PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertempuran Terbesar 2


__ADS_3

***


Shio Bao adalah pemimpin utama dari kelompok Sungai Darah, dialah yang di juluki sebagai Dewa Penghancur.


Shio Bao duduk di sebuah kursi singgasana yang di pikul oleh dua puluh enam orang yang semuanya bukanlah seorang pendekar.


"Tuan ku! Disinilah tempat seluruh penduduk Benua Daratan Tengah berlindung!" kata Meng Ling.


Meng Ling sudah mengirim surat jauh sebelum kekacauan di mulai, dia masih ingat jika dulu Para Pendekar dari Kelompok Sungai Darah pernah gugur di sini, karena itu dia menghubungi Dewa Penghancur untuk datang.


Meng Ling menjanjikan separuh wilayah Benua Daratan Tengah yang akan di berikan kepada Dewa Penghancur jika peperangan bisa di menangkan.


She Chin sempat terkejut saat mengetahui jika Dewa Penghancur tidak tertarik akan semua itu, yang di inginkan oleh Dewa Penghancur adalah seorang pendekar muda yang dulu pernah membunuh kedua puluh pendekar yang ia kirim dan juga ribuan pendekar yang di pimpin oleh Sao Muchi.


Sao Muchi adalah salah satu dari tiga Pendekar Raja Suci saat itu pergi membawa ribuan pasukan dengan menaiki ratusan kapal laut, namun yang kembali bukanlah Sao Muchi, melainkan hanya kabar tewasnya Sao Muchi, Panglima Gajah dan Panglima Elang serta ribuan pasukannya.


Sejak kabar itu sampai ke telinganya, Shio Bao atau Dewa Penghancur sangat murka, dia berjanji akan meluluh lantakkan Benua Daratan Tengah jika sampai tidak menemukan pendekar muda yang membunuh anggotanya.


Dewa Penghancur adalah kakak angkat dari Sao Muchi, walau hubungan mereka sebagai saudara angkat tidak terlalu dekat, namun kematian Sao Muchi sungguh membuat hati Dewa Penghancur terasa sakit.


"Apakah pemuda itu juga berada disini?" tanya Shio Bao sambil menggigit buah apel yang sudah tinggal setengah di tangannya.


"Saya tidak tahu tuanku!" jawab Meng Ling.


Shio Bao bangkit dari tempat duduknya dan kemudian menatap kearah Wilayah Sekte Penakluk Kegelapan.


Shio Bao bisa merasakan jika ada energi yang sangat kuat mengurung wilayah tersebut. Shio Bao ingin melangkah namun sebuah suara anak kecil menegur nya.


"Aku tidak akan melakukan itu jika aku jadi dirimu!" kata suara tersebut.


Shio Bao segera berhenti bergerak karena teguran tersebut, walau wujud nya tidak bisa di lihat oleh Shio Bao, namun dia sangat mengenali suara anak itu yang tidak lain adalah Sao Lao Cin si Setan Api Hitam.


"Lebih baik kamu tinggu saja mereka disini dan ingat sebentar lagi bantuan untukmu akan segera datang!" kata suara Sao Lao Cin kemudian suaranya menghilang.


Shio Bao kembali duduk membuat She Chin sangat kebingungan melihat sikapnya, sedangkan yang bisa mendengar suara Sao Lao Cin hanya Shio Bao saja.


Tong Liung dan para ketua Sekte Aliran Hitam lainnya juga sama bingungnya seperti She Chin, namun tidak satupun dari mereka yang berani menanyakan nya.


Ketika Shio Bao baru duduk di kursi nya, tiba-tiba saja Xi Liyi muncul di atas mereka, "Tarik kembali pasukan mu dari sini, jika tidak jangan salahkan aku jika nanti tidak ada satupun dari kalian yang bisa kembali kerumah kalian!" kata Xi Liyi dengan nada dingin dan juga pelan namun suara nya mengandung tekanan energi yang sangat kuat.


Shio Bao terkejut melihat Xi Liyi, dia melebarkan matanya saat menatap wajah Xi Liyi, "Wanita secantik dan semanis ini sangat di sayangkan untuk dilepaskan begitu saja!" kata Shio Bao.


Wajah She Chin terlihat pucat melihat Xi Liyi, dia sedikit mengetahui siapa Xi Liyi melewati pasukan mayat hidupnya.


"Hai kamu..! Apakah kamu mengenal wanita cantik ini?" tanya Shio Bao kepada She Chin sekaligus para ketua Sekte lainnya.


