PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Qie Yin Sang Dewi Penakluk Kegelapan


__ADS_3

***


"Nona..! Eee..! Aku harus memanggilmu siapa? Hingga saat ini aku tidak mengetahui nama mu!" Yue Rong melihat Qie Yin yang masuk kembali kedalam pintu, Yue Rong bingung harus memanggilnya siapa karena dia masih belum mengetahui namanya.


"Bibi, namaku adalah Ho Qie Yin, dan yang di katakan oleh pemuda dan orang tua di rumah Paman Li Xiang itu ternyata benar, namaku memang Qie Yin!" jawab Qie Yin yang sudah mengingat namanya sendiri.


"Qie Yin! Akhirnya aku bisa mengetahui namamu! Owh iya, kamu tadi pergi kemana?" tanya Yue Rong yang masih penasaran akan menghilangnya Qie Yin secara tiba-tiba dan kini dia muncul lagi dari arah pintu.


"Aku tadi sedang pergi ke suatu tempat!" jawab Qie Yin yang tidak tahu jika caranya pergi telah membuat Yue Rong sangat penasaran.


"Tempat apa? Tadi aku sangat khawatir karena kamu seperti sedang kesakitan jadi aku mengikuti mu dari belakang. Namun saat aku sudah berada di depan pintu, kamu sudah menghilang seperti di telan bumi saja!" kata Yue Rong.


"Bibi, aku benar-benar sedang pergi ke sebuah tempat! Eh.. beli obat! Iya beli obat," kata Qie Yin yang kebingungan untuk memberi alasan.


"Iya sudah jika demikian, mungkin aku tadi terlalu letih karena semalam kurang tidur!" kata Yue Rong.


"Bibi, besok aku akan kesini lagi. Sekarang aku akan kembali dulu kerumah paman Li Xiang!" kata Qie Yin.


"Baiklah! Terima kasih karena kamu sudah menyembuhkan Yue Hua!" kata Yue Rong.


"Bibi ini bicara apa? Aku sudah menganggap Yue Hua seperti adik ku, dan aku berencana akan menurunkan semua ilmu Sihir Elemen Debu milikku padanya!" kata Qie Yin.


"Benarkah? Hua'er sungguh sangat beruntung memiliki seorang kakak yang memiliki Pusat Roh yang sama dengannya! Aku yakin Hua'er juga pasti menganggap mu sebagai kakak nya juga!" kata Yue Rong.


Yue Rong sangat senang karena tenyata Qie Yin mau menurunkan ilmu Sihir Elemen Debu nya kepada Yue Hua.


Saat ini mencari seorang pendekar yang memiliki Pusat Roh Elemen Debu sangatlah mustahil untuk menemukan nya, dan sekarang dia bertemu dengan salah satunya.


"Bibi, saya pergi dulu!" kata Qie Yin berpamitan.


Yue Rong mengangguk kemudian Qie Yin pergi berjalan kaki, dia tidak mau terbang karena tidak mau menarik perhatian semua orang.


"Hanya ada beberapa orang yang mungkin mengetahui akan siapa aku dan juga siapa yang membunuh kedua orang tuaku!" batin Qie Yin.


"Orang pertama yang akan aku tanyai adalah situa Lio Long dan Senior Yinfei!"


Qie Yin mempercepat langkahnya karena dia ingin segera bertanya kepada Lio Long dan juga Yinfei akan beberapa ingatan yang kini sudah bisa ia ingat.


Setalah dia hampir sampai di depan pintu masuk rumah Li Xiang, dia melihat banyak sekali orang di depan rumah Li Xiang.


Ada yang berdiri di depan pagar dengan kepala yang berusaha melihat kedalam, dan ada juga yang mengintip sekaligus secara terang-terangan berdiri di depan pintu halaman, dan mereka semua adalah para pemuda.


Mereka semua berkumpul demi bisa melihat dua wanita cantik yang ada di rumah Li Xiang, yang pertama adalah Qie Yin yang memiliki kecantikan surgawi, dan yang kedua adalah Xi Liyi yang cantiknya bagai seorang Tuan Putri Kerajaan.


Kecantikan kedua wanita pendatang tersebut sudah menyebar hampir ke seluruh kota, sehingga bisa dilihat banyak pemuda yang datang satu persatu kedapan halaman rumah Li Xiang sehingga mereka terlihat seperti sedang mengantri untuk mendapat kan sebuah sumbangan.


