PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Informasi


__ADS_3

Ketiga Kera Putih memang sangat marah karena salah satu dari mereka telah dibunuh oleh Chinmi dengan sadis.


Chinmi sendiri memang tidak menggunakan kekuatan penuhnya, karena dia sadar masih banyak musuh di depan yang harus ia hadapi.


Walau Chinmi tidak menggunakan seluruh kekuatannya, namun dia tetap kehilangan beberapa energinya, Chinmi belum sempat untuk beristirahat semenjak selesai berlatih tanding dengan para Jendral.


Terlebih lagi jurus pedang Tiupan Angin juga memilki pengaruh dan mengurangi energinya. Namun berbeda dengan yang dulu dimana dia kehilangan separuh dari energi nya ketika menggunakan Jurus Pedang Tiupan Angin Tahap 3 maupun 4.


Sekarang hanya sedikit energi yang berkurang ketika dia menggunakan Jurus tersebut, karena saat ini kekuatannya sudah lebih tinggi dari yang dulu.


"Sihir Tanah, Hujan Batu Bumi."


Li Xiang menghentakkan kakinya ketanah kemudian sebuah tanah sebesar terangkat keatas dan melayang hingga setinggi dirinya.


Li Xiang menyentuh tanah tersebut dengan kedua telapak tangannya, tanah tersebut mengeluarkan kerikil padat sebesar biji anggur dan melesat kearah para pasukan Hewan Iblis yang ada di hadapannya.


Setiap kerikil yang mengenai tubuh para pasukan Hewan Iblis akan menembus tubuh dan kepala mereka, seperti anak panah yang menusuk tubuh.


Jumlah kerikil tersebut sangat banyak, sedangkan tanah yang ia sentuh semakin terkikis dan kemudian habis menjadi butiran kerikil yang membunuh puluhan Hewan Iblis dalam waktu singkat.


Tidak hanya sampai disitu, Li Xiang juga membuat tanah menjadi tinggi dan kemudian menjadikan tanah tersebut menjadi piringan-piringan tanah yang tipis dan kemudian melemparinya kearah Hewan Iblis tersebut.


Tubuh para pasukan Hewan Iblis banyak yang terpotong dan juga tertancap karena terkena piringan tersebut. Para prajurit juga tidak tinggal diam, mereka membunuh para Hewan Iblis yang masih hidup walau terkena serangan Li Xiang.


Li Xiang mampu membunuh ratusan Hewan Iblis dengan dua kali serangan. Sebenarnya dia merasa takjub kepada Chinmi yang mampu membunuh ratusan Hewan Iblis dalam satu serang saja.


"Kekuatannya melebihi dari apa yang aku bayangkan," batin Li Xiang.


"Awas Jendral..!"


Li Xiang gagal fokus karena perhatiannya teralihkan kepada Chinmi yang saat menghadapi lautan pasukan Hewan Iblis seorang diri, dia tidak sadar jika salah satu Hewan Iblis berbentuk tawon hampir mengenai nya.


Salah satu prajurit yang melihat itu segera menghadang tawon sebesar anjing tersebut dan berniat untuk menahan serangan nya, namun sayang lebah tersebut lebih gesit sehingga prajurit tersebut tertancap sengatan di kepalanya dan mati di tempat dengan wajah membiru.


Li Xiang segera menebas tawon tersebut dengan cepat sehingga tubuh tawon tersebut terbelah menjadi dua.


Li Xiang duduk dan memeriksa prajurit yang kini sudah mati akibat serangan serangga tersebut, dia sungguh menyesal karena kelengahan dirinya prajurit tersebut harus mati demi melindungi dirinya.


"Terima kasih!" kata Li Xiang kemudian bangkit dan tubuhnya mengeluarkan aura energi kematian yang sangat pekat.


"Mundurlah kalian semua, aku akan menggunakan ilmu terkuat ku untuk menyerang mereka!" seru Li Xiang sehingga para prajurit mundur beberapa meter kebelakang.


Tanah mulai bergetar saat Li Xiang melepaskan semua energi yang ia miliki, dia menyentuh tanah dengan kedua telapak tangannya.


"Sihir Bumi, Pusaran Bumi."


