar jika sekarang kita memiliki kekuatan yang berbeda, namun aku sama sekali tidak berniat untuk menjadi musuh senior, dan itu tidak akan pernah terjadi!" kata Chinmi.


Ho Chen hanya terdiam kemudian dia kembali lagi menatap langit, "Andai saja Takdir bisa dirubah!" batin Ho Chen dan disertai dengan helaan nafas panjang.


"Sudahlah Chinmi, aku tadi hanya berandai-andai, jadi lupakan saja!" kata Ho Chen.


Mereka berdua kembali berbincang-bincang, dan membahas hal lain, Ho Chen juga mengatakan jika dirinya hanya tinggal satu malam lagi berada di sana dan besoknya dia dan yang lainnya akan kembali ke dunia masing-masing.


Saat malam harinya, Chinmi dengan Qie Yin dan Ho Chen dengan Qiao Lin pergi ke Sekte, mereka ingin menghabiskan malam terakhir mereka dengan berkumpul bersama.


"Senior, kemana Toya Emas Senior, apakah senior tidak membawanya lagi?" Chinmi menanyakan Toya Emas milik Lang Yu.


Lang Yu menghela nafas pendek kemudian menjelaskan jika Toya Emas nya sudah tidak bersamanya lagi, semenjak dirinya selesai menikah dengan Xi Liyi, Toya Emas sudah pergi dengan cara terbang melewati lorong waktu.


Sebelum menghilang, Tan Zuo Xian sempat mengatakan jika dirinya akan pergi kedunia lain dan dia akan mencarikan tuan barunya.


Lang Yu tidak tahu kemana Tan Zuo Xian akan pergi dan siapa tuan yang maksud, namun yang jelas Tan Zuo Xian sudah tidak bersamanya lagi.


Chinmi tidak terlalu mengerti sehingga hanya mengangguk saja, sedangkan Ho Chen langsung mengerti kemana tujuan Tan Zuo Xian, hanya tempatnya saja yang masih jadi misteri.


"Guru! Terima kasih atas semuanya, aku harap Guru tidak lupa padaku dan akan sering mengunjungi ku!" kata Qie Yin kepada Yinfei.


"Mana mungkin aku akan melupakan mu Yin, aku janji akan selalu datang setahun sekali untuk menjenguk dirimu, jadi jaga diri baik-baik!" kata Yinfei.


"Mari kita nikmati malam terakhir kita bersama!" kata Lio Long sambil tertawa keras.


Mereka semua tidak henti-hentinya tertawa bahagia sambil bercanda bersama, dan tanpa terasa mereka semua bergadang selama semalam penuh hingga pagi pun datang menjelang.


***


"Selamat tinggal Chinmi, ingat kabari nanti jika sudah punya anak!" kata Lio Long.


Chinmi hanya tertawa kecil mendengar perkataan Lio Long, "Tentu saja Senior!" jawab Chinmi.


"Chinmi, Qie Yin! Kami semua akan sangat merindukan kalian berdua," kata salah satu pecahan energi.


"Begitu juga dengan kami senior!" jawab Chinmi.


"Nona Lin, aku harap suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi!" kata Qie Yin kepada Qiao Lin.


Qie Yin tersenyum lembut, dia tidak yakin apakah suatu hari nanti bisa bertemu lagi atau tidak.


"Selamat tinggal Chinmi, jika suatu hari kamu butuh bantuan ku, carilah aku di kahyangan, aku akan selalu berada disana!" kata Ho Chen.


Chinmi menganggukkan kepala dan kemudian memeluk Ho Chen dan yang lainnya secara bergantian.


Masing-masing dari mereka tersenyum lembut dan setelah selesai mengucapkan selamat tinggal kepada Chinmi dan kemudian satu persatu mereka menghilang dan akhirnya semuanya pergi ke dunia mereka masing-masing.


Chinmi memandangi tempat Ho Chen dan yang lainnya menghilang, sebenarnya dia masih kepikiran akan perkataan Ho Chen malam itu.


"Sampai jumpa lagi Senior!"


Hanya itu yang bisa Chinmi katakan saat semuanya sudah pergi. Chinmi berbalik kemudian dia dan Qie Yin kembali ke istana.


Sesampainya di Istana, Chinmi menerima sebuah surat dari Ji Long, surat itu adalah surat undangan pernikahan Yue Yin dengan Jiu Heng yang akan di laksanakan dalam waktu dua bulan lagi, bahkan Ji Long juga menulis jika Lian Mei dan Xian Fai juga akan segera menyusul setelahnya.

