
Chinmi sama sekali tidak mengenal Yuan Feng dan kedua pria paruh baya yang ada di dekatnya, walau begitu dia bisa mengenali suara mereka dari luar.
"Hai kenapa anak-anak ikut campur akan pertemuan ini?" tanya Gao Ceng.
"Benar, pertemuan ini khusus untuk para ketua sekte dan para pendekar-pendekar hebat, jadi siapa kamu dan mengapa kamu mengganggu pertemuan kami?" Yuan Feng ikut bersuara sekaligus bertanya.
"Maaf jika kedatanganku mengganggu senior bertiga, aku datang dan ikut bersuara karena tidak melihat larangan bagi anak-anak untuk ikut memberikan suaranya," kata Chinmi.
"Kurang ajar kau anak muda, kamu tidak tahu siapa kami ini?" kata Cian Lio sambil berdiri dam membentak Chinmi.
"Hentikan Chinmi biarkan kami para orang tua yang menyelesaikan masalah ini!" kata Li Xiang.
"Tidak ayah, aku akan tetap ikut campur akan masalah ini!" kata Chinmi menolak permintaan ayahnya dan kemudian menatap kearah ketiga pria paruh baya tersebut.
"Aku tidak mengenali kalian, yang aku tahu jika kalian semua berada ditempat ini, itu artinya kalian adalah orang-orang baik, namun jika tidak itu berarti adalah penyusup atau suruhan dari musuh untuk mengacaukan pertemuan ini!" ucap Chinmi.
Yuan Feng bangkit seketika sambil memukul pegangan kursinya hingga patah, "Kurang ajar, apakah kamu mau bilang kalau kami ini adalah sekutu dari sekte aliran hitam? Berhati-hatilah atas perkataan mu itu anak muda!" kata Yuan Feng sambil menunjuk-nunjuk kearah Chinmi.
"Kenapa senior harus marah? Bukan kah sudah aku bilang, hanya anggota musuh yang bukan orang baik juga ikut bergabung disini, aku tidak menyebut apakah itu senior atau bukan," kata Chinmi.
"Kau..!" Yuan Feng sangat geram terhadap Chinmi, andai tidak ada orang lain di tempat itu mungkin dia sudah mencabik-cabik tubuh Chinmi.
"Saudara Yuan tenanglah mari kita selesaikan ini secara baik-baik!" kata Jiu Sha ketua dari Sekte Bukit Matahari.
"Kau jangan ikut campur Senior Jiu!" kata Yuan Feng.
"Ketua Yuan cukup, jika kamu masih bersi keras seperti, maka pertemuan ini tidak ada artinya dan akan berakhir dengan perpecahan," kata Ji Long.
Yuan Feng menatap Ji Long dengan tatapan mata yang memerah, "Sudahlah lagi pula aku juga tidak berniat untuk mengikuti pertemuan ini, sekarang aku akan putuskan jika aku dan kedua ketua dari Pulau Satu dan Tiga tidak akan ikut bergabung!" kata Yuan Feng.
Mendadak seluruh ruangan terasa berat bahkan semua pendekar Sihir Elemen Alam yang ada di sana hampir tidak bisa bernafas karena merasa ada sesuatu yang berat menindih pundak mereka semua.
Seluruh rungan sedikit demi sedikit mulai bergetar dan semakin lama berubah menjadi guncangan yang membuat atap bangunan Sekte Pulau Seribu Bunga mulai berjatuhan.
Mereka semua menatap kearah sumber yang membuat tekanan kuat dan guncangan besar tersebut, dan itu semua berasal dari Chinmi.
"Kalian pikir tanpa kalian, ayahku tidak akan menang melawan seluruh sekte aliran hitam dan pendekar dari Benua Daratan Selatan, aku sendiri saja mampu melenyapkan mereka semua tanpa bantuan kalian semua," kata Chinmi yang terdengar sangat kesal dan marah.
Semua dapat merasakan kekuatan Chinmi Yang mencapai kekuatan puncak dari kekuatan para Pertapa.
Xian Fai langsung jatuh tidak sadarkan diri karena tidak sanggup menahan tekanan yang Chinmi keluarkan, bahkan semua pendekar yang berada di bawah pendekar Sihir jatuh kelantai dan tidak sadarkan diri
"Kau! Kau juga seorang Pertapa?" kata Yuan Feng dengan bersuara terdengar berat.
