PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Enam gerbang dan Empat pondasi


__ADS_3

Setelah berlatih cukup lama dengan usaha yang cukup keras, Chinmi akhirnya berhasil menguasai ilmu meringankan tubuh, walau bukan ilmu terbang namun Chinmi sudah bisa melompat ke udara kemudian bisa bertahan melayang di udara selama 1 menit sebelum akhirnya kembali turun kebawah.


"Cukup Chinmi, sekarang kamu harus bersiap untuk latihan berikutnya," kata Fan Yuzhen kemudian memberikan Chinmi pedang sungguhan.


"Guru, aku masih belum bisa terbang dan ini.." Chinmi merasa heran menatap pedang yang ada di tangannya.


"Aku hanya mengajarimu ilmu meringankan tubuh dan bukan ilmu terbang, jika kamu ingin bisa terbang, energi Qi mu harus cukup. Saat ini energi Qi mu masih belum cukup," kata Fan Yuzhen.


"Kalau begitu untuk apa pedang ini?" tanya Chinmi yang masih bingung.


"Kita akan berlatih tanding jurus pedang, sekarang kamu serang aku dengan jurus pedangmu, dan satu lagi serang aku dengan segenap kekuatanmu dan jangan pernah ragu,"


"Tapi Guru!" Chinmi merasa khawatir jika harus menyerang Fan Yuzhen dengan pedang sungguhan, dia takut serta bimbang karena pedang yang di pedangnya adalah pedang asli yang dapat melukai seseorang walau tanpa mengalirkan Energi apapun.


"Buanglah semua keraguanmu itu, lagi pula pedang itu tidak akan pernah bisa melukaiku, jadi jangan pernah ragu," kata Fan Yuzhen yang mengerti akan keraguan Chinmi.


Chinmi terlihat ragu, namun dia tetap memberanikan dirinya untuk tetap menyerang Fan Yuzhen, "Maafkan aku Guru," kata Chinmi kemudian maju menyerang Fan Yuzhen.


"Pedang itu adalah teman yang akan menemanimu dan menyelamatkanmu," Fan Yuzhen menghindari serangan Chinmi disertai dengan pencerahan.


"Perhatikanlah jalan pedangmu, jika tidak maka pedangmu akan buta dan akhirnya akan merenggut semua orang terdekatmu,"


Chinmi terus melakukan serangan dengan berbagai jurus, namun tidak satupun yang bisa mengenai tubuh Fan Yuzhen.


"Pedang adalah dirimu sendiri, dan dirimu juga adalah pedang, kalian berdua harus saling menjaga, jika tidak maka pedangmu akan meninggalkanmu dan akan melukai dirimu sendiri,"


Plakkk!!


Fan Yuzhen memukul pergelangan tangan Chinmi, dan seketika Pedang Chinmi terlepas dari genggamannya kemudian dengan cepat Fan Yuzhen menangkap pedang tersebut kemudian mengerahkan ke leher Chinmi.

__ADS_1


"Apa kamu mengerti?" tanya Fan Yuzhen dengan pedang masih mengarah ke leher Chinmi.


Chinmi hanya diam seperti patung tanpa bergerak sedikitpun dengan pedang yang tinggal beberapa mili sampai di tenggorokannya dengan kepala sedikit terangkat ke atas.


"Aku mengerti Guru!" kata Chinmi namun dengan menelan ludahnya karena menyadari jika sedikit saja dia bergerak, pedang itu akan melukai tenggorokannya.


Fan Yuzhen segera menarik kembali pedangnya kemudian mengembalikan lagi kepada Chinmi, "Bagus jika kamu mengerti, sekarang kita ulangi lagi latihannya!" kata Fan Yuzhen.


Chinmi segera menurut dan kembali menyerang Fan Yuzhen, kali ini dia menggabungkan dengan ilmu meringankan tubuhnya di sertai dengan energi Angin.


Seperti biasa semua serangan Chinmi tidak satupun ada yang berhasil mengenai Fan Yuzhen, walau menggunakan gabungan dua ilmunya namun ternyata itu sama sekali tidak bisa menyentuh atau menggores baju Fan Yuzhen.


Setelah cukup lama berlatih, mereka berdua beristirahat sejenak melepas lelah sembari mengisi kembali Qi mereka, dan waktu istirahat hanya satu jam saja sehingga Chinmi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengumpulkan Qi sebanyak yang ia bisa.


"Chinmi, apa kamu tahu ketika dirimu tidak mampu mengendalikan Qi milikmu sendiri?" Chinmi hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Di sisa waktu yang mereka miliki, Fan Yuzhen juga menyempatkan diri untuk berbicara kepada Chinmi.


"Enam gerbang? Empat pondasi?" Chinmi terlihat bingung, dia masih baru menjadi seorang Pendekar sehingga tidak mengerti akan banyak hal akan semua itu.


