PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
gabungan kekuatan tiga Dewa.


__ADS_3

Memang tanpa salah satu pendekar Dewa aslinya itu mustahil sekali untuk berhasil. Walau mereka sudah berlima, namun salah satunya hanyalah bayangan dan kekuatannya separuh dari kekuatan pengguna aslinya.


"Sial tidak cukup juga ternyata," ucap Ho Chen yang merasa kekuatan bayangannya tidak cukup untuk menutup kekurangannya.


Kraaakk!!!


Retakan semakin melebar dan energi yang sangat besar terpancar keluar dari dalam retakan tersebut.


"Gunakan mode Dewa..!" seru Yinfei setelah merasakan energi besar yang terpancar keluar.


Semuanya segera mengaktifkan mode Dewa mereka masing-masing dimana mereka memiliki lingkaran di belakang kepala mereka dengan cahaya dan warna masing-masing dan ditambah lagi dengan beberapa bentuk runcing di pinggir lingkaran tersebut dengan jumlah yang berbeda juga.


"Sihir Api Tiga Naga Api."


Yinfei melepaskan tiga api yang berbeda dengan berbentuk naga yang sangat besar dan semakin lama semakin membesar.


Naga Api tersebut langsung melilit segel tersebut secara bersamaan dan menutupi retakan yang membesar.


"Aku akan membakarnya jika Naga apiku tidak berhasil segera kalian gunakan serangan lanjutan," kata Yinfei yang lebih dulu menggunakan sihir apinya.


Kilatan-kilatan petir mencuak keluar melewati lilitan Naga Api tersebut dan menyambar diberbagai arah.


"Tidak akan bisa, kalian berempat sepertinya tidak cukup mampu untuk bisa menahannya!" kata jendral Lang Yu setelah merasakan kekuatan energi dari dalam segel.


Ho Chen menatap bola segel tersebut yang menyerupai dunianya, dia juga sadar jika kekuatan makhluk yang berada didalamnya melebihi kekuatannya atau bahkan sebanding dengan dirinya di gabung dengan ketiga pendekar lainnya.


"Aku tahu ini mustahil," kata Ho Chen namun dia juga tidak mau putus asa.


Booomm!!!


Ledakan dahsyat segera tercipta saat ketiga Naga Api berhasil di hancurkan oleh Singa Hitam Halilintar yang masih tersegel di dalamnya.


Deeepp!!


Boomm!!


Ledakan lain yang lebih besar lagi tercipta karena segel tersebut sudah hancur dan daya ledakannya sampai menghancurkan batu-batu meteor yang berada di dekatnya.


Groaarr!!


Singa Hitam Halilintar akhirnya berhasil keluar dari segel tersebut, tubuhnya sangat besar bahkan planet yang berada di dekatnya bagai batu kecil jika dibandingkan dengan besar badannya ditambah dengan kilatan petir yang secara terus menerus keluar dari tubuhnya.


"Inikah makhluk itu?" tanya Ho Chen yang baru pertama kali melihat makhluk tersebut.


Wajahnya mirip singa dengan bulu berwarna hitam, bukan hanya bulunya yang hitam bahkan di ekornya ada cahaya biru menyala-nyala bagai bola Halilintar.

__ADS_1


"Jadi dia memiliki kekuatan petir!" kata Ho Chen setelah mengamati secara seksama.


"Sihir Logam Tombak Kaisar Langit."


Lio Long juga menyerang dengan sihir logamnya dan membentuk tombak raksasa berwarna keemasan.


Lio Long pun melempar Tombak tersebut kerana Singa dengan sengat cepat, namun Singa Hitam tersebut langsung bersuara sangat keras.


Groarrr!!!


Suara yang ditimbulkan ternyata mampu menghentikan laju tombak tersebut bahkan suara yang ia keluarkan juga mampu mendorong mereka berlima dengan sangat kuat.


Xi Liyi langsung menahan Jendral Lang Yu agar tidak terhempas terlalu jauh, sedangkan Ho Chen berusaha menahan dorongan tersebut.


"Celaka! Segel yang lain juga sudah hancur!" kata Yinfei setelah merasakan adanya energi lain yang sangat besar namun jauh, Yinfei yakin itu berasal dari salah satu mahluk yang tersegel.


"Aku akan menggunakan seluruh energiku untuk mengalahkannya!" seru Ho Chen kemudian melesat dengan sangat cepat menyerang Singa tersebut.


Singa Hitam tersebut mengetahui jika Ho Chen datang kearahnya dengan kecepatan penuhnya kemudian berniat menyerang Ho Chen yang semakin mendekat.


Singa Hitam lansung melepaskan ribuan petir yang sangat besar menyambar ke arah Go Chen, melihat itu Ho Chen langsung menghilang seketika dan muncul kembali di atas kepala singa tersebut, Ho Chen menggunakan ilmu Ruang dan waktu sehingga bisa berpindah tempat dalam sekejap.


"Kamu pikir hanya kamu saja yang terkuat hah?" kata Ho Chen yang sudah ada di atas kepalanya.


Singa tersebut menatap keatas kemudian hal yang mengejutkan terjadi, "Manusia bodoh, memang hanya kami berempat yang terkuat."


Bukan hanya Ho Chen yang terkejut melainkan semuanya ikut terkejut setelah mendengar Singa Hitam ternyata dapat berbicara.


