PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertarungan Antar Dua Saudara Angkat


__ADS_3

Li Yao menoleh ke samping dimana semua rakyat Kerajaan Bumi Barat berkumpul semuanya di sana.


Sekitar ratusan ribu kepala keluarga sudah dapat kumpulan semenjak Chinmi meminta kepada semua sekte, permintaan adalah untuk segera mengumpulkan semua rakyat masing-masing kerajaan.


"Kakek buyut, kenapa kakek bisa lolos dari senior Yinfei dan juga Raja Tao?" tanya Li Xiang.


"Sejak awal aku tidak menyerang rakyat melainkan mencari keberadaan mu, karena itu aku tidak ikut tersegel dengan para pasukan mayat hidup!" jawab Li Yao sambil melirik Zuo Yujiu dan juga Mei Xin.


"Dengarlah Li Xiang, jangan sedikitpun lengah terhadapku, sewaktu-waktu aku bisa kehilangan kendali atas tubuhku sendiri, dan aku bisa menyerang kalian kapan saja, jadi jika kalian menguasai ilmu yang bisa menyegel ku, maka persiapkanlah segera!" kata Li Yao.


"Kakek, aku dan kedua Jendral tidak menguasai sihir segel sama sekali," jawab Li Xiang.


"Benarkah? Apakah semua keturunan keluarga Li jadi selemah dirimu?" tanya Li Yao yang tidak percaya jika keturunannya sangat lemah.


"Pikiranmu itu sangat keliru Li Yao! Masih ada salah satu dari keturunanmu yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, bahkan kekuatannya paling terkuat di seluruh dunia!"


Tiba-tiba saja Fan Yuzhen muncul di belakang Li Yao dan berbicara kepada Li Yao. Li Xiang dan kedua Jendral terkejut atas kemunculan Fan Yuzhen.


Li Yao sendiri segera menoleh kebelakang karena dia merasa tidak asing dengan suara tersebut, "Yuzhen? Jadi kamu masih hidup sampai sejauh ini?" tanya Li Yao yang tidak menduga jika Fan Yuzhen masih hidup.


"Li Yao! Sudah ratusan tahun kita tidak bertemu, sekalinya bertemu kau malah memberikan ku pertanyaan yang tidak enak di dengar!" kata Fan Yuzhen.


"Sekarang kamu sudah berada di hadapanku, jadi aku minta padamu untuk segera menyegel diriku sebelum tubuh dan kekuatan ku di ambil alih oleh orang yang membangkitkan diriku!" kata Li Yao.


Li Yao masih sangat ingat jika Fan Yuzhen adalah seorang Pertapa, jadi dia yakin Fan Yuzhen pasti memiliki ilmu penyegelan.


"Tidak perlu kau ingatkan pun aku sudah tahu, aku tidak akan menyegel mu melainkan akan melepaskan sihir pengendali di dalam tubuhmu, aku yakin ada segel khusus yang di tanamkan di dalam tubuh kalian sehingga kalian bisa di kendalikan oleh orang itu," kata Fan Yuzhen.


Perkiraan Fan Yuzhen memang tidak salah, saat Meng Ling membangkitkan tubuh mayat hidup, maka ada segel khusus yang di tanam di dalam tubuh mereka, karena itu segel Meng Ling hanya bisa dilawan dengan segel.


Segel yang di pasang oleh Meng Ling akan menahan Roh agar tidak lepas dan terkurung di tubuh mayat tersebut, tidak hanya itu saja, Meng Ling juga mampu mengendalikan tubu para mayat hidup dengan segel yang sama dan juga dia bisa melihat dan mendengar lawan pasukan Mayat Hidup nya.


Setelah Fan Yuzhen berkata seperti itu, tubuh Li Yao melepaskan energi yang sangat kuat, dan kekuatannya setingkat dengan Pertapa.


"Yuzhen, sebaiknya kau cepat karena aku sudah tidak bisa mengendalikan tubuh ku lagi!" kata Li Yao dan kemudian dia menyerang Fan Yuzhen dengan sihirnya.


"Sihir Tanah - Tiga Boneka Tanah."


Li Yao meletakkan kedua telapak tangannya ke atas tanah dan kemudian muncul tiga sosok mirip manusia yang terbuat dari tanah. Ketiga sosok tidak memiliki wajah.


