PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Wujud Dewa Sejati


__ADS_3

Semakin lama energi She Long semakin banyak di serap oleh Naga Air dan Energi kurungan dari empat pilar.


"Sial, jika seperti ini terus bisa-bisa aku akan kalah disini!" gerutu She Long yang sudah tidak berdaya dengan kedua tangannya di pegang oleh Hanzi dan Lio Long.


Naga Api milik She Long menghilang saat kekuatan She Long sudah mulai melemah.


"Ho Chen! Chinmi! Sekarang lah saatnya, jangan tunda-tunda lagi!" kata Yinfei.


Qie Yin tetap memfokuskan bola energi hitam nya agar terus menerus menyerap energi She Long, Qie Yin sudah tidak ingin membiarkan She Long lolos.


Ho Chen dan Chinmi saling berpandangan kemudian mereka berdua sama-sama mengangguk.


"Segel Tapak Buddha."


Ho Chen dan Chinmi menyatukan tapak dan kemudian sebuah cahaya emas terlihat dari tapak mereka yang menyatu.


"Dengan ini berakhir sudah." kata Ho Chen.


Sebuah simbol Swastika berwarna emas muncul dan melayang di atas kepala She Long.


"Senior, kalian menyingkir lah!" seru Chinmi.


Lio Long dan Hanzi segera melepaskan She Long dan kemudian mereka berdua menjauh cukup jauh.


Di saat yang sama, Cahaya kurungan dari Swastika sudah menutupi tubuh She Long sehingga tidak ada celah bagi She Long untuk bisa keluar.


Qie Yin menarik kembali bola energi hitam nya setelah melihat tubuh She Long sudah tertutupi oleh cahaya emas tersebut.


She Long tersenyum di balik kurungan tersebut. Walau sudah hampir separuh energinya hilang, dia masih memiliki kepercayaan diri yang kuat.


"Apa kalian pikir bisa menahan ku dengan segel seperti ini? Ingatlah aku adalah Mahluk Terkuat ketiga di seluruh Alam Semesta, jadi.. Jangan pernah meremehkan kekuatan ku!" seru She Long dengan suara lantang dan kemudian seluruh Alam Semesta seperti bergetar.


"Kekuatan macam apa ini?" Chinmi terkejut saat merasakan kekuatan She Long yang kembali meningkat, bahkan melebihi kekuatan yang sebelumnya.


"Celaka, dia akan bertranformasi! Cepat buat segel tambahan agar dia tidak kembali ke wujud aslinya!" seru Yinfei yang mengetahui akan apa yang akan terjadi kepada She Long.


"Dia masih memiliki kekuatan yang lain lagi!" kata Chinmi kemudian dia dan Ho Chen sama-sama memperkuat kekuatan nya.


Qie Yin segera menghampiri Ho Chen dan Chinmi kemudian bertanya sesuatu kepada mereka berdua.


"Chinmi dan Senior! Bukankah dulu kalian pernah berbicara tentang takdir kalian berdua? Sekarang aku mau bertanya! Jika kalian benar-benar di takdir kan untuk melenyapkan dia, dengan cara apa kalian akan mengalahkannya?" tanya Qie Yin.


"Qie Yin, dari pada kamu bertanya masalah ini, sebaiknya kamu membantu kami!" kata Chinmi.


Sebuah ekor mulai muncul dari dalam segel tersebut, semakin lama semakin membesar, sedangkan Yinfei dan Lio Long menambah kekuatannya agar tekanan Segel Swastika semakin kuat.


"Tidak Chinmi, ini sangat penting bagiku karena itu aku bertanya masalah ini!"


Ho Chen melirik kearah Qie Yin, dia sedikit bingung namun dia berpikir mungkin Qie Yin memiliki sesuatu ide atau yang lainnya.


Sembari menahan segel tersebut, Ho Chen juga mulai menjelaskan jika mereka memang di takdir kan untuk mengalahkan She Long, namun hingga saat ini Ho Chen masih belum mengetahui apapun akan bagaimana caranya mengalahkan She Long.


Ho Chen dan Chinmi pernah membahas masalah ini bersama sewaktu berlatih di nirwana.


Segel Tapak Buddha adalah ilmu ciptaan mereka saat berlatih di sana, Ho Chen dan Chinmi yakin jika Segel Tapak Buddha akan mampu menyegel She Long.


Namun di luar perkiraan mereka, ternyata She Long juga bertambah kuat sehingga sedikit kesulitan untuk menyegel tubuh She Long.