"Chi-Chinmi, hentikan kami tidak bisa bernafas," kata Li Xiang yang juga terkena dampaknya.
Dia tidak menyangka jika putranya bisa menjadi seorang Pertapa di usia yang masih sangat muda.
Chinmi segera menarik kembali kekuatannya sehingga membuat mereka semua bisa bernafas lega.
Ji Long menghela nafas lega, dia tersenyum kecut, walau dia tahu jika mungkin Chinmi akan bisa menjadi seorang Pertapa, namun dia tidak pernah menduga jika Chinmi bisa lebih cepat menjadi Pertapa di usia yang masih 20 tahun.
Li Xiang sendiri merasa senang karena merasa memiliki harapan untuk bisa menang, andai sebelumnya dia tahu jika Chinmi akan datang dengan kekuatan barunya, tentu dia tidak perlu berharap bantuan dari Kerajaan Api Timur dan Kerajaan Es Utara.
Sedangkan Chinmi memiliki pemikiran yang berbeda, dia ingin seluruh sekte bisa bersatu baik itu dari aliran putih maupun netral, bahkan jika memungkinkan sekte aliran hitam juga harus bisa bersatu demi sebuah kedamaian.
Namun saat ini sekte aliran hitam menjadi musuh yang nyata yang akan membuat kekacauan di seluruh kerajaan, karena itu kebersamaan sangat penting.
Mungkin saat ini Chinmi bisa membinasakan mereka semua dengan kekuatannya, namun tidak mungkin semua akan binasa.
__ADS_1
Dimana ada kebaikan disitu pasti ada kejahatan, itu sudah menjadi kodrat alam yang tidak bisa di hindari, andai suatu hari Chinmi tidak ada sedangkan para sekte aliran putih dan netral masih bercerai berai, bukankah itu akan menjadi hari kebinasaan.
"Tuan muda, dengan kekuatanmu saja tidak akan cukup untuk mengalahkan ke 20 pendekar dari Benua Daratan Selatan, kabarnya mereka semua adalah para pendekar yang memiliki kekuatan melebihi kekuatan para Pertapa!" kata Gao Ceng dengan suara lebih sopan setelah mengetahui kekuatan pemuda di hadapannya.
"Senior, entah senior percaya atau tidak, namun aku akan berusaha melawan mereka semua sendiri dan akan berjuang sampai menang.
Namun aku minta kepada kalian semua untuk bersatu, jika ada yang tidak mau ikut bergabung biarkan saja.
Jika suatu saat nanti jika mereka yang tidak mau ikut bergabung sedang dalam masalah, maka tidak akan ada satu bantuan pun dari sekte lain!" kata Chinmi dengan suara lantang.
Walau Chinmi tidak menjelaskan maksud dari perkataannya, namun semuanya mengerti, hanya dengan bersatu kemenangan akan bisa diraih, dan jika bercerai berai, maka semuanya akan hancur satu persatu.
"Aku Ji Long dari sekte Pedang Suci akan membantu kerajaan Bumi Barat," kata Ji Long yang berdiri dan mengatakan keputusannya untuk bergabung.
"Aku Bai Zhuxian juga akan ikut bergabung!"
"Aku Jiu Sha dari Sekte Bukit Matahari juga akan ikut!"
Satu persatu mulai bangkit dan menyatakan jika mereka akan ikut bergabung dan membantu kerajaan Bumi Barat dan kini hanya tersisa tiga ketua dari Sekte Tiga Bukit Kembar yang belum memberikan suara mereka.
Mereka semua menoleh ke arah Yuan Feng, Cian Lio dan Gao Ceng. Mereka semua menunggu keputusan mereka bertiga.
Merasa tidak ada pilihan lain, mereka bertiga akhirnya menyatakan diri untuk bergabung dan bersatu untuk melawan sekte aliran hitam.
"Terima kasih atas keputusan kalian, dengan ini kalian bukan melawan sekte aliran hitam, namun kalian akan melawan kejahatan!" kata Chinmi dan perkataan Chinmi di sambut dengan teriakan semangat dari semua ketua sekte.
***
Hanya tinggal menunggu hitungan hari peperangan yang di tunggu-tunggu akan segera tiba, semua kedua belah pihak sama-sama mempersiapkan diri mereka masing-masing, sedangkan Chinmi sendiri sedang pergi menemui kedelapan Naga yang ada di dunia bawah laut.
