PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
rencana keempat Mahluk


__ADS_3

Ho Chen dan Singa Hitam masih saling baku serang, pukulan serta tendangan saling berbenturan. Mereka berpindah-pindah tempat, kadang bertarung di batu meteor hingga membuat batu meteor yang besar itu hancur kemudian pindah lagi tempat yang lainnya.


Ho Chen berhasil memukul wajah Singa Hitam dengan sangat keras, namun Singa Hitam juga berhasil memberikan tendangan yang sama kuatnya ke perut Ho Chen sehingga mereka berdua sama-sama terpental jauh namun segera kembali dan saling menyerang kembali.


Sesekali Ho Chen melepaskan kekuatan Sihir berbagai Elemen yang dibalas dengan energi petir oleh Singa Hitam.


Singa Hitam kembali melepaskan Petir yang lebih besar, kali ini petir tersebut berwarna Ungu.


Melihat petir ungu yang mengarah padanya, Ho Chen juga melepaskan Petir yang sama besarnya namun berwarna Putih.


Bomm!! Bomm!! Bommm!!!


Ledakan demi ledakan terus terjadi bahkan suara dan dorongan ledakannya menggetarkan sabagian Alam Semesta.


Nafas Ho Chen dan Singa Hitam sama-sama mulai tidak teratur, mereka berdua sama-sama terlihat lelah namun tidak satupun dari mereka berdua yang mau mundur karena kekuatan mereka berdua masih berimbang.


Mereka sama-sama berhenti menyerang untuk mengatur nafas mereka yang tidak teratur, namun cahaya energi ditubuh mereka masih sama terangnya.


"Hebat kamu manusia, sampai sejauh ini kamu masih bisa mengimbangiku, bahkan dengan tubuh baruku sekalipun kamu masih sanggup untuk melawanku, aku yakin ini bukan hanya karena kamu mendapatkan kekuatan tambahan dari mereka bertiga bukan?" kata Singa Hitam sembari mengatur kembali pernapasannya.


Ho Chen memandang Singa Hitam dengan tersenyum tipis, "Menurutmu bagaimana? Apa kamu masih sanggup untuk bertarung denganku?" kata Ho Chen kemudian kembali maju menyerang Singa Hitam.


"Jangan meremehkanku!" kata Singa Hitam kemudian menyambut serangan Ho Chen.


Andai Mereka bertarung di dunia yang ada kehidupan seperti manusianya, maka tidak bisa dibayangkan akan seperti apa kerusakannya atau mungkin juga dunia tersebut akan hancur bahkan bisa lenyap akibat pertarungan mereka berdua.


"Sihir Air Naga Air."


"Teknik Kristal-Es Abadi."


Ho Chen melepaskan sihir elemen airnya disertai dengan Teknik Kristal Es Abadi yang di milikinya.


Groaarrr!!!


Naga Air raksasa meraung dengan keras kemudian menyerang Singa Hitam dengan semburan air yang sangat banyak disertai dengan lilitan kurungan agar Singa Hitam tidak bisa keluar.


Tubuh Singa Hitam basah akibat semburan air tersebut kemudian Ho Chen membekukannya sehingga tubuh Singa Hitam tidak bisa bergerak.

__ADS_1


"Serangan kecil seperti ini tidak akan mempan kapadaku..!" kata Singa Hitam kemudian melepaskan energi Petir yang cukup banyak untuk menghancurkan Es yang membekukan dirinya.


Namun Singa Hitam tidak sadar jika Air itu tidak bisa terkena Petir, karena bagaimanapun petir adalah elemen listrik namun kekuatannya lebih besar dari listrik, terlebih lagi petir adalah evolusi dari api yang akan berpengaruh jika bertemu dengan air.


Arghhh!!!


Singa Hitam berteriak keras setelah terkena serangannya sendiri, es yang membekukan dirinya bukannya hancur justru semakin kokoh, karena Es tersebut tidak akan bisa dihancurkan.


Es Abadi mungkin bisa dihancurkan jika Ho Chen menggunakan sedikit energinya, namun kali ini energi yang digunakan oleh Ho Chen sangat besar.


Lagi pula Ho Chen memang berencana akan menggunakannya ketika kekauatan Singa Hitam sudah mulai berkurang, karena dia tahu sebesar-besarnya kekuatan Singa Hitam pasti ada batasannya juga.


"Berakhir sudah Singa Hitam," kata Ho Chen kemudian membuat Toya panjang dengan menggunakan Sihir Logamnya.


"Tunggu jangan bunuh aku, aku akan memberitahukan rahasia yang selama ini kalian tidak tahu!" kata Singa Hitam mencari cara agar Ho Chen tidak membunuhnya.


"Aku tidak peduli akan semua alasanmu!" kata Ho Chen kemudian bersiap untuk memenggal kepala Singa Hitam.


"Tunggu Chen'er jangan bunuh dia!" Yinfei dan yang lainnya sudah berada di samping Ho Chen yang sudah bersiap untuk menghabisinya.


