PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Mencari keberadaan para peserta


__ADS_3

"Baiklah Raja Es Utara, urusan kami disini sudah selesai dan saatnya bagi kami untuk pergi," ucap Wu Tong kepada Raja Bao yang masih tertegun kepada lencana putih yang berada di tangannya.


"Eh... I-iya sesepuh, silahkan...!" jawab Raja Bao dengan suara gugup.


"Chinmi apakah kamu langsung mau ikut denganku?" tanya Fan Yuzhen.


"Guru, aku masih ada urusan lain, namun hanya sehari saja. Jika guru tidak keberatan tinggal lah disini sampai sore, setelah itu aku akan ikut dengan guru!" kata Chinmi.


"Tidak usah, urus saja urusanmu hingga selesai, sekitar dua hari lagi, aku akan datang lagi kesini untuk menjemputmu, jadi pastikan dua hari lagi kamu sudah berada dipinggir pelabuhan saat matahari sudah mau terbenam, aku juga akan menunggumu disana."


Fan Yuzhen jelas tidak mau berada didalam kerajaan Es Utara hanya demi menunggu urusan muridnya selesai, dia lebih memilih untuk pergi dan mencari para pasukan Hewan Iblis yang saat ini di duga sudah menyebar diseluruh wilayah ke empat kerajaan.


"Baik Guru, aku akan kesana dua hari lagi!" kata Chinmi.


Sebenarnya Chinmi ingin segera mengikuti gurunya untuk berlatih, namun saat ini dia berencana ingin menjual Mustika Hewan Iblis yang ia dapat, dan jelas jumlahnya sudah sangat banyak dan juga memiliki dua jenis mustika yang akan ia jual kecuali mustika hitam, karena menurutnya Mustika hitam benar-benar sangat sulit untuk di dapatkan.


Fan Yuzhen dan ketiga Pertapa lainnya segera melayang di udara setelah berpamitan. Dalam waktu singkat, mereka sudah menghilang di udara.


Setelah menghilangnya Fan Yuzhen beserta ketiga Pertapa lainnya, Raja Bao segera berbicara kepada Chinmi, "Pendekar muda, mari ikut saya kedalam istana, saya akan memberikan jamuan untuk pendekar muda!" kata Raja Bao.


"Terimakasih Yang Mulia, dari pada menjamu saya, sebaiknya kita lebih fokus dulu mengurus para korban yang terluka, dan juga mengurus para jenazah lainnya!" kata Chinmi yang menurutnya jamuan yang ingin Raja Bao suguhkan untuk dirinya tidaklah penting.


"Pendekar ini masih sangat muda, namun memiliki pemikiran yang cukup dewasa untuk anak seumuran pendekar," kata Raja Bao yang salut akan kedewasaan Chinmi.


Raja Bao menembak jika umur Chinmi kemungkinan masih 13 tahunan, namun cara berpikirnya seperti orang dewasa. Tidak banyak anak-anak yang memiliki pemikiran seperti Chinmi sehingga Raja Bao berpikir jika Fan Yuzhen menjadikan Chinmi sebagai muridnya kemungkian karena kedewasaan yang Chinmi miliki.


"Yang Mulia terlalu memuji, sebenarnya saya masihlah seorang anak yang belum genap berusia 13 tahun," kata Chinmi.

__ADS_1


Raja Bao hanya tersenyum tipis, anggapannya ternyata memanglah benar jika Chinmi masih sangatlah muda, bahkan para peserta laki-laki semuanya memiliki umur yang lebih dewasa dari Chinmi.


"Baiklah Yang Mulia, saya masih harus mencari teman-teman saya di pusat kota!" kata Chinmi yang teringat akan Yue Yin dan para peserta lainnya yang sejak awal berada di pusat kota.


"Kalau begitu, aku akan memberikan beberapa prajurit untuk menemanimu dan membantumu mencari mereka, jika sudah bertemu dengan mereka, aku minta tolong bawa mereka semua kedalam aula pertemuan, karena ada kompensasi bagi mereka semua untuk menebus semua kesalahan ini!" kata Raja Bao kemudian meminta lima prajurit dari sepuluh prajurit elitnya untuk menemani Chinmi.


Raja Bao merasa tidak enak hati jika para peserta yang ikut dalam pertandingan pulang dengan tangan kosong. Akibat kekacauan yang terjadi saat berlangsungnya pertandingan, Raja Bao merasa tidak pantas jika mereka semua pulang tanpa memberikan hadiah yang seharusnya mereka dapatkan dari hasil pertandingan tersebut.


Chinmi segera pergi bersama dengan lima prajurit elit milik Raja Bao menuju ke pusat kota untuk mencari Yue Yin dan yang lainnya.