"Kalian semua sedang melihat apa?" tanya Qie Yin dengan suara lembutnya sehingga yang mendengarnya seperti ingin terbius oleh suara halusnya.


Semuanya menoleh kebelakang dan melihat Qie Yin kini berada di hadapan mereka, dan itu begitu dekat.


Semua mata para pemuda tersebut tidak ada yang berkedip, bahkan sampai ada yang lupa menutup mulut mereka yang masih menganga.


"Aku bertanya pada kalian! Kalian semua sedang melihat apa?" tanya lagi Qie Yin.


Namun tetap saja tidak ada yang mampu untuk menjawabnya hingga Qie Yin hanya bisa keheranan.


Setelah beberapa saat salah satu dari mereka akhirnya bisa bersuara, "Dewi! Kau sungguh bagai Dewi yang dikirim untukku!" kata salah satu dari mereka.


Perkataan pemuda tersebut berhasil menyadarkan semua pemuda yang masih terpana akan kecantikan Qie Yin.


Mereka semua segera menoleh kearah pemuda tersebut dengan tatapan dingin, "Enak saja kamu bicara seperti itu! Dia itu dikirim hanya untuk ku!"


"Apa kau bilang? Jangan macam-macam! Dia itu tidak akan dimiliki oleh siapapun kecuali aku!"

__ADS_1


"Apa kamu mau ngajak berkelahi?"


"Siapa takut! Ayo kita lihat siapa yang lebih pantas untuk menjadi pendamping nya!"


"Kau...!"


Mereka semua saling ribut karena memperebutkan Qie Yin, padahal Qie Yin sendiri masih belum tentu menjadi milik mereka, namun mereka tetap ingin menjadi yang terpilih dan ada beberapa pemuda yang ingin berkelahi.


"Apa pertanyaan ku tadi salah? Kenapa mereka justru bertengkar saat aku bertanya seperti itu?" batin Qie Yin.


Qie Yin tidak lagi mau menghiraukan mereka yang ribut sendiri, Qie Yin segera masuk kedalam, dan para pemuda yang masih ribut tidak sadar jika Qie Yin sudah tidak ada lagi di hadapan mereka.


Setelah semuanya menjadi kacau, Li Xiang datang melerai mereka semua, "Hentikan! Kenapa kalian semua ribut di depan halaman rumahku?" tanya Li Xiang.


Mereka semua segera berhenti dan semuanya menundukkan kepala mereka.


"Kalian semua masih sangat muda! Kenapa kalian membuang masa muda kalian dengan cara seperti ini? Apa tidak ada kegiatan yang lebih berguna yang bisa kalian kerjakan?"


Semua tetap terdiam, tidak satupun dari mereka yang berani menatap mata Li Xiang, apa lagi menjawabnya.


"Dengarlah! Aku juga memiliki anak seumuran dengan kalian, namun dia tidak pernah melakukan hal yang sia-sia seperti yang kalian lakukan saat ini! Apa kalian tidak malu? Apa yang sudah kalian lakukan saat ini bisa mempermalukan orang tua kalian," kata Li Xiang.


"Maafkan atas sikap kami Jendral! Kami sudah membuat masalah yang sudah menggangu Jendral dan seluruh keluarga Jendral!" salah satu dari mereka memberanikan diri untuk berbicara.


"Kalian tidak hanya menggangguku, melainkan para tamuku juga akan terganggu, jika kalian tidak ingin di anggap sebagai sampah masyarakat, maka rubahlah perilaku kalian!" kata Li Xiang kemudian dia kembali masuk kembali kedalam rumah nya.


"Ini semua gara-gara kamu!"


"Kenapa kamu menyalahkan ku? Bukankah kamu juga yang berusaha mencari masalah denganku!"


"Sudah hentikan! Apa kalian mau dia kembali lagi kesini dan menceramahi kita?"


Semuanya hampir kembali mau ribut setelah kepergian Li Xiang, namun salah satu dari mereka segera menghentikan mereka semua agar tidak membuat keributan lagi.


"Ayo kita semua pergi dari sini!" ajak salah satu dari mereka kemudian mereka semua membiarkan diri karena takut jika nanti Li Xiang kembali dan memarahi mereka lagi.


***


Qie Yin saat ini sudah berada di ruang tamu dimana Lio Long, Yinfei, Xi Liyi, dan Lang Yu sedang berada disana.


"Apa yang ingin kamu tanyakan kepada kami?" Lio Long bertanya.


