
"Benar sekali Jiu Heng, kedatanganku kesini adalah..!"
Chinmi terdiam sejenak karena ragu apakah dia akan menyampaikan maksud kedatangannya atau tidak, namun Chinmi tidak mungkin berbohong kepada mereka berdua.
Jiu Heng dan Fai Han masih menunggu Chinmi menjelaskan akan maksud kedatangannya, sedangkan Qie Yin hanya menatap Chinmi tanpa berkedip.
Saat ini pikiran Qie Yin masih dipenuhi banyak pertanyaan, apakah Chinmi adalah pemuda yang dimaksud atau bukan.
"Jiu Heng, aku dengar di sekte mu ada sebuah pusaka yang bernama Cakram Matahari, apa itu benar?" tanya Chinmi.
"Darimana kamu mendengarnya?" Jiu Heng bertanya karena tidak menyangka jika Chinmi mengetahui pusaka yang ada di dalam sekte nya.
"Sudah lama aku mendengar kabar pusaka itu, untuk kapan dan dimana aku pernah mendengarnya, aku tidak mengingatnya!" jawab Chinmi.
"Kita bicarakan masalah ini dengan ayah ku karena karena ayahku lah yang memegang pusaka itu," kata Jiu Heng.
Chinmi setuju akan perkataan Jiu Heng, memang untuk bisa melihat cakram tersebut memang harus meminta ijin kepada pemegangnya.
Mereka berempat bergegas menemui Jiu Sha untuk memberitahukan keinginan Chinmi untuk melihat Cakram Matahari.
"Ayah, saudara Chinmi ingin melihat Cakram Matahari, apakah ayah mengijinkannya?" tanya Jiu Heng sekaligus meminta ijin ayahnya.
"Cakram Matahari?" Jiu Sha yang sedang mengobrol dengan Lio Long terkejut jika Chinmi ternyata mengetahui keberadaan pusaka tersebut yang berada pada dirinya.
"Benar ketua Jiu, jika ketua mengijinkan dan tidak keberatan ijinkan saya melihat Cakram Matahari," kata Chinmi dengan sopan.
"Bukannya aku tidak mau menunjukkan nya padamu, namun pusaka itu tidak bisa sembarang di keluarkan dari tempatnya!" kata Jiu Sha.
Chinmi, Lio Long, Qie Yin sama-sama mengerutkan dahi karena tidak mengerti akan maksud Jiu Sha.
"Apa maksud ketua?" tanya Chinmi.
Jiu Sha menarik nafas panjang sebelum menceritakan akan pusaka Cakram Matahari tersebut yang ada di sekte nya.
Semua pendekar menyebut Cakram Matahari sebagai salah satu pusaka Alam. Cakram Matahari memiliki kekuatan yang sangat besar, jika cakram tersebut dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, maka suhu di seluruh wilayah sekte Bukit Matahari akan menjadi sangat panas walau malam sekalipun.
Selama Cakram tersebut belum menemukan Tuan yang bisa mengendalikan kekuatannya, maka Cakram tersebut tidak akan pernah dikeluarkan dari tempat penyimpanannya.
Sudah banyak yang mencoba untuk dapat bisa mengendalikan kekuatan dari cakram tersebut, dan semua yang berusaha mencoba adalah para pendekar yang menguasai ilmu sihir pengendalian api. Akan tetapi tidak ada satupun yang berhasil, bahkan Jiu Sha sekalipun juga tidak bisa mengendalikannya.
"Chinmi, yang di ceritakan oleh orang itu adalah benar!" suara Long Wang terdengar oleh Chinmi dari dalam pedangnya.
"Apa maksud senior, apakah senior mengetahui Cakram itu?" tanya Chinmi dari pikirannya.
"Bisa dikatakan begitu! Di dalam Cakram tersebut ada roh yang dulunya adalah salah satu mahluk penjaga api neraka," kata Long Wang.
__ADS_1
"Mahluk Penjaga Api Neraka?" Chinmi kebingungan.
