PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Harapan


__ADS_3

"Nama ku Huo Long," kata Naga Merah memperkenalkan dirinya.


"Aku Feng Long," Naga Putih juga ikut memperkenalkan diri juga.


"Eh.. Se-senior semua nama saya adalah Chinmi senang bisa bertemu dengan kalian bertiga!" kata Chinmi, dia sendiri bingung ingin memanggil mereka semua dengan apa.


"Tidak perlu memanggil kami dengan sebutan senior, panggil saja nama kami, dan kamu tidak perlu berbicara se formal itu!" kata Huo Long.


"Hei siapa bilang di sini cuma ada tiga saja? Apa kalian tidak ingin memperkenalkan kami kepada murid Fan Yuzhen juga?" tiba-tiba Lima ekor Naga dengan berbagai bentuk dan warna juga datang memasuki ruangan.


"Jadi ini adalah ras para Naga?" batin Chinmi setelah melihat ke delapan naga yang sudah berkumpul.


"Kalian perkenalkan diri kalian sendiri saja padanya!" kata Tie Long.


"Iya-iya baiklah, kami akan memperkenalkan diri kami sendiri," jawab seekor Naga yang yang berwarna sedikit biru.


"Hai anak kecil!"


"Namanya adalah Chinmi."


"Diam... Aku tidak sedang bicara padamu!"


"Aku hanya membantu menjawabnya saja!"


Tie Long dan naga biru saling beradu mulut, sedangkan Huo Long, Feng Long dan Fan Yuzhen menggelengkan kepala mendengar mereka berdua yang sedang bertengkar.


"Mereka berdua memang tidak pernah mau berubah!" kata Feng Long.


Chinmi sendiri hanya bisa berdiri kaku sambil melongo melihat pertengkaran antar sesama naga tersebut.


"Chinmi, namaku adalah Tu Long!" saat Naga Biru dan Tie Long masih bertengkar mulut, Naga Berwarna seperti tanah lebih dulu memperkenalkan diri nya.


"Salam kenal Senior Tu Long," kata Chinmi sambil membungkukkan badan.

__ADS_1


"Namaku Mu Long!" seekor Naga yang kulitnya seperti kayu juga ikut mengenalkan dirinya.


"Giliranku, namaku adalah Bing Long," Naga yang seluruh tubuhnya mengeluarkan kabut putih serta dingin juga memperkenalkan dirinya.


"Aku-aku..! Namaku adalah Sha Long," kali ini giliran Naga yang tubuhnya selalu meninggalkan pasir halus jika berjalan juga memperkenalkan dirinya.


"Hai Shui Long, sampai kapan kamu akan bertengkar dengan Tie Long? Jika kamu tidak ingin memperkenalkan diri iya sudah, sebaiknya aku akan membawa anak ini untuk berlatih denganku terlebih dahulu!" kata Huo Long kepada naga berwarna biru yang tubuhnya selalu mengeluarkan air, dan namanya adalah Shui Long.


"Jangan dulu!" kata Shui Long kemudian kembali menatap Tie Long, "Tunggu urusan kita belum selesai!" ucapnya kepada Tie Long kemudian berbalik kearah Chinmi.


Tie Long terlihat senang mendengar perkataan Shui Long yang terlihat kesal padanya, dan pada dasarnya mereka berdua memang selalu ribut.


"Maaf atas gangguan tadi, namaku Shui Long, andai kamu mau jadi makananku aku tidak keberatan untuk memakanmu!" kata Shui Long membuat Chinmi segera melompat mundur dan menjaga jarak dengan Shui Long.


"Hahaha..! Aku hanya bercanda jadi kamu tidak perlu setakut itu," kata Shui Long yang tertawa terbahak-bahak.


Chinmi hanya menggaruk kepalanya sambil berdecak kesal, walau semuanya baru memperkenalkan diri mereka, namun langsung mengingat semua nama-nama tersebut.


"Apa yang kamu katakan Chinmi, kami sendiri yang meminta kepada Fan Yuzhen agar membawamu kesini dan sekaligus ingin membantumu untuk membuat satu Pusat Roh Elemen mu itu memiliki cabang," kata Huo Long.


"Terima kasih senior Huo jika memang Senior bersedia membantu saya!" kata Chinmi.


