PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertempuran Terbesar 5


__ADS_3

***


"Situasinya semakin gawat saja!" suara Toya Emas tiba-tiba saja berbicara kembali kepada Lang Yu.


Lang Yu kini berhenti membantai para pasukan dari Sungai Darah, dia menatap kearah sosok pemuda yang sedang melayang di udara yang masih menatap kearah Qie Yin.


"Gawat? Situasi mana yang kamu bilang semakin gawat?" tanya Lang Yu.


"Lang Yu dengarkan aku baik-baik!"


Roh Toya mulai menjelaskan akan sosok pemuda tersebut kepada Lang Yu, sosok tersebut tidak semuda yang terlihat karena umurnya sangat tua, bahkan lebih tua dari Yinfei.


Lang Yu menjelaskan jika sosok tersebut adalah salah satu dari 20 Pengawal Kaisar Kegelapan, dan yang dia adalah Pengawal yang memiliki kekuatan terlemah dari semua pengawal yang ada.


Walau berada di posisi ke 20, namun kekuatan tidak bisa di anggap remeh, bahkan jika Yinfei, Xi Liyi, Lio Long, Chinmi, dan Ho Chen bekerja sama sekalipun masih belum cukup untuk mengalahkan nya.


Tentu saja Toya Emas mejelaskan jika sosok tersebut di juluki Setan Api Hitam, dan wujud yang sesungguhnya bukanlah manusia seperti yang terlihat.


Lang Yu mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Toya Emas, dia juga baru mendengar jika ada sosok seperti Kaisar Kegelapan yang kekuatannya sama dengan para Buddha.


"Kalau dia memang sekuat itu, bagaimana cara menghadapinya?" tanya Lang Yu.


Hanzi yang berada di dekat Lang Yu juga memperhatikan Setan Api Hitam yang kini mulai turun secara perlahan kearah Qie Yin.


"Kita harus berkumpul dengan yang lainnya!" kata Hanzi kemudian dia melesat menuju kearah Qie Yin, terlihat juga Chinmi, Ho Chen, Xi Liyi, Lio Long dan Yinfei yang juga pergi kesana.


Lang Yu juga ikut menyusul Hanzi, namun dia masih mendengarkan penjelasan Roh Toya yang menjelaskan bagaimana cara agar bisa mengalahkan Setan Api Hitam.


"Apa rencanamu ini akan berhasil?" tanya Lang Yu.


"Jangan khawatir, aku yakin pasti berhasil!Selama tidak ada Pengawal yang lain, maka semuanya pasti akan berjalan dengan lancar," jawab Roh Toya.


"Kalau begitu kita harus secepatnya berbicara padanya!" kata Lang Yu yang mempercepat terbangnya.


"Nanti biar aku sendiri yang menjelaskan semuanya padanya, aku yakin dia akan setuju!" kata Roh Toya.


Lang Yu mengangguk setuju, setelah mengetahui akan siapa sosok tersebut, kini Lang Yu berpikir jika dirinya dan ke-lima Dewa Abadi bersama dengan Hanzi tidak lebih dari sekedar seekor semut di hadapan Setan Api Hitam.


Lang Yu dan Hanzi secara bersamaan tiba di tempat Qie Yin berada, dia segera menghampiri semuanya kemudian dia menyampaikan akan siapa sosok tersebut.


***


"Dia salah satu dari 20 Pengawal Kaisar Kegelapan?" tanya Chinmi dan yang lainnya.


Chinmi tidak menduga jika perkataan She Long akan Kaisar Kegelapan adalah benar, dan informasi akan ke dua puluh Pengawal Kaisar Kegelapan ternyata juga benar-benar ada.


"Apakah dia memang sekuat itu?" tanya Yinfei sedangkan Qie Yin masih berusaha menahan diri dari tekanan tatapan si Setan Api Hitam.


Sao Lao Cin kini mulai menginjakkan kakinya ketanah. Ketika kakinya menyentuh tanah, tanah yang di pijaknya langsung merekah seperti lumpur yang mengering.


Sao Lao Cin menatap Chinmi, Ho Chen, Yinfei, Lio Long, Hanzi, Xi Liyi dan Lang Yu secara bergantian.


"Aku pikir kalian masih bertarung dengan Naga bodoh yang sombong itu, namun ternyata kalian mampu mengalahkan nya sehingga sekarang semua rencanaku jadi gagal," kata Sao Lao Cin yang terlihat masih tenang-tenang saja.


Semuanya segera siaga karena khawatir jika Setan Api Hitam menyerang mereka secara mendadak.


"Em... Menarik! Apakah kalian yakin ingin melawanku?" tanya Sao Lao Cin yang meletakan kedua tangannya kebelakang.


