PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Ratu Racun Bunga Bangkai


__ADS_3

"Nona Yin, kenapa kamu malah berpikir aku akan mendapatkan pelayanan dari wanita malam ini?" Chinmi bertanya setelah kepergian Fui Xixi.


"Emm.. Kenapa kamu malah menanyakan itu?" tanya Qie Yin dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Tidak, aku hanya ingin tahu saja!" jawab Chinmi.


"Emm benarkah? Atau jangan-jangan kamu memang mengharapkan demikian?" tanya Qie Yin yang segera menatap wajah Chinmi mencoba memeriksa kebohongan dari Chinmi.


"Kamu ini, aku bertanya kamu malah balik bertanya," kata Chinmi yang memalingkan wajahnya.


"Mau mencoba mencari alsan apa lagi kamu?" Qie Yin tetap mengejar wajah Chinmi dan berharap Chinmi mengerti akan maksudnya kali ini, yaitu mengerti akan perasaannya dan mengetahui jika dirinya tidak terima jika ada perempuan lain yang akan menemani Chinmi.


"Apa saat kepalamu terkena serangannya ketua sekte Kalajengking Merah? Kenapa sikapmu sangat aneh sejak saat itu?" tanya Chinmi.


"Ehh!?"


Qie Yin tersadar jika perilakunya mulai berubah, dia segera kembali ketempat duduk nya karena malu dan kesal, malu karena sikapnya yang keterlaluan, dan kesal karena hingga hari ini Chinmi tidak juga mengerti akan semua yang sikapnya.


Secara tidak langsung Qie Yin sudah siap untuk menerima Chinmi, dan andai Chinmi juga memiliki perasaan padanya, sudah tentu dia akan menerimanya.


"Nona Yin, setelah makan malam, aku harap kamu istirahat penuh malam ini, kamu tidur di ranjang dan aku akan tidur di lantai," kata Chinmi.


"Memang seharusnya seperti itu! Tapi apa kamu tidak ingin melihat kota malam?' tanya Qie Yin


"Aku sama sekali tidak tertarik!" jawab Chinmi dengan singkat.


"Terserah kamu sajalah!" kata Qie Yin sambil mengangkat sebelah bahunya.


Chinmi hanya tersenyum lembut kemudian balik bertanya, "Apakah kamu ingin melihat kota malam di kota ini?" tanya Chinmi.


Qie Yin segera menoleh dengan senyum lebar, namun beberapa saat kemudian senyumnya memudar, "Jika kamu tidak tertarik, lalu aku harus pergi dengan siapa? Apa kamu mau aku pergi sendiri melihat kota malam nanti?" tanya Qie Yin.


"Kalau begitu istirahat saja malam ini, bukankah sudah lama kita tidak pernah merasakan istirahat yang senyaman ini!" kata Chinmi.


"Kenapa aku harus jatuh cinta kepada laki-laki yang tidak peka seperti ini?" batin Qie Yin kemudian memalingkan wajahnya yang terlihat cemberut.


Chinmi berdiri ke arah jendela dan menatap keluar, dia melihat seorang pria paruh baya sedang berbicara dengan Fui Xixi di bawah.


"Sepertinya pria itu bukan orang sembarangan sampai-sampai nyonya Fui bersikap seperti itu!" gumam Chinmi saat melihat Fui Xixi berbicara dengan memberi hormat.


"Dia malah ngurusin masalah orang lain, dasar laki-laki bodoh!" gumam Qie Yin dalam batinnya.


"Aku mau keluar sebentar!" kata Qie Yin dengan nada Kesal dan kemudian bergegas keluar dari kamar.


Qie Yin hanya ingin menghilangkan rasa jenuhnya, dia keluar dan berdiri di samping pagar.


Qie Yin melihat kebawah dan terlihat Fui Xixi baru masuk bersama dengan seorang pria paruh baya, Qie Yin merasa tidak memiliki urusan dengan mereka berdua sehingga dia mengacuhkannya.


