PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
sosok bertopeng misterius


__ADS_3

***


"Bagaimana situasinya?" Tong Liung bertanya kepada Huang Sing.


"Sepertinya mereka berjumlah sekitar ratusan ribu prajurit, namun kebanyakan dari mereka hanya memiliki kekuatan tingkat Pemula,"


"Em... Apa mereka bodoh atau bagaimana? dengan ratusan ribu prajurit berkekuatan Tingkat pemula, mereka semua bukan tandingan anggota kita yang semuanya berada ditingkat Awal dan tingkat Menengah!" kata Tong Liung dengan tersenyum sinis.


"Tapi aku penasaran, dari mana mereka tahu kalau kita akan datang menyerang?" tanya Huang Sing.


"Mungkin ada yang melihat karavan kita saat di perjalanan! Ah sudahlah sebaiknya kita harus segera bersiap untuk menyambut mereka disini, jadi istirahatkan saja semua anggota kita akan mereka memiliki stamina yang cukup nanti," kata Tong Liung.


Matahari sudah mulai menghilang, menurut perkiraan Tong Liung seharusnya mereka tiba di kota saat fajar, namun begitu mereka mendengar jika ada para prajurit istana yang akan menghadang mereka.


"Jika begini kita akan bertemu dengan mereka saat hampir tengah malam!" Batin Tong Liung.


Tong Liung dan beberapa ketua sekte yang lain berada di sebuah tenda yang sangat besar untuk menyusun strategi berikutnya, sedangkan yang lain membuat tenda masing-masing dan membuat api unggun.


Beberapa diantara mereka juga ada yang berkumpul sambil minum arak dan menari-nari mengelilingi api unggun.


Di sisi lain, She Chin sedang mengumpat kesal kepada Fu Shen karena Fu Shen pergi mengejar para prajurit kerajaan.


Fu Shen yang awalnya ingin terus menuju ke istana membatalkan niatnya setelah melihat salah satu jendral di antara mereka yaitu Li Xiang.


"Sudah kubilang dia itu tidak berguna!" gerutu She Chin kemudian dia segera terbang menuju kearah kota.


She Chin terbang lebih rendah setelah melihat cahaya yang menurutnya berasal dari kota atau mungkin dari istana kerajaan.


"Jika aku jadi kamu, aku tidak akan pergi ke sana!"


She Chin yang terbang rendah menuju kota tiba-tiba terhenti saat mendengar suara seorang pria dari arah atas.


She Chin menoleh ke atas dan melihat sosok memakai jubah putih dan mengenakan topeng berwarna putih juga.


"Siapa kamu?" tanya She Chin karena dia sama sekali tidak merasakan kekuatan dari sosok bertopeng tersebut, namun anehnya sosok tersebut bisa melayang.


"Aku bukan siapa-siapa, aku hanya orang yang ingin mengingatkanmu saja agar tidak pergi ke sana!" kata sosok pria bertopeng tersebut.


"Kau! Berani sekali kamu menghentikan ku, apa kamu tidak tahu siapa aku?" tanya She Chin dengan perasaan takut dan khawatir, dia khawatir jika sosok bersuara pria bertopeng tersebut adalah salah satu dari keempat pertapa.


"Aku tau siapa kamu, namun nama besar mu itu tidak akan membuat diriku takut, jadi sebaiknya kamu menurut saja dari pada kamu menyesal nantinya," kata sosok pria bertopeng tersebut.


"Menyesal? Apakah kamu pikir aku takut? Aku tidak akan menurutimu!" kata She Chin kemudian dia kembali ingin pergi dari sana.


"Apa telinga mu sudah tidak berfungsi? Aku bilang berhenti..!" kata pria bertopeng tersebut kepada She Chin.


Suara pria bertopeng tersebut ternyata mengandung energi yang sangat kuat sehingga membuat tekanan gravitasi yang begitu berat.


She Chin yang sudah terlanjur terbang merasa ada beban berat menindih tubuhnya dari atas sehingga dirinya jatuh ketanah hingga sangat keras.


Tanah tempat She Chin jatuh terlihat retak, walau tidak terlalu menyakitkan, namun kejadian tersebut membuat She Chin merasa di permalukan.


"Kau tidak akan aku maafkan!" kata She Chin yang ingin terbang menyerang pria bertopeng tersebut.


