PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Sihir Raja Api


__ADS_3

Ye Shi merasa heran atas kemarahan She Long kepada Chinmi yang terlihat berdiri saja di atas reruntuhan bangunan istana.


"Mengerjai? Apa maksudmu dengan mengerjai mu?" tanya Ye Shi yang keheranan.


"Sejak tadi aku bertarung melawannya, kekuatannya tidak jauh di bawah ku, namun aku tidak sadar jika yang aku hadapi dari tadi bukanlah dirinya yang sebenarnya, melainkan hanya bayangannya saja," kata She Long yang matanya memerah menahan amarah.


"Mungkin itu hanya perkiraan mu saja She Long, aku yakin dia jatuh kebawah karena terkena sambaran petir ku tadi," kata Ye Shi yang menyangkal She Long.


Menurut Ye Shi mana mungkin sebuah bayangan bisa memiliki kekuatan yang besar, kebanyakan kekuatan bayangan biasanya hanya mendapatkan bagian kekuatan tidak lebih dari seperempat dari aslinya.


Chinmi secara perlahan melayang keudara hingga dia sejajar dengan mereka berdua.


"Aku sudah banyak mengetahui informasi akan kelicikan mu She Long, karena itu aku ingin melihatnya sendiri dengan bayangan ku agar menghadapi mu, dan ternyata semuanya memang benar, kau memang mahluk yang sangat licik!" kata Chinmi.


"Tutup mulutmu manusia! Walau kamu memiliki kekuatan yang setara dengan She Long, namun kau tidak akan mungkin sanggup jika melawan kami berdua sekaligus seorang diri," kata Ye Shi sambil menunjuk kearah wajah Chinmi.


"Kau benar, aku mungkin tidak sanggup untuk melawan kalian sekaligus sendirian, namun aku juga tidak akan mundur dan akan tetap melawan kalian berdua dengan seluruh kekuatan ku!" kata Chinmi.


Ye Shi tertawa keras kemudian tubuhnya mulai di selimuti oleh sebuah kilatan-kilatan petir di seluruh tubuhnya.


Angin berhembus dengan kencang dan tanah-tanah mulai retak akibat akibat sambaran petir yang keluar dari tubuh Ye Shi.


Begitu juga dengan She Long yang seluruh tubuhnya mulai di selimuti oleh aura merah yang sangat panas, pancaran kekuatan mereka berdua mulai menggetarkan seluruh wilayah Benua Daratan Tengah.


Jika sampai mereka berdua sama-sama melepaskan kekuatan penuh mereka, maka getaran dan guncangan pasti tidak akan di rasakan di Benua Daratan Tengah saja, melainkan keseluruh dunia.


She Long dan Ye Shi yakin hanya dengan kekuatan kecil mereka berdua saja sudah cukup untuk mengalahkan Chinmi.


Chinmi memperhatikan seluruh tanah yang retak akibat efek dari energi mereka berdua.


"Jika sampai kami sama-sama menggunakan kekuatan penuh kami di sini, maka aku sendiri pun tidak akan sanggup untuk melindungi dunia ini dari kehancuran!" gumam Chinmi kemudian dia segera membuat energi pelindung membentuk sebuah kurungan kubus yang sangat besar mengambang di udara.


Energi pelindung berbentuk kubus raksasa melayang tersebut mengurung dirinya bersama She Long dan Ye Shi. Chinmi melakukan itu berharap bisa meredam efek dari pertarungan mereke bertiga nantinya yang akan segera terjadi.


"Em..Kau berencana mengurung kami bersama agar tidak terjadi kerusakan saat bertarung nanti?" tanya She Long yang mengetahui maksud Chinmi.


"Aku tidak seperti kalian yang tidak peduli terhadap Dunia dan seluruh Alam Semesta, tidak akan pernah aku biarkan kalian merusak atau menghancurkan dunia manapun, baik dunia ini atau dunia- dunia lain!" kata Chinmi.


"Hahahaha... Kalau begitu tidak masalah jika kita bertarung dengan kekuatan penuh bukan?" kata She Long kemudian energinya kembali meningkat lebih tinggi lagi dan diikuti oleh Ye Shi.


Kubus energi tersebut bergetar seolah-olah tidak mampu menahan tekanan dari ledakan energi She Long dan Ye Shi yang baru mencapai separuh kekuatan mereka.


