
Lio Long menepuk pundak Chinmi kemudian berkata, "Istirahatlah dulu, setelah kamu sudah siap, kita akan melanjutkan membuat pondasi berikutnya!" kata Lio Long.
Chinmi mengangguk kemudian ingin pergi, namun dia tidak jadi melangkah setelah melihat Qie Yin yang masih tertegun menatapnya.
"Ehh... Nona, mau sampai kapan kamu berdiri menatapku seperti itu, mari kita kembali ke pohon untuk istirahat!" kata Chinmi mengajak Qie Yin kembali ke pohon.
Qie Yin segera tersadar dari tertegun nya, dia mengangguk dan kemudian berjalan di belakang Chinmi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sesampainya di depan pohon, Chinmi berencana masuk kedalam. Namun sebelum melangkah masuk, sebuah jitakan tangan lebih dulu mendarat di kepalanya.
Takkk!!!
"Auww...! Senior, apa yang kamu lakukan?" tanya Chinmi.
"Kamu ini tidak tahu malu," kata Lio Long.
"Malu? Apa yang senior maksud? Memangnya kenapa dengan diriku?" tanya Chinmi sambil mengusap kepalanya yang sakit.
"Kamu mau nyelonong masuk saja, sudah tahu ruangan itu dipakai oleh Nona ini, lagi pula kamu belum pakai baju, dan badanmu juga masih bau asam dari sisa racun," kata Lio Long.
Chinmi baru sadar jika dia tidak mengenakan baju, untungnya dia masih mengenakan celana putih dan panjang.
Chinmi juga mencium aroma asam dari tubuhnya, "Maaf senior, aku terlalu bersemangat sehingga lupa kalau aku belum mandi, Hahaha..!" Chinmi tertawa kecil.
Chinmi berniat pergi namun dia kembali lagi dan bertanya sesuatu kepada Lio Long, "Senior, aku tidak tahu harus mandi dimana! Bisa senior kasih tahu, dimana aku harus mandi?" tanya Chinmi.
"Yang dikatakan oleh Chinmi itu benar! Aku saja sudah berhari-hari belum mandi," kata Qie Yin.
Lio Long hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia sendiri sampai lupa untuk membuat sumber air.
Chinmi sendiri mengerutkan dahinya, "Apa maksudnya dengan berhari-hari? Setahuku aku hanya bermeditasi tidak sampai sehari!" kata Chinmi.
"Chinmi, apa kamu lupa akan apa yang aku jelaskan akan dunia padamu?" kata Lio Long.
Chinmi terdiam sejenak sebelum akhirnya ingat jika dunia buatan Lio Long tersebut waktunya lebih cepat dari dunia nya.
"Benar juga, kenapa aku jadi lupa!" kata Chinmi.
"Chinmi, Sebenarnya kamu bisa menciptakan air sendiri, bukankah kamu memiliki ilmu sihir Es dan Air? Kenapa kamu tidak menciptakan air dari Ilmu sihir air dan juga es mu?"
Chinmi berpikir sejenak kemudian dia mengangguk, "Baiklah aku akan menciptakan air dari sihir ku!"
Chinmi berjalan menuju kearah bajunya, dia mengeluarkan tempat air minumnya, masih banyak air yang tersisa dari tempat air minumnya sehingga Chinmi segera menggunakan sihir airnya.
Chinmi mengeluarkan air tersebut dan kemudian air mulai melayang-layang di udara.
"Sihir Air Hujan."
Chinmi membuat air tersebut membesar kemudian melempar air tersebut ke atas. Setalah air tersebut melayang sangat tinggi, air tersebut pecah dan kemudian air menyerupai hujan segera turun.
__ADS_1
Chinmi tidak membiarkan air tersebut jatuh ketanah walau setetes sekalipun. Setiap tetes air yang jatuh akan di perbesar oleh Chinmi kemudian kembali di lempar ke langit dan akhirnya tetap pecah sehingga terlihat seperti hujan yang begitu lebat.
Setelah terasa cukup banyak air yang berjatuhan, Chinmi melesat ke udara kemudian menggunakan sihir esnya untuk membekukan setiap tetes air yang jatuh.