Tanah tiba-tiba bergerak dan berputar, para prajurit di belakangnya yang jauhnya sudah 10 meter dari Li Xiang juga terkena imbasnya, mereka secepat mungkin mundur lebih jauh karena takut jika dirinya akan terhisap oleh tanah yang mula berputar.


Setidaknya tanah yang berputar memiliki luas lebih dari 50 meter, semakin lama putaran tanah semakin cepat dan kemudian berputar seperti pusaran air yang akan mengisap apapun diatasnya.


Para prajurit berhasil menjauh, sedangkan para pasukan Hewan Iblis yang bergerak kearah Li Xiang tidak bisa menghindar, karena tanah yang berputar berubah menjadi debu dan menjebak kaki para Hewan Iblis tersebut sehingga tidak bisa meloloskan diri dari sana.


Pusat pusaran tanah tersebut berada tepat di kaki Li Xiang, sedangkan Li Xiang melayang diatasnya. Sekitar lebih dari 100 pasukan Hewan Iblis terhisap oleh pusaran tanah tersebut, mereka tidak bisa lari atau melompat sehingga tubuh mereka tidak berdaya saat terhisap kedalam pusat pusaran tanah itu.


Ternyata pusaran tanah tersebut tidak berhenti disitu. Pusaran tersebut bergerak maju mengikuti Li Xiang yang melayang setinggi satu setengah meter dari permukaan tanah.


Li Xiang yang melayang bergerak maju, dan pusaran tersebut juga ikut maju sehingga lebih banyak Hewan Iblis yang terhisap kedalam nya.


Para pasukan Hewan Iblis mulai mundur karena takut terhisap oleh pusaran tanah yang bergerak kearah mereka. Lebih banyak pasukan Hewan Iblis yang terhisap oleh pusaran tanah raksasa ciptaan Li Xiang.


Setelah cukup lama, barulah pusaran tanah tersebut mulai berhenti karena Li Xiang kehabisan energinya, butuh energi besar untuk menggunakan ilmu sebesar itu, karena itu Li Xiang berencana mengisap sebanyak mungkin Hewan Iblis tersebut.


Sekitar 500 Hewan Iblis sudah berhasil ia lenyapkan, namun masih banyak Hewan Iblis yang tersisa, "Mereka terlalu banyak," kata Li Xiang yang sudah berdiri diatas tanah dengan nafas memburu.

__ADS_1


Tidak ada Hewan Iblis yang ada di dekatnya, bahkan mayatnya pun juga tidak ada karena sudah habis terhisap. Para prajurit juga secepatnya menghampiri Li Xiang yang kehabisan energi dan mulai menjaga Li Xiang dari serangan Hewan Iblis berikutnya.


Bing Long juga sudah membunuh semua Hewan Iblis yang ada di udara, dia berencana untuk membantu Chinmi dan terbang kearahnya.


"Senior Bing, sebaiknya senior membantu ayahku!" kata Chinmi saat menyadari ayahnya dalam bahaya.


"Tenang saja, Ayah mu akan baik-baik saja!" kata Bing Long kemudian mengibaskan ekornya kearah Hewan Iblis yang ingin menyerang Li Xiang, dalam waktu singkat, semua Hewan Iblis yang ingin mendekat menjadi beku dan kemudian hancur.


"Chinmi aku akan mengurus mereka bertiga, sebaiknya kamu segera selesaikan semuanya secepatnya, karena hari sudah mau malam!" kata Bing Long.


"Senior, jangan bunuh semuanya, sisakan satu dari mereka kita butuh informasi dari mereka untuk mengetahui keberadaan guru!"


"Baiklah!" kata Bing Long kemudian bergerak ke arah ketiga Hewan Iblis yang berdiri di belakang.


"Kalau sudah begini!" kata Chinmi menatap tajam mereka semua.


"Senior Long Wang, tolong gunakan Aura Kaisar!" kata Chinmi kemudian melempar pedangnya ke tengah-tengah para Hewan Iblis yang masih sekuat 2000 pasukan tersebut.


Chinmi yakin jika Aura Kaisar Long Wang bisa menekan mereka semuanya, karena Aura Kaisar Long Wang bisa mencakup area yang sangat luas.


Pedang Naga Langit melayang diatas para pasukan Hewan Iblis dan kemudian mengeluarkan Aura berwarna biru menyebar keseluruh para pasukan Hewan Iblis.