Ketiga boneka yang sudah muncul segera menyarang Fan Yuzhen, namun Fan Yuzhen tetap terlihat tenang dan tidak terkejut sama sekali.


Fan Yuzhen mengangkat telapak tangannya yang terlihat di selimuti oleh energi Elemen Angin. Fan Yuzhen melesat dengan sangat cepat dan muncul lagi di belakang boneka tanah dengan tangan nya yang mengarah kesamping.


Tubuh ketiga Boneka tersebut terbelah menjadi dua dan jatuh ke atas tanah kemudian hancur.


"Kau tidak akan bisa mengalahkan ku hanya dengan ketiga Boneka tanah mainan seperti itu Li Yao!" kata Fan Yuzhen.


Li Xiang hanya bisa menganga melihat itu, dia sudah berkali-kali mencoba mempelajari Sihir Boneka Tanah, namun dia tidak pernah berhasil, padahal sihir itu sangat kuat.


Namun Fan Yuzhen dengan sangat mudahnya mampu membelah tubuh para Boneka Tanah tersebut.


"Kau terlalu percaya diri Pertapa Pedang! Baiklah sekarang kau coba lawan semua Boneka Tanah ini," kata Li Yao yang sudah di ambil alih oleh Meng Ling.


"Sepertinya kau adalah si pengendali itu!" kata Fan Yuzhen yang menyadari jika yang berbicara saat ini sudah bukan Li Yao lagi, melainkan orang yang mengendalikan nya.


Li Yao kembaki membangkitkan lebih dari 20 Boneka Tanah yang kekuatannya setingkat dengan kekuatan Pendekar Sihir Alam.

__ADS_1


Para Boneka tersebut kembali maju menyarang Fan Yuzhen, dan kali ini serangan mereka masing-masing menggunakan sihir Tanah.


Fan Yuzhen menoleh ke arah para rakyat Kerajaan Bumi Barat yang berkumpul dengan wajah yang sangat ketakutan, Fan Yuzhen segera membuat perisai pelindung agar mereka tidak terkena serangan nyasar pertarungan mereka.


Setelah selesai membuat perisai untuk para rakyat, Fan Yuzhen dengan cepat menahan sihir Tanah yahg mengarah padanya.


"Tebasan Pisau Angin."


Fan Yuzhen menebas ke depan berkali-kali dengan tangannya dan seketika itu juga energi Angin menyerupai sebilah pisau segera melesat dan membentur puluhan tanah menyerupai mata tombak yang melesat ke arahnya.


Melihat serangan dari boneka tanahnya mampu di tahan oleh Fan Yuzhen, Li Yao kembali membuat boneka yang lain, dan kini ratusan boneka tanah sudah berdiri dan ikut menyerang Fan Yuzhen dari segala arah.


"Pusaran Perisai Angin."


Fan Yuzhen segera membuat pelindung dari angin yang berputar seperti sebuah bola angin dan tombak tanah yang menganai pusaran angin di tubuh Fan Yuzhen terpental dan terjatuh.


"Pertapa Pedang! Kau memang sangat hebat seperti kabar yang aku dengar!" kata Meng Ling yang berbicara dengan telepati dari tubuh Li Yao.


"Kau sudah tahu sekarang, jadi cepat bebaskan tubuh saudara angkat ku ini!" kata Fan Yuzhen.


"Jangan kau pikir aku takut, ingat walau kamu adalah seorang Pertapa, namun walau saudara angkat mu bukan seorang Pertapa, namun kekuatannya setara dengan seorang Pertapa," kata Meng Ling.


"Lalu apa yang ingin kamu lakukan? Apa kamu tetap ingin melawanku?" tanya Fan Yuzhen.


"Tentu saja! Aku tidak hanya akan menyerang mu, melainkan akan membunuh mu juga," kata Meng Ling kemudian kembali menggerakkan tubuh Li Yao.


"Sihir Tanah - Kurungan tembok Kematian."


Sebuah tembok muncul dari bawah tanah dan mengurung dirinya serta Fan Yuzhen, Li Xiang, Zuo Yujiu dan Mei Xin.


Fan Yuzhen mengetahui ilmu yang di gunakan oleh Li Yao kemudian dia segera meminta Li Xiang dan kedua Jendral untuk segera keluar.