Sudah lama Sao Lao Cin berada di dunia tersebut, dia sudah berpindah-pindah tempat di berbagai dunia lain, dia mengikuti di mana setiap kali reinkarnasi An Hei Ling di lahirkan.


Namun dari semua ke kehidupan yang di jalani oleh An Hei Ling, hanya ini yang di tunggu-tunggu oleh Sao Lao Cin.


Di berbagai kehidupan reinkarnasi An Hei Ling, tidak satupun salah satu dari mereka yang berhasil memiliki kekuatan Dewi Kegelapan.


Namun di reinkarnasi yang terakhir ini, An Hei Ling berhasil memiliki kekuatan nya kembali sehingga tugas Sao Lao Cin yang di perintahkan oleh Kaisar Kegelapan untuk membawa An Hei Ling kembali setelah mendapatkan kembali Kekuatan Dewi Kegelapan bisa diselesaikan.


Sungai Darah sendiri sebenarnya di kendalikan oleh Sao Lao Cin, dia adalah perencana utama untuk menyerang Benua Daratan Tengah.


Sama seperti Kaisar Kegelapan, dia juga membentuk 20 Pendekar pilihan dengan meminta Dewa Penghancur untuk mengumpulkan ke 20 Pendekar tersebut.


"Biar aku lihat apakah dia memang sekuat seperti yang Lang Yu katakan!" kata Lio Long kemudian dia maju untuk membuktikan kebenaran dari penjelasan Lang Yu.


Lio Long melesat dengan kepalan tangan kanan yang sudah mengeluarkan aura emas, dia berniat memukul Sao Lao Cin dengan kecepatan terbaiknya.


Sao Lao Cin sama sekali tidak menghindar serangan tersebut, dia tetap berdiri dengan ke-dua tangan masih berada di belakang pinggangnya.

__ADS_1


Lio Long berhasil mendaratkan pukulannya ke tubuh Sao Lao Cin, namun begitu bersentuhan dengan tubuh Sao Lao Cin, tiba-tiba saja pukulannya menembus tubuhnya.


Tubuh Lio Long juga menabrak tubuh Sao Lao Cin namun seperti semula, tubuh Sao Lao Cin seperti sebuah bayangan.


Lio Long kini berhenti agak jauh di belakang Sao Lao Cin, dia ingin berbalik menyerang kembali, namun tiba-tiba ada sesuatu yang tak terlihat mengenai tubuhnya.


"Senior Lio...!"


Chinmi, Ho Chen, Qie Yin, Yinfei, Xi Liyi, Hanzi dan Lang Yu terkejut saat Lio Long terlihat babak belur tanpa ada yang mengetahui akan apa yang terjadi padanya.


Tidak lama kemudian Lio Long jatuh dalam posisi berlutut. Sebuah ledakan besar di tempat Lio Long segera terjadi saat Lio Long jatuh dalam posisi berlututnya.


Ledakannya tersebut membuat seperempat pasukan yang ada di sana langsung lenyap, baik itu dari pasukan Sungai Darah, maupun pasukan dari gabungan tiga kerajaan dan juga Sekte.


Semua pasukan yang masih bertempur segera menjauh dan menghentikan pertempuran mereka, terlebih lagi dorongan dari daya kejut yang mampu menghempaskan ratusan Prajurit yang lain membuat mereka semua semakin ketakutan.


Langit seketika itu juga langsung menjadi sangat gelap akibat kepulan asap hitam. Di tempat bekas dari ledakan tersebut membuat lubang yang sangat besar, dan tanah juga banyak yang retak dan juag lebar.


Lio Long terlihat terbaring di bekas ledakan tersebut, sedang Ho Chen dan yang lainnya segera pergi ke arah Lio Long untuk menolongnya.


Chinmi dan Qie Yin juag ingin pergi menyusul nya, namun Lang Yu menahannya agar tidak pergi, terutama Chinmi, "Ada yang ingin berbicara dengan mu!" kata Lang Yu kemudian dia menyerahkan tongkat Toya Emas nya kepada Chinmi.


Chinmi sempat kebingungan melihat Lang Yu menyerahkan Toya nya, "Apa ini senior? Kenapa Senior memberikan pusaka senior padaku?" tanya Chinmi namun belum menerima Toya tersebut.


"Peganglah nanti kamu akan mengetahuinya sendiri!" kata Lang Yu kemudian dia menatap kearah Qie Yin yang sama kebingungan seperti Chinmi.


"Nona Yin, sebaiknya Nona di sini saja! Sosok itu pasti akan menangkap Nona jika Nona tidak waspada!" kata Lang Yu.


Qie Yin terdiam sejenak sambil menatap kearah Lio Long yang sudah bangkit kembali setelah di tolong oleh Ho Chen dan yang lainnya, setelah itu dia menatap Sao Lao Cin lagi.


