
Zhao Ma mempersilahkan mereka semua untuk masuk, sebelum mengobrol Yue Yin sudah lebih dulu bertanya sesuatu kepada Zhao Ma.
"Tuan, apakah disini ada air?"
Zhao Ma bingung maksud dari perkataan Yue Yin kemudian dia menjawab, "Maaf sebentar lagi istri saya akan segera mengantarkan air minumnya," kata Zhao Ma.
"Bu-bukan itu Tuan, maksud saya air untuk mandi!" kata Yue Yin dengan nada malu-malu.
Xuao Lan dan yang lainnya melotot kepada Yue Yin, sedangkan Zhao Ma tersedat ludahnya sendiri.
"Maaf atas kekeliruanku nona muda! Jika air untuk mandi tentu saja ada," kata Zhao Ma kemudian memanggil istrinya.
"Ini istriku namanya Shio Mei."
Shio Mei memberi salam kepada mereka semua setelah itu Zhao Ma meminta Shio Mei untuk mengatarkan Yue Yin pergi ke belakang untuk mandi.
Yue Yin sangat senang dan ber terimakasih kepada Zhao Ma dan kemudia mengikuti Shio Mei kebelakang untuk mandi. Yue Yin juga mengajak Yue Rong, karena dia tahu jika Yue Rong pasti juga ingin mandi.
Yue Rong dan Yue Yin akhirnya mengikuti Shio Mei kebelakang, sedangkan Xuao Lan dan yang lainnya duduk bersama Zhao Ma dengan perasaan malu.
"Maaf tuan Shio, sebenarnya apa yang terjadi dengan penduduk desa ini? Kenapa mereka semua terlihat ketakutan ketika melihat kami?" tanya Xuao Lan.
"Pendekar Xuao, Desa kami sedang dijarah oleh segerombolan perampok..."
Zhao Ma menceritakan semua kejadian yang menimpa desanya dan juga para penduduknya hingga akhirnya terbitnya Low Gwo.
"Lihatlah anak muda itu, dia adalah anak Low Gwo, Setahun yang lalu ibunya mati dibunuh oleh para perampok itu karena berusaha melawan saat uangnya dirampas oleh mereka, dan lima hari yang lalu ayahnya juga akhirnya mati ditangan mereka," kata Zhao Ma.
Mereka semua memandang ke arah Low Shan yang sedang duduk dibawah pohon kecil sendirian. mereka merasa iba melihat Low Shan yang terlihat seperti terguncang akibat kehilangan ayahnya.
Xuao Lan sendiri teringat masa kecilnya, dia merasa Low Shan hampir senasib dengannya walau berbeda cerita.
__ADS_1
"Bukankah mereka bilang akan kembali seminggu lagi, kapan kira-kira mereka akan datang tuan Zhao?" tanya Chinmi.
"Em seharusnya mereka akan datang lusa," kata Zhao Ma, namun hatinya merasa senang dan berharap Xuao Lan mau tinggal untuk membantu desanya sekaligus penduduknya agar bisa terbebas dari para perampok tersebut.
"Tuan Zhao, kenapa anda tidak meminta bantuan kepada pihak kerajaan Angin Selatan?" tanya Xuao Lan.
Zhao Ma tersenyum kecut kemudian menjawabnya, "Kami ingin sekali pergi kesana untuk melapor, namun mereka semua akan menangkap siapa saja yang berani keluar.
"Saya mengerti tuan Zhao, terimakasih atas semua informasinya," kata Xuao Lan.
"Sama-sama! Owh iya pendekar, apakah pendekar berencana menginap disini?" tanya Zhao Ma dengan penuh harap.
"Rencananya begitu, namun sepertinya dengan situasi sekarang ini penginapan di desa ini pasti tidak akan menerima kedatangan kami untuk menginap," kata Xuao Lan dengan menggelengkan kepala pelan.
"Kalau begitu bagaimana jika kalian menginap dirumahku dulu?" kata Zhao Ma.
"Maaf tuan Zhao, kami hargai niat baik Tuan Zhao," kata Xuao Lan.
Mereka diberikan 3 kamar, Zhao Memiliki 4 kamar, dan salah satunya di tempati oleh Low Shan. Sekarang mereka bisa bernafas dengan lega karena bisa istirahat sejenak namun pikiran Xuao Lan dan Chinmi sangat terganggu oleh masalah yang menimpa desa.
Yue Rong dan Yue Yin yang sudah selesai membersihkan diri merasa sangat segar, mereka menuju ke kamar yang telah di persiapkan oleh Zhao Ma.