Saat semua orang sudah mempersiapkan diri, Li Fang yang sedang duduk di kursi rumahnya terlihat tenang-tenang saja melihat Yue Hua yang sedang bermain dihalaman rumah dengan beberapa anak kecil seumurannya.
"Fang, aku lihat sepertinya kamu tidak merasa khawatir akan peperangan yang akan terjadi beberapa hari lagi, apa yang membuat dirimu begitu tenang?"
"Rong'er, perang yang akan terjadi nanti mungkin sangat mengerikan, dan pasti akan banyak jatuh korban, apa kamu tahu apa yang membuat terlihat tenang?"
"Entahlah, hanya kamu yang tahu!" kata Yue Rong sambil mengangkat kedua bahunya.
"Aku merasa tenang saat melihat Yue Hua tertawa riang seperti itu, aku ingin melihatnya terus bahagia dan tidak mau melihatnya sedih akibat peperangan yang akan terjadi!" kata Li Fang.
Yue Rong sendiri merasa sedikit bingung, semua orang yang akan bersiap untuk berperang menghawatirkan kekuatan mereka, namun Li Fang justru sebaliknya.
Li Fang sebenarnya juga menghawatirkan keselamatan semua keluarganya, terutama Yue Hua, namun saat dia bertemu dengan Chinmi, Chinmi menjamin keselamatan keponakannya, dan tidak akan membiarkan siapapun bisa menyakitinya.
Awalnya Li Fang masih ragu, walau Chinmi saat ini menjadi pendekar terkuat dari semua pendekar yang ada di kerajaan Bumi Barat atau bisa di bilang di keempat kerajaan, namun dia juga akan ikut bertarung sehingga membuat Li Fang tidak yakin.
Namun Chinmi menunjukkan sesuatu yang membuat dirinya terkejut, Chinmi membuat satu banyangan yang sama persis dengan dirinya, bahkan Chinmi mengatakan satu bayangan hampir memiliki kekuatan yang sama dengan dirinya.
Karena itu Li Fang merasa lega dan dia ingin menikmati kebahagiaan putrinya sebelum perang terjadi.
Saat Li Fang dan Yue Rong masih melihat putrinya yang bermain dengan anak-anak lain, tiba-tiba seorang prajurit menaiki kuda datang menghampiri dirinya.
"Hormat kepada Jendral, kami menyampaikan pesan dari Yang Mulia untuk jendral!" kata prajurit pembawa pesan tersebut.
Li Fang segera berlutut saat prajurit pembawa pesan membuka gulungan surat dari Raja Tao.
"Jendral Li Fang, saat ini pasukan musuh sudah mulai terlihat berbaris di perbatasan, aku perintahkan pada Jendral Li Fang untuk pergi bersama Jendral Mei Xin untuk memastikan kabar tersebut! Demikian titah dari Raja Tao!" kata Prajurit pembawa pesan tersebut.
"Sampaikan pada Yang Mulia jika aku akan melaksanakan titah Raja!" kata Li Fang.
__ADS_1
"Baik Jendral!" kata prajurit tersebut kemudian dia segera pergi.
Li Fang memandang kembali kearah Yue Hua dengan tersenyum kecut, baru saja dia menikmati ketenangan, namun tugas membuatnya harus melupakan semua itu, dan saat ini dia harus memprioritaskan tugas.
Li Fang segera segera mengganti pakaiannya dan bergegas pergi ketempat Mei Xin setelah berpamitan kepada Yue Rong dan Yue Hua untuk melaksanakan titah Raja.
***
Di tempat lain, tepatnya di perbatasan Kerajaan Bumi Barat, pasukan kerajaan Angin Selatan berkumpul dan membuat kemah mereka disana.
Mereka tidak langsung bergerak karena masih menunggu para sekte aliran hitam yang akan datang.
Bukan karena tidak ingin langsung menyerang, namun karena waktu yang sudah di putuskan kapan waktunya untuk menyerang.
Dua hari kemudian para kelompok dari berbagai sekte aliran hitam mulai berdatangan, semakin lama semakin banyak, dan anehnya lagi ada sekte menengah aliran putih juga yang juga ikut dan bergabung bersama mereka.
