PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Ketakutan


__ADS_3

"Apa kamu butuh bantuanku?"


Fan Yuzhen yang masih berusaha menahan Pusaran anginnya agar terus menutupi lubang hitam terkejut dengan suara pria sepuh yang terdengar dari arah belakangnya.


"Senior Tian, tentu saja aku butuh bantuan senior!" kata Fan Yuzhen dengan nada kesal.


Sosok yang baru muncul tersebut tidak lain adalah Tian Xing, Sang Pertapa Langit. Tian Xing tertawa kecil melihat expresi Fan Yuzhen sebelum akhirnya menatap Ye Shi yang sedang berhadapan dengan Wu Tong dan Xie Wen.


Dari sudut pandang Tian Xing, dia melihat jika Ye Shi sepertinya sama sekali tidak terlihat panik saat diserang oleh mereka berdua, "Siapa mahluk itu? Sepertinya dia sangat kuat!"


"Aku juga tidak tahu senior, namun yang jelas aku sangat membutuhkan bantuanmu untuk menghentikan ini!" kata Fan Yuzhen dengan suara kesalnya.


"Baiklah..!" kata Tian Xing kemudian mengangkat telapak tangannya ke arah pusaran hitam.


"Sihir Langit Lubang Dimensi."


Seketika itu juga muncul sebuah lubang dari atas pusaran hitam. Lubang dari langit tersebut kemudian melebar dan mulai menurun kebawah. Setelah melewati pusaran hitam, lubang tersebut menutup dengan cepat dan melenyapkan pusaran hitam tersebut.


Ye Shi menoleh kearah tempat pusaran hitam yang kini sudah menghilang kemudian dia menoleh kebawah dan melihat kearah Tian Xing, "Ternyata ada satu lagi serangga yang datang!" ucap Ye Shi.


Fan Yuzhen, Tian Xing, Xie Wen dan Wu Tong kini mengelilingi Ye Shi yang masih terlihat tenang, "Kalian mau mengeroyok ku? Ketahuilah kekuatan kalian tidak akan cukup mampu untuk merontokkan sehelai buluku ini!" kata Ye Shi dengan menunjukkan bulu-bulu hitam yang berada di lengannya kepada mereka semua.


"Jangan sombong kamu Hewan Aneh! Jika kami berempat menyatukan kekuatan, maka kamu tidak akan bisa mengalahkan kami!" kata Xie Wen.


Ye Shi menguap pelan sambil mengorek telinganya, "Aku malas berurusan dengan Manusia lemah seperti kalian!" kata Ye Shi.


Wajah semuanya terlihat memerah setelah mendengar perkataan Ye Shi, "Ayo serang bersama-sama!" seru Wu Tong.


Fan Yuzhen mengalirkan Qi di kedua tangannya kemudian membuat dua pedang dengan energi anginnya sehingga tercipta dua pedang berwarna putih kebiruan.


Wu Tong membuat sebuah cambuk panjang, seluruh tali cambuknya adalah api yang sangat panas, dan panjangnya mencapai dua meter.


Xie Wen juga membuat tongkat dengan energi airnya. Tongkat tersebut memiliki ukiran kepala Bangao putih bening diujung atasnya.


Sedangkan Tian Xing membuat Pedang besar yang di kedua sisinya sangat tajam, pedang tersebut ia ciptakan dari energi logam.


"Serang..!" seru Wu Tong kemudian maju dengan mengangkat cambuknya.


Fan Yuzhen, Xie Wen, Tian Xing juga maju menyerang secara bersamaan menyerang Ye Shi. Serangan gabungan dari keempat pendekar Pertapa membuat Bumi ikut bergetar sangat keras, bahkan getarannya terasa hingga ke wilayah Kerajaan lainnya.

__ADS_1


Ditambah lagi pertarungan antara Ye Long melawan Hei Ying yang berada jauh di atas, suara raungan dan beberapa suara yang menggelegar akibat pertarungan mereka menimbulkan angin kencang diberbagai penjuru.


"Sihir Api Cambuk Api Membakar Langit."


"Sihir Air Tongkat Air Surga."


"Jurus Pedang Raja Angin."


"Sihir Logam Membelah Bumi."


Mereka berempat melepaskan sihir dan jurus terbaik mereka masing-masing ke arah Ye Shi yang sejak tadi hanya menahan serangan mereka semua dengan satu tangan kirinya saja, sedangkan tangan kanannya terlipat kebelakang.


Wuuush!!!


Jdaaarrr!!!


Booomm!!!


Berbagai suara ledakan terdengar keseluruh penjuru Kerajaan Es Utara. Angin yang kencang disertai kabut tebal juga menutupi separuh wilayah Kerajaan Es Utara.