Namun Ho Chen dan Chinmi yakin jika Segel Tapak Buddha adalah cara yang paling efektif andai kekuatan She Long masih seperti dulu.


"Aku mengerti sekarang! Bagiamana kalau kita bertiga menyatukan kekuatan kita?" tanya Qie Yin.


Ho Chen dan Chinmi saling berpandangan, mereka berdua tidak keberatan akan cara tersebut, namun masalah nya, energi milik Qie Yin sangat bertentangan dengan energi milik Ho Chen, dan Dantian milik Ho akan menolaknya Qi hitam milik Qie Yin.


"Aku tidak yakin berhasil, namun sepertinya yang bisa melakukan ini cuma kamu Chinmi!" kata Ho Chen.


Ho Chen terkejut mendengarnya kemudian bertanya balik, "Kenapa hanya aku?"

__ADS_1


"Begini Chinmi! Sewaktu Qie Yin masih hilang ingatan, waktu itu energi hitam Qie Yin pernah menyatu dengan mu! Jadi aku yakin kamu pasti bisa!"


Ho Chen melanjutkan jika dirinya tidak bisa menyatu dengan energi milik Qie Yin sehingga meminta Chinmi yang harus siap untuk menerima dua kekuatan besar yang akan di satukan padanya.


Ho Chen berpendapat jika satu orang lebih baik merima beberapa kekuatan sekaligus dari pada dua orang yang harus menerima satu kekuatan.


"Jangan ragu Chinmi, kami juga akan memberikan energi kami padamu, namun sebelum itu, sebaiknya kita perkuat lagi segel ini agar kita bisa lebih fokus lagi menyatukan kekuatan kami padamu!" kata Yinfei dengan suara berat karena masih tetap mempertahankan Segel dengan Lio Long.


"Jika kalian tetap memaksa..!" Chinmi menatap She Long yang tubuhnya terhenti dan tidak berubah karena pertahan Segel yang bertambah kuat, namun itu hanya sesaat saja jika tidak segera di atasi, "Aku akan menerima kekuatan kalian!" kata Chinmi.


Ho Chen segera mengalihkan perhatiannya lagi kepada She Long kemudian dia meminta Qie Yin untuk membantu menambah kan kekuatan pada segel tersebut.


Qie Yin segera melepaskan Segel Petir Hitam nya untuk menambah kekuatan Segel Tapak Buddha sehingga raungan keras dari She Long terdengar menggema.


Mereka semua segera mundur dan berkumpul di satu tempat kemudian Ho Chen membuat perisai kurungan bulat.


Perisai kurungan tersebut berfungsi sebagai pelindung kepada mereka semua, setelah mereka nanti memberikannya energi mereka kepada Chinmi, maka kekuatan mereka juga akan menurun secara drastis dan tentu saja tidak akan sanggup bertahan di luar angkasa.


"Bersiaplah Chinmi, kami akan melakukannya dengan cepat sebelum Segel itu lepas!" kata Ho Chen.


"Aku sudah siap senior!" kata Chinmi kemudian wujud Chinmi kembali seperti semula dan tidak lagi dalam bentuk Dewa.


Ho Chen dan Qie Yin saling berhadap-hadapan dan kemudian Tangan kanan Qie Yin menyentuh pundak Chinmi dan Tangan kiri Ho Chen juga menyentuh pundak Chinmi.


Begitu juga dengan Hanzi dan Lio Long yang tangan kanan Lio Long menyentuh tangan kiri kiri Qie Yin dan Hanzi menyentuh tangan kanan Ho Chen.


Yinfei yang paling ujung menyentuh tangan Lio Long dan Hanzi dengan kedua tangan nya dan seketika itu juga mereka mengirim Energi mereka ke Tubuh Chinmi.


Chinmi merasakan energi yang sangat banyak masuk dan mengalir kedalam tubuhnya, Dantian Chinmi serasa penuh namun tetap mampu menyerap energi milik kelimanya.


Dantian yang Chinmi memiliki sama dengan Dantian milik Ho Chen, hanya bedanya Dantian milik Chinmi mampu menyerap energi Hitam milik Qie Yin, sedangkan Dantian Ho Chen tidak bisa.


Walau Chinmi menutup mata, Namun dia merasa seperti bisa melihat dengan jelas seperti bisa tembus pandang walau sudah menutup mata.