Kini seluruh dunia ciptaan Lio Long menjadi sangat dingin akibat pembekuan. Dengan membeku nya air milik Chinmi yang saat ini sudah menjadi hamparan danau beku di setiap cekungan, Chinmi dengan mudah mengambil setiap balok es dan mencairkannya dengan sihir api kemudian dia mandi menggunakan air tersebut.
Sebenarnya tidak perlu serepot itu untuk memperbanyak air dengan sihir air, namun mengingat air Chinmi akan menghilang begitu saja saat menyentuh tanah, Chinmi akhirnya memilih untuk membekukan air tersebut agar tidak mudah meresap kedalam tanah.
"Nona, kamu juga bisa mengambil bongkahan es dan mencairkannya di dalam untuk dibuat mandi," kata Lio Long.
"Bagaimana caranya, aku tidak memiliki Pusat Roh Elemen Api, jadi bagaimana caraku untuk mencairkannya?" tanya Qie Yin.
Lio Long berpikir sesaat sebelum menemukan ide, "Aku akan membuat tungku agar bisa menyalakan api untuk mencairkan es itu dengan cepat!" kata Lio Long kemudian dia menggunakan ilmu sihir tanahnya untuk membuat tungku.
Setelah selesai membuat tungku, dia menyalakan api tanpa menggunakan kayu, "Api ini adalah Api Abadi. Api ini tidak akan mati, kecuali aku sendiri yang menginginkannya untuk mati."
Lio Long mengusap permata Cincin yang ia kenakan dan kemudian beberapa barang seperti Kuali besar berwarna perak dan alat-alat masak lainnya muncul begitu saja di hadapannya.
Qie Yin melihat itu sangat terkejut karena tiba-tiba saja semua peralatan masak muncul secara tiba-tiba. Walau penasaran, Qie Yin tidak berani untuk bertanya.
"Gunakan semua ini untuk keperluan kalian. Setelah ini aku akan pergi sebentar! Selama aku pergi, kalian berdua bisa istirahat dulu atau berlatih sendiri sambil menunggu kedatanganku kembali," kata Lio Long.
Qie Yin hanya mengangguk, dia tidak bertanya apapun dan segera mengumpulkan bongkahan es untuk di cairkan.
Lio Long juga mengatakan hal serupa kepada Chinmi, namun dia menjelaskan lebih detail kepada Chinmi bahwa dia akan pergi untuk mengambil makanan dari dunia lain untuk bisa di olah dan di konsumsi oleh mereka berdua.
Sedangkan Chinmi sendiri tidak ada niat untuk berbicara, "Nona Yin, aku pergi ke sana!" kata Chinmi kemudian bangkit dari tempat duduknya.
"Kamu mau kemana?"
"Aku hanya ingin berlatih saja, kamu bisa duduk atau istirahat saja disini!" kata Chinmi kemudian pergi meninggalkan Qie Yin.
Qie Yin hanya bisa membuka tutup mulutnya tanpa ada suara yang keluar, sedangkan Chinmi sudah berada jauh darinya.
Chinmi hanya merasa bosan karena hanya duduk saja tanpa berbuat apa-apa. Dia ingin berbicara, namun dia tidak memiliki topik apapun untuk dibicarakan.
Sikap Chinmi yang seakan-akan tidak memperdulikan Qie Yin membuat Qie Yin sedikit sakit hati. Selama ini banyak pemuda yang ingin mendekatinya.
Namun Chinmi sama sekali berbeda, jangan kan terlihat ingin mendekati Qie Yin, berbicara saja juga tidak.
Qie Yin hanya bisa menatap Chinmi yang memulai latihan sihir Elemen dengan perasaan kesal.
Untuk pertama kalinya Qie Yin merasa sakit hati kepada seorang pemuda yang belum terlalu ia kenal, "Pemuda aneh..!" gerutu Qie Yin kemudian dia bangkit dan masuk kedalam.
Chinmi yang tidak tahu jika Qie Yin sedang kesal padanya tetap berlatih sendiri. Chinmi ingin menguasai sihir Elemen Besi, namun dia tidak bisa melakukannya jika tidak membentuk Pusat Roh Elemen Besi terlebih dahulu.
Tanpa bantuan Tie Long, rasanya mustahil baginya untuk bisa membentuk Pusat Roh Elemen Besi nya.
"Aku harus mencoba menggabungkan Elemen Tanah, Air dan api, mungkin saja aku bisa menciptakan elemen Besi!" gumam Chinmi kemudian dia duduk bersila.
