
***
Sudah satu minggu sejak Fan Yuzhen mengumumkan pernyataannya kepada seluruh Kerajaan terlebih lagi kepada Kerajaan Bumi Barat.
Di sebuah Aula yang begitu megah, ada Lima orang pendekar yang sedang berdiri Di hadapan seorang Raja, mereka adalah utusan yang dikirim oleh Ji Long untuk mengantarkan surat Fan Yuzhen kepada Raja Tao.
Raja Tao berkeringat dingin saat membaca isi surat tersebut yang ditulis oleh Fan Yuzhen.
"Tulang-tulang tuaku sudah lama tidak digerakkan, dan seluruh otot-ototku juga terasa kaku.
Aku berharap tidak ada yang ingin mencobanya, namun jika kamu memaksa maka kemungkinan besar aku akan menggerakkan tulang tuaku ini dan melemaskan ototku yang sudah lama tidak aku gerakkan.
Aku hanya minta satu permintaan saja padamu, bebaskan Anggota keluarga Li yang kamu tahan, selebihnya aku tidak minta yang lain, jika kamu melakukannya maka aku Fan Yuzhen berhutang satu padamu, Namun jika tidak maka aku tidak keberatan untuk meratakan gundukan tanah yang menjulang tinggi di istanamu itu!"
Surat singkat Fan Yuzhen sudah cukup membuat Raja Tao kesulitan untuk bicara. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Raja Tao pun mulai menyampaikan keputusannya kepada kelima utusan dari Sekte Pedang Suci.
"Baiklah sampaikan kepada Pertapa Pedang bahwa aku akan membebaskan Li Xiang dan juga istrinya, namun aku tidak akan mengijinkan mereka berdua pergi meninggalkan Kerajaan Bumi Barat," kata Raja Tao membuat para mentri dan jendral serta semua yang berada disana terkejut.
"Yang Mulia..!" Fu Shen ingin mengatakan sesuatu namun Raja Tao mengangkat tangannya meminta Fu Shen untuk diam.
Fu Shen sangat kesal mendengar keputusan Raja Tao namun dia tidak berani mengutarakannya.
"Baiklah Yang Mulia, jika begitu kami akan kembali ke sekte untuk menyampaikan pesan Yang Mulia!" kata salah satu satu mereka.
"Baikan silahkan tuan-tuan! Owh iya sampaikan juga salamku untuk Ketua Ji Long,"
"Tentu Yang Mulia, kami akan menyampaikannya!" mereka berlima bangkit dan membungkuk memberi hormat kemudian meninggalkan Aula tersebut.
__ADS_1
Selepas kepergian mereka berlima, Fu Shen segera menayakan keputusan Raja Tao, "Yang Mulia, apakah anda yakin ingin membebaskan Li Xiang?"
"Tentu saja Jendral Fu, aku tidak mau mengundang masalah yang lebih besar di Kerajaanku ini," jawab Raja Tao.
"Maaf Yang Mulia, apakah Yang Mulia percaya jika surat itu benar-benar dari Sang Pertapa Pedang?"
Raja Tao terdiam, dia juga tidak tahu harus percaya atau tidak, namun dia juga tidak berani jika tidak mengikuti pesan tersebut, dia takut surat itu mungkin memang benar-benar dari Sang Pertapa Pedang.
"Apakah yang lain ada solusi yang lebih baik?"
Tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan Raja Tao membuat suasana menjadi hening untuk beberapa waktu dan kemudian Raja Tao pun bersuara.
"Karena kalian juga tidak memiliki solusi yang lebih baik, maka aku akan memutuskan untuk membebaskan Li Xiang!" Raja Tao bangkit dan pergi meninggalkan Aula pertemuan kemudian melangkahkan kakinya ketempat Li Xiang berada.
Biasanya Raja Tao hanya menyuruh penjaga dan utusan untuk melepaskan atau membebaskan tahanan dengan membawa surat sebagai tanda bukti pembebasan tahanan tersebut.
Namun kali ini justru Raja Tao sendiri yang pergi untuk membebaskan Li Xiang secara langsung tanpa lewat perantara siapapun.
***
"Sampai berapa lama lagi kita akan berada didalam penjara ini?" Zhinie setiap hari akan mengeluh karena bosan, Zhinie lebih memilih dihukum mati dari pada harus mendekam di dalam penjara yang sangat membosankan.