"Ketua She, aku dengar murid perempuan mu terlihat ada di sekitar kerajaan Bumi Barat?" tanya salah satu pendekar sihir dari sekte lain.
She Chin terkejut mendengar hal itu, "Benarkah, kapan kamu mendengar berita itu?" tanya She Chin.
"Sekitar tiga hari yang lalu, beberapa anggota sekte Golok Setan melihat sedang berada di sebuah desa, dan mungkin dia sedang menuju kesini!" ucap pendekar tersebut.
"Baguslah kalau dia memang akan datang kesini, jadi aku tidak perlu repot-repot mencarinya!" kata She Chin dengan tersenyum lebar.
"Ketua She, kenapa kamu begitu senang, bukankah murid mu itu sudah menjadi penghianat?" tanya pendekar tersebut.
"Benar, sudah lama aku mencarinya, dan bahkan aku memilih untuk melupakannya, namun ada sosok yang datang padaku, dia menginginkan murid ku itu dan sebagai gantinya aku mendapatkan ini."
She Chin melepaskan energinya yang ternyata sudah mencapai puncak sebagai seorang Pertapa. Akibat kekuatannya, seluruh area hampir berguncang, namun dia segera menghentikannya.
Tidak hanya itu, dia juga mengeluarkan senjata berbetuk gadah namun terbuat dari batu hitam yang mengeluarkan aura panas berwarna hitam dan asap hijau yang mengandung racun yang sangat pekat.
"Siapakah sosok itu?" tanya pendekar tersebut.
"Nanti kamu akan melihatnya sendiri, dan dia juga akan mengirimkan pasukannya yang sangat banyak untuk membantu kita!" kata She Chin.
Pendekar tersebut sangat penasaran dan tidak sabar untuk melihat pasukan dari sosok lain yang bersedia membantunya hanya demi mendapatkan murid She Chin saja.
Mereka semua berada disana selama seminggu, dan setelah menunggu begitu lama, Sekitar Dua puluh orang turun dari langit dan memerintahkan mereka semuanya untuk segera bergerak menuju ke kerajaan Bumi Barat.
Sekitar lebih dari tiga puluh ribu prajurit dari gabungan para prajurit Kerajaan Angin Selatan dan gabungan dari berbagai sekte aliran hitam dan ada juga dari sekte menengah aliran putih bergerak menuju ke kerajaan Bumi Barat untuk memulai perang.
Dari belakang mereka menyusui sekitar Lima ribu pasukan Hewan Iblis juga bergerak menyusul dari belakang.
Awalnya tidak ada yang menyadari akan pasukan iblis tersebut, namun setalah beberapa saat barulah mereka sadar jika di belakang mereka ada ribuan pasukan Hewan Iblis yang mengikutinya.
She Chin menjelaskan kepada mereka jika itu adalah bala bantuan tambahan dan pasukan Hewan Iblis berada di pihaknya.
Tanah seluruh kerajaan Bumi Barat mulai bergetar keras karena langkah kaki seluruh pasukan dari manusia hingga Hewan Iblis.
Getaran tersebut terasa hingga ke istana kerajaan Bumi Barat, dan Li Fang dan Mei Xin yang sudah memberi laporan kepada Raja Tao akan seberapa banyak pasukan musuh yang akan datang juga mulai bergerak bersama semua Jendral dan seluruh pasukan yang mereka miliki.
Dari arah lain, kelompok dari seluruh sekte aliran putih juga mulai datang dan bergabung dengan semua pasukan dari kerajaan Bumi Barat, sedangkan pasukan dari Kerajaan Api Timur dan Kerajaan Es Utara sudah bersiap di tempat yang berbeda untuk memberikan serangan kejutan saat nanti peperangan sudah di mulai.
Hanya satu yang mereka tidak ketahui, yaitu tambahan dari pasukan musuh, yaitu para pasukan Hewan Iblis yang berada jauh di belakang pasukan musuh.
"Sudah waktunya perang akan di mulai, aku harap Chinmi segera datang membawa Bing Long dan ketujuh Naga lainnya," kata Li Xiang.
Li Xiang tidak tahu jika sebenarnya Chinmi juga sudah bergerak ke arahnya, dia datang membawa kedelapan Naga nya, dan dari arah yang lain juga Xie Wen dan Bing Mei bersama ketiga Pertapa lainnya juga menuju ke arah yang sama.
__ADS_1