"Sebenarnya apa yang ia inginkan dariku?" batin Qie Yin kemudian dia menatap kearah Chinmi yang kini terdiam seperti patung.


"Kau tidak perlu menghawatirkan nya anak muda, walau Setan Api Hitam sangat kuat, namun temanmu yang tua itu tidak akan mati hanya karena serangan itu!" kata Roh Toya yang hanya di dengar oleh Chinmi.


"Kau..? Apakah kau adalah Roh Pusaka?" tanya Chinmi dengan pikiran nya.


"Benar sekali! Aku ini adalah Roh Pusaka, aku sengaja meminta Lang Yu untuk bisa berbicara padamu!" kata Roh Toya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku?" tanya lagi Chinmi.


"Kamu mengetahui caranya? Kalau begitu cepat beritahu aku!"


"Tentu saja! Dengarkan aku baik-baik!" kata Roh Toya kemudian dia mulai menjelaskan kepada Chinmi akan bagaimana cara mengalahkan Sao Lao Cin.


***


"Lio Long...!"


Yinfei segera membantu Lio Long, dia bisa melihat kondisi Lio Long yang terluka sangat parah.


Ho Chen, Hanzi dan Xi Liyi juga ikut membantunya, mereka tidak menduga jika Lio Long bisa terluka parah dalam waktu singkat, padahal Sao Lao Cin tidak terlihat berbuat apa-apa padanya.


"Kalian tidak perlu menghawatirkan ku, aku bisa memulihkan diri dengan cepat! Sekarang kalian harus fokus padanya, seperti yang di katakan oleh Lang Yu, dia itu memiliki kekuatan yang misterius" kata Lio Long kemudian dia mengalirkan energi keseluruh tubuh nya untuk memulihkan diri.


"Bagiamana kalau kita serang dia secara bersama-sama?" kata Xi Liyi.


"Aku tidak yakin akan berhasil, namun dari pada kita tidak melakukan apa-apa, sebaiknya kita segera menyerang nya, dan pastikan jangan sampai dia berhasil mendapatkan Qie Yin!" kata Lio Long.


"Ayo kita lakukan sekarang!" ajak Yinfei.


Ho Chen, Xi Liyi dan Hanzi segera berpencar dan diikuti oleh Yinfei. Lio Long yang baru memulihkan setengah kondisinya juga kembali bergerak.


Mereka berlima segera berdiri di lima sudut yang berbeda sedangkan Sao Lao Cin terlihat sengat tenang.


"Ayo manusia berkekuatan Dewa, kerahkan semua kekuatan kalian!" kata Sao Lao Cin.


Ho Chen dan yang lainnya segera melepaskan energi mereka secara bersamaan Guncangan dan getaran hebat segera terasa dan tanah-tanah mulai terlihat retak.


Angin yang berhembus sangat dahsyat memporak-porandakan seluruh bangunan ke-empat Kerajaan dan juga menumbangkan banyak pohon yang tumbang, kecuali di Wilayah Sekte Penakluk Kegelapan.


Semua pasukan kedua belah pihak juga sangat panik kerena bencana dahsyat yang tercipta dari lima orang berkekuatan Dewa.


Para penduduk yang berada di dalam Sekte Penakluk Kegelapan juga merasakan dampak nya, hanya saja tidak separah yang ada di luar Perisai.


Ke-empat istana juga ikut hancur, dan yang paling parah dan memakan banyak korban jiwa adalah di Kerajaan Api Timur.

__ADS_1


Semua penduduk dan prajurit di Kerajaan Api Timur panik bukan main, banyak gunung yang meletus dan memuntahkan lava nya, dan bukit-bukit mulai longsor.


Raja Ming yang berada di sana segera kembali ke Kerajaan nya karena khawatir Rakyatnya akan menjadi korban, namun sesampainya di sana dia ternyata sudah terlambat.


Istananya sudah hancur, dan banyak para prajurit yang mati tertimpa bangunan, sedangkan para Rakyat juga banyak yang mati.


Kini Ming Shan sangat menyesal karena tidak membawa rakyatnyat berlindung di Sekte Penakluk Kegelapan, dan saat ini hanya para Jendral dan pendekar-pendekar kuat saja yang tersisa.


"Kali ini aku benar-benar sudah hancur!" kata Ming Shan yang hanya bisa berlutut melihat seluruh Wilayah Kerajaan nya hancur untuk yang kedua kalinya, bahkan lebih parah dari yang pertama.


"Tehnik Raja Api - Membakar Jiwa."


Ho Chen melepaskan Api Biru yang menyebar dengan sangat luas dan kemudian api biru itu dia fokuskan kearah Sao Lao Cin.


"Sihir Bumi - Hempasan Batu Meteor."