Singa Hitam tersebut tidak menyia-nyiakan kelengahan Ho Chen yang masih terkejut dan segera memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerangnya.


Singa Hitam melepaskan Petir yang sangat besar dari ekornya kearah Ho Chen, "Ho Chen awas..!" beruntungnya Xi Liyi segera menyadarkannya sehingga Ho Chen dapat menghindar dari serangan tersebut.


"Huf hampir saja!" kata Ho Chen kemudian memandang Singa hitam dengan tatapan dingin.


Ho Chen segera berpindah kembali ke tempat Yinfei dan yang lainnya berada, "Senior semua, alirkan energi kalian kepadaku, aku yakin akan mampu mengalahkannya!" kata Ho Chen.


"Chen'er jangan gegabah, tubuhmu tidak mungkin sanggup untuk menerima kekuatan kami bertiga, bahkan aku pun tidak berani untuk melakukannya," kata Yinfei.


"Aku tahu senior, namun tidak ada salahnya kita coba, dan aku harap rencana ini akan berhasil," kata Ho Chen, dia berkata seperti itu karena dirinya sudah sering melakukan teknik penggabungan saat dirinya masih memiliki kekuatan yang masih rendah.


"Baiklah karena kamu yang meminta akan aku alirkan energiku padamu," kata Lio Long.


"Tidak tunggu dulu Senior Lio, lebih baik kita cari cara lain saja!" kata Xi Liyi yang menolak ide Ho Chen.


"Senior Xi sudahlah kita tidak punya banyak waktu lagi," kata Ho Chen yang menyadari jika Singa Hitam kembali ingin menyerangnya.

__ADS_1


Yinfei masih terlihat ragu, namun melihat Singa Hitam yang kembali ingin menyerang dia akhirnya tidak memiliki pilihan lain dan akhirnya setuju untuk mengalirkan energi kepada Ho Chen.


Xi Liyi hanya mengigit bibirnya karena merasa tidak ada pilihan lain selain mengikuti cara yang Ho Chen sampaikan.


"Jendral Lang Yu, mundurlah agak jauh," kata Xi Liyi kemudian mulai mengeluarkan energinya dan mengalirkannya kepada Ho Chen.


"Matilah kalian para manusia..!" seru Singa Hitam kemudian membuat bola raksasa berwarna biru dengan percikan petir yang menyambar ke berbagai arah dari mulutnya. Ukuran Bola tersebut melebihi planet apapun, bahkan jika sampai meledak kemungkinan beberapa planet pasti akan hancur.


Singa Hitam segera menembakkan bola tersebut kearah Ho Chen dan yang lainnya berada yang masih mengalirkan Energi.


Ho Chen merasakan tubunya seperti mau meledak ketika menerima gabungan kekuatan tiga Dewa secara bersamaan.


Lingkaran di belakang Ho Chen 100 kali lebih terang dan bahkan mampu menyinari planet lain bagai matahari.


Bola Raksasa tersebut hampir menyentuh tubuh Ho Chen dan kemudian semuanya berubah seketika.


Bertepatan dengan itu, mereka bertiga sudah mengalirkan sebagian energi mereka kepada Ho Chen. Mata Ho Chen bersinar terang bagai titik matahari yang menembus dinding.


Dan dengan satu dorongan tangannya, dia berhasil mengembalikan bola raksasa tersebut kembali kepada Singa Hitam tersebut.


Singa Hitam jelas terkejut melihat semua itu dia segera membuat bola lainnya dan menabrakkannya ke dua bola tersebut.


Booomm!!!


Tabrakan dari kedua bola tersebut membuat ledakan super dahsyat sehingga beberapa planet juga ikut meledak akibat efek kejut yang dihasilkan dan beberapa yang lainnya juga sempat bergesar dari orbitnya.


Ho Chen sudah membuat pelindung agar ledakan tersebut tidak mengenai Yinfei dan yang lainnya, dan dengan satu kali gerakan saja, dia sudah berada tepat di depan mata Singa Hitam.


"Kau..!" singa hitam jelas terkejut dan matanya segera ditutup karena cahaya yang menyilaukan dari lingkaran yang berada dibelakang kepalanya.


"Pukulan Dewa Penghancur Alam Semesta."


Ho Chen melepaskan pukulan keras yang sudah mengandung energi yang sangat besar tersebut dan kemudian memukul kepala Singa Hitam dengan sangat keras.


!!?


Semuanya menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas melihat Ho Chen yang sudah melepaskan pukulannya tersebut.


***


Semoga kalian masih bisa terhibur, jika kalian merasa senang aku juga turut senang, namun jika kalian tidak senang aku juga tidak memaksa kepada kalian untuk tetap terus membaca karya saya ini yang tidak seberapa.


Selanjutnya saya akan tetap berusaha update 2 episode setiap harinya, jika tidak secara bersamaan berarti di jam yang berbeda, dan jika saya tiba-tiba hanya update 1 Bab saja, itu artinya saya sedang sibuk, dan jika tidak update kemungkinan saya sakit atau sedang sibuk.


Owh iya maaf jika aku tidak pernah membalas komentar kalian, aku tatap membaca semua komentar kalian kok setiap hari.

__ADS_1


Itu saja pengumuman dari saya Terimakasih.


__ADS_2