PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertarungan She Chin Melawan Fu Shen


__ADS_3

***


Di sekte Lembah Hantu saat ini sangat ramai, mereka sedang berkumpul untuk merayakan kenaikan Meng Ling menjadi ketua sekte.


Meng Ling bukannya berduka atas meninggalnya Meng Yi, dia justru mengadakan pesta dan mengadakan jamuan khusus kepada para ketua berbagai sekte.


Acara tersebut tidak hanya untuk merayakan Meng Ling saja, namun terkait akan pertemuan yang sudah diatur oleh Tong Liung.


"Kami dari sekte aliran netral Bukit kembar mengucapkan selamat kepada Ketua Hantu Seribu Wajah!" kata salah satu dari tiga orang yang datang bersamanya.


"Hahaha.. Terima kasih Tuan Yi Dong terima kasih!" kata Meng Ling dengan tertawa bangga.


"Ah Ketua Tong Liung, aku sudah menunggu mu sejak tadi!" Meng Ling menyapa Tong Liung yang baru saja datang.


"Maaf jika aku telat, aku datang membawa seseorang kesini."


Meng Ling mengerutkan dahi, dia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Tong Liung, "Siapa yang kamu bawa?"


"Sebentar lagi dia akan datang, jadi sabarlah,' kata Tong Liung.


"Hantu Seribu Wajah, kamu mengadakan jamuan pertemuan sebesar ini?"


Meng Ling menoleh ke sumber suara yang menyapanya, "Ketua She Chin, lama tidak berjumpa, dan aku minta maaf atas tugas yang kamu berikan kepada Kakak dan Hantu Merah, mereka tidak hanya gagal, namun mereka juga harus mati!" kata Meng Ling.


"Sudahlah lupakan saja!" jawab She Chin yang sudah tidak ingin membahas nya lagi.


"Sepertinya semuanya sudah berkumpul di sini, apa sebaiknya kita memulai acaranya?" tanya She Chin.


"Tidak ketua She, masih ada satu orang lagi yang belum datang!" kata Tong Liung.


"Memangnya mau menunggu siapa lagi?" She Chin melihat kesemua orang yang hadir, dan menurutnya sudah tidak ada lagi yang harus ditunggu.


"Teman lama kita!" kata Tong Liung dengan menatap ke arah pintu gerbang yang saat ini sudah berdiri seseorang di sana.


She Chin dan Meng Ling melihat kearah pintu gerbang, mereka sama-sama mengerutkan dahi setelah melihat orang tersebut.


"Fu Shen? Untuk apa kamu mengundang orang tidak berguna seperti dia ke pertemuan ini?" tanya She Chin.


"Ketua She, mungkin dulu dia tidak berguna, namun sekarang dia lebih dari berguna!" kata Tong Liung meyakinkan She Chin.


She Chin sangat mengetahui akan siapa Fu Shen, menurutnya Fu Shen hanyalah seorang mantan jendral yang hanya mementingkan diri sendiri saja, dan yang terpenting menurut She Chin, Fu Shen adalah satu-satunya orang yang tidak berguna.


Berbeda dengan She Chin, Meng Ling justru menyambut kedatangan Fu Shen, entah apa yang saat ini ada dipikiran Meng Ling, namun yang jelas bantuan sekecil apapun itu akan sangat berguna nantinya.

__ADS_1


"Jendral Fu Shen, ternyata yang ditunggu oleh ketua Tong Liung adalah kamu, mari kita masuk kedalam karena acara akan segera dimulai!" kata Meng Ling.


"Terima kasih, dan aku juga ikut berduka atas kematian kakak mu!" kata Fu Shen.


"Lupakan saja soal itu, lagi pula dia sudah mati, jadi tidak perlu terlalu lama larut dalam duka," kata Meng Ling sambil berjalan masuk ke dalam bersama Fu Shen, sedangkan Fu Shen merasa heran karena tidak ada duka dari wajah Meng Ling.


"Fu Shen, untuk apa kamu datang ke pertemuan ini?" She Chin segera bertanya kepada Fu Shen dengan tatapan tidak senang.


"Ketua She Chin, kenapa kamu seperti tidak menyukai keberadaan ku disini? Apakah salah jika aku datang ke acara pertemuan ini?" tanya Fu Shen dengan tersenyum lebar.


"Tentu saja salah! Lagi pula untuk apa manusia tidak berguna sepertimu ikut dalam acara ini! Sebelum aku mengusir mu secara paksa, sebaiknya kamu pergi membawa senyum gila mu itu enyah dari hadapanku sekarang!" kata She Chin.


"Ketua She..!" Tong Liung ingin bicara, namun Fu Shen menghentikannya.


"Memang benar aku adalah manusia yang tidak berguna, dan iya seharusnya aku tidak datang ke pertemuan ini!" kata Fu Shen membuat semua orang yang hadir mendengar perkataan Fu Shen.


"Kau sudah mengakuinya sendiri sekarang , jadi tunggu apa lagi? Pergilah!" Huang Sing ketua sekte Bukit Tengkorak yang sejak tadi hanya diam ikut bersuara.


"Aku belum menyelesaikan perkataan ku, sebaiknya kamu tidak perlu ikut campur!" kata Fu Shen.


"Kurang ajar, jendral rendahan sepertimu berani berkata seperti itu padaku!" Huang Sing naik pitam saat mendengar perkataan Fu Shen yang kasar padanya.


Huang Sing menghampiri Fu Shen dengan wajah memerah karena marah, "Sebaiknya kita selesaikan saja dengan cara lama, kita buktikan jika perkataan Ketua She dan aku adalah benar!' kata Huang Sing.


