
***
"Sesepuh, saya mohon ijinkan saya pergi sesepuh, saya berjanji tidak akan berbuat jahat lagi sesepuh!" Lung Wai berusaha memelas kepada Tian Xiang yang saat ini berada di hadapannya.
"Hem.. Bukan aku yang akan memutuskan, apakah kamu harus aku biarkan pergi, atau harus tetap berada di sini untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu ini," kata Tian Xiang.
Cukup banyak jatuh banyak korban dari pihak kerajaan dan juga para pendekar yang hadir di acara pertandingan tersebut, karena itu Tian Xiang tidak bisa begitu saja membiarkan Lung Wai pergi begitu saja.
"Apa kamu sadar sebesar apa kesalahan yang telah kamu perbuat? Apakah kamu pikir akan bisa pergi begitu saja setelah membuat masalah sebesar ini?"
Lung Wai hanya bisa terdiam, dia tidak menduga jika dirinya akan terjebak dan harus berhadapan dengan salah satu Pertapa.
"Sa-saya sadar sesepuh, namun berikan saya satu kesempatan lagi, saya akan memperbaiki kesalahan saya ini!"
"Sihir Es Panah Pembeku."
Saat Lung Wai ingin terus meminta belas kasih Tian Xiang, Zhihui tiba-tiba menciptakan busur panah dan bersiap menarik tali busurnya yang ditalinya sudah ada anak panah yang terbuat dari Es.
"Aku tidak akan percaya terhadap kata-kata mu Lung Wai, jadi tidak ada kesempatan kedua bagi orang sepertimu," kata Zhihui dengan anak panah yang sudah di arahkan kepada Lung Wai.
"Zhihui, percayalah padaku..!"
"Cukup omong kosong mu itu Lung Wai, aku sudah tidak bisa lagi percaya akan semua perkataanmu itu!" kata Zhihui dengan nada kesal.
Tian Xiang mengangkat tangannya kepada Zhihui mengisyaratkan agar Zhihui menahan amarahnya. Zhihui menurut dan menurunkan arah anak panahnya kebawah, namun dia tetap dalan posisi siaga.
"Kamu lihat sendiri, sudah cukup banyak para pendekar dan prajurit yang menjadi korban dari kekacauan yang kalian buat. Sekarang katakan padaku, apa sebenarnya yang kalian inginkan dari penyerangan ini, dan siapa target kalian sebenarnya? Lalu kenapa kalian bisa bekerja sama dengan para Hewan Iblis itu?" tanya Tian Xiang.
__ADS_1
"Baiklah akan aku katakan, namun sebelum itu aku minta satu syarat."
"Tidak ada syarat apapun Lung Wai, namun jika kamu masih meminta syarat juga maka, syaratnya adalah panah ini, jika kamu tidak mau menjelaskannya maka ujung anak panah es ini akan membekukan tubuh mu. Cepat katakan!" kata Zhihui yang tidak mau tawar menawar persyaratan apapun dari Lung Wai.
Lung Wai hanya bisa berdecak kesal tanpa bisa berbuat apa-apa, di tambah dengan adanya Tian Xiang di hadapannya membuat dirinya benar-benar berada di situasi yang tidak tepat.
Lung Wai terpaksa menjelaskan semuanya karena merasa tidak ada pilihan lain selain mengikuti apa yang Tian Xiang dan Zhihui inginkan.
Lung Wai menceritakan akan semua yang ia ketahui, akan siapa otak dalang dari kekacauan ini sekaligus menjelaskan akan misi yang sebenarnya. Yang Lung Wai ketahui hanyalah satu, yaitu mencuri para Murid yang memiliki bakat tinggi.
Lung Wai hanya mengetahui jika para murid berbakat yang di culik nantinya akan dijadikan tumbal demi meningkatkan kekuatan salah seorang murid berbakat yang dimiliki oleh Sekte Kalajengking Merah.
Lung Wai tidak tahu bagaimana caranya She Chin bisa bekerja sama dengan Hewan Iblis. Yang ia ketahui ketika Huan Sing menyampaikan akan perubahan rencana mereka.
Perubahan rencana tersebut bukan hanya menculik para peserta saja, melainkan para pendekar dewasa juga ikut menjadi target mereka.
Hingga saat ini Lung Wai tidak tahu apa yang akan mereka lakukan terhadap para pendekar yang berhasil mereka tangkap itu, yang jelas sekitar 300 prajurit dan belasan pendekar dari berbagai sekte sudah berhasil mereka tangkap.
"Aku belum pernah mendengar jika ada Hewan Iblis yang memiliki kekuatan melebihi kekuatan para Pertapa, jika hanya energinya lebih banyak, aku mengetahuinya."