Aura Emas gabungan dari Yinfei, Lio Long, Hanzi dan Ho Chen terus mengalir ke dalam tubuh Chinmi, sedangkan Aura Hitam milik Qie Yin juga masuk sehingga kedua aura suci yang bercampur dengan Aura Kegelapan menyatu di tubuh Chinmi.


Setelah beberapa saat Ho Chen, Qie Yin, Hanzi, Lio Long, dan Yinfei mulai kehabisan energi, cahaya emas dan aura hitam segera meredup.


Setelah tangan mereka sudah terlepas, Chinmi yang tubuhnya di selimuti dua Aura kuat segera keluar dari dalam Perisai Kurungan.


Chinmi sedikit menjauh dari Perisai Kurungan tersebut karena khawatir aura tersebut meledak.


Namun ternyata dua aura emas dan hitam tidak meledak, justru menghilang dari tubuh Chinmi.


Mata Ho Chen melotot melihat kedua aura yang berada di tubuh Chinmi menghilang begitu juga dengan yang lainnya yang bereaksi yang sama seperti Ho Chen.


"Apakah usaha kita gagal?" tanya Lio Long.


Melihat tidak ada perubahan apapun dari tubuh Chinmi dan tidak merasakan kekuatan Chinmi sama sekali, Lio Long mengira sudah gagal.


"Tidak Lio Long, usaha kita tidak gagal! Lihatlah walau kita tidak merasakan kekuatannya, namun Chinmi terlihat berbeda!" kata Yinfei.


Tubuh Chinmi yang sudah tidak memakai Zirah emas nya terlihat sedikit kurus, dan wajahnya terlihat lebih bercahaya.


Chinmi sendiri merasa heran sendiri dia memperhatikan tubuhnya yang ternyata masih sama seperti semula, tidak terlihat perubahan apapun yang biasanya akan berubah jika memiliki tambahan kekuatan.


"Itu adalah wujud Dewa Sejati!" kata Ho Chen.


Wujud Dewa Sejati tidak akan memberikan merubah apapun dari tubuhnya kecuali pancaran Aura yang terlihat Chinmi seperti sangat berwibawa.


Groaarrr!!!


She Long meraung sangat keras dan setelah itu Segel Tapak Buddha berhasil di hancurkan dan tubuh She Long langsung berubah menjadi seekor Naga Besar.


Warna Sisik She Long juga sudah tidak sama seperti dulu dimana dulu tubuhnya memiliki banyak sisik batu, dan di setiap celah sisik seperti retakan yang selalu mengeluarkan api.


Namun kali ini semua sisik She Long adalah bara api yang sangat terang dan juga panas.

__ADS_1


"Kenapa tubuhnya hanya sekecil itu?" Yinfei dan Lio Long jelas masih sangat ingat akan wujud She Long yang sesungguhnya.


Tubuh She Long hanya sebesar Naga seperti kedelapan Naga Pemimpin para pasukan Hewan Iblis, namun kekuatan yang di pancarkan dari tubuh She Long lebih kuat dari sebelumnya.


"Aku akui dia adalah lawan terkuat yang pernah aku hadapi selama ini! Semoga kali ini Chinmi bisa mengalahkan nya!" kata Ho Chen.


"Sekarang aku juga akan menyerahkan semuanya kepada Chinmi!" kata Yinfei Hanzi dan Lio Long pun juga setuju.


Dari semua yang bereaksi, hanya Qie Yin yang tidak berbicara sepatah katapun, Qie Yin masih ingat sebelumnya jika Lang Yu juga memiliki kekuatan yang sama seperti Chinmi saat ini, sehingga dia yakin sekali jika Chinmi memiliki kekuatan yang sama seperti Lang Yu sewaktu melenyapkan Ye Shi.


She Long menatap kearah Perisai Kurungan dan menatap Chinmi yang sudah tidak mengenakan Zirah emasnya.


''Apa kau meremehkan ku?" She Long terlihat tidak senang saat melihat Chinmi dalam wujud biasa.


She Long segera melepaskan bola-bola api besar kearah Chinmi dan juga Perisai Kurungan dengan tekanan semburan api yang sangat besar.


Chinmi melihat bola-bola api mengarah padanya langsung mengibaskan tangannya, dan seketika itu juga semua bola api langsung padam dan hanya terlihat batu yang terbang kearah lain.


Chinmi menoleh kebelakang menatap Ho Chen dan yang lainnya membuat semuanya terkejut saat melihat kedua mata Chinmi yang bercahaya emas.


