
Hei Ying juga menatap Fan Yuzhen, "Kau ternyata datang juga, sayangnya Baihu tidak ada disini, andai dia ada disini dia pasti akan membunuhmu," kata Hei Ying kepada Fan Yuzhen.
"Baihu? siapa yang kau maksud Elang Hitam?" tanya Fan Yuzhen, dia tidak pernah mendengar nama Baihu selama ini.
"Aku yakin kamu masih ingat padanya, rubah putih yang pernah kamu hadapi."
Fan Yuzhen melongo mendengar nya, Baihu yang dimaksud oleh Hei Ying adalah Si Rubah putih, "Ternyata namanya sama dengan tubunya!" batin Fan Yuzhen.
"Semuanya mundur.. Serahkan semuanya kepada mereka!" seru Li Fang kemudian mengangkat kembali tubuh Yue Rong.
Zhihui mendengar seruan Li Fang bergegas mundur untuk mencari kedua cucunya. Huan Sing dan yang lainnya bangkit dan berniat mencegah Zhihui agar tidak kabur, namun sayang mereka tidak bisa bergerak setelah mendapatkan tekanan energi dari Xie Wen.
"Tuan Singa," She Chin saat ini sudah berada di samping Ye Shi.
"Siapa mereka?" tanya Ye Shi.
"Mereka adalah para pendekar hebat disini Tuan, kami menjulukinya Pertapa!" kata She Chin menjelaskan kepada Ye Shi.
"Menarik, ternyata di dunia ini juga ada yang memiliki kekuatan ini, hal ini semakin membuatku ingin segera menangkap mereka bertiga," kata Ye Shi sambil menatap kearah Fan Yuzhen dan yang lainnya dengan tersenyum lebar.
"Ta.. tapi tuan Singa, mereka memiliki kekuatan yang sangat besar, jika...!"
"Apa kamu pikir aku tidak bisa mengalahkan mereka hah..? Jangankan hanya mereka bertiga, 100 manusia yang memiliki kekuatan seperti mereka tidak akan bisa memikul satu jariku ini," kata Ye Shi sambil mengangkat satu jarinya yang memiliki kuku melengkung kepada She Chin.
She Chin sendiri merasa jika Singa Hitam terlalu percaya diri, selama ini hanya kekuatan di Tingkat Pertapa saja yang terkuat dan tidak ada lagi selain itu.
"Hem.. jadi kamu masih tidak percaya? Baiklah akan aku tunjukkan padamu!" kata Ye Shi kemudian turun mendekati dinding gelembung yang masih menutupi semua prajurit.
"Junior Fan, aku rasa sosok manusia yang berwajah singa itu sangat kuat," kata Wu Tong sambil memperhatikan Singa Hitam yang mendekati dinding gelembung tersebut.
"Aku juga merasakan hal yang sama, sepertinya dia adalah salah satu Hewan Iblis yang sudah berhasil berevolusi," jawab Fan Yuzhen, walau dia tidak merasakan energi yang dimiliki oleh Singa Hitam, namun dia yakin jika Singa Hitam tersebut sangatlah kuat, dan mungkin melebihi kekuatan dirinya maupun Elang Hitam.
"Ini hanya ilmu mainan saja!" kata Ye Shi setelah berada di dekat dinding gelembung tersebut.
Xie Wen ingin mengumpat mendengar perkataan Ye Shi, dia ingin menyerang Ye Shi dengan menggunakan gelembung kecilnya, namun sebelum dia sempat melakukan sesuatu, Singa Hitam lebih dulu menyentuh dinding gelembung tersebut.
__ADS_1
Ye Shi menusuk gelembung tersebut dengan kukunya, dan kemudian gelembung tersebut pecah menjadi butiran air kecil seperti gerimis hujan.
Kini hisapan pusaran hitam kembali menarik para prajurit dan beberapa pendekar karena dinding pelindungnya sudah pecah.
"Sihir Angin Pusaran Badai Angin."
Fan Yuzhen kini melepaskan sihirnya, sihir Angin yang sudah lama tidak ia gunakan. Sebuah energi Angin yang sangat besar membentuk sebuah pusaran raksasa berputar menghantam pusaran hitam tersebut, sehingga menimbulkan kilatan-kilatan petir kecil dari gesekan kedua pusaran yang saling bertabrakan.
"Hahaha... Percuma manusia kamu tidak akan bisa menghentikan pusaran ku itu! Hahaha..!" seru Ye Shi sambil tertawa keras sehingga membuat bumi bergetar hanya dengan tawanya saja.
Hei Ying turun kebawah berniat untuk mengambil beberapa para prajurit untuk dilempar ke pusaran hitam tersebut, namun sebelum dia sempat sampai, sesuatu datang mengejutkan dirinya.
"Sudah cukup Hei Ying, kamu dan para pemimpin lainnya jangan lagi mencari masalah dengan para manusia," seru suara yang tiba-tiba saja terdengar dari samping Hei Ying.
Hei Ying terbang menjauh sekaligus menoleh kearah sumber suara tersebut, "Kau, kenapa kamu bisa berada disini juga?" tanya Hei Ying dengan nada suara seperti terkejut.