"Iya Penjaga Api Neraka, namun hanya satu diantara mereka dan kekuatannya juga tidak jauh dari ku."
"Apa senior mengenal Roh itu?" tanya Chinmi.
"Tentu saja aku tahu, kami berasal dari tempat yang sama," jawab Long Wang.
"Kalau begitu senior bisa menghubunginya dan berbicara padanya bukan?"
"Sulit, Mahluk penjaga api neraka itu bernama Diyu Hu, dia adalah salah satu mahluk peliharaan Raja Neraka, sifatnya sedikit kasar dan angkuh, namun aku akan mencoba untuk berbicara padanya!" kata Long Wang.
"Baiklah senior mari kita coba nanti! Sekarang aku akan mencoba untuk meyakinkan Ketua Jiu terlebih dahulu agar mengijinkan kita untuk melihat Cakram itu!" kata Chinmi kemudian dia kembali fokus kepada Jiu Sha yang baru menyelesaikan ceritanya.
"Ketua Jiu, saya hanya ingin melihatnya saja dan tidak akan mengeluarkan pusaka itu!" kata Chinmi.
Jiu Sha terlihat berusaha mempertimbangkan permintaan Chinmi, sebenarnya dia ragu karena Chinmi bukanlah anggota sekte nya. Namun karena Chinmi adalah tamu yang harus dihormati, Jiu Sha akhirnya mengijinkan Chinmi untuk melihat Cakram tersebut.
"Baiklah ikut aku!" kata Jiu Sha kemudian mengajak mereka menuju ketempat penyimpanan Cakram tersebut.
Mereka berjalan menuju kesebuah ruangan yang pintunya terbuat dari besi yang sangat tebal. Untuk membuka pintu tersebut harus mendorong dua buah besi yang menjadi kunci untuk bisa membuka pintu besi tersebut.
Dua buah besi tersebut adalah dua tuas yang berfungsi untuk membuka pintu besi tebal. Untuk membukanya dibutuhkan dua orang dan mendorong tuas tersebut secara bersamaan.
Jiu Sha menyalakan obor yang ada didinding ruangan tersebut dengan melemparkan api kecil dari jari-jarinya ke setiap obor yang ada hingga ruangan gelap tersebut menjadi terang.
"Rungan ini sungguh sangat tertutup rapat sekali!" kata Chinmi sambil berjalan mengikuti Jiu Sha.
"Ruangan ini di buat sekitar 113 tahun,dan ruangan ini dibangun khusus untuk menyimpan Cakram agar lebih aman.
"Inilah Cakram yang ingin kamu lihat, silahkan jika mau melihatnya, tapi jangan membuka penutupnya!" kata Jiu Sha.
Penutup Cakram Matahari tersebut terbuat hanya dari kaca yang diselimuti energi aneh. Energi tersebut adalah segel agar kekuatan Cakram tersebut tidak keluar sehingga dapat membuat seluruh sekte akan kepanasan.
Chinmi mengangguk dan mulai mengamati Cakram tersebut yang berwarna putih mengkilat.
"Senior Long Wang, apakah senior bisa menghubunginya?" tanya Chinmi.
"Akan aku coba!" kata Long Wang kemudian dia terdiam tidak bersuara.
Chinmi dan yang lainnya memperhatikan cakram tersebut sambil menunggu Long Wang yang mencoba menghubungi Roh Penjaga Api Neraka Diyu Hu.
"Cakram ini sepertinya terbuat dari logam yang tidak ada di dunia manapun, entah logam apa ini?" kata Lio Long yang juga mengamati Cakram tersebut.
Qie Yin sendiri sebenarnya ingin bertanya, namun dia malu karena dia hanya mengenal Chinmi saja, itupun masih belum terlalu mengenalnya.
__ADS_1
"Apakah senior pernah melihat logam jenis seperti ini?" tanya Chinmi.
"Sepertinya begitu, jika aku tidak keliru, Jendral yang menemani Putri Xi Liyi memiliki logam yang kwalitasnya sama seperti logam ini! Jik tidak salah adalah sebuah Toya Emas!"
