PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Jendral Li Fang


__ADS_3

She Long sendiri tidak menduga jika murid Jendral Dewa Perang Cao Yuan ternyata berasal dari galaxi Pusaran cincin. Andai dia tahu lebih awal tentu dia tidak akan menyuruh Huo Lang untuk pergi kesana.


Beruntungnya Huo Lang bisa lolos dengan menggunakan ilmu rahasianya sehingga bisa selamat walau kembali dalam keadaan cacat.


Walau hanya memiliki satu lengan saja, namun kekuatan Huo Lang masih sama besarnya dan tidak akan kalah, apa lagi lawannya hanyalah Fan Yuzhen dan juga kedua Naga yang masih jauh dibawahnya.


Huo Lang masih bisa mengembalikan lengannya yang terpotong, butuh waktu lama baginya untuk menumbuhkan kembali tangannya dan tentu saja semua itu membutuhkan sesuatu yang besar untuk menumbuhkan lengannya yang putus.


Fan Yuzhen dan kedua Naga terkurung dalam sebuah kurungan yang terbuat dari jeruji api, jeruji tersebut sangat kuat dan juga tidak bisa disentuh oleh siapapun. Bahkan Huo Long sekalipun yang memiliki Elemen Api juga tidak bisa menyentuhnya.


Siapapun yang menyentuh jeruji api tersebut, tangan mereka akan terbakar dalam waktu singkat, dan bahkan bisa melenyapkan Fan Yuzhen dan kedua Naga lainnya jika mereka memaksa untuk menyentuh jeruji tersebut.


"Selamat menikmati kurungan itu," kata Huo Lang kemudian berbalik dan menjauh dari tempat mereka.


"Huo Shizi, sadarlah.. Yang kamu lakukan itu tidak benar, jadi jangan bergabung dengan She Long!" kata Huo Long kepada Huo Shizi.


"Kamu yang salah Huo Long, dari awal kamulah yang telah menghianati Tuan She Long, jadi jangan mrnceramahi aku lagi, nikmati saja kurungan itu, dan kami harap kamu mengetahui akan siapa sebenarnya dirimu," kata Huo Shizi kemudian pergi menyusul Huo Lang.


"Ini atas balasan karena kamu sudah membunuh Hei Ying, dan kamu manusia, nikmati kurungan ini bersama mereka!" kata Baihu berbicara kepada Tie Long dan juga Fan Yuzhen.


Baihu dan Hei Ying sudah sering bersama, setelah mengetahui jika Hei Ying dibunuh oleh Tie Long, Hei Ying ingin sekali membalas dendam, namun dia sadar jika dirinya bukanlah tandingan Tie Long.


"Kamu pikir aku juga mau membunuh Hei Ying, namun keadaan yang memaksa!" kata Tie Long.


Fan Yuzhen hanya bisa memadang Hei Ying yang mulai melangkah meninggalkan mereka seolah-olah tidak ingin mendengarkan perkataan Tie Long.


"Rubah itu sangat menyebalkan!" gerutu Fan Yuzhen sambil memegang lengannya yang patah.


"Kamu juga, seharusnya kamu mendengarkan ku untuk pergi dari sini, sekarang kita justru terkurung bersama disini!" Huo Long berbicara kepada Fan Yuzhen dengan nada kesal.


"Memangnya aku harus lari kemana, apa kamu pikir aku bisa lolos dari srigala buntung itu?" Fan Yuzhen tidak terima jika dirinya disalahkan.


"Sudahlah, sekarang kita semua terkurung disini. Dari pada saling menyalahkan seperti ini, sebaiknya kita memikirkan bagaimana caranya bisa keluar dari sini!" kata Tie Long.


"Tidak bisa, tidak satupun dari kita yang bisa menghancurkan jeruji api ini!" kata Huo Long.


"Kalian berdua, sebaiknya kalian kecilkan tubuh kalian agar tempat ini lebih luas," ucap Fan Yuzhen memotong pembicaraan mereka berdua.


