PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Dewa yang sesungguhnya


__ADS_3

Huo Lang bergerak melebihi kecepatan kilat memyerang ke arah Ho Chen, dia melepaskan serangan tapak yang sudah merah menyala dan juga panas.


Booom!!!


Ho Chen tenyata sudah berpindah tempat dan berada tepat di belakang Huo Lang, sedangkan serangan tapaknya meleset, namun serangan tapak tersebut ternyata melepaskan energi yang menghancurkan Gunung paling tinggi di wilayah tersebut.


Qiao Ho menelan ludah melihat gunung besar dan tinggi yang sudah tidak lagi membeku kini menghilang karena hancur.


Nama sekte Gunung Es diambil dari nama gunung tersebut, dan kini gunung yang sudah lama berdiri di sana kini sudah rata, dan yang tersisa hanyalah butiran-butiran es halus dan debu panas yang kini menghujani wilayah Sekte Gunung Es akibat ledakan gunung tersebut.


Seluruh penghuni di dalam sekte Gunung Es panik bukan main, getaran dan guncangan akibat ledakan tersebut terasa kedalam bangunan, padahal Wang Dunrui, Feng Ying dan Hanzi sudah memasang perisai terkuat mereka, namun efek ledakan masih terasa hingga kedalam bangunan.


"Jika aku meladeninya di sini, bisa-bisa dunia ini akan hancur!" gumam Ho Chen.


Huo berbalik dan berniat memberikan serangan berikutnya kepada Ho Chen, namun Huo Lang kalah cepat karena Ho Chen lebih dulu menangkap telapak tangan Huo Lang.


Suara gemericis terdengar dari tangan Ho Chen dan juga Huo Lang, itu karena pertemuan energi Es di telapak tangan Ho Chen bersentuhan dengan energi api.


"Mari kita lanjutkan di tempat lain saja," kata Ho Chen kemudian dia berpidah tempat membawa Huo Lang pergi dengan menggunakan Sihir Ruang Waktu.


Ho Chen sadar jika kekuatan perisai saja tidak cukup untuk melindungi kekaisaran Yun, bahkan seluruh dunianya akan hancur karena lawannya bukanlah lawan biasa.


Huo Lang terkejut setelah melihat jika dirinya dan Ho Chen ternyata berada di luar alam semesta, "Kamu bilang kamu murid Cao Yuan? Apakah kamu yang pernah di hadapi oleh Ye Shi?" tanya Huo Lang setelah berhasil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ho Chen.


"Ye Shi? Owh iya singa hitam itu? Aku hampir berhasil membunuhnya, namun sayang dia berhasil lolos," kata Ho Chen.


Huo Lang kini mulai ragu, dia tidak menduga akan bertemu dengan manusia yang pernah membuat Ye Shi hampir mati, dan dia juga tidak menduga jika Galaxi Pusaran Cincin tenyata tempat manusia yang seharusnya dia hindari.

__ADS_1


"Aku tidak selemah singa hangus itu," kata Huo Lang berusaha untuk percaya diri jika dirinya mampu untuk mengalahkan Ho Chen, walau sebenarnya dia tidak 100 persen yakin.


"Emm... Itu bisa kita lihat nanti!" kata Ho Chen dengan tersenyum lebar.


Huo Lang dengan terpaksa mengeluarkan seluruh energi yang ia miliki. Tubuh Huo Lang mulai diselimuti cahaya merah menyala. Cahaya tersebut kemudian berubah menjadi sebuah cairan lava yang sangat panas dan membentuk bola.


Tubuh Huo Lang tertutup oleh bola lava yang semakin lama menjadi sangat terang seperti cahaya sinar matahari, bahkan cahayanya menyinari planet-planet di sana.


Tubuh Ho Chen juga mulai ditutupi cahaya putih. Cahaya tersebut kemudian berubah menjadi bola Es dan menutupi tubuh Ho Chen.


Hawa panas dan dingin saling berbenturan sehingga membuat gelombang energi yang mampu mengguncang planet-planet yang terdekat.


Secara bersamaan Bola energi dari keduanya retak dan kemudian pecah. Kini tubuh Huo Lang berubah sepenuhnya. Bulu-bulu yang ada di tubuhnya semuanya menyala merah dan juga panas.


Tubuh Ho Chen sendiri tidak berubah, namun hanya rambutnya saja yang berubah putih. Perubahan pada warna rambut Ho Chen menandakan tingkatan kekuatan milik Ho Chen sekaligus menjelaskan jika sebenarnya Ho Chen berumur sangat tua, namun tubuh dan wajahnya saja yang tidak berubah dan terlihat masih seperti berumur 25 tahunan.