Jika saja pedang Naga Langit terbang hingga setinggi 10 meter saja, Aura Kaisar yang dilepas olehnya mungkin akan mengenai Bing Long dan juga Ayahnya, karena itu pedang Naga Langit hanya melayang setinggi 5 meter.


"Sihir Es, Pembekuan Alam."


Chinmi melepaskan kabut tebal dan menyebar keseluruh pasukan Hewan Iblis. Tubuh mereka semua membeku dan tidak satupun yang bisa digerakkan.


"Elemen Es!!?"


Li Xiang kembali terkejut melihat Chinmi bisa menggunakan elemen Es dengan sempurna, setelah itu dia lebih terkejut saat melihat Chinmi mengeluarkan sihir yang lain.


"Sihir Bumi, Cambukan Akar Liar."


Chinmi tidak menggunakan Sihir Elemen kayunya sejak awal karena kebanyakan dari Hewan Iblis yang berbentuk kera, mereka akan sangat lihai jika ada pohon-pohon seperti itu, karena itu butuh waktu yang tepat untuk menggunakannya.


Akar-akar tersebut kemudian semakin banyak dan kemudian menyebar sehingga tercipta seperti hutan akar yang sangat lebat.


"Elemen apa lagi yang kamu belum tunjukan Chinmi?" gumam Li Xiang dengan heran, dia rasa anaknya masih menyimpan kejutan yang lain.


Chinmi menoleh kearah Bing Long yang saat ini sedang berhadapan dengan ketiga kera putih, dia ingin membantu, namun dia teringat akan ayahnya yang sepetinya kehabisan energi.


Chinmi akhirnya pergi ke ayahnya untuk membantu memulihkan kondisi ayahnya, dia yakin jika Bing Long tidak akan membunuh semuanya dari mereka sehingga dia tidak perlu lagi mengingatkan Bing Long dan pergi membantu ayahnya.


"Chinmi, apa kamu baik-baik saja?" tanya Li Xiang setelah Chinmi tiba di tempatnya.


"Ayah tenang saja, aku tidak apa-apa! Sebaiknya kita pulihkan dulu kondisi ayah," kata Chinmi.


Chinmi menyentuh tubuh Li Xiang dan mengalirkan energi kayu padanya. Chinmi mengetahui cara itu dari Mu Long sang Naga Kayu yang berkali-kali menyembuhkan Chinmi saat ia cidera atau kehabisan energinya saat latihan.


"Chinmi, seberapa banyak lagi elemen yang kamu miliki?" tanya Li Xiang.


Chinmi hanya tersenyum lembut dan tidak menjawab apapun, dia kembali berkonsentrasi untuk mengembalikan kondisi ayahnya.


***


"Tuan Naga Es, kenapa anda membantu para manusia itu?" salah satu Kera putih bertanya kepada Bing Long.


Bahasa mereka mungkin tidak akan dimengerti oleh manusia, namun bagi sesama Hewan Iblis, bahasa mereka bisa di mengerti.


"Bukankah kalian sudah mengetahui jika kami memang tidak suka mencari masalah dengan manusia. Melihat kalian yang kembali membuat masalah dengan manusia, maka kami juga akan ikut, namun kami akan memilih untuk berpihak pada manusia," kata Bing Long yang saat ini sudah berdiri dihadapan mereka bertiga.


"Tuan Naga Es, Tuan She Long pasti tidak..!"

__ADS_1


"Kalian mau menakutiku dengan nama Tuan She Long? Sebaiknya kalian segera menemani kaum kalian yang sudah aku bunuh!" kata Bing Long yang sudah mulai kesal.


Wajah mereka terlihat sangat buruk, mereka tahu akan siapa Bing Long, dia satu dari delapan Naga yang pernah memimpin Hewan Iblis dulunya.


Mereka sadar jika tidak satupun dari mereka yang bisa mengalahkan Bing Long, namun mau lari pun juga tidak mungkin.


Mereka bertiga bersiap untuk bertarung dengan Bing Long dengan melompat ke tiga arah mengelilingi Bing Long.


"Hahaha..! Kalian pikir akan mampu mengalahkanku? Baiklah mari kita mulai," kata Bing Long kemudian melepaskan sedikit energinya yang menggetarkan tanah.