Chinmi mengangguk kemudian dia menatap She Long sebelum akhirnya mengeluarkan enam cahaya yang berbeda, dan kali ini ada aura hitam yang ikut terpancar dari tubuh Chinmi.


She Long semakin kesal kemudian dia membuka mulutnya lebar-lebar. Partikel-partikel Kecil berwarna Merah, Biru, dan Hitam berkumpul di depan mulut kemudian memadat dan berubah menjadi sebuah wujud padat dan runcing.


"Rasakan lah energi penghancur nirwana ini!" kata She Long kemudian dia menembakkan energi tersebut kearah Chinmi dan melesat dengan kecepatan tak terlihat.


Nyatanya Chinmi masih bisa menahan tembakan energi tersebut dengan sebelah tangan kanannya, walau Chinmi sempat termundur beberapa senti kebelakang, namun sangat jelas jika Chinmi sanggup menahannya dengan mudah.


She Long membuka mata lebar-lebar saat energinya mampu Chinmi tahan dengan sebelah tangan nya, seharusnya energi itu meledak jika mengenai sesuatu dan akan mampu menghancurkan beberapa planet bahkan melukai Chinmi, namun ternyata itu tidak terjadi.


"Aku kembalikan padamu!" gumam Chinmi pelan namun masih dapat di dengar oleh semuanya.


Energi tersebut tiba-tiba saja sudah berada di depan She Long dan menghadap padanya.


"Apaa..!?"


She Long jelas terkejut namun dia terlambat bereaksi karena energi itu sudah lebih dulu meledak sehingga membuat gelombang kejut menyebar ke berbagai galaxi bahkan Galaxi tempat Dunia Chinmi berada juga terkena imbasan nya.


"Chinmi, jangan buang-buang waktu lagi, kekuatan mu ini memiliki batasan yang hanya sesaat saja, jadi cepat lakukan!" kata Ho Chen.


Chinmi mengangguk tanpa menoleh kearah Ho Chen kemudian dalam waktu singkat dia sudah berada di hadapan She Long yang baru saja menstabilkan posisinya setelah terlempar cukup jauh.


She Long jelas tidak siap kerena kecepatan Chinmi sepuluh kali lipat dari sebelumnya.


Chinmi segera memberikan sebuah sentilan pelan ke jidat She Long sehingga She Long kembali terlempar semakin jauh dan menabrak salah satu Pilar energi.


Tubuh She Long kejang-kejang saat menghantam Pilar energi tersebut seperti tersengat listrik yang sangat kuat dan juga besar.


Asap terlihat keluar dari tubuh She Long setelah berhasil melepaskan diri dari pilar tersebut, dia kembali menatap kearah Chinmi dengan wajah meringis menahan rasa sakit.


"Kenapa? Kenapa bisa seperti ini? Tidak, ini tidak mungkin, aku adalah Mahluk yang terkuat bukan manusia itu!" She Long terlihat frustrasi.


Andai dia bisa merasakan kekuatan dari Chinmi mungkin dia bisa memakluminya, masalahnya dia sama sekali tidak merasakan kekuatan Chinmi, dan Chinmi bisa memukul dirinya dengan sangat mudah, apa lagi hanya dengan serangan satu sentilan pelan, itu jelas membuat She Long semakin tidak bisa terima atas penghinaan tersebut.


"Manusia Dewa Sialan! Kau akan...!"


"Berisik!"


She Long ingin mengumpat kepada Chinmi, namun ternyata kepala Chinmi sudah berada di samping wajahnya.


Chinmi memegang tangan kiri She Long kemudian dengan jarinya, dia memotong lengan She Long dan kemudian potongan tangan nya di hancurkan.


Semua itu terjadi dengan sangat singkat, bahkan She Long sempat tidak sadar jika lengan kirinya yang bersisik bara api sudah tidak ada.


She Long baru sadar saat melihat darah Hijau yang keluar dari lengannya dan menjadi asap saat darahnya mengenai sisik nya.


She Long yang awalnya tidak merasakan sakit kini sudah bisa merasakan nya, dia merintih kesakitan dan berusaha menjaga jarak, She Long mengalirkan energi agar lengannya bisa tumbuh kembali.

__ADS_1


Chinmi jelas tidak diam saja, sebelum kondisi She Long kembali sepenuhnya, Chinmi segera menyatukan telapak tangan nya.


"Segel Tapak Buddha."


__ADS_2