Pria paruh baya tersebut adalah bangsawan kaya raya yang juga baru datang, dia datang karena ingin memesan wanita terlebih dahulu sebelum akhirnya dia menatap keatas dan melihat Qie Yin sedang berdiri sendirian.


Fui Xixi menyadari tatapan bangsawan tersebut, dia yakin jika bangsawan tersebut pasti tertarik akan kecantikan Qie Yin yang tidak manusiawi itu.


"Tuan Mu Zai, saya tahu jika tuan pasti menginginkannya, namun dia sudah ada yang memesan lebih dulu!" kata Fui Xixi.


Pria yang di panggil Mu Zai itu segera menoleh kearah Fui Xixi, "Siapa yang lebih dulu mendahuluiku? Ayo katakan berapa orang itu memberikannya harga, aku akan membayarnya tiga kali lipat!" kata Mu Zai.


"Du-dua ratus keping emas tuan!" jawab Fui Xixi.


"Kalau begitu aku akan memberimu enam ratus keping emas, bagaimana? Jika kamu masih merasa ragu aku akan membayar mu sekarang juga!" kata Mu Zai.


Fui Xixi sebenarnya sangat tergiur, namun dia tetap menolaknya, "Maaf Tuan Mu, bukan saya tidak mau, namun saya benar-benar tidak berani, maaf tuan!" kata Fui Xixi.


"Memangnya siapa orang yang telah membayar mu? Katakan padaku biar aku sendiri yang akan menyuruhnya untuk mengalah," kata Mu Zai.


"Dia adalah Tuan Tan Xia Lan!" jawab Fui Xixi.


Mu Zai tersedak ludahnya sendiri ketika mendengar Fui Xixi menyebut nama Tan Xia Lan. Mu Zai mungkin adalah seorang bangsawan besar yang setiap ucapannya sangat berpengaruh di kota Xinde.

__ADS_1


Sedangkan Tan Xia Lan bukanlah seorang bangsawan, namun siapapun tidak ada yang berani membuat masalah dengannya, karena Tan Xia Lan terkenal sangat kejam jika sampai ada yang berani menantangnya.


Setiap orang yang berani menantangnya apa lagi berani menghina dirinya di belakang, maka Tan Xia Lan tidak segan-segan untuk melenyapkan mereka tanpa ampun.


Tan Xia Lan sendiri sudah kebal hukum, dia mendapatkan perlindungan penuh dari wali kota Xinde.


"Kalau begitu lupakan saja!" kata Mu Zai kemudian dia pergi keluar tanpa berpamitan kepada Fui Xixi.


Qie Yin hanya bisa melihat mereka dari atas namun tidak mendengar akan apa yang di bicarakan oleh mereka berdua.


Qie Yin yang hanya menghela nafas merasakan ada seseorang yang datang kearahnya, dia segera menoleh dan melihat pria yang sebelumnya ia lihat di balik tirai datang menghampirinya dengan senyum lebarnya.


"Hai Nona cantik, aku tidak menduga jika tempat ini mendapatkan wanita secantik dirimu, namun tenang saja karena nanti malam kita akan segera bersenang-senang!" kata pria tersebut yang tidak lain adalah Tan Xia Lan.


Qie Yin mengerutkan dahinya saat mendengar hal itu, "Kita? Apa maksudmu dengan kita?" tanya Qie Yin.


"Hahaha... Kamu jangan pura-pura tidak tahu Nona cantik, yang pasti nanti malam kita akan segera berada di surga cantik!" kata Tan Xia Lan kemudian dia berniat menyentuh dagu Qie Yin.


"Kurang ajar!" bentak Qie Yin sekaligus menepis tangan Tan Xia Lan.


Untungnya Qie Yin tidak menggunakan energi sehingga Tan Xia Lan merasakan tepisan tangan biasa.


