
***
Chinmi merasa canggung berada di dalam kamar berdua dengan Xi Liyi. Walau begitu dia tetap memberanikan diri untuk bicara dan bertanya akan maksud Xi Liyi membawanya kedalam kamar.
"Apa yang Tuan Putri ingin bicarakan denganku?" tanya Chinmi dengan suara sedikit kaku.
Xi Liyi menatap Chinmi dari atas sampai bawah kemudian mengangguk sembari berkata, "Sepertinya aku terlalu awal untuk menemui mu, jadi tidak banyak yang bisa aku lakukan untuk membantumu saat ini, lagi pula ini bukanlah tugasku untuk melatih mu agar bisa memiliki ilmu keabadian dan menjadi salah satu dari kelima Dewa."
Chinmi hanya bisa bengong mendengarnya dia sama sekali tidak mengerti akan kemana alur pembicaraan ini.
"Ilmu keabadian? Salah satu dari Lima Dewa? Apa maksud Tuan Putri aku tidak mengerti!"
"Saat ini mungkin kamu belum mengerti, namun perlu kamu tahu jika dirimu memiliki takdir untuk memiliki kekuatan Dewa, walau bukan menjadi seorang Dewa yang sesungguhnya namun memiliki kekuatan kebadiannya saja itu sudah sederajat dengan para Dewa."
Chinmi sungguh dibuat bingung oleh perkataan Xi Liyi, menurutnya Xi Liyi ini berbicara aneh, "Maksud Tuan Putri apakah aku akan memiliki kekuatan Dewa?"
"Iya, itu pin jika kamu berlatih dengan keras hingga mencapai kekuatan Raja Langit dan setelah itu baru kekauatan Raja Alam, itupun jika kamu tidak mati konyol terlebih dahulu," kata Xi Liyi dengan tertawa kecil.
"Raja Alam? Kekuatan apalagi itu?" tanya Chinmi yang semakin kebingungan.
"Suatu saat akan ada salah satu dari kami yang akan datang menemuimu untuk melatih dan menjelaskan semuanya padamu, sekarang yang terpenting latihlah dirimu dan tingkatkan kekuatanmu hingga mencapai batas kekuatan yang dimiliki oleh pendekar di duniamu ini, jika kamu sudah mencapai batas kekuatan itu maka salah satu dari kami akan membantumu memberikan arahan agar dirimu bisa mencapai kekauatan Dewa." Xi Liyi menjelaskan dengan tenang.
"Kami? Maksud Tuan Putri, apakah Tuan Putri memiliki kekuatan Dewa itu?"
"Iya aku memiliki kekuatan itu dan aku memiliki julukan Dewi Lotus Emas dari Kerajaan Seribu Emas," jawab Xi Liyi.
__ADS_1
"Tidak mungkin, Tuan Putri pasti bercanda dan mengada-ngada kan? Bukankah dunia ku ini dunia Tuan Putri juga dan aku tidak pernah mendengar nama kerajaan Seribu Emas?" kata Chinmi dengan tidak percaya.
Xi Liyi menggelengkan kepala, "Aku bukan berasal dari Dunia ini, dunia asalku berada berada di salah satu bintang dilangit, namun jauh dan berbeda galaxy."
Kepala Chinmi rasanya ingin pecah karena semua yang ia dengar sangat tidak masuk akal.
"Aku tahu kamu bingung, namun percayalah itu semua bukanlah sebuah cerita semata, kelak kamu akan mengetahuinya juga, sekarang aku akan memberikanmu ini."
Xi Liyi menyerahkan sebuah Kalung Emas yang memiliki bandul Batu Giok berwarna hitam bagai langit malam tanpa bintang.
"Apa ini?" tanya Chinmi.
"Ini adalah Kalung Semesta! Kalung ini bisa kamu gunakan untuk menyimpan semua barang yang tidak bernyawa milikmu agar kamu tidak terlihat menyedihkan membawa barang seperti itu," Xi Liyi menunjuk buntilan kain yang Chinmi letakkan di lantai kamar.
Chinmi jelas semakin bingung kemudian bertanya lebih detail lagi akan kegunaan kalung tersebut.