Tian Xiang tidak menduga jika ada mahluk kuat seperti sosok Singa Hitam yang kekuatannya melebihi mereka berempat, bahkan gabungan kekuatan ke empat para Pertapa sekalipun ternyata sama sekali tidak berpengaruh pada sosok tersebut.
"Aku bingung, kenapa mahluk itu takut dengan energi cahaya Biru dari anak itu!" gumam Tian Xiang sambil menatap Chinmi yang kini berjalan kearah tubuh Elang Hitam yang terbaring tidak jauh darinya.
Kita apakan dia sesepuh?" tanya Zhihui kepada Tian Xiang yang masih menatap Chinmi.
Tian Xiang kembali menatap Lung Wai kemudian berkata, "Aku serahkan saja dia padamu. Lagi pula tugas kami di sini sudah selesai."
__ADS_1
Setelah berkata demikian, Tian Xiang menghampiri Fan Yuzhen yang saat ini sedang memperhatikan Chinmi yang sedang mengambil mustika Elang Hitam.
Zhihui sendiri kini kembali mengangkat panah es nya dan diarahkan kepada Lung Wai, "Aku tidak mungkin membiarkanmu bebas begitu saja setelah apa yang telah kamu dan She Chin lakukan." ucap Zhihui dan disertai dengan tangannya yang mulai menarik busur panahnya.
"Dewi Naga Es, jika kamu membunuhku itu tidak akan merubah apapun. Ingatlah jika kamu membunuh satu dari kami hanya demi menciptakan kedamaian di dunia ini, itu adalah hal yang mustahil, karena kami akan terus ada.
Jika aku mati hari ini di tanganmu, maka kelak akan ada penggantiku yang lain, entah dari Sekte manapun itu nantinya, yang jelas selama manusia masih memiliki ambisi yang sama sepetiku, entah itu dari aliran hitam, putih, maupun bebas. Maka disanalah diriku yang lain akan kembali muncul."
Zhihui terdiam sesaat, dia juga tahu jika membunuh Lung Wai hari ini dia tidak akan mengubah apapun, ada kemungkinan besar akan ada Lung Wai yang lain yang akan bangkit.
Zhihui kini teringat kepada perkataan kakeknya yang sudah tiada, "Zhi'er, Setiap kehidupan di dunia akan selalu berpasang-pasangan, jika ada siang tentulah ada malam, ada laki-laki pastinya ada perempuan sebagai pasangannya, jika ada kebaikan di dunia ini yang pasti juga akan ada kejahatan.
Tidak peduli sekeras dan sekuat apapun kamu ingin menghentikan kejahantan, maka pasti akan ada kejahatan lain yang akan menggantikannya. namun semua itu tergantung cara mu untuk menentukannya sendiri."
Zhihui menutup mata sesaat sebelum akhirnya kembali memperkuat tarikan busur panahnya.
"Aku tahu itu Raja Kelelawar, namun setidaknya aku masih bisa mengurangi salah satu dari kalian di kehidupan ku saat ini, jika suatu hari nanti akan muncul orang yang seperti dirimu, maka selama Aku masih hidup aku akan tetap melakukan hal yang sama, dan jika aku sudah mati, maka akan ada juga generasi berikutnya yang akan menggantikanku," kata Zhihui sambil membayangkan kedua cucunya yang ia harapkan akan menjadi penggantinya sekaligus melirik Chinmi yang saat ini sudah berkumpul dengan yang lainnya.
"Lung Wai, sekarang saat nya bagimu untuk menemui Raja Neraka."
Selepas berkata demikian Zhihui memantapkan hatinya untuk membunuh Lung Wai dengan melepaskan anak panahnya.
"Akan aku tunggu kamu di neraka Dewi Naga Es," ucap Lung Wai yang sudah tidak berdaya dihadapan Zhihui.
Anak panah yang dilepaskan Zhihui melesat dengan cepat sehingga membuat semua yang dilaluinya membeku. Anak panah tersebut mengenai dahi Lung Wai hingga tembus kebelakang.
Tidak ada darah yang keluar ketika anak panah tersebut menancap di kepala Lung Wai, bahkan Lung Wai sekalipun tidak sempat berteriak karena kepalanya sudah membeku menjadi es.
__ADS_1
"Sepertinya Sekte Kelelawar Hitam tidak akan diam saja setelah ketua sekte mereka dibunuh!" kata Li Fang yang juga menyaksikan kejadian tersebut.
Kematian Lung Wai sang Raja Kelelawar menjadi akhir dari pertempuran di Kerajaan Es Utara, sedangkan para anggota Kelelawar Hitam yang tersisa ada yang lari dan ada juga yang di tangkap oleh para Jendral Kerajaan.