"Ah, aku makin sangat menyukai wanita yang cantik dan galak seperti mu, aku semakin bergairah!" kata Tan Xia Lan kemudian dia semakin ngelunjak, dia segera berusaha memeluk Qie Yin dan berniat menciumnya.


Qie Yin yang sudah sangat kesal atas perilakunya segera mengarahkan tangannya ke leher Tan Xia Lan dengan sangat cepat.


Tan Xia Lan terkejut kerena tiba-tiba saja tangan Qie Yin sudah berada di lehernya.


"Sekali lagi kamu berani menyentuhku, aku tidak akan segan-segan mematahkan tulang lehermu!" kata Qie Yin.


Tan Xia Lan hanya bisa melotot, dia tidak menduga jika Qie Yin tenyata juga seorang pendekar, namun dia tidak tahu berada di tingkat apa kekuatan yang dimiliki oleh Qie Yin.


Qie Yin melepaskan cekraman tangannya dan segera kembali ke dalam kamarnya, sedangkan Tan Xia Lan semakin bersemangat, dia yakin jika Qie Yin kemungkian berada di tingkat Puncak yang sama dengan dirinya.


Sebenarnya dia sedikit terkejut karena Qie Yin masih terlihat sangat muda, namun sudah memiliki kekuatan yang kemungkinan setingkat dengan dirinya.


Sedangkan Qie Yin sendiri sebenarnya ingin langsung menghabisi Tan Xia Lan, namun dia mengurungkan niatnya karena dia tidak mau melakukan pembunuhan di tempat itu.


Qie Yin berhenti namun dia tidak menoleh kearah Tan Xia Lan, namun Tan Xia Lan merasakan suhu di seluruh ruangan terasa berbeda dan semakin lama Tan Xia Lan merasakan ada tekanan yang sangat kuat.


"Aku sudah memberimu kesempatan, namun sepertinya kamu tidak bisa di beri kesempatan lagi!" kata Qie Yin yang secara perlahan-lahan ada debu beterbangan di seluruh ruangan.


Qie Yin berbalik arah dan menatap Tan Xia Lan dengan tatapan dingin, Tan Xia Lan dapat merasakan energi dari Qie Yin, dia terkejut karena Qie Yin memiliki kekuatan tingkat Sihir.


"Kau..! Siapa kamu sebenarnya, dan kenapa kamu bisa berada di tempat pelacuran ini?" tanya Tan Xia Lan yang mulai merasa khawatir.


Mendengar hal itu Qie Yin terkejut, dia baru tahu jika penginapan itu bukanlah sebuah penginapan, namun rumah Bordil.


Qie Yin menurunkan tekanannya setelah mengetahui hal itu, kini dia sadar jika dirinya menginap di tempat yang salah.


Qie Yin tanpa banyak bicara segara masuk kedalam dan menghampiri Chinmi, "Chinmi ayo kita pergi dari sini!" ajak Qie Yin.


Chinmi yang duduk bermeditasi membuka matanya dan menatap kearah Qie Yin dengan heran.


"Nona Yin, ada apa dengan mu? Kenapa kamu tiba-tiba saja ingin pergi dari sini?" tanya Chinmi.


Ketika Qie Yin mengeluarkan energinya yang hanya setingkat dengan Pendekar Sihir, Chinmi dapat merasakannya, namun dia sama sekali tidak khawatir karena dia tahu tidak akan ada yang bisa menyakiti Qie Yin.


Namun saat ini dia sama sekali tidak mengetahui akan apa yang membuat Qie Yin ingin pergi dari penginapan tersebut.


"Chinmi, ini bukan penginapan melainkan tempat wanita penghibur! Kita sudah salah tempat jadi sebaiknya kita segera pergi dari sini!" kata Qie Yin.


"Tapi Nona..!"


"Nona, nona, nona! Berhenti memanggilku nona dan ikuti perkataan ku!" kata Qie Yin yang semakin geram.


"Baiklah terserah kamu saja!" jawab Chinmi.