Li Xiang hanya tersenyum hangat mendengar keluhan istrinya, dia juga sama bosannya dengan Zhinie, tidak ada orang yang akan bisa tahan menjalani hidup di dalam penjara, karena penjara memang dibuat untuk orang-orang jahat agar mau bertobat dan menyadari kesalahannya.
"Sabarlah Zhi'er, kita pasti bisa melewati semua ini!" kata Li Xiang, dia hanya bisa meminta Zhinie untuk bersabar karena hanya itu jalan satu-satunya.
Saat mereka masih saling berbicara, tiba-tiba pintu ruang tahanan terbuka dan tidak lama terlihat Raja Tao yang ditemani oleh tiga orang pengawal datang menghampiri Li Xiang.
__ADS_1
Li Xiang dengan Zhinie segera bangkit dan memberi hormat kepada Raja Tao dan di sambut dengan senyuman ramah oleh Raja Tao.
"Li Xiang, sekarang kamu sudah bisa keluar dari penjara dan juga kamu akan dibebaskan dari segala tuduhan dan tuntutan," kata Raja Tao membuat mereka berdua saling berpandangan.
"Yang Mulia, apa kami tidak salah dengar?" tanya Li Xiang yang merasa salah dengar.
"Tidak kalian tidak salah dengar kalian berdua sudah benar-benar bisa keluar!"
Li Xiang dan Zhinie tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya namun juga merasa heran karena tiba-tiba saja mereka bisa bebas.
"Maaf atas kelancangan hamba Yang Mulia, jika boleh hamba tahu, kenapa Yang Mulia tiba-tiba membebaskan kami berdua?" tanya Li Xiang, dia berpikir jika pelaku yang memfitnah dirinya sudah tertangkap.
"Aku tidak bisa mengatakannya, namun yang pasti kalian sudah aman dan tidak ada satupun yang berani menuntut kalian lagi," kata Raja Tao membuat mereka berdua semakin penasaran namun tidak lagi mau mempertanyakannya lagi.
Bagi Zhinie ini adalah sebuah keberuntungan, namun bagi Li Xiang ini mungkin adalah sebuah permainan atau sebuah tipuan pelaku utama dari orang yang memfitnahnya, yang manapun diantara keduanya yang benar pastinya akan membuat dirinya akan lebih waspada.
"Terimakasih atas kebaikan dan kemurahan hati Yang Mulia!" kata Li Xiang yang mulai berlutut dengan satu kaki.
"Li Xiang, walau kamu sudah bebas, namun kamu tidak boleh keluar dari wilayah Kerajaan Bumi dan jangan pernah sekali-kali kamu pergi keluar tanpa alasan yang jelas,"
Raja Tao bukanya ingin melarang, namun sebenarnya dia takut kehilangan Li Xiang. Jika sampai Li Xiang pergi atau keluar dari Kerjaannya, kelak jika sampai ada sesuatu seperti penyerangan musuh atau ingin menyerang musuh, maka Raja Tao pasti akan mengandalkan Li Xiang, karena Li Xiang adalah salah satu aset penting milik kerajaan Bumi Barat, dan Raja Tao tidak ingin kehilangan salah satu Pendekar Pilar yang menjadi ujung tombak pertahanan Kerjaannya.
Li Xiang tentu mengerti akan pemikiran Raja Tao sehingga hanya bisa tersenyum kecut disertai dengan anggukan, "Hamba mengerti Yang Mulia," kata Li Xiang.
"Xiang, bagaimana dengan Anak kita?" sebenarnya Zhinie sangat keberatan akan keputusan Raja Tao, karena yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Chinmi.
"Kalian tidak perlu khawatir akan anak kalian, dia sekarang berada di Sekte Pedang Suci. Selama dia masih berada disana, tidak akan ada yang berani mencelakainya,"
__ADS_1
Zhinie dan Li Xiang bernafas lega, mereka juga tahu jika keluarga mereka juga memiliki hubungan dengan sekte mereka.
Akhirnya dengan perasaan yang sangat senang Li Xiang dan Zhinie bisa kembali menghirup udara kebebasan tanpa ada jeruji besi yang membatasi mereka.