Setelah tubuh mereka bertiga sudah berada di dalam bola tanah, bola tanah tersebut masuk kedalam tanah dan tidak lama muncul lagi di luar Tembok Tanah yang menyerupai kurungan berbentuk kotak.


"Sihir Debu Penghancur Tahap Akhir."


Li Yao atau Meng Ling segera memutar telapak tangannya dan kemudian butiran debu mulai berputar di dalam kurungan tanah tersebut, semakin lama putaran debu tebal tersebut semakin kencang.


"Apa kau berencana mati bersamaku?" tanya Fan Yuzhen yang mengerti maksud dari Meng Ling.


"Kau salah Pertapa Pedang! Aku tidak bisa mati karena tubuh ini sudah abadi, walau kita nanti hancur menjadi debu, tubuh ini akan hidup kembali dan yang mati hanya kamu sendiri saja!" kata Meng Ling.


Fan Yuzhen tersenyum tipis mendengar nya, ilmu bunuh diri itu mungkin bisa membunuh seorang pendekar Sihir atau bisa melukai seorang Pertapa, namun saat ini Fan Yuzhen memiliki kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.


"Baiklah! Kita lihat apakah kamu bisa membunuhku atau tidak!" kata Fan Yuzhen kemudian dia juga mulai menunjukkan kekuatan dirinya yang sesungguhnya.


Tanah bergetar sangat hebat dan debu yang beterbangan seketika itu juga langsung tidak beraturan, bahkan tembok yang mengurung nya juga terlihat retak.


"Kekuatan ini hampir sama seperti kekuatan milik Pertapa Es! Tidak bahkan lebih besar lagi," gumam Meng Ling.


Meng Ling merasa heran karena semua pendekar sudah memiliki kekuatan yang berbeda, ini sungguh di luar perkiraan nya.


Di tambah lagi dengan bocornya akan kelemahan dari Pasukan Mayat Hidup yang ia miliki, dengan kekuatan sebesar yang di miliki oleh Fan Yuzhen dan Bing Mei, tentu saja akan lebih mudah bagi mereka untuk menyegel para pasukan Mayat Hidup nya.


Fan Yuzhen segera melepaskan energinya dan kemudian tembok tanah tersebut hancur dan beterbangan keberbagai arah, bahkan tubuh Li Yao juga terhempas dengan setengah dari tubuhnya juga hancur.


Andai saja Li Xiang, Zuo Yujiu dan Mei Xin masih berada di dalam tembok kurungan tanah itu, pasti mereka akan langsung mati, karena itu Fan Yuzhen memintan kepada Li Xiang untuk keluar dari kurungan tersebut.

__ADS_1


Tubuh Li Yao mulai utuh kembali dan dia yang masih di kendalikan oleh Meng Ling bersiap untuk menyerang Fan Yuzhen.


"Siapapun kamu, mungkin kamu tidak tahu jika sebenarnya Tanah dan Angin adalah dua Elemen yang bertentangan, karena itu elemen tanah yang di mamfaatkan oleh mu dari kekuatan Li Yao tidak mampu menahan ku, karena kekuatan Li Yao masih belum cukup untuk mengalahkan ku!' kata Fan Yuzhen.


"Aku tidak peduli akan hal itu, sekuat apapun dirimu, tetap saja akan ada batasannya!" kata Meng Ling kemudian dia kembali menyerang Fan Yuzhen.


Seperti yang di katakan oleh Li Xiang, ilmu sihir debu adalah ilmu ciptaan Li Yao, karena itu Li Yao menguasai Sihir debu hingga tahap akhir.


Li Yao kembali menyerang dengan sihir debu nya dengan semua tahapan kecuali tahap akhir.


Namun Fan Yuzhen tetap berhasil menghalau serangan itu dengan sihir anginnya, Fan Yuzhen menunggu kesempatan untuk melepaskan segel di dalam tubuh Li Yao.


Namun masalahnya dia tidak tahu dimana posisi segel itu berada sehingga Fan Yuzhen mengulur waktu sekaligus berusaha mencari tempat dimana segel itu di tanam oleh Meng Ling.


"Apa kamu hanya bisa menghindar saja? Bukankah kamu sudah melepaskan energi yang begitu besar, lalu apakah kekuatanmu itu hanya untuk bertahan saja?" tanya Meng Ling.