__ADS_1
Chinmi mencoba menggabungkan cabang Pusat Roh Elemen Api, Tanah dan Air untuk membuat cabang baru.
Setelah beberapa saat, darah segar keluar dari hidungnya. Chinmi merasakan seluruh tubuh bagian dalamnya hancur, rasa sakit tersebut tidak membuatnya menyerah.
Rasa sakit saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit saat berendam di kolam cairan racun.
Awalnya Chinmi merasakan seluruh bagian dalam tubuhnya seperti terbakar, kemudian berubah menjadi dingin dan tidak lama kemudian Kejadian yang tidak ia duga terjadi pada Pusat Roh nya.
Keenam cabang Pusat Roh yang sudah ada tiba-tiba saja menghilang, tidak hanya sampai disitu, Dantian nya juga ikut hancur sehingga seluruh qi yang dimilikinya keluar dari tubuhnya dan menyebar keberbagai penjuru.
Chinmi langsung muntah darah dan seluruh tubuhnya terasa lemas, "A-apakah aku salah praktik?" kata Chinmi dengan keringat membasahi tubuhnya.
Qie Yin keluar dari dalam saat merasakan Qi yang begitu padat menyebar keberbagai arah. Dia melihat Chinmi yang sedang duduk dengan tubuh lemas.
"Qi ini berasal dari tubuhnya! Apa yang sebenarnya terjadi?"
Qie Yin segera berlari kearah Chinmi karena khawatir ketika melihat Qi yang terus menerus keluar dari tubuh Chinmi.
"Aku pasti akan mati!" batin Chinmi.
Dia ingat jika kakeknya dulu meninggal karena kesalahan praktik, memang tanpa guru pembimbing serasa mustahil bagi Chinmi untuk bisa melakukan sesuatu sendiri.
"Saudara Chinmi, ada apa denganmu?" suara Qie Yin terdengar dari jauh, Chinmi menatap kearah Qie Yin yang berlari kearahnya.
Chinmi hanya mengangkat satu lengannya untuk meminta Qie Yin berhenti dan tidak mendekatinya.
Qie Yin langsung berhenti setelah Chinmi menyuruhnya untuk tidak mendekat, dia sebenarnya ingin terbang kearah Chinmi agar bisa membantunya, namun Qi yang saat ini sudah menyebar membuat tekanan kuat pada tubuh Qie Yin.
Chinmi kembali memfokuskan diri untuk kembali membentuk Dantian nya. setelah beberapa saat, seluruh Qi yang tersebar mulai kembali terhisap ke tubuh Chinmi.
Namun Qi yang terhisap kini bisa terlihat oleh mata siapapun, Qie Yin juga bisa melihat secara jelas perubahan Qi yang terhisap kembali kedalam tubuh Chinmi.
Warnanya putih menyilaukan, dan Qi berwarna putih tersebut bagai sayap raksasa yang mulai menyatu dengan tubuh Chinmi.
Chinmi bisa merasakan jika Dantian nya sudah mulai terbentuk kembali, namun ukurannya lebih besar dari sebelumnya.
Pusat Rohnya kini secara perlahan-lahan juga kembali bercabang. Tidak hanya enam cabang saja, melainkan delapan cabang sekaligus.
Qie Yin sampai berkeringat dingin ketika merasakan energi Chinmi yang meningkat secara drastis, "Pe-pertapa..! Dia berhasil menembus ketingkat pertapa dalam waktu sesingkat ini! Bagaimana bisa?" batin Qie Yin sambil menutup matanya karena silau.
Tanah di sekitar Chinmi ikut bergetar hebat, bahkan kerikil-kerikil kecil juga terangkat seperti ditarik ke atas dan kemudian.
Bufff...!!
Gelombang kejut yang begitu besar melempar apapun di sekitarnya, bahkan Qie Yin sampai terhempas jauh kebelakang.
Tubuh Qie Yin tiba-tiba saja ada yang menangkapnya, Qie Yin membuka matanya dan melihat sosok yang sudah memegang tubuhnya.
Sosok bercahaya yang seluruh tubuhnya juga tertutup oleh cahaya, setelah beberapa saat barulah ia melihat sosok tersebut yang tidak lain adalah Chinmi yang sudah berhasil mencapai Tingkat Pertapa.
__ADS_1