Pria bertopeng hanya menggelengkan kepala pelan dan disertai dengan helaan nafas. Tanpa banyak bicara, sosok pria bertopeng tersebut menunjuk ke arah She Chin dan kemudian tubuh She Chin kembali jatuh ketanah, dan kali ini tidak lagi membuat retakan, melainkan membuat cekungan yang sangat dalam di tanah.


"I.. ini bukan ke.. kekuatan pertapa!" seru She Chin dengan suara berat karena menahan rasa sakit.


She Chin kembali bangkit, namun dia seperti kehabisan qi, kali ini dia harus mempertimbangkan baik-baik untuk melawan pria bertopeng tersebut.


She Chin menatap sosok pria bertopeng misterius tersebut, dia mencoba mengukur kekuatannya, namun tetap tidak bisaengukurnya.


"Mustahil, aku yakin kekuatannya sangat besar, dan kemungkinan besar kekuatannya sama dengan Mahluk Naga Yang bersama dengan Fu Shen," batin She Chin.


"Kau menyebut Mahluk Naga? Apa maksudmu Mahluk Naga berkulit batu dan memiliki hawa panas sedangkan tubuhnya menyerupai manusia?"


She Chin terkejut saat pria bertopeng misterius tersebut tiba-tiba saja sudah berada di hadapannya.


She Chin ingin melompat mundur, namun kakinya tidak bisa digerakkan, "Ba-bagaimana kamu bisa tahu?" tanya She Chin yang terkejut karena pria bertopeng tersebut ternyata mengetahui akan apa yang ia pikirkan.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu terkejut seperti itu, sebaiknya kamu jawab saja, jika kamu mau menjawab dengan jujur, mungkin aku bisa melepaskan mu!" kata Pria bertopeng.


"Be-benarkah? Apa kau tidak berbohong?" tanya She Chin.


"Apa untungnya bagiku berbohong padamu! Namun ingat, jika kamu yang berani berbohong padaku, maka kamu akan mengetahui apa akibatnya!" kata Pria bertopeng tersebut yang disertai dengan tatapan tajam yang membuat She Chin kesulitan untuk bernafas.


She Chin akhirnya menceritakan makhluk naga yang ia maksud, naga tersebut tidak lain adalah She Long.


Setelah cukup lama ia menceritakan kepada pria bertopeng tersebut, pria bertopeng menyentuh kepalanya.


"A-apa yang ingin kamu lakukan?" tanya She Chin yang terlihat ketakutan.


"Aku hanya ingin mengetahui apakah kamu berbohong padaku atau tidak, sekaligus ingin mengetahui dimana mereka berempat berada," kata Pria bertopeng dan kemudian menyentuh kepala She Chin.


She Chin merasakan ada sesuatu masuk melewati kepalanya, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun ketika dia merasakan tangan pria bertopeng tersebut sudah tidak lagi berada di atas kepalanya, tiba-tiba semua tempat di sekitarnya berubah.


She Chin kebingungan atas apa yang telah terjadi karena dirinya tiba-tiba saja sudah berada di sekte nya sendiri, yaitu sekte Kalajengking Merah.


"Aku biarkan kamu tetap hidup, namun jika hari ini kamu masih berani pergi ke kerajaan itu, maka aku akan membunuhmu!" suara pria bertopeng menggema di telinga She Chin.


She Chin mencarinya namun dia sama sekali tidak melihatnya, "Sebenarnya siapa pria bertopeng itu?" batin She Chin.


She Chin tidak akan pernah melupakan kekuatan yang dimiliki oleh pria bertopeng tersebut. Mengingatnya saja membuat She Chin sesak nafas, karena itu dia segera lari kedalam dan membatalkan niatnya untuk menyerang kerajaan Bumi Barat karena takut dengan ancaman pria bertopeng yang misterius itu.


***


"Sepertinya mereka sengaja menunggu kedatangan kita!"


Zuo Yujiu dan Li Xiang mengamati perkemahan Tong Liung dan para pasukan gabungan berbagai sekte yang tidak jauh dari mereka.


"Em.. Aku tahu itu, namun sepertinya bukan hanya mereka saja yang menunggu kita, melainkan ada satu orang lagi yang juga menunggu kita!"


Li Xiang menoleh keatas dan dia melihat Sesosok pria yang Li Xiang kenal sedang melayang di atasnya.


"Sahabatku Li Xiang, sudah lama sekali kita tidak bertemu, apa kamu tidak mau menyambut kedatangan teman lamamu ini?"