"Maksud senior Jendral Lang Yu?"
Lio Long mengangguk, dia yakin jika senjata milik Jendral Lang Yu memiliki logam emas yang kwalitasnya sama dengan logam putih yang membentuk cakram tersebut.
"Kenapa Senior Long Wang sangat lama sekali menghubungi Roh Penjaga Api Neraka itu?" batik Chinmi karena masih tidak ada suara Long Wang.
"Ketua Jiu, siapkah dulu yang pernah menjadi tuan dari cakram ini?" tanya Chinmi kepada Jiu Sha.
"Belum pernah ada yang menjadi tuan dari cakram ini, semenjak Cakram ini ditemukan, hanya satu orang yang pernah menggunakannya sekali untuk mengusir para pendekar aliran hitam yang ingin menyerang sekte kami, dan kejadian itu sudah berlalu sekitar 150 tahun!" kata Jiu Sha.
"Nah itu ada yang bisa menggunakannya!"
"Tidak juga! Memang Pendekar tersebut berhasil menyelamatkan sekte dengan menggunakan kekuatan dari Cakram ini, namun semua itu ada resiko yang harus siap untuk dihadapi. Tubuh pendekar yang pernah menggunakan kekuatan Cakram ini tiba-tiba terbakar dan menjadi abu."
Chinmi mengangguk mengerti, ternyata Cakram Matahari tersebut hampir sama dengan Pedang Naga Langit yang kemungkinan hanya mau digunakan oleh orang yang dipilih menjadi tuannya serta mampu menggunakan kekuatan dari Cakram Matahari tersebut.
"Chinmi, aku sudah berbicara dengan Diyu Hu, dia ingin mengetahui dirimu juga, jadi bukalah dan pegang cakram itu, namun kamu harus melindungi telapak tanganmu dengan energi Api juga agar energi panas dari cakram tersebut bisa menyatu dengan kekuatanmu!" kata Long Wang yang sudah berbicara kepada Roh Penjaga Api Diyu Hu.
"Ketua Jiu, maaf saya akan mencoba membuka dan memegang pusaka ini!'' kata Chinmi membuat Jiu Sha dan yang lainnya terkejut mendengarnya.
"Saudara Chinmi, apa yang kamu katakan? Bukannya kamu sudah mendengarnya sendiri tadi perkataan ketua?' tanya Fai Han yang kebingungan.
"Aku tahu itu, namun aku hanya ingin mencobanya apakah aku sanggup memegangnya atau tidak!"
"Pendekar Chinmi, maafkan aku! Aku harap pendekar tidak perlu mencobanya karena akibatnya akan sangat fatal sekali bagi pendekar," kata Jiu Sha yang kembali mengingatkan Chinmi untuk berpikir dua kali.
"Ketua tidak perlu khawatir, aku akan mencobanya sebentar saja!' jawab Chinmi dengan sangat yakin.
Jiu Heng masih ragu untuk mengijinkannya sehingga hanya bisa menghela nafas panjang saja.
"Baiklah jika kamu memaksa, namun kami para anggota sekte Bukit Matahari tidak bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu nantinya!" kata Jiu Sha.
"Baiklah senior, jika terjadi sesuatu padaku nantinya, kalian tidak perlu bertanggung jawab apapun nantinya, namun jika teryata aku bisa memegang dan ternyata tidak tidak terjadi apa-apa padaku bagaimana?" tanya Chinmi.
"Jika kamu bisa memegang Cakram itu dan tidak terjadi apapun nantinya pada dirimu, maka kamu bisa mengambilnya!" kata Jiu Sha sehingga membuat Jiu Heng terkejut sambil membuka mutunya lebar-lebar.
"Setuju. Kalua begitu mari buka peti kacanya."
Mereka semua akhirnya hanya bisa melihat Chinmi yang membuka kotak kaca tersebut untuk memegang Cakram Matahari.
Setalah sedikit terbuka tiba-tiba saja hawa yang begitu panas dan kuat segera merembes keluar dan membuat ruangan tersebut semakin panas.
__ADS_1