Chinmi mulai khawatir jika kubus energi pelindung benar-benar tidak sanggup menahannya kemudian dia segera menyatukan kedua telapak tangannya.


Kubus energi pelindung tersebut mulai mengecil seiring dengan Chinmi yang menyatukan kedua telapak tangannya.


Kubus energi pelindung kini hanya memiliki ukuran kurang dari 10 meter persegi,kilatan petir dan cahaya dari api merah terlihat seperti terkurung karena sempitnya kubus tersebut.


"Mari kita lanjutkan di luar!" kata Chinmi kemudian dia menjetikan jarinya dan seketika itu Kubus energi Pelindung menghilang dengan mereka bertiga dan berpindah tempat ke luar angkasa.


***


Masih di Wilayah Kerajaan Api Timur, Raja Ming benar-benar merasa terpukul melihat banyak rakyatnya yang mati tertimpa bangunan, belum lagi serangan para pasukan mayat hidup yang di pimpin oleh She Chin.


"Sekte Aliran Hitam dan mahluk terkutuk! Kalian akan sungguh keji," kata Ming Shan sambil memukul tanah dengan tangan sehingga tanah tersebut langsung retak.

__ADS_1


"Andai aku memiliki kekuatan seperti Raja Tao, aku pasti bisa menyelamatkan semua Rakyat ku dan mereka tidak perlu menjadi korban seperti ini," kata Ming Shan yang merasa bersalah karena sebagai Raja, dia masih tidak mampu melindungi rakyat dari semua kekacauan itu.


"Yang Mulia! Yang Mulia!" salah satu Prajurit datang dengan tubuh yang penuhi banyak luka.


Ming Shan segera bangkit dan menahan tubuh prajurit itu yang hampir jatuh. Dengan sisa dari kesadarannya, prajurit tersebut menyampaikan apa yang seharusnya dia sampaikan.


"Ya-Yang Mulia..! Pa-para prajurit kita ba... banyak yang gugur! D..Dan Jen-jendral Lo Wei Xhen, juga gugur di tangan pemimpin Mayat Hi..hidup!" kata prajurit tersebut kemudian dia mati dengan mata masih terbuka.


"Jendral Lo Wei Xhen!"


Ming Shan mengusap mata prajurit tersebut agar tertutup, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa sehingga hanya bisa duduk setelah meletakan jasad prajurit tersebut ketanah.


"Jin Hang.. Jika aku selamat nanti, aku akan membuat perhitungan dengan mu dan Juga Pei Ling! Kalian tunggu saja dan jangan berharap akan bisa lolos begitu saja dariku!" kata Ming Shan dengan di penuhi kebencian dan matanya memerah.


Tanpa Ming Shan sadari jika kebencian dan kesedihannya telah membuat Dantian nya membesar dan secara tidak sengaja, pusat Roh Elemen Api nya juga semakin kuat.


Seiring dengan besarnya Dantian yang terus berkembang, Ming Shan tidak sengaja menyerap semua energi yang tersisa dari para mayat rakyat yang menjadi korban dan juga para prajurit yang sudah gugur, bahkan energi terakhir milik mayat Jendral Lo Wei Xhen juga ikut terserap.


"Apa-apaan ini!?" She Chin yang berdiri di samping jasad Jenderal Lo Wei Xhen terkejut saat melihat aura yang bergerak kearah yang jauh seperti terkumpul dia satu tempat.


Tidak hanya itu yang membuat She Chin, namun dia terkejut juga kerena merasakan energi yang tiba-tiba saja meningkat dari arah berkumpul nya berbagai macam aura yang keluar dari tubuh para mayat yang menjadi korban.


"Ini..!" She Chin melihat energinya yang sepertinya juga keluar dengan sendirinya, aura yang keluar dari tubuh She Chin dan para Pasukan Mayat Hidup berwarna hitam dan bergerak kearah yang sama.


"Ini tidak bisa di biarkan! Semuanya cepat pergi ketempat itu dan Hentikan siapapun yang ada disana!" seru She Chin sekaligus berusaha menarik kembali aura nya agar energinya tidak terus keluar.


She Chin sudah tahu jika dia tidak akan mati begitu saja hanya karena energinya yang terhisap oleh sesuatu yang belum ia ketahui, karena nanti energinya pasti akan terisi kembali.


Namun tetap saja dia tidak bisa membiarkannya begitu saja, karena bisa-bisa orang yang menyerap energinya bisa memiliki kekuatan yang sangat besar dan mungkin akan melebihi kekuatannya.