"Ada apa lagi senior? Jika kita tidak membunuhnya sekarang nantinya dia akan kembali membuat masalah yang lebih besar lagi," kata Ho Chen yang merasa heran kepada Yinfei.


"Katakan padaku, apa yang kamu maksud ini semua adalah rencana kalian?" kata Yinfei kepada Singa Hitam yang masih tidak bisa bergerak.


Singa Hitam mengangguk, "Baiklah akan aku katakan, namun lepaskan aku dulu nanti aku pasti akan mengatakannya."


"Kamu tidak sedang dalam posisi tawar menawar denganku, aku tidak peduli kamu mau cerita atau tidak, bagiku kamu tetap akan aku bunuh, itupun jika kamu menolak untuk mengatakannya," kata Ho Chen mengarahkan pedangnya ke leher Singa Hitam.


Singa Hitam menatap Ho Chen dalam diam, tidak terlihat ada rasa takut di wajahnya walau Ho Chen sudah memberi ancaman.


"Baiklah aku mengaku kalah dan akan mengatakannya!" kata Singa Hitam namun secara perlahan-lahan dia melakukan sesuatu yang tidak disadari oleh mereka semua.


"Kami memang sengaja untuk mengalah agar kalian bisa menyegel kami berempat..!"


Singa Hitam mulai menjelaskan semuanya jika semua yang sudah terjadi dari awal memang sudah direncanakan.


Membuat segel membutuhkan energi yang sangat besar. Apa lagi jika energi dari lima orang pendekar yang berkekuatan dewa.

__ADS_1


Secara tidak langsung mereka sengaja membuat diri mereka tersegel agar bisa meditasi di dalam segel sambil menyerap energi segel itu sendiri agar mereka bisa memiliki tubuh yang lebih sempurna seperti tubuh Sang Singa Hitam.


Yang lebih kuat di antara mereka berempat tentu saja Naga Batu Meteor begitulah Yinfei dan yang lainnya menyebutnya. Naga batu meteor memiliki kekuatan lebih tinggi setelah menyerap dia orang pendekar yang memiliki kekuatan Dewa, namun di bagian ini Singa Hitam tidak menceritakannya.


"Jadi semua ini semua sudah kalian renacakan?" tanya Yinfei yang tidak habis pikir jika dia dan yang lainnya sudah tertipu oleh rencana keempat mahluk tersebut.


"Benar, sekarang bukan hanya aku saja yang sudah keluar dari segel, namun semuanya sudah berhasil keluar dan tubuh mereka sudah bertransformasi seperti aku!"


Yinfei dan yang lainnya menahan nafas setelah Singa Hitam mengatakan jika ketiga Mahluk lainnya sudah berhasil keluar bahkan sudah bertransformasi.


Singa Hitam tersenyum lebar melihat mereka yang terlihat lengah karena tidak menyadari akan apa yang di lakukan olehnya.


Xi Liyi dan Ho Chen mengerutkan dahi setelah melihat senyuman dari wajah Singa Hitam yang dipenuhi dengan bulu dan hidungnya yang sedikit berwarna merah itu.


"Tunggu, dia merencanakan sesuatu!" kata Xi Liyi.


"Sialan..!"


Ho Chen menebas pedangnya dengan sangat cepat ke leher Singa Hitam namun terlambat karena tiba-tiba sebuah lubang hitam muncul dibawah Singa Hitam dan menghisapnya dengan sangat cepat.


"Hahaha..! Manusia aku akan mengingatmu dan lain kali aku akan membalasmu," suara Singa Hitam menghilang bersamaan dengan menghilangnya lubang hitam tersebut.


Ho Chen mengaktifkan mata dewanya untuk mencari keberadaan Singa Hitam namun tidak berhasil menemukannya.


"Maaf Chen'er karena diriku Singa itu berhasil lolos!" kata Yinfei dengan wajah merasa bersalah.


Andai dirinya mendengarkan perkataan Ho Chen tentunya Singa Hitam pasti sudah mati, sekarang usaha Ho Chen mengalahkannya jadi sia-sia.


"Sudahlah lagi pula dia sudah pergi dan kita tidak usah menyesali akan apa yang sudah terjadi," kata Ho Chen namun terlihat sedikit kesal.


"Ho Chen, andai salah satu dari mereka muncul lagi saat ini, apa kamu masih sanggup untuk melawannya?" tanya Jendral Lang Yu yang sejak tadi hanya memperhatikan Ho Chen.


"Tidak Jendral, saat ini aku sudah mencapai batas kekuatanku," jawab Ho Chen kemudian menoleh kearah Yinfei.


Senior bagaimana dengan pencarian orang yang akan memiliki kekuatan dewa berikutnya, apakah senior sudah menemukannya?" tanya Ho Chen.


"Aku sudah menemuinya," Xi Liyi justru yang menjawabnya.

__ADS_1




__ADS_2