Xi Liyi menjelaskan jika kalung tersebut adalah pengganti dari buntilan yang Chinmi bawa namun bisa menampung barang tidak terbatas, jika mau bandul kalung tersebut mampu memindahkan seluruh barang yang ada di dunia Chinmi saat ini, dengan kata lain kalung tersebut akan mempermudah siapapun yang memilikinya untuk membawa seluruh barangnya tanpa harus repot-repot membawa buntilan kecil kemana-mana.
Chinmi memandangi kalung tersebut dengan takjub setelah mengetahui fungsi dan kegunaan dari kalung tersebut. Bagaimana tidak, benda sekecil itu mampu menyimpan barang apapun dan sebesar apapun kedalam bandul kalung yang hanya sebesar kuku ibu jari itu.
Namun hanya satu yang membuat Chinmi bingung, "Maaf Tuan Putri, bagaimana cara ku untuk menggunakannya?" tanya Chinmi.
"Teteskan sedikit darah ke bandul giok itu agar batu giok itu mengetahui jika dirimu adalah tuannya, setelah itu alirkan Qi kedalam bandul tersebut hingga batu giok itu berubah warna menjadi biru dan kamu akan bisa menggunakannya."
Chinmi segera mengikuti petunjuk tersebut, dia mengigit ibu jarinya hingga terluka dan meneteskan darahnya kebatu giok hitam tersebut.
__ADS_1
Darah yang diteteskan ke batu giok tersebut terhisap dan tidak ada sisa sedikitpun di sampingnya. Chinmi melanjutkan dengan mengalirkan Qi kedalam batu tersebut dan betapa terkejutnya Chinmi setelah menyadari jika Batu giok tersebut bagai lubang hitam tanpa batas yang menyerap hampir seluruh Energinya.
Chinmi menyerap Qi dari mustika abu-abu agar energinya tidak habis, namun sudah tiga mustika yang Chinmi serap Qi nya yantanya Batu Giok tersebut belum juga menunjukkan perubahan sama sekali.
"Gila ini benar-benar gila!" batin Chinmi yang merasa batu Giok itu lebih mengerikan dari pada jurus pedang tiupan angin yang ia gunakan karena jurus tersebut juga menyerap Qi dalam jumlah yang besar juga namun tidak seperti batu giok hitam itu yang lebih parah menyerap Qi nya.
Chinmi sudah menyerap Empat Mustika abu-abu itu dan setelah itu barulah batu giok hitam tersebut berubah warna menjadi warna biru langit.
Chinmi bernafas lega setelah berhasil membuat batu giok hitam itu berubah warna, dia menyeka keringatnya dan kembali mengamati kalung tersebut.
"Sekarang kamu masukkan buntilan sedihmu itu kedalam batu giok itu dengan mengarahkan batu tersebut ke buntilan itu dan gunakan pikiranmu untuk menghisap dan mengeluarkannya!"
Chinmi kembali mengikuti perintah Xi Liyi, dia melakukan apa yang Xi Liyi suruh dan benar saja buntilan yang Chinmi bawa benar-benar lenyap dari pandangannya.
Chinmi kembali mengeluarkan buntilan tersebut dengan pikirannya dan buntilan tersebut kembali muncul.
Chinmi merasa takjub terhadap kalungnya, kini dia percaya jika Xi Liyi tidak membual dan kemungkinan dirinya akan menjadi salah satu dari Lima Dewa itu bukanlah harapan kosong saja.
"Terimakasih Tuan Putri atas semuanya aku tidak tahu harus membalas semua ini dengan apa!" kata Chinmi dengan sedikit malu karena telah meragukan Xi Liyi sebelumnya.
"Kamu jangan dulu berterima kasih padaku, jalanmu masih jauh jadi berlatihlah dengan giat dan usahakan jangan sampai mati konyol karena saat ini kekuatanmu masih jauh dari kata kuat."
Chinmi tersenyum kecut, dia tahu jika dirinya saat ini masih belum terlalu kuat setidaknya untuk saat ini.
"Tuan Putri, bisakah Tuan Putri tunjukkan kepadaku ilmu dewa yang Tuan Putri miliki!"
__ADS_1
Xi Liyi tertawa kecil mendengarnya, "Sepertinya kamu masih meragukan itu! Baiklah akan aku tunjukkan padamu," kata Xi Liyi kemudian menjentikkan jarinya hingga membuat Chinmi kesulitan berkata-kata saat mengetahui apa yang dilihatnya.