"Perisai Pelindung Hitam."


"Sial! Siapa orang yang mampu menyerap energi tanpa Padang bulu seperti ini!" kata She Chin yang merasa sangat kesal karena semua usahanya tidak berhasil.


Merasa tidak memiliki pilihan lain, She Chin terpaksa terbang menuju ketempat dimana berkumpul nya energi tersebut.


Dalam perjalanan kesana, dia melihat para Pasukan Mayat Hidup yang mulai hancur menjadi debu karena energi mereka habis terkuras, namun tidak lama tubuh Mayat Hidup itu kembali bangkit dari debu.


She Chin memiliki kekuatan Pertapa sehingga dia memiliki energi yang cukup besar, dan dalam waktu singkat dia sudah tiba di tempat Ming Shan yang masih duduk dengan kapala menengadah keatas dan energi yang ia serap masuk melalui mulut nya.


"Raja Ming ini memiliki kekuatan unik seperti ini! Aku harus menghentikannya secepat mungkin!" kata She Chin kemudian dia melemparkan beberapa jarum kearah Ming Shan.


Jarum-jarum yang di lempar oleh She Chin tenyata tidak sampai ke tubuh Ming Shan, jarum tersebut meleleh saat sudah mencapai jarak satu jengkel dengan tubuh Ming Shan sehingga membuat mata She Chin melebar.


"Aku tidak melihat adanya pelindung atau perisai apapun di sekitarnya, tapi kenapa jarum-jarum beracun ku tiba-tiba saja meleleh?" batin She Chin kemudian tubuhnya juga ikut ambruk kerena energinya yang terkuras akibat terus menerus keluar dan di serap oleh Ming Shan.


Setelah beberapa saat She Chin baru sadar jika energi yang diserap oleh Ming Shan hanya dari Pasukan Mayat Hidup dan mayat para Prajurit dan Rakyat yang menjadi korban saja, sedangkan untuk manusia yang masih hidup tidak di serap.


Saat merasa tidak memiliki solusi lagi, tiba-tiba saja ada beberapa orang datang dengan mengenakan baju berwarna merah, "Kelompok Singa Api!" gumam She Chin saat melihat beberapa orang yang baru datang itu.


Orang yang paling depan sendiri yang berlari bersama beberapa orang lainnya adalah Zu Chin, salah satu Penasehat penghianat dari Kerajaan Angin Selatan.


"She Chin! Kenapa denganmu?" tanya Zu Chin.


"Apa kamu tidak melihat jika energi di serap oleh nya?" Jawab She Chin sambil menunjuk kearah Ming Shan.

__ADS_1


Zu Chin tidak melihat aura yang keluar dari tubuh She Chin dan juga yang diserap oleh Ming Shan, namun dia dapat merasakan jika energi Ming Shan meningkat secara drastis, Zu Chin tidak tahu pasti seberapa besar kekuatan Ming Shan saat ini, yang ia tahu hanya energinya saja yang semakin meningkat.


"Jangan diam saja, cepat hentikan dia!" gerutu She Chin.


Zu Chin dan beberapa pendekar di belakangnya segera tersadar dan kemudian dengan cepat menyerang Ming Shan yang masih duduk dengan menengadahkan kepalanya ke atas.


Zu Chin mengeluarkan dua bilah pisau yang agak besar dengan bentuknya yang sedikit bengkok kebelakang.


"Jurus Taring Singa."


Zu Chin melompat dan diikuti oleh para pendekar ke arah Ming Shan dan dia berniat menancap kedua pisau di tangan mereka ke tubuh Ming Shan, mereka berencana menghujamkan pisau mereka kepada Ming Shan.


Ming Shan menutup mulutnya dan kemudian dia menurunkan wajahnya dan menatap Zu Chin dengan mata merahnya.


Ming Shan mengibaskan tangannya kearah para penyerang dan kemudian sebuah energi yang sangat panas menghantam tubuh mereka.


Zu Chin terlempar dan semua pendekar yang ingin menyerang Ming Shan juga ikut terpental.


Ming Shan bangkit dan melihat kedua telapak tangannya sendiri dengan tatapan bingung, "Apa yang barusan terjadi padaku? Kenapa aku jadi sekuat ini?" gumam Ming Shan yang tidak ingat jika dia sudah menyerap energi para mayat hidup dan juga para jenazah lainnya.