Alasan Zhao Ma meminta mereka karena berharap agar mereka bisa membantu masalah desa mengingat mereka adalah para pendekar dan yang paling mencolok adalah Xuao Lan dan Yue Rong.
Mereka semua berkumpul untuk membahas rencana berikutnya untuk pergi ke Kerajaan Es Utara, namun sebelum membahas semua itu, Xuao Lan menceritakan situasi desa yang sedang terancam oleh para perampok kepada Yue Rong.
"Senior Xuao..!" Chinmi menatap Xuao Lan dengan maksud lain.
Xuao Lan mengerti akan maksud Chinmi kemudian segera berkata, "Andai situasiku saat ini bukan karena misi, aku dengan sangat senang hati membantu desa ini, namun sekarang aku harus memprioritaskan tugasku, jadi maaf Chinmi sepertinya aku tidak bisa membantu."
Chinmi menunduk lesu, bukan tanpa alasan. Saat ini banyak para penduduk desa yang ketakutan di tambah lagi para perampok itu akan kembali dan mengancam akan mengambil anak-anak gadis desa untuk dibawa sebagai ganti pembayaran upeti.
__ADS_1
"Senior Xuao, nilai keselamatan manusia lebih berharga dari pada pertandingan itu, kita sudah terlanjur mengetahui masalah ini, dan sepertinya Tuan Zhao berharap kita mengulurkan bantuan kepada desanya," kata Chinmi.
Xuao Lan sedikit kaget mendengar Chinmi berkata seperti orang yang sudah dewasa, padahal umurnya baru hampir 13 tahun, namun cara pikirnya seperti anak yang sudah berumur 15 sampai 16 tahun.
Memang benar Chinmi hampir 13 tahun, namun jika dihitung dari Dunia Hewan Iblis berada, seharusnya Chinmi sudah lewat dari 13 tahun, hanya waktu di dunianya saja yang lambat.
"Aku mengerti Chinmi, namun jika kita menunda keberangkatan kita besok, maka kita akan terlambat tiba di Kerajaan Es Utara, aku harap kamu mengerti akan posisiku saat ini," kata Xuao Lan.
Xuao Lan tidak mau disalahkan karena terlambat datang ke Kerajaan Es Utara, bisa-bisa Xian Fai dan yang lainnya tidak bisa mengikuti pertandingan dan jika begitu siapa yang akan dipersalahkan?
Yue Rong juga sependapat dengan Xuao Lan, dia juga tidak mau disalahkan oleh Ji Long karena masalah desa orang lain sehingga membuat Chinmi merapatkan giginya.
"Baiklah, kalian adalah orang yang ditugaskan secara resmi oleh ketua Ji, sedangkan aku tidak ada ikatan akan semua itu. Kalian bisa pergi lebih dulu besok, aku akan tinggal disini menunggu para perampok itu datang, dan jika sudah selesai urusan disini aku akan menyusul," kata Chinmi kemudian bangkit dan meninggalkan mereka semua.
Xian Fai membuka tutup mulutnya ingin mengatakan sesuatu namun membatalkannya dan hanya melihat Chinmi yang meninggalkan ruangan.
"Saudara Chinmi tunggu," Lian Cao menyusul Chinmi kemudian disusul oleh Yue Yin.
"Senior Xuao, bagaimana? Apa kita akan tetap pergi besok?" tanya Yue Rong kepada Xuao Lan sedangkan Xian Fai segera bangkit dan pergi ke kamarnya.
"Aku juga tidak tahu! Di satu sisi ini adalah tugas, disisi lain ini menyangkut nyawa orang! Seperti yang sudah aku katakan aku akan tetap menyelesaikan tugasku ini, dan jika Chinmi tidak mau ikut maka kita akan meninggalkannya."
Yue Rong ingin menolak itu, dia tidak mau meninggalkan Chinmi begitu saja apa lagi menempatkan Chinmi dalam bahaya, jika terjadi sesuatu kepada Chinmi, Yue Rong tidak bisa membayangkan bagaimana dia harus menjelaskannya kepada Li Fang.
"Anak itu terlalu memperdulikan orang lain tanpa mengetahui batas kekuatannya," kata Xuao Lan.
"Senior maaf, besok bawalah anak-anak pergi, biarkan aku disini menemani Chinmi."
Xuao Lan kaget mendengar keputusan Yue Rong, dia sama sekali tidak menduga jika Yue Rong akan berubah pikiran.
"Baiklah, kita lihat saja besok!" kata Xuao Lan dengan menghela nafas panjang membuat Yue Rong kebingungan dan merekapun kembali ke kamar masing-masing, sedangkan Chinmi duduk didepan rumah seorang diri.
__ADS_1