She Chin dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala, She Chin hanya tahu jika Wanita yang melayang di atasnya bukan wanita biasa, namun untuk namanya, dia sama sekali tidak mengetahui nya.


Shio Bao tersenyum lebar untuk sesaat kemudian dia kembali menatap Xi Liyi. Shio Bao bisa merasakan kekuatan besar dari Xi Liyi saat merasakan tekanan energi dari suaranya, setidaknya Xi Liyi berada di tingkat yang sama dengannya, itu pemikiran Shio Bao.


Shio Bao bangkit dan kemudian melirik ke-tiga pendekar pelindung nya yang memiliki kekuatan Raja Alam, dia melayang di udara dan diikuti oleh ke-tiga Pendekar lainnya.


"Nona pelankan sedikit suaramu, sangat disayangkan jika wanita secantik dirimu harus membuang-buang suara indah mu itu!" kata Shio Bao saat sudah berada di hadapan Xi Liyi.


Tatapan Xi Liyi menjadi sangat dingin sehingga membuat Shio Bao dan tiga pendekar lainnya tersenyum semakin lebar seolah-olah melihat kecantikan Xi Liyi yang semakin bertambah.


"Aku hanya memberi kesempatan sekali kepada mu, jika aku sudah menarik kata-kata ku, jangan pernah lagi berharap untuk menerima pengampunan ku!" ucap Xi Liyi.


"Owh manisnya ucapan mu Nona, Kenapa kamu tidak memberikan ku kesempatan yang banyak? Aku ingin memiliki banyak kesempatan dengan mu, jadi mari kita nikmati kesempatan ini bersama-sama!" kata Shio Bao sambil mengulurkan tangannya meminta tangan Xi Liyi untuk menyambutnya.


Melihat Shio Bao yang semakin gila melihatnya, Xi Liyi segera melepaskan tekanan Aura Raja sehingga tubuh Shio Bao dan ketiga Pendekar yang bersamanya turun kebawah akibat tekanan Aura Raja milik Xi Liyi.


Shio Bao melepaskan aura hitamnya untuk menetralkan tekanan Xi Liyi, namun ternyata tekanan aura hitam nya tidak cukup untuk melakukan sehingga ketiga Pendekar lainnya juga ikut melepaskan aura yang sama.

__ADS_1


Kini Shio Bao bisa mengetahui kekuatan Xi Liyi yang berada jauh di atasnya, namun tidak ada rasa takut sama sekali terlihat di wajah Shio Bao.


Shio Bao melihat kearah dinding perisai yang terlihat ada pasukan kerajaan dan gabungan Sekte mulai berkumpul.


Mata semua pasukan yang di bawa oleh Shio Bao melotot saat melihat pasukan musuh yang datang, para Pasukan Hewan Iblis lah yang menjadi perhatian mereka.


Xi Liyi yang masih menekan mereka berempat hanya menghela nafas panjang kemudian menambah kembali kekuatan tekanan nya.


Kini tidak hanya Shio Bao dan ketiga Pendekar itu saja yang merasakan tekanan begitu kuat, namun hampir seperempat pasukan juga kesulitan untuk bernafas karena tubuh mereka seperti ada yang menindih dari atas, termasuk juga She Chin dan ketua Sekte lainnya.


Melihat kekuatan Xi Liyi yang sangat kuat, Shio Bao hampir tidak mampu lagi menahannya dan dia tidak menduga jika wanita Secantik Xi Liyi memiliki kekuatan yang begitu besar, dia teringat akan kekuatan Sao Lao Cin yang menurut nya memiliki kekuatan yang sama dengan Xi Liyi.


Ketika Shio Bao masih berusaha bertahan agar tidak jatuh berlutut, tiba-tiba saja ada tekanan Aura lain yang datang dan berhasil menetralkan Aura Raja milik Xi Liyi.


"Raja Ming..!?" She Chin dan semua ketua sekte serta pendekar Benua Daratan Tengah terkejut karena mengenali sosok yang baru muncul dan menolong para pasukan dari Sungai Darah.


"Apakah kamu yang bernama Shio Bao?" tanya Ming Shan.


Shio Bao yang sudah terbebas dari tekanan Xi Liyi kembali terbang hingga sejajar dengan Ming Shan dan di ikuti oleh ketiga pendekar yang menjadi pelindung nya.


"Siapa kamu dan mengapa kamu mengetahui namaku?" tanya Shio Bao yang sudah bersiaga karena khawatir jika Ming Shan adalah musuh seperti Xi Liyi.