"Kau juga berada di Tingkat Dewa Langit?" Huo Lang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya setelah melihat Ho Chen yang ternyata memiliki kekuatan yang sama dengannya.


"Dalam mimpimu!" kata Huo Lang kemudian mulai menyerang Ho Chen.


Ho Chen menyambut serangan Huo Lang dan mereka berdua saling menyerang dan bertahan. Pertarungan keduanya membuat banyak gunung-gunung yang ada di berbagai planet meledak.


Andai dia bertarung di galaxi nya sendiri, pastinya gunung-gunung di dunianya, bahkan bisa membunuh semua mahluk yang berada disana.


"Rasakanlah ini..!" seru Huo Lang kemudian melepaskan sihir elemen lava yang sangat besar dan banyak menyembur kearah Ho Chen.


Ho Chen membalasnya dengan menggunakan Sihir Es nya untuk menahan semburan lava tersebut. Melihat sihirnya bisa ditahan dengan mudah oleh Ho Chen, Huo Lang langsung maju kembali dan menyerang dengan pukulannya.

__ADS_1


Ho Chen sendiri menghindar dengan cara berpindah tempat dan muncul di atas Huo Lang, Ho Chen memberikan serangan tendangan ke arah kepala Huo Lang, Namun Huo Lang menahannya dengan cepat.


keduanya kembali bertukar serangan fisik. Serangan Fisik dari pukulan dan tendangan mereka membuat daya kejut yang luar bahkan memindahkan satu planet dari orbitnya.


"Kamu pikir akan bisa mengalahkan aku dengan mudah?"


Huo Lang mengarahkan kedua telapak tangganya ke depan, setelah itu muncul telapak tangan lain yang lebih besar, dan telapak tangan tersebut terbuat dari lava.


Telapak Tangan tersebut bergerak ke arah Ho Chen dan berniat menangkap tubuh Ho Chen, "Lambat..!" kata Ho Chen kemudian dia meniup telapak tangan tersebut sehingga telapak tangan yang terbuat dari lava membeku.


"Sepertinya sudah cukup pemanasan nya, bagaimana kalau kita lebih serius lagi?" kata Ho Chen setelah membekukan telapak tangan tersebut.


"Sepertinya kamu menyadari juga jika aku sebenarnya belum menggunakan kekuatan penuh! Baiklah, akan aku tunjukkan padamu akan seperti apa kekuatan ku ini," kata Huo Lang kemudian menarik energi matahari ke tubuhnya.


"Pertarungan sesungguhnya baru akan dimulai, jadi keluarkan seluruh kekuatan mu itu," kata Ho Chen yang juga mulai meningkatkan kekuatannya.


Huo Lang tidak menyadari jika tubuh Ho Chen mulai mengeluarkan cahaya berwarna putih kebiruan, cahaya itu adalah gabungan dari Aura Raja dan Aura Kaisar.


Kini di belakang kepala Ho Chen muncul lingkaran berwarna emas dengan memiliki beberapa bentuk runcing menyerupai tombak, setelah itu lingkaran tersebut menyatu dengan tubuh Ho Chen sehingga membentuk garis-garis lurus dari kepala hingga kaki, dan sebagian lingkaran tersebut menutupi kepala Ho Chen membentuk seperti sebuah mahkota emas.


Kini Aura Raja yang berwarna putih dan Aura Kaisar yang berwarna biru bersatu dengan aura berwarna emas.


Huo Lang yang sedang fokus menyerap api dari matahari terkejut setelah melihat kekuatan Ho Chen yang meningkat dengan sangat pesat.


"Ke-kekuatan Dewa Agung..! Bagaimana mungkin dia sudah mencapai kekuatan Dewa Agung?"


Kekuatan Dewa Agung hanya bisa dimiliki oleh para Dewa yang sesungguhnya. Jendral Dewa Perang Cao Yuan sendiri juga berada di Tingkat Dewa Agung, bisa dikatakan jika kekuatan Ho Chen tidak ada bedanya dengan Dewa yang sesungguhnya.

__ADS_1


Kekuatan Dewa Agung juga masih termasuk kekuatan Dewa Abadi, namun tingkatannya yang beda. Selain dari tingkat kekuatan Dewa Agung, masih ada kekuatan yang lebih tinggi dari itu, dan Ho Chen belum mengetahui apa tingkatan kekuatan Dewa setelah kekuatan Dewa Agung.


"Mari kita lanjutkan!" kata Ho Chen, namun suaranya membuat seluruh alam semesta bergetar, bahkan getarannya sampai terasa ke galaxi pusaran cincin.


__ADS_2