__ADS_1


Chinmi tersenyum lebar membaca isi surat dari Ji Long, dia teringat ketika pertama kali tiba di Sekte Pedang Suci, pertemuan dengan teman pertama Lian Cao, Lian Mei dan Yue Yin, Chinmi juga teringat saat dirinya sempat bertarung dengan Xian Fai.


Namun sekarang mereka berempat sudah akan memiliki keluarga masing-masing begitu juga dengan dirinya, hanya saja tinggal tersisa Lian Cao yang belum ada kabar apakah sudah menemukan calon istri atau belum.


***


Dalam waktu kurang dari Tujuh tahun, seluruh Rakyat di Kerajaan Benua Tengah sudah sepenuhnya stabil, bahkan sudah ada kota baru yang berada tidak jauh istana.


Kota tersebut tetap di beri nama kota Benua Tengah, dan Kota Benua Tengah menjadi pusat sekaligus ibu kota utama di wilayah Kerajaan tersebut.


Saat ini seorang gadis kecil berusia 12 hingga 13 tahun terlihat sedang berlatih Sihir Elemen Debu di tempat latihan para prajurit istana.


Dia adalah Yue Hua anak Li Fang sekaligus calon ketua berikutnya di Sekte Penakluk Kegelapan, Yue Hua sedang mempelajari sihir Debu Penghancur yang ia pelajari dari Qie Yin.


Qie Yin juga terlihat berada di sana, dia duduk bersama dengan seorang anak kecil laki-laki berusia 5 tahun.


Anak tersebut bernama Li Wiefu, putra mahkota yang kelak akan menggantikan Chinmi sebagai Raja, dan anak itu adalah anak Chinmi dengan Qie Yin.


Chinmi sengaja memberikan nama leluhurnya kepada anaknya agar kelak anaknya bisa menjadi seorang yang bijak dan baik seperti mendiang Leluhur nya.


"Ibu! Lihat ayah sudah datang!" kata Li Wiefu menunjuk kearah Chinmi yang baru datang setelah seharian mengurus kerajaan nya.


"Ayah..!" Li Wiefu berlari kearah Chinmi dan di sambut oleh Chinmi demgan senyuman hangat.


"Ayah! Kapan aku bisa ikut berlatih dengan Bibi Yue Hua?" tanya Li Wiefu.


Chinmi mengangkat tubuh Li Wiefu dan meletakkan nya di pundak nya, "Nanti jika kamu sudah sedikit lebih besar," jawab Chinmi sambil berjalan kearah Qie Yin kemudian dia duduk disamping Istrinya.


"Wiefu! Sini sama kakek saja, kasian ayahmu dia terlihat sangat lelah," kata Li Xiang sedangkan Zhinie mendekatie cucunya sambil mengelus rambut cucunya dengan lembut.


"Tidak Kakek! Aku tidak ingin bersama kakek, melainkan akan bersama dengan ayah," jawab Li Wiefu.


"Tidak apa-apa ayah, biarlah Wiefu bersamaku!" jawab Chinmi kemudian menurunkan Li Wiefu.


"Kamu ingin bermain atau apa?" tanya Chinmi.


"Aku ingin ayah mengajari ku ilmu sihir," kata Li Wiefu dengan wajah mungilnya.


"Wiefu, ayah mu dulu bisa mempelajari ilmu saat sudah berusia belasan tahun, jika waktu seumuran mu dia justru mempelajri ilmu konyol di akademi."


Li Fang yang baru saja datang dengan Yue Rong berbicara kepada Wiefu. Yue Rong juga sedang menggendong anak ke-dua nya yang berumur 14 bulan.


"Ilmu apa itu kakek Fang?" tanya Wiefu.


"Lupakan saja perkataan kakek Fang mu Wiefu!" kata Chinmi memotong.


"Tidak-tidak! Anakmu harus tahu ilmu konyol mu yang kamu kuasai," kata Li Fang.


Yue Hua segera menghentikan latihan nya dan menghampiri ibunya untuk menggendong adiknya, sedangkan Li Xiang dan Qie Yin kini labih fokus menunggu perkataan Li Fang, mereka berdua ingin tahu ilmu apa yang Chinmi miliki saat waktu masih kecil dulu.