Fan Yuzhen tertawa kecil melihat ketidak tahuan Chinmi, "Benar Enam gerbang dan Empat pondasi! Kamu masih baru jadi wajar jika kamu tidak tahu, baiklah aku akan menjelaskannya,"


Semua Pendekar yang ahli ilmu beladiri hingga yang ahli dalam menggunakan ilmu sihir Elemen akan membangun pondasi mereka dengan sempurna, namun untuk membangun keempat Pondasi tersebut tidaklah mudah sehingga tidak semua pendekar yang ahli silat maupun ahli sihir Elemen contohnya adalah Fan Yuzhen yang masih memiliki Dua Pondasi.


Pondasi dibangun dari dalam diri sendiri, jika mampu membangun keempat pondasi dengan sempurna, maka Pendekar tersebut akan menjadi seorang Pendekar yang sangat kuat,


Pondasi yang pertama adalah tubuh, kemudian otot, jiwa dan yang terakhir adalah tulang.


Selain itu ada Enam gerbang yang harus bisa dibuka jika ingin menjadi seorang Pendekar hebat. Sepanjang sejarah dari keempat Kerajaan hanya ada tiga pendekar yang mampu membuka keenam gerbang dengan sempurna, mereka adalah para Pertapa, kecuali Fan Yuzhen yang masih baru membuka Empat gerbang saja.

__ADS_1


Fan Yuzhen juga baru berhasil membuka gerbang yang ke empat sekitar 100 tahun yang lalu, dan sekarang dia sedang berusaha untuk membuka gerbang yang kelima.


Chinmi menarik nafas panjang setelah mengetahui jika gurunya saja butuh seratus tahun untuk bisa membuka setiap gerbang di dalam dirinya.


"Chinmi, setelah ini kamu harus membuka gerbang yang pertama, namun kamu harus membangun satu pondasi terlebih dahulu jika ingin membuka gerbang itu,"


"Berapa lama untuk bisa membangun salah satu Pondasi itu Guru?"


Fan Yuzhen mrngelus-elus jenggotnya dengan memiringkan kepalanya, "Jika kamu beruntung mungkin kamu akan butuh Lima tahun untuk bisa membuka satu pondasi dengan sempurna," kata Fan Yuzhen.


"Sa-saya tahun Guru!?" Chinmi merasa salah mendengar.


"Iya, itupun yang paling cepat, jika tidak maka paling lama butuh 10 tahun atau 20 bahkan lebih untuk bisa membuka salah satu pondasi dengan sempurna,"


Kepala Chinmi terasa sakit begitu mendengar itu, "Jika membuka satu pondasi saja membutuhkan waktu selama itu, maka bagaimana dengan pondasi yang berikutnya?" tanya Chinmi.


"Tentu saja akan lebih lama dan lebih sulit!" kata Fan Yuzhen.


Chinmi hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak menduga untuk bisa menjadi seorang pendekar ternyata tidaklah semudah yang dipikirkan, pada akhirnya dia memilih untuk tetap berusaha semaksimal mungkin, dia tidak tahu butuh berapa tahun untuk bisa membuka satu pondasinya.


"Kamu jangan khawatir Chinmi, ada aku yang akan membantumu, sebagai gurumu aku pastikan kamu akan bisa membangun satu pondasimu dengan sempurna dan akan ku buat secepat yang aku bisa, setidaknya dalam waktu tiga bulan," kata Fan Yuzhen.


"Benarkah guru? Lalu bagaimana caranya?" tanya Chinmi penasaran.


"Aku akan meningkatkan kwalitas tubuhmu. Kondosi fisikmu sudah mencapai 30 persen, butuh 70 persen lagi untuk bisa memiliki Kondisi Fisik yang sempurna sehingga tubuhmu akan sangat kuat dan satu pondasi mu akan sangat sempurna dan tubuhmu akan kebal dari segala jenis pukulan bahkan racun sekalipun tidak akan bisa melemahkan mu,"


"Baik Guru, sekarang aku akan siap menerima peningkatan kwalitas tubuhku, jadi apa kita bisa mulai sekarang?"


"Kamu masih belum menyelesaikan latihan yang aku berikan jadi selesaikan dulu latih tanding mu denganku setelah itu baru aku akan meningkatkan kekuatan tubuhmu," kata Fan Yuzhen.

__ADS_1


Chinmi hanya bisa mengumpat dalam hati, latihan tanding dengan Fan Yuzhen adalah latihan yang tak berujung. Chinmi berpikir bagaimana mungkin dirinya akan mampu mengalahkan gurunya, sedangkan jurus-jurus yang ia gunakan adalah jurus ciptaan gurunya.


__ADS_2