Meng Ling berencana memanas-manasi Fan Yuzhen agar menyerangnya dengan seluruh energinya hingga nanti dia akan kehabisan energi, setelah Fan Yuzhen melemah, barulah Meng Ling akan membunuhnya.


Namun Meng Ling tidak tahu jika Fan Yuzhen adalah tipe orang yang lebih berpikir sebelum bertindak, karena itu dia bisa bertahan hidup hingga ratusan tahun, dan semua itu ia pelajari dari pengalaman hidupnya.


"Kau benar! Kekuatan ku hanya khusus untuk bertahan saja!" jawab Fan Yuzhen.


Meng Ling mendengar hal itu sangat geram, dia kembali menyerang Fan Yuzhen dengan sihir tanah yang kombinasikan dengan Sihir Debu Penghancur.


"Sihir Tanah - Gelombang Bumi."


Li Yao menghentakkan kakinya ketanah dan kemudian tercipta gelombang tanah yang bergerak kearah Fan Yuzhen.


"Sihir Debu Penghancur tahap Enam."


Li Yao juga melepaskan sihir Debu tahap Lima, dia mengarahkan telapak tangannya ke arah Fan Yuzhen dan kemudian butiran debu berkumpul di telapak tangannya.


Li Yao atau Meng Ling segera melepaskan debu tersebut, dan debu itu membentuk sebuah tangan yang sangat besar dan melesat kearah Fan Yuzhen yang melayang di udara karena berusaha menghindari gelombang tanah.


Tangan Debu tersebut bergerak seperti tangan manusia yang bisa mencengkram Fan Yuzhen jika berhasil tertangkap.


Tangan Debu tersebut bukan untuk meremukkan korban, melainkan akan menghancurkan korban dari dalam, karena begitu dia berhasil mencengkram korban nya, maka debu tersebut akan masuk kedalam tubuhnya dan kemudian debu tersebut akan menghancurkan semua isi dalam tubuh korbannya.


"Inikah sihir Elemen Tanah milik leluhurku? Benar-benar sangat hebat, bahkan tidak satupun dari ilmu itu yang aku kuasai!"


Li Xiang melihat setiap sihir tanah milik kakek buyutnya sungguh sangat terpana, namun dia juga sedih kerena tidak dia tidak menguasai salah satu dari setiap ilmu yang sangat kuat itu.


Pertarungan Antar Dua Saudara Angkat itu membuat separuh tempat itu hancur, beruntung Fan Yuzhen sudah melindungi para rakyat yang sudah berkumpul di satu tempat dengan perisai energinya, karena itu mereka selamat.


"Hati dan pikiran bisa di kendalikan jika di tanamkan segel, mungkin segel itu berada di salah satunya, atau kedua nya juga ditanamkan segel?" batin Fan Yuzhen yang masih berpikir akan dimana segel itu berada.


"Hanya ada satu cara, yaitu aku harus membunuh nya terlebih dahulu, setelah itu baru aku akan mencari segel itu sebelum dia bangkit lagi!" Fan Yuzhen sudah tidak memiliki pilihan lain lagi selain membunuh Li Yao terlebih dahulu.


Bisa saja Fan Yuzhen menyegel Li Yao, namun Fan Yuzhen ingin menunjukkan kepada Li Yao jika salah satu keturunannya adalah seorang Pendekar nomor 1 di seluruh tiga Benua, dan orang tersebut tidak lain adalah Chinmi.


"Jurus Pedang Tanpa Pedang."


Fan Yuzhen mengangkat satu jarinya dan kemudian dia menggerakkan jarinya pelan kearah Li Yao.


Li Yao atau Meng Ling tidak tahu dan juga tidak melihat jika ada gelombang energi yang kasat mata sedang mengarah padanya dan seketika itu kepala Li Yao terpotong dan jatuh ketanah kemudian hancur menjadi debu.


Namun debu kembali bergerak ke arah lehernya dan akan kembali membentuk kepalanya kembali.

__ADS_1


Fan Yuzhen juga tidak tinggal diam, demi membebaskan saudara angkat agar dia bisa bertemu dengan Chinmi, Fan Yuzhen mencari segel di dalam tubuh Li Yao.


__ADS_2