"Tidak masalah, lagi pula dengan melatihmu, kami semua memiliki harapan yang sama padamu, yaitu kelak jika kamu sudah sangat kuat, kami berharap agar kamu bisa membuat kedamaian antara para Hewan Suci yang sekarang kalian sebut sebagai Hewan Iblis, bisa hidup berdampingan dengan para manusia!" kata Huo Long.


"Jika itu saya tidak bisa berjanji, namun saya akan usahakan sebisa mungkin untuk menciptakan kedamaian!" kata Chinmi.


"Baik jawaban mu sudah cukup memuaskan ku, sekarang biar aku yang melatihmu terlebih dahulu!" kata Huo Long.


"Baik Senior Huo!"


"Ais anak ini, sudah ku bilang jangan memanggilku senior...!" gerutu Huo Long.


"Aku mau istirahat dulu sebentar disini, nanti aku akan segera menyusul!" kata Fan Yuzhen.

__ADS_1


Tidak ada yang protes saat Huo Long memilih yang pertama untuk melatih Chinmi, bagaimana pun Huo Long adalah Naga terkuat dari kedelapan Naga yang ada.


Plaaakk!!"


Ekor Shui Long menghantam tepat ke wajah Tie Long yang berada di belakangnya saat Huo Long dan Chinmi sudah keluar.


"Kau...!" Tie Long terlihat sangat geram karena Shui Long tiba-tiba saja memukul wajahnya.


"Ayo kita teruskan di luar..!" kata Tie Long mengajak Shui Long untuk melanjutkan pertengkaran meraka di luar.


"Aku malas, jadi kamu cari lawan yang lain saja, lagi pula kamu bukanlah lawan yang pantas untuk ku," ucapan Shui Long terdengar mengejek sehingga kumis panjang Tie Long bergetar karena marah.


"Sudah-sudah dari pada kalian bertengkar sebaiknya kita lihat latihan dari murid Fan Yuzhen ini!" kata Bing Long kemudian keluar menyusul Huo Long.


Mereka semua hanya saling berpandangan kemudian mengikuti Bing Long yang lebih dulu berjalan menyusul Huo Long dan Chinmi, sedangkan Fan Yuzhen memilih untuk bermeditasi.


***


Di sebuah Puncak Gunung yang sangat tinggi namun semuanya terlihat seperti tertutup oleh kabut tebal. Sekitar delapan sosok terlihat seperti sedang menikmati segarnya udara puncak gunung tersebut.


Ke delapan sosok tersebut memiliki wujud yang berbeda-beda. Satu sosok adalah seorang manusia yang terlihat sangat sepuh, dan satu sosok lagi terlihat seperti manusia namun memiliki telinga panjanh yang sedikit runcing ke atas. Sedangkan keenam sosok lainnya terlihat seperti tubuh bercahaya, dan ke enam-enamnya memiliki cahaya yang sama.


Pria sepuh tersebut mengehela nafas panjang sambil menatap langit cerah, "Tidak kusangka aku akan hidup hingga sekarang!" ucapnya walau terlihat sepuh, namun tubuhnya masih terlihat seperti berumur 50 tahun saja.


"Kamu pikir kamu akan mati setelah memiliki kekuatan yang sama denganku? Tentu saja kamu tidak akan mati, karena bagaimana pun ini sudah termasuk kekuatan yang mampu membuat tubuh menjadi abadi!" kata sosok bertelinga runcing.


"Iya aku tahu tubuh ini sudah abadi, namun kekuatannya masih jauh jika dibandingkan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Chen'er," ucap pria sepuh tersebut dengan wajah kusut.


"Kamu jangan menyamakan diri kita dengan Chen'er, bagaimanapun juga muridmu itu sudah berada di Tingkat yang berbeda dengan kita!" jawab salah satu sosok bercahaya namun suaranya adalah suara wanita.


"Feng Ying, lama sekali Ho Chen tidak pernah datang kesini, apa dia baik-baik saja?" tanya salah satu sosok lagi.


"Aku juga tidak tahu Ming Hao, aku sudah mencobanya melihat dengan mata dewa ku namun tidak bisa menemukannya, mungkin dia pergi ke suatu tempat yang jaraknya tidak bisa aku jangkau dengan tehnik mata dewa ku ini," kata Pria sepuh tersebut yang bernama Feng Ying.

__ADS_1


__ADS_2