__ADS_1


"Eee.. Kalian mau kemana?" Fui Xixi muncul setelah Chinmi ingin pergi mengikuti Qie Yin.


"Nyonya Fui, kenapa kamu tidak memberi tahu kami jika ini adalah rumah Bordil?" tanya Qie Yin.


"Kalian sendiri yang masuk dan memesan kamar, kalian juga tidak bertanya apakah ini rumah penginapan atau bukan! Jadi karena kalian sudah terlanjur datang jangan pernah berharap untuk pergi begitu saja kecuali untuk pemuda itu!" kata Fui Xixi menunjuk kearah Chinmi.


"Aku?" tanya Chinmi.


"Iya kamu, silahkan jika kamu ingin pergi, namun nona ini tidak, karena aku sudah menjualnya ke pada Tuan Tan Xia Lan malam ini!" kata Fui Xixi sekaligus menoleh kearah Tan Xia Lan.


"Tan Xia Lan katamu? Jadi dia adalah Tan Xia Lan?" Chinmi memperhatikan Tan Xia Lan yang berdiri di belakang Fui Xixi.


Tan Xia Lan sama sekali tidak merasa khawatir walau sudah merasakan kekuatan Qie Yin yang menurutnya berada di tingkat Sihir.


Itu karena keberadaan Fui Xixi yang ahli dalam berbagai macam obat dan racun, karena Fui Xixi dulunya adalah mantan anggota Sekte Kalajengking Merah, dia keluar dari sekte saat Qie Yin masih kecil sehingga tidak mengetahui akan siapa Qie Yin.


Fui Xixi sangat hebat dalam membuat berbagai obat dan racun, bahkan racunnya sangat efektif kepada pendekar Sihir sekalipun, namun satu kekurangan Fui Xixi, dia sama sekali tidak memiliki ilmu bela diri maupun ilmu sihir.


"Jadi kamu adalah Tan Xia Lan? Aku tidak menyangka jika tadi aku sudah hampir membunuhmu! Andai aku tahu itu kamu, aku pasti sudah sejak tadi mengirim mu menemui Raja Akhirat!" kata Qie Yin kemudian dia menatap Fui Xixi dengan tajam.


"Dan kau, sebagai sesama wanita seharunya saling melindungi, namun kamu justru berniat menjual diriku tanpa sepengetahuan ku? Kau sungguh tidak bisa di ampuni!" kata Qie Yin dengan tubuhnya yang memancarkan energinya.


"Kau ingin menghukum ku? Coba saja nona cantik," kata Fui Xixi kemudian dia melemparkan sebuah serbuk kepada Qie Yin sekaligus kepada Chinmi di samping Qie Yin.


Tan Xia Lan menutup hidungnya dengan kain sedangkan Fui Xixi tidak, dia yang menciptakan serbuk tersebut, jadi dia juga memiliki penawar nya.


Serbuk yang di lempar oleh Fui Xixi adalah serbuk pelumpuh sekaligus penghilang energi, setiap pendekar yang terkena serbuk tersebut akan kehilangan kekuatannya, dan juga akan lumpuh sehingga tidak akan berdaya karena tidak memiliki energi sama sekali.


Fui Xixi berencana akan membunuh Chinmi saat nanti sudah lumpuh dan akan membawa Qie Yin untuk di jual kepada para saudagar, dia yakin pasti banyak saudagar kaya yang menginginkan tubuh Qie Yin yang sangat indah dan kulitnya yang sangat bening dengan dan wajahnya yang memiki kecantikan surgawi.


Setelah serbuk tersebut mulai berkurang, Fui Xixi terkejut saat melihat Chinmi dan Qie Yin masih berdiri tegak, padahal mereka tidak menutup hidung mereka dengan benda apapun, dan jika harus menahan nafas itu juga tidak mungkin karena waktu serbuk itu untuk menghilang sangatlah lama, bahkan pendekar tingkat Sihir sekalipun tidak akan bisa menahan nafas selama itu.