Saat Chinmi sedang melewati lapangan, tiba-tiba sebuah suara yang tidak asing memanggilnya.


"Chinmi..! Hai Chinmi..!"


Chinmi menoleh dan menemukan Li Fang sedang bersama dengan Xuao Lan dan Yue Rong. Sedangkan Yue Rong saat ini sudah mulai terlihat sehat.


"Paman..! Sejak kapan paman berada disini?" tanya Chinmi setelah dia berada di dekat Li Fang.


"Bibi Rong, apa Bibi baik-baik saja?" tanya Chinmi setelah melihat pakaian Yue Rong yang banyak sekali noda darahnya.


Yue Rong hanya mengangguk sambil tersenyum lembut kepada Chinmi, namun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


"Chinmi, sebenarnya kamu mau kemana? Dan kelima prajurit ini..!?" tanya Li Fang sambil memperhatikan kelima prajurit yang semuanya memiliki kekuatan Menengah tingkat 3.


"Mereka adalah para prajurit yang diutus oleh Raja.. Eh... Raja Bao untuk menemaniku mencari keberadaan para peserta di pusat kota!" kata Chinmi yang hampir lupa dengan nama Raja Bao.


"Aku akan ikut dengan mu!" kata Xuao Lan.

__ADS_1


"Tidak senior, sebaiknya senior disini saja membantu yang lainnya, biar aku dan para prajurit ini saja yang kesana," jawab Chinmi.


"Apa kamu yakin?" tanya Xuao Lan, namun tatapannya terarah ke pedang Naga Langit yang berada ditangan Chinmi.


Pedang Naga Langit tidak memiliki sarung pedang sehingga terlihat sangat jelas cahayanya dan ukiran seekor Naga di batang besinya.


"Tentu saja senior, kalau begitu aku pergi dulu, dan kita akan bertemu lagi nanti di aula istana Raja Bao!" kata Chinmi kemudian bergegas pergi ke pusat kota bersama lima prajurit Elit yang bersamanya.


Kelima prajurit elit yang menemaninya sama sekali tidak berbicara, mereka hanya mengikuti Chinmi kemanapun Chinmi pergi.


Setelah berada didepan pintu gerbang kerajaan, pemandangan disana sedikit berbeda dari terkahir kali yang Chinmi lihat, ada beberapa mayat dan beberapa orang prajurit yang terluka disana, dan yang lainnya berusaha untuk mengobati mereka, dan sebagian ada yang mengumpulkan para jenazah.


"Banar-benar sangat kacau!" kata Chinmi kemudian segera pergi ke pusat kota untuk mencari Yue Yin dan para peserta lainnya.


Setelah matahari sudah menampakkan sinarnya, Chinmi dan kelima Prajurit elit sudah berada dipusat kota, di pusat kota ternyata tidak terlihat banyak mayat, yang terlihat hanya orang-orang yang menangis karena bangunan mereka banyak yang roboh.


"Ternyata disini hanya terkena dampak dari pertarungan saja, namun dampaknya sangatlah merugikan para warga!" batin Chinmi yang berjalan sambil mengamati orang-orang yang meratapi rumah mereka yang ambruk.


Cukup lama Chinmi berjalan berputar-putar di pusat kota tersebut, namun dirinya sama sekali tidak melihat Yue Yin maupun para peserta lainnya membuat wajah Chinmi menjadi buruk.


Chinmi kini berdiri di depan bangunan yang besar dan juga masih utuh. bangunan tersebut cukup besar, dan terlihat sangat jelas jika bangunan tersebut memiliki empat lantai keatas. Di atas pintu masuknya masih tertera nama dari bangunan tersebut, dan tulisan tersebut terbaca sebagai Tujuh Bintang, yang artinya saat ini, Chinmi berada di depan Asosiasi Tujuh Bintang.


"Bangunan ini ternyata sangat kuat!" gumam Chinmi.


"Ah saat ini aku masih belum mau masuk kesana, sebaiknya aku segera mencari Yue Yin, Xian Fai dan para peserta lainnya," gumam Chinmi kemudian ingin pergi dari tempat itu.


Saat Chinmi ingin melangkah pergi, tiba-tiba suara Lian Cao terdengar memanggilnya dari dalam bangunan Asosiasi Tujuh Bintang tersebut.

__ADS_1


"Chinmi, kami semua berada di sini, kemarilah..!" teriak Lian Cao dari arah pintu masuk Asosiasi Tujuh Bintang.


"Hah...! Kalian semua berada di dalam Asosiasi, bagaimana bisa?" kata Chinmi dengan pelan namun dia segera menghampiri Lian Cao.


__ADS_2