Yue Rong mengganguk dengan tersenyum penuh makna, dia tahu ilmu apa yang Li Fang maksud.


"Cepat katakan kek!" kata Wiefu yang penasaran.


"Ilmu itu bernama ilmu Teriakan Elang!" jawab Li Xiang.


Semuanya bingung selain Chinmi dan Yue Rong, Chinmi hanya tersenyum malu jika mengingat ilmu konyol yang ia pelajari saat masih kelas satu sekolahan akademi, yang mengajarinya saat itu adalah Guru Liang Wu yang ternyata adalah salah satu Pertapa yang menyamar sebagi kakek tua dan menjadi guru.

__ADS_1


"Aku tidak pernah mendengar ilmu itu Sebelumnya, memangnya seperti apa ilmu Chinmi, bisa kamu tunjukkan pada kami?" tanya Li Xiang sedangkan yang lainnya mengangguk setuju.


Chinmi melirik kearah Li Fang yang tersenyum lebar padanya, dia mengumpat pamannya itu yang sudah menjebak dirinya agar memperagakan ilmu konyol di depan semua anggota keluarga nya termasuk di hadapan anak nya.


"Hanya berteriak minta tolong saja sekeras mungkin!" jawab Chinmi yang wajahnya memerah.


Semuanya terkejut mendengarnya kemudian tertawa terbahak-bahak termasuk Wiefu, kali ini Chinmi benar-benar sangat sial, sebagai salah satu Pendekar berkekuatan Dewa sekaligus Raja satu-satunya di Benua Daratan Tengah, kini Chinmi bisa tidak berdaya di hadapan keluarganya sendiri.


Mereka sekeluarga berkumpul dan bercanda bersama, dan moment ini bagi Chinmi adalah moment yang paling membahagiakan baginya.


Sekian kisah akhir perjalanan Chinmi serta lenyapnya She Long.


***


Cuplikan Kesatria Tombak Nirwana


Ho Chen dalam wujud Dewa Suci.


"Aku tahu ini semua pasti akan terjadi! Chinmi, hanya ada satu cara untuk menyadarkan mu kembali,"


Chinmi dalam wujud Dewa kegelapan


"Jangan banyak bicara Ho Chen, apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan Tian Feng dan kamu pergi ke tempat Kaisar Kegelapan!"


Ho Chen. "Tian Feng, jangan pedulikan kami, cepat pergi ke galaxy Bayangan dan lenyapkan Kaisar Kegelapan itu!"


Tian Feng sang Dewa Sesat.


"Baik senior Chen!"


Chinmi. "Tidak akan aku biarkan!"


Ho Chen. "Akulah lawanmu Chinmi."


Chinmi. "Baiklah Terimalah ini! Pusaran Bayangan Alam Semesta."


Ho Chen. "Tapak Suci Nirwana."


Ho Chen dan Chinmi saling beradu serangan dan menyebabkan seluruh Alam Semesta berguncang sangat dahsyat.


To Be Continued..


***


Maaf untuk Bab 358 pertanyaan Yue Hua saya hapus dan alur naskahnya saya ruba, karena saya mendapatkan pesan dari seseorang jika banyak kata yang menyinggung beberapa orang serta ada perkataan yang tidak pantas saya tulis disana.


Untuk kisah pertempuran antara Chinmi dan Ho Chen akan terjadi di kisah Kesatria Tombak Nirwana, dan mulai besok saya akan meneruskan kisah Kesatria Tombak Nirwana itu,


Sebenarnya saya akan update full di aplikasi K...B..M, namun aku mau lihat dulu seperti apa kedepan dari NT ini, Nanti akan saya umumkan jika jadi pindah atau tidak di kisah KTN itu.


Terimakasih bagi yang sudah mengikuti perjalanan PDA dari satu Hingga 2. dan untuk PDA 3 itu tidak ada karena kisah PDA hanya Sampai disini, walau nantinya Chinmi dan Ho Chen akan hadir di kisah Kesatria Tombak Nirwana.


Jika nanti ada yang mau komen katanya kisah Kesatria Tombak Nirwana lama dan terlalu bertele-tele, tidak apa-apa karena kisah tersebut kurang lebih 1000 Bab.


Akhir kata sekian dan salam dari PDA 2.


__ADS_1


Silahkan baca Kisah Kesatria Tombak Nirwana yang sudah saya rilis hingga Tujuh bab kemarin.



__ADS_2