
Chinmi tidak sebodoh itu untuk menyakiti diri sendiri hanya untuk terbebas dari sihir ilusi tersebut, dia menghentakkan kaki kanannya ke tanah dengan sangat keras, tiba-tiba bumi seolah-olah bergelombang dan Chinmi bisa merasakan setitik cahaya saat bumi bergerak.
Chinmi menggunakan Sihir Bumi untuk menciptakan gelombang, seperti halnya Lung Chiu Xi yang menggunakan Sihir ilusi, Chinmi juga menggunakan Sihir Ilusi.
Ribuan benda yang datang mulai terasa mendekat, Chinmi melihat salah satunya seperti sebuah tangan dengan tiga jari yang memiliki kuku panjang datang kearahnya.
Chinmi menggunakan Sihir Bumi berikutnya untuk membuat dinding pelindung sementara, karena dia menunggu Lung Chiu Xi agar terkena efek dari ilmu sihirnya.
Ribuan tangan tiga jari langsung menancap di dinding tanah buatan Chinmi, dan saat itu juga pandangan Chinmi kembali terang.
Chinmi melihat jika tangan-tangan tersebut ternyata adalah sebuah paku besar yang menancap di dinding tanahnya. Paku-paku tersebut lah yang seolah-olah seperti tangan tiga jari.
Chinmi menghilangkan dinding tanahnya dan melihat Lung Chiu Xi yang seperti orang mabuk. Lung Chiu Xi terlihat berjalan tidak karuan seperti berada di atas perahu.
Sebenarnya Lung Chiu Xi terkena efek dari sihir ilusi yang dibuat oleh Chinmi. Walau hanya sihir ilusi sederhana, namun efeknya cukup untuk mengalihkan perhatian sementara.
"Kau juga bisa ilmu ilusi..!?" Lung Chiu Xi berhasil mematahkan ilusi tersebut, dia tidak menduga jika pemuda dihadapannya juga bisa ilmu ilusi, terlebih lagi pemuda tersebut juga bisa mematahkan ilusinya.
Chinmi tidak menjawab, dia kembali maju menyerang Lung Chiu Xi, kali ini dia tidak menggunakan pedangnya, melainkan menggunakan Sihir kayu nya.
"Sihir Kayu - Akar Liar."
Chinmi mengeluarkan akar serabut dari tangannya dan mengarahkannya kearah Lung Chiu Xi. Melihat Chinmi yang ternyata juga bisa menggunakan Sihir Kayu, Lung Chiu Xi melompat mundur sekaligus memasang wajah buruk.
"Pemuda ini memiliki Dua Pusat Roh Angin dan Kayu, sungguh benar-benar hebat," batin Lung Chiu Xi yang kagum akan kelebihan dan keistimewaan Pusat Roh Elemen milik Chinmi.
Pusat Roh Elemen Kayu sangat langka, yang pendekar yang memiliki Pusat Roh Elemen Kayu di keempat kerajaan masih bisa dihitung dengan jari.
"Apakah Senior hanya bisa menghindar saja? Mana kehebatan senior yang tadi senior banggakan?" tanya Chinmi dengan nada mengejek.
__ADS_1
Ke 12 Pendekar terkejut ketika mengetahui jika Lung Chiu Xi saat ini sedang bertarung melawan pemuda yang saat ini masih berada di hadapan mereka.
"Jika pemuda itu di sana, lalu siapa yang kita lawan ini?" tanya salah satu pendekar dengan keheranan.
Di atas langit, Bing Long berhasil mengalahkan Kelelawar Hitam dengan sangat mudah, karena kekuatan Bing Long jauh melebihi kekuatan Kelelawar Hitam.
Bing Long juga terkejut saat melihat ada dua Chinmi yang sedang bertarung, "Sejak kapan dia memiliki ilmu seperti itu?" batin Bing Long.
Dia sama sekali tidak pernah melihat Chinmi berlatih yang bisa membuat dirinya menjadi dua orang, dan ditambah lagi mereka berdua sama-sama nyata.
"Dari pada aku memikirkan hal itu sebaiknya aku membantu Chinmi yang di sana," kata Bing Long kemudian terbang ke arah Chinmi yang saat ini masih berhadapan dengan ke 12 Pendekar.
Lung Chiu Xi merasa mustahil jika terus menghindar dari akar yang tidak henti-hentinya mengejar dirinya, dia akhirnya memilih terbang tinggi ke udara agar akar-akar tersebut tidak bisa mengejarnya.
