
***
"Chinmi, untuk latihan kali ini kamu harus bisa menghancurkan batu besar itu menggunakan Energi Qi mu, pastikan batu itu harus hancur!"
Fan Yuzhen segera memberi latihan kepada Chinmi saat baru tiba di Dunia Hewan Iblis, dan kali ini Fan Yuzhen menyuruh Chinmi untuk menghancurkan batu sebesar rumah yang berdiri di hadapan mereka berdua.
"Saya akan berusaha Guru," Chinmi segera memasang kuda-kudanya.
"Kamu mau apa?" tanya Fan Yuzhen heran.
Chinmi segera menoleh kearah Fan Yuzhen dengan tatapan bingung, "Bukankah guru menyuruhku untuk menghancurkan batu ini,"
"Iya, memangnya kamu mau menghancurkan batu itu pakai apa?"
"Tentu saja tangan," jawab Chinmi dengan singkat.
Fan Yuzhen mengambil sebilah pedang kayu yang ia buat dan menyerahkannya kepada Chinmi, "Sejak kapan aku mengajarimu ilmu tangan kosong? Serang batu itu menggunakan pedang ini," kata Fan Yuzhen kemudian memberikan pedang kayu tersebut kepada Chinmi.
Chinmi baru ingat jika Fan Yuzhen adalah seorang Pendekar yang ahli dalam menggunakan ilmu pedang, terakhir ia berlatih dia sedang berlatih jurus tendangan serta pukulan yang ia lihat ketika Li Fang sedang berlatih sehingga dirinya berencana menggunakan jurus yang sama untuk menghancurkan batu tersebut.
"Maaf Guru..!" kata Chinmi kemudian kembali memusatkan perhatiannya terhadap batu besar dihadapannya dengan sebilah pedang kayu di tangannya.
"Alirilah pedang kayu tersebut dengan Qi yang kamu miliki, ubahlah Qi mu menjadi Energi Elemen Angin kemudian tebaskan kearah batu itu," Fan Yuzhen memberikan arahan yang sangat mudah bagi Chinmi untuk menggunakannya.
Chinmi mencoba mengalirkan Qi ke pedang kayunya, secara perlahan-lahan energi berwarna Putih transparan mulai menyelimuti pedang kayu tersebut, semakin lama semakin tebal.
"Bagus Chinmi sekarang kamu sudah bisa mengeluarkan energi Angin seperti yang aku harapkan," Fan Yuzhen merasa senang karena Chinmi sudah bisa mengendalikan perubahan energinya.
"Sekarang kamu gunakan pedang itu untuk menghancurkan atau membelah batu itu!"
Chinmi segera menurut, dia mengayunkan pedangnya menebas batu besar tersebut dengan pedang kayunya yang sudah di selimuti Energi Angin.
__ADS_1
Chinmi mengayunkan dengan sekuat tenaganya dan kemudian pedang kayu tersebut mengenai pinggiran batu besar dan yang terjadi berikutnya hanya goresan kecil yang terlihat.
"Guru,"
Chinmi menoleh ke arah Fan Yuzhen begitu mengetahui jika tebasan pedangnya hanya mampu membuat goresan saja pada batu tersebut.
"Kamu tidak perlu menggunakan terlalu banyak tenaga untuk mengayunkan pedangmu itu,"
Fan Yuzhen mengangkat telapak tangannya dengan posisi miring dan mengayunkan telapak tangannya ke pinggiran batu itu dengan pelan, terlihat sebuah energi putih menembus pinggiran batu tersebut dan kemudian,
Krakkk!!
Pinggiran batu tersebut terpotong , potongannya begitu rapi dan terlihat sangat jelas jika energi putih tersebut sangatlah tajam.
"Energimu saja sudah cukup untuk membelah batu ini, jadi janganlah kamu membuang-buang tenagamu atau kamu akan cepat kelelahan," kata Fan Yuzhen.
Chinmi seperti tercerahkan, kini dia mengerti jika tenaga dan Qi adalah dua hal yang berbeda, yang jelas jika Chinmi tidak bisa mengimbangi dalam menggunakan Qi dan juga tenaganya, maka dirinya akan sangat mudah untuk dikalahkan.
Namun jika seorang Pendekar hanya memiliki Energi Qi tanpa tenaga, maka energi Qi nya juga tidak akan bisa digunakan, walau terlihat sangat sulit untuk dipikirkan, namun jika di praktekkan akan terasa lebih mudah.