"Sekarang aku sudah ingat jika namaku adalah Qie Yin," kata Qie Yin sehingga membuat Lio Long dan Yinfei langsung terperanjat karena kaget.


"Benarkah? Jadi kamu sudah mengingat semuanya?" tanya Lio Long.


"Senior! Bisa aku menyelesaikan perkataan ku dulu?" tanya Qie Yin dengan wajah cemberut.


"Owh.. Maafkan aku! Silahkan lanjutkan akan apa yang ingin kamu katakan tadi!" kata Lio Long sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Terima kasih! Tapi tolong jangan potong perkataanku lagi sebelum aku bertanya pada kalian!" kata Qie Yin.


"Iya... Baiklah!" kata Yinfei.


Xi Liyi dan Lang Yu tertawa kecil melihat Lio Long dan Yinfei tidak bisa berbuat apa-apa kepada Qie Yin.


"Aku sudah ingat jika namaku adalah Qie Yin, aku ingat jika aku memilki orang tua, dan saat ini ingatanku hanya sebatas saat kedua orang tua ku ada yang sudah membunuhnya."


Qie Yin berjalan mendekati Lio Long dan Yinfei yang masih menjadi pendengar setia dan tidak mau memotong perkataan Qie Yin sebelum Qie Yin memberikan pertanyaan kepada mereka berdua.


"Senior, apakah kalian tahu siapa yang sudah membunuh kedua orang tuaku?" tanya Qie Yin.


Lio Long dan Yinfei terdiam, mereka sudah ditanya oleh Qie Yin namun tidak ada yang menjawabnya.

__ADS_1


"Senior! Aku sudah bertanya namun kalian tidak ada yang menjawabnya! Kalian hanya tinggal menjawab apakah kalian tahu atau tidak?" tanya lagi Qie Yin sambil menatap wajah mereka dengan penuh harap.


Yinfei menghela nafas panjang kemudian menjawab pertanyaan Qie Yin, "Haaah.. Aku tidak tahu masalah itu, yang aku tahu kamu adalah teman Chinmi sekaligus kamu adalah murid ku! Dulu kamu memanggilku guru dan bukan memanggilku senior seperti saat ini, jadi jawabanku adalah tidak tahu!" jawab Yinfei.


"Jadi aku pernah belajar kepada mu? Kalau begitu maafkan atas kelancangan murid mu yang tidak menghormati guru!" kata Qie Yin yang ingin bersujud di hadapan Yinfei.


Yinfei bergegas menahan Qie Yin agar tidak bersujud sekaligus memintanya untuk bangun.


"Tidak-tidak Qie Yin, aku tidak menyalahkan sikapmu, aku tahu kamu belum mengingat semuanya, karena itu aku memaklumi nya! Dan satu lagi, aku bangga padamu, kamu adalah salah satu murid ku yang berhasil keluar dari kegelapan hati yang menyelimuti hatimu, jadi aku hanya ingin mengucapkan selamat datang kembali wahai murid ku!"


Yinfei mengangkat kedua tangannya keatas dan kemudian berseru dengan suara yang terdengar hingga ke seluruh ruangan.


"She Long sudah berusaha menjadikan mu sebagai Dewi Kegelapan, dan sekarang kamu sudah kembali dan aku akan memberimu nama gelar baru, Yaitu Qie Yin Sang Dewi Penakluk Kegelapan!" kata Yinfei.


"Itu tidak ada bedanya dengan Dewi Kegelapan!" kata Lio Long.


"Senior Lio Long benar, menurutku itu tidak ada bedanya dengan Dewi Kegelapan! Apakah senior tidak bisa memberikan nama gelar lain yang lebih baik? Bukankah masih ada nama Dewi Cinta, Dewi Kasih Sayang, Dewi Suci!"


"Dewi Cinta apa? Memangnya saat ini Qie Yin sedang berusaha untuk apa? Qie Yin sedang berusaha mengalahkan dan menaklukkan Kegelapan di dalam hatinya, karena itu aku memberi nama Dewi Penakluk Kegelapan!" kata Yinfei.


"Nama gelar yang aneh!" bisik Lang Yu kepada Xi Liyi dan Xi Liyi mengangguk.


"Guru, apapun yang ingin guru berikan padaku, baik itu nama dan lainnya, aku akan dengan senang hati menerimanya, dan aku menerima nama gelar baruku sebagai Sang Dewi Penakluk Kegelapan!" kata Qie Yin kemudian dia menoleh kearah Lio Long.