Pemikiran Lung Chiu Xi sangat tepat, ilmu sihir elemen kayu milik Chinmi masih terbatas dan tidak akan bisa terus mengejar targetnya, apa lagi targetnya melayang di udara.
"Aku sudah mengetahui kemampuanmu, sekarang aku akan bertarung serius denganmu!" kata Lung Chiu Xi.
Bumi bergetar saat Chinmi juga mengeluarkan energinya, getaran yang dihasilkan membuat beberapa tiang kayu bergerak-gerak karena tanah yang bergetar.
"Aku harap kamu bisa menahan seranganku ini. Terimalah..!"
"Sihir Raja Malam - Sayap Membelah Lautan."
Lung Chiu Xi melepaskan energi hitam berbentuk seperti bulan sabit yang sangat panjang dan juga tipis, energi tersebut melesat kebawah dengan kecepatan tinggi.
"Jurus Pedang Membelah Angin."
Chinmi juga melepaskan tebasan keatas sehingga menciptakan energi angin yang juga melesat kearah energi hitam milik Lung Chiu Xi.
__ADS_1
Kedua energi tersebut bertemu di tengah-tengah hingga menimbulkan efek kejut besar menyebar ke seluruh wilayah Sekte Kelelawar Hitam.
Kedua energi tersebut saling mendorong berusaha mengalahkan energi lawannya. Lung Chiu Xi menambah energinya sehingga dorongannya juga lebih kuat.
Perlahan-lahan energi angin milik Chinmi mulai terdorong kebawah, namun Chinmi segera menambahkan kekuatan energinya sehingga kembali bertahan.
Tidak lama setelah itu, terlihat sebuah cahaya putih dari tengah-tengah energi yang saling mendorong dan kemudia cahaya tersebut membesar hingga cahayanya menyilaukan mata.
Booomm!!!
Ledakan dari kedua energi tersebut membuat pertarungan ke 12 Pendekar yang berusia melawan Bing Long berhenti, efek kejut ledakan tersebut membuat angin besar meratakan seluruh bangunan sekte rata dengan tanah, bahkan tubuh bayangan Chinmi sampai menhilang akibat terkena imbas dari efek kejut tersebut.
Nafas Lung Chiu Xi memburu, dia sudah menggunakan semua energinya sehingga energinya hampir habis terkuras.
Sedangkan Chinmi masih terlihat biasa-biasa saja. Chinmi mungkin berada di Tingkat Pendekar Sihir Elemen Alam sama seperti Lung Chiu Xi, namun jumlah Qi yang dimiliki oleh Chinmi sangat banyak sehingga dirinya tidak terlihat kelelahan.
"Tidak kusangka kamu akan menjadi lawan termuda dan terkuat yang pernah aku hadapi!" gumam Lung Chiu Xi yang saat ini mulai turun.
Ke 12 Pemdekar sebenarnya ingin membantu, namun mereka dihadang oleh Bing Long sehingga mereka tidak bisa kemana-mana.
"Jika kalian melangkah sekali lagi, maka aku akan membekukan tubuh kalian!" kata Bing Long yang saat ini melebarkan sayapnya.
Perisai yang melindungi tubuh Zhihui juga hancur akibat efek dari ledakan tersebut. Beruntungnya dia tidak apa-apa.
Lung Chiu Xi mendarat tepat di hadapan Chinmi, nafas tidak teratur karena energinya yang terkuras, dia berpikir jika Chinmi pantai akan merasakan hal yang sama, namun ternyata Lung Chiu Xi harus menghadapi kenyataan pahit.
"Senior, sepertinya Senior sudah mencapai batas, jadi percuma jika kita terus melanjutkan pertarungan ini!" kata Chinmi.
"Aku masih belum mati dan juga belum sepenuhnya kalah!" kata Lung Chiu Xi, dia tidak mau mengakui jika dirinya sudah kalah.
__ADS_1
Lung Chiu Xi sudah berlatih dan bermeditasi selama 20 tahun, akan sangat memalukan jika dirinya kalah dengan anak muda yang umurnya belum genap 19 tahun.
"Senior sudahlah, lebih baik senior akui saja kekalahan ini, dan selebihnya saya minta kepada senior untuk tidak lagi mengganggu Sekte Pulau Es," kata Chinmi.