"Aku di tugaskan oleh Setan Api Hitam untuk membantumu, walau ini bertentangan dengan keinginan ku, namun demi balas Budi padanya, aku terpaksa akan mengkhianati Benua ku sendirii!" kata Ming Shan kemudian dia menatap Xi Liyi.


Xi Liyi mengerutkan dahi saat merasakan kekuatan dari Ming Shan, dia tidak menduga jika ada manusia lain yang memiliki kekuatan Dewa Abadi seperti dirinya.


Ming Shan juga memiliki pemikiran sendiri, dia berpikir jika wanita di hadapannya adalah Dewi Penakluk Kegelapan karena Ming Shan tidak pernah melihat wajah Dewi Penakluk Kegelapan itu.


"Dewi maafkan aku karena terpaksa harus melawan mu!" kata Ming Shan yang tidak mau berbasa-basi lagi.


Ming Shan langsung melepaskan semburan Api Hitam yang sangat besar kearah Xi Liyi, sedangkan Xi Liyi yang terkejut dengan serangan dadakan tersebut menahan semburan api hitam dengan semburan angin yang sengat kuat.


Api Hitam semakin membesar dan berbalik arah, namun Ming Shan segera membuat serangan susulan.


Melihat Ming Shan dan Dewa Penghancur bersama ketiga Pelindung nya sudah memulai pertarungan mereka melawan Xi Liyi seorang diri, salah satu pendekar yang memiliki kekuatan Raja Langit segera memimpin para pasukan untuk menyerang.


Fan Yuzhen bersama Li Yao yang berada di barisan depan juga menyerukan suara yang sama untuk menyerang, dan pertempuran terbesar dari kedua Pasukan pun terjadi.


Tanpa persiapan strategi atau perencanaan yang lain membuat Pasukan yang di pimpin oleh Fan Yuzhen mengalami kesulitan menghadapi lautan musuh yang begitu banyak.


Namun tiba-tiba saja terlihat tidak jauh dari pertempuran mereka, sebuah lingkaran putih yang sangat besar muncul dan kemudian Kedelapan Naga bersama dengan Bing Mei dan ketiga gurunya juga datang, di tambah lagi dengan puluhan ribu Hewan iblis yang berada di bawah kepemimpinan Kedelapan Naga.


Para pasukan Hewan Iblis yang baru datang bersama Bing Mei menyerang Pasukan musuh dari arah Utara, sedangkan Fan Yuzhen, Li Yao, Li Xiang dan semua Jendral dari tiga Kerajaan menghadapi pasukan dari arah barat.


Pasukan Musuh yang ada di arah selatan hanya bisa melihat saja karena lawan mereka tidak ada.


Fan Yuzhen terpaksa menghadapi Lima orang berkekuatan Raja Langit, begitu juga dengan masing-masing Naga, Bing Mei, Xie Wen, Tian Xiang dan Wu Tong.


Sedangkan Li Yao harus berhadapan dengan beberapa Pertapa yang memiliki Sihir yang beragam.


Xi Liyi yang harus menghadapi Lima orang sekaligus juga terlihat berimbang, padahal ada Ming Shan yang memiliki kekuatan Dewa Abadi, namun nyatanya Ming Shan tidak terlalu kuat.


Xi Liyi bisa menebak jika Ming Shan memiliki kekuatan Dewa Abadi secara instan, dan bukan karena berlatih, karena itu Pondasi dirinya lemah dan hanya memiliki dua pintu yang juga belum terbuka secara sempurna.


Beda lagi dengan Shio Bao, walau kekuatan nya berada di puncak Raja Alam, namun dia sangat kuat.


Shio Bao sudah berhasil membangun dua Pondasinya, dan membuka Tiga Pintu dalam diri nya dengan sangat sempurna sehingga kekuatan nya setara dengan dengan kekuatan Dewa Abadi.


"Kalian berani mengeroyok Tuan Putri! Rasakan ini! Pukulan Membelah Langit."


Tiba-tiba saja sosok lain muncul dengan sangat murka dan melepaskan serangan Toya ke arah Shio Bao.


Shio Bao yang belum siap dengan serangan itu hanya bisa menahan serangan Toya Emas itu dengan tangannya. Shio Bao terlempar cukup jauh, namun dia segera menstabilkan kondisinya.

__ADS_1


Tulang pergelangan tangan Shio Bao serasa mau hancur setelah menerima pukulan Toya dari sesosok Pria berumur hampir 40 tahunan itu.


Shio Bao jelas tidak percaya jika ada orang lain yang mampu membuat dirinya terlempar cukup jauh.