"Senior Lio, sekarang apa yang senior tahu akan diriku, apakah senior tahu akan masa laluku dan siapa pembunuh kedua orang tuaku?" tanya Qie Yin.


Lio Long terdiam sesaat dan semuanya hanya menunggu perkataan dari Lio Long.


"Nona Yin!"


"Panggil saja aku Qie Yin senior!" kata Qie Yin.


"Baiklah Qie Yin, dengarkan aku! Aku dan Chinmi bertemu dengan mu di dekat sebuah Bukit, saat itu kamu ingin di bunuh oleh seorang pendekar dari sebuah Sekte, saat itu Chinmi membantumu, namun kemudian dia kamu menolaknya dan pada akhirnya kamu yang membunuhnya dengan Sihir Elemen Debu," kata Lio Long.


Qie Yin ingat pernah mendapatkan gambaran itu ketika berada di wilayah Kerajaan Api Timur, dan yang di ceritakan oleh Lio Long sama persis seperti apa yang ada di gambaran ingatan nya.


"Sejak saat itu aku, Chinmi, dan kamu pergi bersama dan itu atas keputusan Chinmi, alasan pertama adalah ingin mengawasi mu agar tidak lagi berbuat jahat, namun pada akhirnya kalian menjadi teman!" Lio Long berhenti bercerita dan kemudian dia menoleh keluar jendela.


"Selanjutnya senior?" tanya lagi Qie Yin.


"Qie Yin, jika aku ceritakan seluruhnya akan butuh waktu lama karena ceritanya sangat panjang, sekarang saja tenggorokanku terasa kering hanya kerena bercerita!" jawab Lio Long.


Qie Yin mendengar itu segera pergi berlari kearah dapur membuat semuanya bingung, namun tidak lama dia kembali muncul dengan membawa air dan menyerahkan nya kepada Lio Long.


"Minumlah senior agar tenggorokan mu tidak kering kemudian senior bisa melakukan lagi ceritanya agar aku tahu seperti apa masa laluku!" kata Qie Yin sambil menyerahkan cangkir yang berisi air kepada Lio Long.


Lio Long tercengang sekaligus ingin mengumpat, setelah Qie Yin kehilangan ingatannya dan saat ini sudah mulai kembali, sikapnya sungguh sangat berubah.


"Senior, jika ceritanya sangat panjang, senior bisa mempersingkat ceritanya agar lebih cepat dan tenggorokan senior tidak akan kekeringan!" kata Qie Yin.


Lio Long yang sedang meminum air pemberian Qie Yin langsung tersedak dan ter batuk-batuk.


"Senior! Pelan-pelan saja minum nya! Sini aku bantu!" kata Qie Yin kemudian dia memukul pundak Lio Long.


Qie Yin berniat membantu agar batuk Lio Long akibat tersedak air minum segera hilang, namun bukannya membantu Qie Yin justru membuat Lio Long tidak bisa bernafas karena pukulan Qie Yin yang terlalu keras.


"Uhuk..uhuk..uhuk.! Qie Yin..Uhuk..! Hentikan..! Uhuk..uhuk..!" kata Lio Long yang masih ter batuk-batuk sekaligus kesulitan untuk bicara.


"Maaf Senior, aku hanya ingin membantu saja! Apakah tadi pukulan ku terlalu keras? Padahal aku tidak menggunakan tenaga atau energi apapun!" kata Qie Yin dengan wajah polosnya.


"Tidak pakai energi apanya? Jelas-jelas pukulan mu sangat keras seperti mau membunuhku saja!" batin Lio Long kemudian dia memijat pundaknya yang terasa sakit.


"Mau aku bantu lagi?" Qie Yin menggenggam tangannya sembari menawarkan bantuan lagi pada Lio Long.

__ADS_1


Lio Long buru-buru menjawabnya dengan kedua tangannya mengarah kepada Qie Yin, "Tidak-tidak aku sudah baikan terima kasih!" kata Lio Long kemudian dia menarik nafas.


"Aku akan melanjutkan ceritaku akan masalalu mu!" kata Lio Long sehingga Qie Yin menjadi sangat antusias dan tidak sabar ingin segera mengetahui akan siapa yang sudah membunuh kedua orang tuanya, dan pastinya Qie Yin berharap ada cerita akan kematian kedua orang tuanya.


__ADS_2