"Kau bukan lagi temanku! Aku sudah tidak Sudi memiliki sahabat ular sepeti kamu!" Li Xiang berseru lantang kearah pria tersebut yang tidak lain adalah Fu Shen.


"Hai jendral penghianat, beraninya kamu muncul dihadapan kami!" Li Fang berseru lantang sekaligus mencabut pedangnya.


"Hem.. Aku ingat siapa kamu! Kamulah orang yang sudah membuat ku keluar dari kerajaan ku, dan aku sudah bersumpah akan membunuh semua keluarga Li," kata Fu Shen kemudian dia turun kebawah.


"Para pasukan musuh juga bergerak!" Mei Xin yang sejak awal selalu memantau perkemahan musuh berseru saat melihat para musuh juga mulai berbaris.


Semua para prajurit juga mulai berkumpul dan yang memimpin saat ini adalah Mei Xin dan Zuo Yujiu karena Li Xiang dan Li Fang sedang berhadapan dengan Fu Shen.


"Kamu ingin menghabisi semua keluarga kami?" tanya Li Xiang.


"Kenapa? Aku sudah memiliki tekad untuk membalas dendam kepada kalian. Setelah aku membunuh kalian berdua, aku akan mendatangi rumah kalian dan akan membunuh anak dan istri kalian!" kata Fu Shen kemudian dia menghilang dari hadapan mereka berdua dan muncul kembali tepat di belakang Li Fang.


"Pertarungan ini akan aku mulai sekarang!" kata Fu Shen yang membuat Li Fang dan Li Xiang terkejut.


Li Fang berniat menjauh dari Fu Shen, namun tiba-tiba Li Fang terlempar berguru saja seperti terkena pukulan yang sangat kuat.


"Tidak an'er..!" seru Li Xiang saat melihat adiknya yang terlempar jauh.


"Kau...!" Li Xiang segera mencabut pedangnya dan juga menghentakkan kaki kanannya dengan keras ketanah.


Li Xiang melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Fu Shen dengan sebilah pedangnya, dan dia juga menggabungkan serangan pedangnya dengan sihir bumi.


Di saat yang sama, semua para prajurit istana sudah bersiap untuk bertarung, begitu juga dengan pihak lawan.


"Serang...!"


Suara Tong Liung dan Huang Sing menggema di udara dan kemudian semua para anggota pasukan gabungan sekte bergerak maju.


"Siapkan panah..!" seru Mei Xin dan kemudian sekitar lima ratus pasukan wanita maju ke depan dan melepaskan hujan panah kearah musuh.


Para pasuian Tong Liung adalah para pendekar Awal, namun bukan berarti mereka kebal atau tidak bisa terluka.

__ADS_1


Ratusan anak panah tersebut ternyata juga bisa melukai mereka, walau tidak ada yang tewas.


Gelapnya malam memang membuat pandangan para pasukan gabungan sekte kesulitan untuk menghindarinya, mereka hanya bermodalkan pedang tanpa perisai.


"Prajurit Tombak dan perisai maju!" kini giliran Zuo Yujiu yang berseru, dan kemudian ribuan prajurit maju dengan membawa tameng untuk dijadikan perisai maju.


Mereka melempar tombak tersebut ke depan, walau tidak sampai ke mereka namun para musuh, namun ribuan tombak yang menancap di tanah akan membuat para musuh sedikit terhambat.


"Golok Setan Penghancur Alam."


Tong Liung melempar goloknya kearah ribuan tombak yang menancap di tanah dan kemudian ratusan tombak hancur menjadi serpihan kecil.


"Pendekar sihir ya, sepertinya dia itu adalah ketua sekte Golok Setan!" Zuo Yujiu memang tidak pernah melihat Tong Liung, namun melihat goloknya saja dia sudah bisa menebaknya.


"Mei Xin, aku serahkan padamu untuk memimpin para prajurit!" kata Zuo Yujiu kemudian tanpa menunggu jawaban Mei Xin, Zuo Yujiu langsung terbang kearah Tong Liung.


"Jendral Zuo tunggu jangan...!" Mei Xin tidak bisa menghentikan Zuo Yujiu sehingga hanya bisa melihat Zuo Yujiu yang saat ini terbang ke arah Tong Liung.


"Semua prajurit bersiap untuk maju!" seru Mei Xin.