Lio Long juga mengangkat kedua tangan nya kelangit dan kemudian sebuah batu raksasa muncul dari langit dan turun kearah Sao Lao Cin.


"Sihir Angin - Hembusan Angin Surga."


Xi Liyi mengumpulkan energi di mulutnya dan kemudian meniup kerah Sao Lao Cin. Pusaran angin menyerupai angin Tornado Raksasa segera melesat kearah Sao Lao Cin.


"Tehnik Matahari - Ledakan Sinar Matahari."


Hanzi juga membuat bola cahaya yang sangat terang dan juga besar di atas kedua telapak tangannya. Hanzi melemparkan Cahaya tersebut dengan dengan sangat kuat.


"Sihir Logam - Kurungan Cristal."


Yinfei menyentuh tanah dengan satu tapak tangan kanan dan tangan kiri berada di depan dada dengan kedua jari yang menghadap keatas.


Besi-besi berbeda warna yang sangat besar dan banyak segera muncul dan bergerak kearah Sao Lao Cin, ke-lima serangan energi tersebut secara bersamaan mengarah kearahnya, namun si Setan Api Hitam terlihat tetap tenang.


Jika sampai ke-lima energi itu berbenturan, maka bisa di pastikan jika Seluruh Benua Daratan Tengah akan lenyap.


"Cepat masuk kedalam Sekte!" seru Qie Yin meminta semua pasukan dan para Pendekar untuk masuk kembali ke Sekte nya, karena hanya di sana satu-satunya tempat yang paling aman.


Batu-batu yang ada disana beterbangan keberbagai arah baik itu batu kecil maupun yang besar, sedangkan para pasukan dari Sungai Darah lari kocar-kacir tidak tentu arah termasuk Shio Bao.


Mereka semua berpikir jika hidup mereka pasti akan berakhir di tempat itu, dan sekarang Shio Bao baru menyesali akan keputusannya datang ke Benua Daratan Tengah.


Ke-lima Energi semakin mendekat kearah Sao Lao Cin, semakin dekat ke-lima energi tersebut, semakin kuat pula tekanan yang di hasilkan.


Ketika kelima energi tersebut tinggal tiga Meter lagi mencapai tubuh Sao Lao Cin, tiba-tiba saja ke-lima energi Dahyat itu menghilang begitu saja.


"Ehh..!?


!!?"


Ho Chen dan semuanya terkejut melihat nya, walau serangan itu bukan serangan penuh mereka, namun mereka yakin Sao Lao Cin pasti akan terluka jika sampai terkena serangan mereka, dan sebagai konsekuensi nya, Benua Daratan Tengah harus lenyap dari peta dunia.


"Apa kalian sudah bermain-mainnya?" tanya Sao Lao Cin kemudian dia menghela nafas pelan.


"Sekarang giliran ku!" kata Sao Lao Cin kemudian dia mengangkat sebelah tangannya keatas dan mengayunkan tangan dengan pelan kebawah.


"Perubahan Tekanan Gravitasi."


Ho Chen dan yang lainnya langsung jatuh berlutut saat tubuh mereka seperti ada yang menekan dengan sangat kuat.


Anehnya hanya mereka berlima saja yang merasakan nya, sedangkan yang lain tidak.


"Dengan kekuatan kecil yang kalian miliki ingin mengalahkan ku? Sekarang coba kalian berusaha untuk terbebas dari tekanan itu!" kata Sao Lao Cin kemudian dia berbalik dan menatap Qie Yin kembali.


"Dewi An Hei Ling, sekarang ikutlah pulang dengan ku!" kata Sao Lao Cin.


Qie Yin berjalan mundur secara perlahan, sedang di samping nya ada Lang Yu yang juga menemani Qie Yin.


"Tunggu! Bukankah tadi masih ada satu lagi manusia muda? Kemana dia?"


Sao Lao Cin teringat jika tadi ada Chinmi yang berdiri dengan Qie Yin dan Lang Yu, namun sekarang Chinmi justru tidak terlihat.


"Sao Lao Cin! Kamu sama sekali tidak berubah seperti dulu, merasa paling kuat sendiri! Padahal kamu hanya berada di urutan ke 20 saja!" kata Chinmi yang tiba-tiba saja sudah berdiri tidak jauh darinya.


Sao Lao Cin mengerutkan dahinya, dia merasa ada yang berbeda dengan Chinmi yang sedang memgang Toya Emas.


"Nada bicaramu seperti tidak asing di telingaku," kata Sao Lao Cin.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, Sao Lao Cin melotot kearah Chinmi, "Kau..! Bagaimana kamu bisa berada disini juga? Dan mengapa kamu menggunakan tubuh manusia ini?" tanya Sao Lao Cin setelah sadar jika nada bicara Chinmi mirip dengan suara yang ia kenal.


__ADS_2