Serangan Sihir terkuat milik mereka sama-sama mengenai tubuh Ye Shi, mereka berpikir jika Ye Shi pasti mati karena tidak mungkin Ye Shi akan mampu menahan serangan gabungan tersebut.


"Tidak mungkin! Ini sangat mustahil," seru Xie Wen.


Dia melihat Singa Hitam seperti tidak merasakan apa-apa, dia bahkan mengibas-ngibas kan tangannya ke dadanya yang terkena serangan mereka berempat, seolah-olah sedangkan membersihkan debu yang menempel di tubuhnya.


"Apa kalian sudah selesai?" tanya Ye Shi setelah selesai mengibaskan tangannya di dadanya.


Mereka berempat saling berpandangan tidak percaya. Mereka tidak menutupi rasa keterkejutan mereka sehingga ini terasa mustahil.


"Diam artinya iya, kalau begitu sekarang giliranku!" seru Ye Shi dengan tersenyum sinis menunjukkan kumis wajahnya.


Mereka berempat segera mundur Lima meter dan bersiaga penuh untuk menyambut serangan dari Ye Shi.


"Sebenarnya berada ditingkat apa mahluk itu?" tanya Tian Xing dengan pelan kepada Wu Tong.


"Entahlah, aku juga pertama kali berhadapan dengan sosok sekuat dia," jawab Wu Tong, dia juga sama bingungnya dengan Tian Xing.


"Tidak penting membahas itu, sekarang sebaiknya kita berkonsentrasi saja untuk menghadapinya!" kata Fan Yuzhen.

__ADS_1


"Rasakanlah ketakutan kalian semua wahai para manusia..!" seru Ye Shi sambil mengeluarkan energi besarnya.


Gempa bumi yang begitu besar segera terasa keseluruh penjuru, bahkan gunung-gunung juga mulai mengeluarkan asap dan tidak lama memuntahkan lava panasnya.


Seluruh manusia panik bukan main akibat gempa besar tersebut seolah-olah bumi mau hancur. Ye Long dan Hei Ying yang bertarung di atas langsung menghentikan pertarungan mereka berdua dan menatap kearah Ye Shi yang saat ini tubunya diselimuti aura hitam serta percikan-percikan petir di tubuhnya.


"Kekuatan apa ini..?"


Wu Tong dan yang lainnya terkejut bukan main saat merasakan pancaran energi milik Ye Shi yang sangat besar, mereka berempat merasa seperti berada dibawah kaki gunung yang sangat besar sehingga sulit untuk melihat kebesaran gunung tersebut dalam sekali tatap.


Ye Shi mengarahkan sebelah telapak tangannya ke arah Fan Yuzhen dan ketiga Pertapa lainnya. Terlihat bola hitam kecil muncul dari telapak tangan Ye Shi, bola tersebut juga mengeluarkan cahaya kilatan petir yang sangat kecil.


"Rasakanlah ini..!"


"Sihir Dewa Halilintar Peng...!"


"Emm....!!? Apakah Panglima Dewa Perang itu berada di sini?"


Ye Shi membatalkan untuk melepaskan sihir miliknya setelah merasakan kekuatan yang ia kenal dan paling ia takuti sedang mendekat ke arahnya dengan sangat cepat.


"Celaka, aku sampai lupa..!" gumam Ye Shi kemudian menoleh ke atas menatap Hei Ying masih mematung menatap dirinya bersama dengan dengan Naga Hitam yang juga ikut mematung.


"Hei Burung Hitam, cepat tinggalkan tempat ini!" seru Ye Shi dengan wajah terlihat panik dan ketakutan.


Tanpa menunggu jawaban dari Hei Ying, Ye Shi segera membuat lubang pusaran hitam untuk dirinya pergi.


Melihat Ye Shi yang terlihat ketakutan berlari bagai dikejar sesuatu, ke Empat pendekar Pertapa menjadi sangat heran.


Semua para anggota aliran hitam sekaligus para Hewan Iblis segera kembali memasuki pusaran hitam tersebut, termasuk beberapa ketua, namun tidak semuanya para ketua bisa pergi kesana, salah satunya adalah Lung Wai dan Elang Hitam yang terlambat karena masih dihadang oleh Naga Hitam.


"Ada apa dengan mahkluk itu? Kenapa dia lari dan ketakutan seperi itu?" tanya Wu Tong kebingungan.


"Entahlah..!" kata Tian Xing.


Kini semuanya menatap kearah belakang untuk melihat apa yang ditakuti oleh sosok Singa Hitam tersebut.


"Cahaya Biru apa itu?" tanya Xie Wen.


Setelah beberapa saat, barulah ia melihat sebilah pedang yang sedang melayang bergerak kearah mereka berempat, mereka juga melihat ada sosok yang sepertinya menunggangi pedang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2