She Chin berdiri setelah kekuatannya kembali pulih, dia bisa merasakan kekuatan Ming Shan sudah mencapai tingkat Pertapa, namun yang membingungkan She Chin, ilmu apa yang di gunakan oleh Ming Shan untuk menyerap energi nya.


She Chin hanya bisa tersenyum pahit, dia tidak menyangka jika para Raja sudah memiliki kekuatan yang tinggi.


Awalnya Raja Tao yang secara mengejutkan memiliki kekuatan yang besar dan mampu melawan para pendekar yang di bawa dari Benua Daratan Selatan.


Kini giliran Raja Ming yang tiba-tiba saja bisa menyerap enegi para mayat, baik itu mayat hidup maupun mayat para rakyatnya sendiri sehingga kekuatannya setara dengan para Pertapa.


She Chin tidak tahu jika semua itu akibat rasa amarah dan hati yang penuh dendam sekaligus kesedihannya yang membuat Ming Shan tanpa sengaja menyerap energi dengan kekuatan dari Pusat Roh Elemen Api nya.


Kini She Chin semakin penasaran terhadap Raja Bao dari Kerajaan Es Utara, karena Raja Bao sama sekali tidak pernah menunjukkan kekuatannya, lain cerita dengan Raja Shao yang sudah mati di tangan para pendekar dari Benua Daratan Selatan.


Para mayat hidup lainnya kini sudah kembali hidup dan tiba di tempat She Chin, sedangkan Zu Chin dan para anggotanya juga baru bangkit dengan baju mereka yang bolong seperti terbakar.


"Ming Shan, walau kekuatanmu sudah meningkat hingga tahap Pertapa, namun kamu tidak akan bisa mengalahkan kami semua yang memiliki tubuh Abadi!" kata She Chin.


Ming Shan menatap She Chin kemudian Zu Chin secara bergantian, "Aku tidak tahu apakah aku mampu melenyapkan kalian semua atau tidak? Namun sebagai Raja, aku akan tetap memberantas kalian semua, termasuk kau She Chin!" kata Ming Shan kemudian dia mengambil pedang milik prajurit yang sudah mati.


"Hahaha.. Raja kau bilang? Raja apa yang kau maksud? Apa kamu tidak melihat jika sekarang kerajaan mu sudah hancur?" tanya Zu Chin sambil tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu.


Tidak lama kemudian tawa Zu Chin terhenti saat melihat pedang yang di pegang Ming Shan menyala merah.


Ming Shan yang sudah tidak mengenakan mahkota nya lagi mulai melayang dengan kakinya yang juga menyala.


"Kerajaan ku memang sudah hancur, tapi ingat jika disini masih daerah Wilayah ku, dan aku akan mempertahankan wilayah ku dari orang-orang seperti kalian!" kata Ming Shan sekaligus melepaskan aura jingga yang sangat panas dan mengubah hawa di sekitarnya menjadi berkali lipat panasnya dari biasanya.


She Chin juga melayang dan melepaskan aura hitam nya sehingga membuat pandangan Zu Chin dan para pendekar lainnya sedikit buram, di tambah lagi ada angin yang keluar dari tubuh She Chin.


"Pedang Raja Api."


Ming Shan tanpa basa-basi melepaskan tebasan pedang kearah para Pasukan Mayat Hidup, energi pedang berwarna jingga melesat kearah para Pasukan Mayat Hidup dan juga Zu Chin.


"Ini adalah ilmu Raja Api, menghindar semuanya!" seru Zu Chin kemudian dia dan para anggotanya segera melompat menjauh agar tidak terkena energi api Jingga yang di kenali Zu Chin sebagai Sihir Raja Api.


Para Mayat Hidup juga menghindar secepat mungkin, namun ada beberapa mayat hidup dan dua orang kelompok Singa Merah yang yang tidak bisa lolos dari tebasan Api Jingga itu hingga tubuh mereka terbakar.

__ADS_1


Dua orang anggota Singa Merah langsung terpotong dan terbakar, dan dalam waktu yang sangat singkat, tubuh kedua orang itu menjadi abu hingga ke tulang-tulang nya, sedang para Pasukan Mayat yang sudah hancurkan tetap hidup kembali.


"Lihatlah, beberapa kali kau membunuh pasukan ku, tetap saja mereka hidup lagi!" kata She Chin yang melihat itu dari atas dan dia sejajar dengan Ming Shan.


__ADS_2