"Jendral..!?" Xi Liyi yang masih bertarung dengan Ming Shan dan tiga pendekar lainnya langsung mengenali sosok yang membantu nya itu.


"Tuan Putri! Maaf aku terlambat!"


"Tidak Jendral, pertarungan baru saja di mulai! Sebaiknya Jendral membantu yang lain saja, dan biar aku sendiri yang mengurus mereka disini!" kata Xi Liyi.


"Tapi Tuan Putri?"


"Jangan membantah lagi Jendral! Cepat laksanakan," kata Xi Liyi.


"Kau masih bisa membagi konsentrasi mu saat menghadapi serangan kami?" seru salah satu dari tiga pendekar Raja Alam.


"Jendral Lang, jika kamu tidak segera pergi, akan banyak korban dari pihak kita nantinya, cepatlah!" kata Xi Liyi lagi.


"Baiklah Tuan Putri, aku akan segera kembali lagi kesini!" kata sosok tersebut yang tidak lain adalah Lang Yu.


Shio Bao segera melesat dan berencana menyerang Lang Yu, namun tiba-tiba saja serangan sihir air milik Xi Liyi segera menahan nya.


"Tidak perlu memperdulikan dia! Sebaiknya kamu fokus untuk membantu kami saja!" Ming Shan berbicara karena menyadari jika Shio Bao berniat mengurus Lang Yu.


Melihat Lang Yu yang mulai membantai pasukan nya yang berada di selatan, Shio Bao terlihat sangat geram, itu karena serangan Lang Yu bisa membunuh belasan prajurit dalam sekali serang.


Para Pendekar berkekuatan Raja Langit segera menghentikan Lang Yu yang menyerang secara bringas, sedangkan Lang Yu terlihat tidak takut sama sekali saat di hadang oleh beberapa Pendekar Raja Langit.


"Ayo kita hentikan pendekar gila ini!" ajak salah satu Pendekar Raja Langit kepada tiga rekannya.


"Majulah kalian sekaligus!" kata Lang Yu.


Ke-empat Pendekar tersebut secara bersamaan menyerang Lang Yu dengan serangan jarak dekat.


Menyerang Lang Yu dengan serangan pukulan dan tendangan adalah sebuah kesalahan yang fatal, itu karena Lang Yu adalah seorang pendekar yang ahli dalam serangan jarak dekat, di tambah lagi dengan dukungan Toya Emas nya.


Setiap pukulan yang beradu dengan Toya Emas membuat gelombang kejut yang melempar kan beberapa prajurit cukup jauh, bahkan tidak sedikit pula yang mati akibat terkena serangan nyasar dari mereka.


Setalah beberapa saat barulah ke-empat Pendekar itu merasakan sakit di tangan dan juga kaki mereka saat beberapa kali berbenturan dengan Toya Emas milik Lang Yu.


"Serangan jarak dekat tidak akan berguna, sebaiknya kita serang dia dari jarak jauh!" kata salah satu dari mereka.


"Apa kalian pikir bisa sempat mengambil jarak dariku?"


Lang Yu melempar Toya nya ke langit dan kemudian Toya Emas tersebut melayang sendiri dan menyerang dua orang yang ingin mengambil jarak dengan Lang Yu.


Lang Yu juga menyerang dua orang yang masih menjadi lawannya dengan serangan tangan yang membentuk seperti cakar Naga.


"Jurus Shaolin ke Tiga Belas! Cakar Naga Pencabut Nyawa."


Lang Yu dengan cepat bergerak dan dalam satu gerakan saja, dia berhasil mencengkram leher salah satu pendekar Raja Langit dan kemudian menarik leher Pendekar tersebut hingga tenggorokan nya terputus.


Pendekar tersebut langsung jatuh dan mati seketika itu juga dengan tenggorokan yang sudah menganga dan darah menyembur dengan sangat deras.


Lang Yu kembali bergerak menyerang satunya lagi yang masing terpaku melihat temannya yang sudah tewas.


Pendekar tersebut terlambat menyadari gerakan Lang Yu sehingga tidak sempat menghindar ataupun bertahan, dan pada akhirnya dia mengalami hal yang serupa.


Lang Yu mengatur nafasnya sesaat, dia sudah lama tidak pernah menggunakan jurus dari gurunya sehingga sedikit kaku.


"Selanjutnya!" kata Lang Yu dan membiarkan ke-dua pendekar menjadi bulan-bulanan Toya Emas nya.


Lang Yu segera terbang kebawah dan mencari setiap Pendekar yang memiliki kekuatan Raja Bumi, maupun Raja Langit bahkan Raja Alam.

__ADS_1


__ADS_2