"Ba-bagaimana bisa? I-ini mus-mustahil!" seru Fui Xixi dengan tatapan tidak percaya.


"Kau memilki serbuk racun pelumpuh? Siapa kamu dan mengapa kamu memiliki sebuk pelumpuh yang seharunya hanya di miliki oleh anggota sekte Kalajengking Merah?" tanya Qie Yin.


"Kau mengenali serbuk ini? Ini adalah serbuk ciptaan ku sendiri, dan resep yang ada di sekte Kalajengking Merah adalah resep ku!" kata Fui Xixi.


Qie Yin mengerutkan dahinya setelah mendengar hal itu, "Kau! Jadi kau adalah Ratu Racun Bunga Bangkai?" tanya Qie Yin.


"Kau mengenalku? Iya memang benar, aku adalah Ratu Racun Bunga Bangkai, dan aku adalah adik seperguruan kekasihku She Chin!" kata Fui Xixi.


"Aku sudah tahu namamu sejak dulu, dan sekarang aku bisa bertemu dengan mu adalah sebuah takdir!" kata Qie Yin dengan tersenyum lebar.


"Takdir? Apa maksud mu?" tanya Fui Xixi.


"Nyonya, owh maaf maksud ku Ratu Racun Bunga Bangkai, aku ingin sekali membuat She Chin menderita atau jika perlu mati, namun dengan bertemu dirimu disini, aku tahu apa yang seharunya aku lakukan sekarang!" kata Qie Yin.


"Yin, aku akan mengurus Tan Xia Lan, jadi silahkan selesaikan urusan mu sendiri dengan nya!" kata Chinmi yang sejak tadi hanya berdiri mendengarkan pembicaraan Qie Yin dan Fui Xixi.


"Pergilah, dan dia adalah bagianku, aku akan membuat dia sebagai umpan agar She Chin datang kesini!" kata Qie Yin dengan nada dingin.


Chinmi mengangguk dan kemudian dia berjalan dengan tenang melewati Fui Xixi dan menatap kearah Tan Xia Lan yang lari dan berada di lantai bawah.


Tan Xia Lan sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya, terlebih lagi saat Chinmi berjalan melewatinya, dia merasa ada sesuatu yang membuat dirinya sama sekali tidak bisa berkutik, dan dia merasakan jika sesuatu tersebut berasal dari tubuh Chinmi.


"Mau lari kemana kamu Tan Xia Lan?" seru Chinmi sehingga membuat seluruh bangunan bergetar akibat seruan dari Chinmi.


Semua para wanita penghuni Bordil tersebut segera berhamburan keluar saat merasakan getaran dari sebuah suara saja, sedangkan Tan Xia Lan jatuh tersungkur seolah-olah ada yang mendorongnya dari belakang.


Baik Tan Xia Lan maupun Fui Xixi hanya bisa menelan ludah mereka saat merasakan tekanan suara dari Chinmi.


Fui Xixi yakin jika Pendekar Sihir sekalipun tidak bisa melakukan nya, hanya satu yang ada dipikiran Fui Xixi dan juga Tan Xia Lan, mereka yakin jika Chinmi adalah seorang Pertapa.


***


MARHABAN YA RAMADHAN, Kami seluruh keluarga mengucapakan selamat menunaikan ibadah puasa 1442 Hijriah Bagi yang melaksanakan nya.

__ADS_1


Di bulan yang penuh berkah ini, saya mohon maaf atas semua kekeliruan dan juga ketidak mampuan saya memuaskan para penggemar PDA S2, maaf karena tidak pernah memberikan crezy up kepada kalian.


Semoga amal ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini bisa di terima di sisi ALLAH SWT. semoga di awal Ramadhan ini kita bisa beribadah dari awal hingga akhir. sekali lagi selamat menunaikan ibadah puasa.


__ADS_2