"Kau bukan bagian dari kami!" kata She Chin.


Fu Shen tersenyum lebar sambil menatap She Chin, "Dulu aku sangat menghormatimu, namun sekarang kamu tidak lebih dari seekor semut di hadapanku!" kata Fu Shen.


"Semut katamu, ayo kita buktikan!" kata She Chin kemudian dia menyerang Fu Shen yang dibantu oleh Huang Sing.


Mereka bergegas melesat keluar dan mulai bertarung diluar. She Chin hanya menggunakan separuh kekuatannya, sedangkan Huang Sing juga sama.


Mereka berdua menyerang Fu Shen dari dua arah, Huang Sing menyerang dengan menggunakan Tongkat yang terbuat dari tulang, sedangkan She Chin menyerang dengan menggunakan serbuk racun.


Namun kedua serangan mereka sama sekali tidak bisa menyentuh Fu Shen, mereka berdua menambah kekuatan dan kecepatannya, namun tetap saja tidak ada artinya bagi Fu Shen.


"Mustahil, bukankah seharusnya dia berada di tingkat Puncak!" seru She Chin.


Semua orang yang melihat pertarungan mereka saling berbicara, itu karena Fu Shen yang sebelumnya di anggap tidak berguna dengan mudahnya menghadapi kedua pendekar tingkat tinggi.


"Kalian berdua mengaku diri kalian yang terhebat dan menganggap ku tidak berguna, tapi lihat sekarang! Kalian justru menyerang diriku yang tidak berguna ini berdua, sungguh memalukan!" kata Fu Shen dengan menggelengkan kepala dan menghindari setiap serangan mereka berdua.


"Minggir ketua Huang, minggir lah! Biar aku saja yang membungkam mulutnya!" kata She Chin kemudian dia melayang ke udara.

__ADS_1


She Chin melepaskan seluruh energinya sehingga seluruh wilayah sekte Lembah Hantu bergetar dan awan hitam berkumpul sehingga petir menyambar ke berbagai arah.


"Kekuatan ini...!"


"Ini kekuatan pertapa!"


Semua bisa merasakan jika She Chin sudah berada ditingkat pertapa, walau belum sepenuhnya, namun itu sudah cukup bagi She Chin untuk meratakan satu sekte besar seorang diri.


"Owh... kekuatan mu sangat besar, aku sungguh terkesan padamu!" kata Fu Shen dengan terkekeh seolah-olah dia tidak takut saat mengetahui jika She Chin sudah berada di tingkat pertapa.


Huang Sing merasa heran karena Fu Shen sama sekali tidak terlihat takut, sejak dia ikut menyerang Fu Shen, dia sudah curiga jika Fu Shen menyembunyikan sesuatu.


"Aku ingin melihat apakah kamu masih bisa tertawa saat merasakan pukulan ku ini," kata She Chin kemudian dia mengarahkan tapak kearah Fu Shen.


"Tapak Iblis, Racun Raja Iblis."


She Chin melesat kebawah dengan tapak tangan terselimuti oleh kabut ungu, dia yakin Fu Shen tidak akan mampu menghindar atau menahan serangan tersebut.


Jdarrr!!!


Tapak She Chin menghantam sesuatu sehingga suara ledakan yang membuat sedikit getaran di sekte Lembah Hantu, She Chin yakin tapak nya yang mengandung racun dan energinya mengenai tubuh Fu Shen.


Namun ternyata sesuatu yang menahan tapak tersebut adalah tapak Fu Shen. Jelas saja semuanya terkejut karena Fu Shen sanggup menahannya.


"Apa hanya itu saja kemampuan yang kamu miliki? Kalau begitu sekarang adalah giliran manusia tidak berguna ini!" kata Fu Shen kemudian dia menggenggam telapak tangan She Chin dan membawa She Chin terbang lebih tinggi.


Aura Merah menyelimuti tubuh Fu Shen, bahkan seluruh wilayah sekte Lembah Hantu berguncang sangat besar, dan angin kencang berhembus tidak beraturan.


Tong Liung, Huang Sing, Yi Dong, dan semua orang yang ada di sana terkejut setelah merasakan kekuatan yang di miliki oleh Fu Shen, terutama She Chin yang saat ini berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Fu Shen.


"Ba-bagaimana bisa ka-kamu mencapai tingkat sebesar ini?" tanya She Chin yang kesulitan melepaskan diri dan juga kesulitan untuk berbicara.


"Kamu terlalu membanggakan diri seakan-akan kamu yang terkuat. Jika aku mau, aku bisa saja melenyepakan mu dari dunia ini!" kata Fu Shen kemudian melepaskan genggamannya.


She Chin segera mundur menjauhi Fu Shen setelah berhasil lepas darinya. She Chin hanya bisa menelan ludah saat merasakan kekuatan Fu Shen.


"Ini benar-benar tidak masuk akal," batin She Chin.


"Karena aku masih membutuhkan bantuan mu, maka aku tidak akan memperpanjang masalah ini!" kata Fu Shen kemudian mulai turun dan tidak lagi ingin melanjutkan masalah yang menurutnya hanya membuang-buang waktu saja.


She Chin ikut turun dan setelah berada di bawah, dia hanya berjalan tanpa berani memandang semua orang karena merasa malu terhadap perkataannya sendiri.


Pertarungan She Chin melawan Fu Shen adalah bukti jika aliran hitam juga memiliki dua orang pertapa, dan itu akan membuat sekte aliran hitam akan semakin kuat.

__ADS_1


__ADS_2