Semua para prajurit mulai dari pemanah dan penunggang kuda segera bersiap untuk menghadapi musuh yang akan menerobos tombak tersebut.


"Serang...!" seru Mei Xin dan kemudian dia mencabut dua pedang nya dan ikut maju bersama para prajurit.


"Tongkat Penghancur Tulang."


Huang Sing memutar tongkatnya dan kemudian melayang ke udara dan turun dengan memukul tongkatnya ketanah yang ada para prajurit yang sedang maju menyerang pasukannya.


Sebuah ledakan besar menghancurkan sebagian tanah dan menghamburkan puluhan prajurit seperti kapas.


Mei Xin melihat kejadian tersebut dan kemudian dia menggunakan kekuatan andalannya yaitu kecepatan yang sulit untuk di lihat oleh mata.


Kini Zuo Yujiu berhadapan dengan Tong Liung dan Mei Xin menghadapi Huang Sing. Sedangkan para prajurit kerajaan dan para pasukan gabungan sekte aliran hitam pun bertemu dan perang pun tidak bisa dihindari.


Di sisi lain Li Xiang dan Li Fang kesulitan menghadapi Fu Shen, mereka berdua tidak menduga jika Fu Shen sangat kuat sekali, bahkan kekuatannya sudah berada di tingkat pertapa.


"Kau! Bagaimana kamu bisa mencapai ke tingkat pertapa?" tanya Li Xiang karena merasa sejak awal dia dan Li Fang seperti di permainkan oleh Fu Shen.


"Hahaha...! Kenapa, apa kamu terkejut?" kata Fu Shen yang terdengar seperti menyindir.


Li Fang mengalami luka dalam yang sangat serius, dia terkena pukulan Fu Shen yang tidak terlihat di bagian punggungnya sehingga Li Fang terus menerus memuntahkan darah.


"Apa yang harus aku lakukan?" batin Li Xiang karena dia merasa mustahil untuk mengalahkan Fu Shen yang saat ini sudah mencapai tingkat Pertapa.


Fu Shen yang sejak awal tidak menggunakan pedang kini menarik pedangnya, pedang tersebut adalah pedang kesayangannya sejak dulu.


"Kamu tahu, pedang ini sudah menemaniku selama bertahun-tahun, sekarang pedang ini akan aku lumuri dengan darah para jendral dari kerajaan Bumi Barat, dan yang pertama akan aku bunuh adalah kamu!" kata Fu Shen menunjuk kearah Li Fang yang berlutut dengan satu kaki dan menahan sakit.


"Fu Shen, jangan kau lakukan itu pada adik ku!" seru Li Xiang kemudian dia kembali melesat kearah Fu Shen.


"Aku sudah bilang aku akan membunuhnya terlebih dahulu, setelah itu baru dirimu!" kata Fu Shen kemudian dia mengayunkan pedangnya dari jauh kearah Li Fang.


"Sihir Batu Api. Pedang Api."


Fu Shen menebas kearah Li Fang sebanyak dua kali dan terlihat dua energi tebasan melesat kearah Li Fang.


"Tidak..! Keparat kau Fu Shen," seru Li Xiang karena dia tidak bisa bergerak lebih cepat untuk menghentikan Fu Shen.


Li Fang bangkit dan kemudian membuat mantra tangan, dia berencana menggunakan seluruh energinya untuk membuat perisai dan menahan dua energi tebasan berwarna merah yang menuju kearahnya dengan sangat cepat.


"Sial aku tidak akan sempat!" batin Li Fang karena dia merasa tidak mungkin sempat menahan tebasan energi tersebut.


Saat semua berpikir jika Li Fang pasti mati, namun tiba-tiba saja kedua energi merah yang tercipta dari tebasan Fu Shen menghantam sesuatu seperti tubuh seseorang.


!!!?


Mereka bertiga terkejut melihat hal itu, yang lebih terkejut adalah Fu Shen dan Li Fang, mereka melihat ada sosok manusia mengenakan jubah putih dan memakai topeng putih sedang berdiri dihadapan Li Fang.


Sedangkan Fu Shen tidak menyangka jika sosok tersebut sama sekali tidak luka, bahkan jubahnya pun sama sekali tidak tergores.

__ADS_1


"Siapa kamu? Kenapa kamu berani-beraninya mengentikan serangan ku?" tanya Fu Shen kepada sosok bertopeng misterius tersebut.


__ADS_2