"Jika kamu bisa berada disini, tentu aku juga bisa berada disini!" ucapnya.
Sosok tersebut kemudian memunculkan seluruh tubunya sehingga bisa terlihat jika sosok mahluk tersebut adalah seekor Naga Berwarna Hitam. Dia adalah salah satu mantan dari ke 8 pemimpin Hewan Iblis terdahulu.
"Itulah kesalahan terbesar kami mengangkat kalian untuk menggantikan kami memimpin para pasukan Hewan Suci," kata Ye Long.
Dahulu para Hewan Iblis dijuluki sebagai Hewan Suci, namun setelah mereka mulai berbuat onar dan banyak membunuh manusia, nama mereka berubah menjadi Hewan Iblis.
"Terserah kamu mau bicara apa, namun yang jelas aku tidak akan mundur sebelum menyelesaikan perintah dari Tuan Shi Long."
"Tuan Shi Long?" Ye Long terkejut setelah mendengar nama Shi Long dari Hei Ying.
"Benar, Tuan Shi Long. Aku yakin kamu masih mengingatnya, dan sekarang Tuan Shi Long sedang mencari kalian semua!" kata Hei Ying.
"Kalau begitu ini akan menjadi alasan kami untuk menghentikan kalian!" seru Ye Long sekaligus melepaskan energi yang sangat besar untuk menyerang Hei Ying.
"Sial, aku tidak mungkin sanggup untuk mengalahkan Ye Long," seru Hei Ying di dalam hati.
Hei Ying akhirnya tidak punya pilihan lain, mau tidak mau dia harus menghadapi Ye Long, walau dia tahu jika dirinya bukanlah tandingan Si Naga Hitam.
__ADS_1
***
Di sisi Lain Ye Shi sedang dikelilingi oleh ketiga Pertapa, Fan Yuzhen dan yang lainnya sangat kesal terhadap sikap Ye Shi yang seolah-olah meremehkan mereka bertiga.
Ye Shi sama sekali tidak merasa terancam oleh Fan Yuzhen dan kedua Pertapa lainnya, dia justru sibuk membersihkan ujung kukunya yang bengkok sambil berkata, "Mau sampai kapan kalian bertiga mau menatapku seperti itu? Kalau mau bertarung denganku maju saja, tidak perlu merasa sungkan seperti itu," ucapnya namun sambil membersihkan ujung kukunya.
"Akan aku bakar kukunya itu!" seru Wu Tong kemudian menciptakan pedang yang terbuat dari api.
Ye Shi berhenti membersihkan ujung kukunya kemudian melirik pedang api yang diciptakan oleh Wu Tong sebelum akhirnya melanjutkan kembali aktifitasnya membersihkan ujung kukunya.
"Sialan kamu, rasakanlah ini."
"Sihir Api Pedang Api Timur."
Wu Tong segera menebas kearah Ye Shi dengan menggunakan energi apinya yang membentuk sebilah pedang.
Ye Shi sendiri hanya melirik ke arah Wu Tong yang saat ini menyerangnya dengan pedang apinya. Ye Shi menekan jari tengahnya kemudian memberikan serangan yang berupa sebuah sentilan jari kearah Wu Tong.
Wu Tong yang sudah bergerak dengan cepat langsung terpental kebelakang seperti dihantam oleh sesuatu yang kasat mata.
"Senior Wu..!?" Fan Yuzhen yang masih menahan pusaran anginnya terkejut, ketika melihat Wu Tong seperti terkena pukulan yang kuat hingga terlempar beberapa puluh meter kebelakang, padahal Singa Hitam sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
Xie Wen juga ingin bergerak maju untuk menyerang Ye Shi, namun setelah itu Ye Shi juga mengarahkan sentilan jarinya dari jarak jauh juga.
"Kamu mau juga? Ini coba rasakan!" ucap Ye Shi kemudian sentilan jarinya dia lepaskan ke arah Xie Wen.
Xie Wen tidak tahu apa yang ia keluarkan karena dia sama sekali tidak melihat apa-apa, namun batinnya merasakannya jika sesuatu yang tak terlihat sedang menuju kearahnya.
Secara Refleks Xie Wen menghindar kesamping mencoba menghindari dari jalur sentilan Ye Shi dan kemudian.
Jdaaarrr!!!
Tembok istana lansung hancur seperti kejatuhan sebuah bongkahan batu sebesar rumah, "Apa-apaan Singa itu!" seru Xie Wen yang kaget jika ternyata yang Singa Hitam sentil kan ternyata sebuah energi yang tak terlihat namun sangat berbahaya.
Wu Tong yang melihat itu baru sadar jika benda keras tak kasat mata yang menghantam dirinya ternyata berasal dari Singa Hitam, "Menghadapi kami hanya dengan menggunakan jarinya! Sebenarnya siapa sosok itu?" batin Wu Tong, ini baru pertama kalinya dia melihat sosok yang bertarung melawan kekuatan para Pertapa hanya dengan serangan satu jari saja.
__ADS_1