Huo Long dan Tie Long menatap Fan Yuzhen sesaat kemudian melihat kesekelilingnya, "Sialan, kenapa aku justru terkurung dengan manusia seperti ini," gerutu Huo Long kemudian mengecilkan badannya dan diikuti oleh Tie Long.

__ADS_1


Jeruji api tersebut sangat rapat, hanya jangkrik saja yang bisa melewati jeruji tersebut, itupun jika jangkrik tersebut bisa melewatinya karena panasnya jeruji tersebut tidak akan bisa dilewati oleh mahluk apapun.


Mereka bertiga hanya bisa pasrah, mereka tidak tahu harus berbuat apa dan meminta tolong kepada siapa. Mereka hanya berharap ada seseorang yang bisa menolong membebaskan mereka walau tidak tahu siapa yang bisa membebaskan mereka dari kurungan tersebut.


***


Chinmi dan Bing Long terbang kearah Kerajaan Bumi Barat, setelah melewati padang pasir, mereka memilih untuk berjalan saja.


Bing Long berubah menjadi kecil dan bersembunyi di balik baju Chinmi. Ukuran kecilnya masih tidak bisa ditutupi oleh baju Chinmi sehingga Chinmi berinisiatif untuk membeli kain dan membawa Bing Long dengan cara menyimpan Bing Long bagai buntilan kain di dalam kain tersebut.


"Sialan, kenapa jadi seperti ini! Hai Chinmi, kepalaku pusing sekali, bisakah kamu tidak mengayun-ayunkan ku seperti ini..!" gerutu Bing Long di dalam buntilan tersebut karena Chinmi membawanya sambil mengayun-ayunkan buntilan tersebut bagai barang saja.


"Tenaglah senior, jika aku membawamu dengan cara seperti ini tidak ada yang akan mengetahui jika senior adalah Hewan Iblis," kata Chinmi.


Andai mereka tiba di Kerajaan Bumi Barat saat malam, mungkin mereka tidak perlu berjalan dibawah. Namun saat ini sudah terang, mengingat saat ini Hewan Iblis sudah menjadi musuh bagi semua orang, Chinmi tidak mau menarik perhatian banyak orang dengan membawa Bing Long secara terang-terangan, bisa-bisa orang akan menyerang Bing Long walau Chinmi tau jika tidak ada satu orang pun yang dapat melukai atau membunuh Bing Long.


Chinmi hanya ingin menghidari kepanikan orang saja, jadi dia terpaksa membawa Bing Long dengan cara seperti itu.


"Berhenti tunjukkan tanda mengenalmu!" kata Penjaga pintu masuk kedalam kota.


Chinmi berpikir sejenak sebelum akhirnya teringat akan medali yang pernah diberikan oleh Ji Long.


Chinmi segera masuk kota setelah para penjaga mempersilahkan dirinya untuk lewat. Dia berjalan dengan tenang sambil melihat-lihat ke sekelilingnya.


Sudah lebih hampir 8 tahun semenjak terakhir dirinya berada di Kerajaan Bumi Barat, menurutnya banyak yang berubah dari kota tersebut.


"Sungguh terasa asing sekali tempat ini!" gumam Chinmi.


Chinmi masih belum jauh berjalan dari gerbang kota tersebut, dia menoleh kebelakang dan melihat ada rombongan prajurit datang dari arah luar gerbang dan masuk menuju kearahnya.


"Paman..!" Chinmi melihat Li Fang berada di paling depan, dia tidak menduga jika wajah pamannya sedikit berubah, mungkin karena usianya yang mulai bertambah.


"Berhenti...!" Li Fang menghentikan semua prajuritnya setelah melihat seorang pemuda menghadang jalannya.


Li Fang merasa tidak asing dengan wajah pemuda tersebut kemudian bertanya padanya, "Anak muda, kenapa kamu mengadang jalan kami? Minggirlah dan biarkan kami lewat!" kata Li Fang dengan sopan.