Ketiga Kera tersebut melepaskan sihir elemen Air dan tanah kearah Bing Long, sedangkan Bing Long hanya mengibaskan sayapnya saja sehingga ketiga energi tersebut berbalik ke arah mereka sendiri.


Mereka segera melompat menghindari serangan mereka sendiri, dan kembali bergerak menyerang Bing Long dari jarak jauh dengan menggunakan energi.


Mereka jelas tahu jika serangan fisik jarak dekat juga tidak mungkin dilakukan sebab kulit Bing Long sangat keras dan kuat.


Namun kekuatan mereka sangat jauh jika di bandingkan dengan kekuatan Bing Long sehingga semua serangan energi mereka sama sekali tidak ada artinya bagi Bing Long.


Bing Long mengincar dua dari mereka, walau tubuhnya besar, namun gerakannya sangat cepat. Dalam satu tarikan nafas saja, dia sudah berada dihadapan salah satu dari mereka.


Jelas Kera tersebut kesulitan untuk menghindar atau menjauh dari Bing Long, dan dengan cepat pula Bing Long mengibaskan ekornya ketubuh kera tersebut hingga membeku dan terlempar jauh.


Tubuh Kera putih tersebut hancur setelah membentur tanah dan kera tersebut mati tanpa bisa merasakan apapun.


Bing Long kembali bergerak cepat menyerang dua sisa lainnya dengan gerakan yang sulit untuk dilihat. Salah satu Kera melepaskan Energi Air ke berbagai penjuru karena tidak bisa melihat gerakan Bing Long.


"Terlalu lambat!" kata Bing Long yang sudah berdiri di belakang kera tersebut.


Kera tersebut menoleh dan melihat Bing Long sudah menganga lebar dan mengigit tubuh Kera tersebut hingga terpotong dua.


"Kini tinggal kamu!" kata Bing Long menatap satu yang tersisa.


"Tu-tuan Naga Es, mohon ampuni aku! Aku janji akan melakukan apapun yang kamu minta, namun aku mohon jangan bunuh aku!" kata Kera tersebut memelas.


Bing Long tersenyum lebar mendengar hal itu, dia sengaja membunuh dua Kera tersebut untuk menakuti Kera yang tersisa, dan ternyata itu berhasil.


Bing Long menyeburkan kabut putih ke kaki Kera tersebut sehingga dia tidak akan bisa pergi kemana-mana lagi.


"Baiklah sekarang katakan padaku, apakah kamu tahu dimana Naga Merah dan Naga Hitam berada sekarang?" tanya Bing Long.


"A-aku tahu!" kata Kera tersebut.


"Bagus katakan dimana dia sekarang!"


"Mereka ditahan di dunia lain oleh Tuan Huo Lang. Dunia itu hanya bisa dimasuki dengan menggunakan lingkaran portal dimensi."


"Huo siapa?" tanya Bing Long yang tidak tahu nama tersebut.


"Huo Lang tuan, dia adalah teman Tuan She Long dan kekuatannya juga sama dengannya!" kata Kera tersebut.


"Pantas Tie Long dan Huo Long bisa kalah, jadi bukan hanya mahluk singa aneh saja yang bersama dengan Tuan She, namun ada lagi yang lain," gumam Bing Long kemudian kembali bertanya.


"Apa kamu tahu titik lokasi untuk menuju ke dunia itu?" tanya lagi Bing Long.


"Aku tahu tuan, namun aku tidak berani mengantarkan Tuan kesana, karena tempat itu dijaga oleh Tuan Huo Lang," ucap nya dengan gemetar.


"Chinmi kemarilah!" kata Bing Long, dia ingin meminta pendapat Chinmi terlebih dahulu.


Chinmi mendengar panggilan Bing Long segera kesana, dia sudah memulihkan 70 persen kondisi ayahnya.


"Ada apa senior Bing, apa senior sudah mendapatkan informasi?" tanya Chinmi dengan penasaran.


***

__ADS_1


Saat ini Dewi Lotus Emas sudah sampai di bab 4, semoga cerita DLE juga bisa menghibur kalian. DLE akan update setiap malam jam 20:00 jika tidak ada halangan lain, begitu juga dengan PDA, bedanya PDA setiap babnya sangat panjang, sedangkan DLE setiap babnya hanya 1100 kata atau 1200 kata saja. Selamat membaca keduanya dan semoga terhibur. TERIMA KASIH.


__ADS_2