"Terimakasih guru," kata Chinmi kemudian kembali berusaha untuk membelah batu besar tersebut.
Walau berkali-kali Chinmi berusaha untuk membelah batu itu, namun tetap saja hanya goresan saja yang berhasil ia buat, namun setiap garis akan lebih dalam dari garis-garis sebelumnya.
***
"Aku pasti bisa..." Chinmi mengayunkan pedang kayunya dengan semua Qi yang ia miliki.
Krakkk!!
Batu besar itu akhirnya terbelah menjadi dua, "Akhirnya aku berhasil!" kata Chinmi namun dengan nafas memburu.
__ADS_1
"Bagus Chinmi, hanya dalam waktu satu bulan saja, kamu sudah berhasil membelah batu besar ini," kata Fan Yuzhen.
Selama sebulan Chinmi berlatih di Dunia Hewan Iblis, dia bukan hanya berhasil membelah batu tersebut, namun dia juga bisa mengendalikan Energi Elemen Angin walau masih belum sepenuhnya sempurna.
"Karena kamu sudah berhasil menguasai dan mengendalikan Elemen Angin, maka sekarang kita akan berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu mempelajari ilmu meringankan tubuh dengan menggunakan Qi serta energi Angin yang kamu kuasai,"
Chinmi mungkin sudah bisa bertarung mengimbangi Pendekar Pemula Tingkat 3 dengan kekuatan normalnya, namun jika dia harus berhadapan dengan Pendekar Menengah, maka Chinmi tidak akan pernah bisa mengalahkan nya.
Alasannya sederhana saja. Pendekar Tahap Menengah rata-rata sudah menguasai ilmu meringankan tubuh, dan mereka juga mampu menggunakan Qi mereka untuk membuat tubuh mereka bisa melompat tinggi. Bahkan seorang Pendekar Puncak hampir mampu terbang hanya saja Qi yang mereka miliki sangat terbatas.
"Sekarang melompatlah kamu ke udara, namun sebelum itu kamu harus mengalirkan Energi Angin keseluruh tubuhmu hingga tubuhmu terasa ringan. Jika semua sudah siap maka kamu tinggal mengalirkan Qi mu ke telapak kakimu kemudian hentakkanlah kebawah,"
Chinmi mencoba mengikuti arahan tersebut, dia berusaha mengalirkan Qi keseluruh tubuhnya. Sebagian dia pusatkan ke kedua telapak kakinya hingga terlihat seperti ada kumpulan angin yang berputar-putar di telapak kakinya.
Chinmi segera menekan Energi Angin tersebut hingga menyemburkan angin yang kebawah.
Tubuh Chinmi terangkat hingga 30 senti meter dan kemudian kembali turun kebawah, namun nafas Chinmi terlihat seperti memburu karena kehabisan Qi.
"Guru, energiku hampir habis..!" kata Chinmi dengan nafas seperti terputus-putus.
"Lakukanlah secara perlahan-lahan, lagi pula kita masih memiliki banyak waktu disini!" kata Fan Yuzhen dengan suara serius.
Tidak semua pendekar Tahap Pemula akan mampu mempelajari ilmu meringankan tubuh, bahkan Pendekar Pemula Tingkat 3 sekalipun akan sangat sulit untuk mempelajarinya, kecuali anak tersebut adalah anak yang memiliki bakat sebagai seorang Pendekar.
Dengan sabar Chinmi berlatih secara perlahan-lahan, Chinmi sudah pernah mendengar dari Fan Yuzhen jika kakek buyutnya meninggal karena terlalu terburu-buru meningkatkan kekuatannya sehingga menyebabkan kematian.
Chinmi tidak mau hal itu terjadi kepada dirinya, secara perlahan-lahan tapi pasti Chinmi berlatih ilmu meringankan tubuhnya.
Chinmi akan berlatih selama 5 jam kemudian beristirahat 1 jam sambil menyerap Qi di sana.
Hari-hari berikutnya Chinmi terus berlatih, kadang dengan Fan Yuzhen, namun terkadang dia hanya sendirian saja.
__ADS_1
Walau terus menerus gagal, namun tekad Chinmi begitu kuat sehingga dia tidak akan mengeluh sama sekali.