Chinmi tersenyum lebar sekaligus merasa geli karena pamannya tidak mengenalinya, "Jika Jendral ingin lewat, maka Jendral harus bisa membuatku diriku minggir dari jalan ini, namun dengan tangan jendral sendiri," kata Chinmi.


"Kurang ajar kau, berani-beraninya kamu berbicara seperti itu kepada Jendral Li Fang!" prajurit yang berada disamping Li Fang membentak Chinmi, namun dia berhenti setelah Li Fang menghentikannya.

__ADS_1


Li Fang turun dari kudanya kemudian berjalan mendekati Chinmi, "Kenapa harus demikian, apakah kami telah berbuat kesalahan terhadapmu?" tanya lagi Li Fang seraya memperhatikan Chinmi baik-baik, dia yakin dia perbah bertemu dengan Chinmi sebelumnya, namun dia lupa.


"Tidak, pasukan jendral tidak ada yang salah, hanya jendral saja yang memiliki masalah denganku, karena itu jendral harus bisa membuatku minggir dia tengah jalan ini," kata Chinmi sambil tersenyum lebar.


"Tunggu dulu..!" Li Fang seperti mengetahui wajah pemuda tersebut setelah memperhatikan nya lebih teliti.


"Chinmi, apakah kamu Chinmi?" tanya Li Fang setelah yakin jika pemuda yang berdiri di hadapannya adalah Chinmi.


Chinmi tertawa kecil mendengarnya lalu berkata, "Tidak kusangka setelah menikah paman hampir melupakanku!" kata Chinmi membuat Li Fang melepaskan senjatanya dan langsung merangkul tubuh Chinmi.


"Ternyata ini benar kamu...!" kata Li Fang sambil memeluk Chinmi dengan erat.


Bing Long sangat kesulitan bernafas saat Li Fang memeluk erat keponakannya yang sudah lama pergi untuk latihan, Bing Long berada didepan Chinmi sehingga dia terkena tekanan paling parah ditengah-tengah.


Ummp...ummp!!


Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Bing Long karena dia sungguh kesulitan untuk bernafas, sampai-sampai dia berencana akan membesarkan tubuhnya agar Li Fang dan Chinmi tertindis oleh tubuh besarnya.


Beruntungnya Li Fang segera melepaskan pelukannya, jika tidak Bing Long sudah menampakkan diri karena kesulitan bernafas.


"Lihatlah, kamu sungguh sudah besar! Bahkan kamu sangat terlihat gagah dan juga tampan seperti pamanmu ini!" kata Li Fang sambil memegang kedua pundak Chinmi.


Para prajurit yang berada dibelakang hanya bisa melihat mereka berdua sambil menoleh ke masing-masing rekannya karena tidak mengerti.


"Eh.. Oh iya ayo kita pulang, Ayah dan ibumu sudah sangat merindukan mu!" kata Li Fang mengajak Chinmi untuk pulang.


Li Fang meminta kuda kepada prajuritnya untuk dinaiki oleh Chinmi. Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan menuju ke istana.


"Chinmi... Chinmi..! Bukankah nama itu adalah nama yang membuat kerajaan Es Utara menjadi sekutu kerajaan kita?"


"Iya benar sepertinya namanya adalah Chinmi!"


Para prajurit yang ada dibarisan belakang saling membicarakan nama Chinmi, mereka kini ingat akan siapa Chinmi, dan jasa apa yang pernah Chinmi lakukan untuk kerajaan Bumi Barat.


"Ma-maafkan atas sikap saya Tuan Muda..!" prajurit yang sebelumnya sempat membentak Chinmi kini meminta maaf setelah mengetahui jika pemuda yang ia bentak adalah putra Jendral Li Xiang dan keponakan Jendral Li Fang, sekaligus dia adalah anak muda yang sudah lama dinantikan kedatangannya oleh Raja Tao.


***


__ADS_1


__ADS_2