
Yue Yin, Xian Fai dan Lian Cao menutup mata mereka saat Low Shan membunuh pria besar di hadapan mata mereka bertiga, mereka tidak sanggup untuk melihat pembunuhan tersebut.
Kwe Xhang hanya bisa pasrah saat Yue Rong mengikatnya, tanpa gadahnya dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.
"Terimakasih pendekar karena telah menyelamatkan desa kami."
Para penduduk desa menghampiri Xuao Lan dan berterima kasih padanya, Xuao Lan hanya bisa mengangguk dengan tersenyum lembut kepada mereka.
Xuao Lan sadar andai Chinmi tidak segera membantunya kemungkian besar dirinya bersama Yue Rong akan terluka karena tidak mampu beradu energi dengan pria paruh baya tersebut.
Tanpa Chinmi kemungkian menang sangat kecil, namun yang mengganggu pikirannya adalah, bagaimana Chinmi bisa melepaskan energi yang sangat besar dengan kekuatannya yang berada di Pendekar Menengah 1.
Xuao Lan juga yakin dirinya yang memiliki kekuatan Pendekar Puncak 2 sekalipun masih berpikir ulang untuk melepaskan energi sebesar itu.
"Kekuatan anak ini sungguh sangat misteri!" gumam Xuao Lan dan memandang Chinmi yang sudah terlihat sedikit pulih.
Chinmi sendiri menyerap satu mustika abu-abu ketika sedang memulihkan diri, sehingga sebagian Qi nya sudah kembali terisi.
"Tuan Zhao Ma, apakah para prajurit kota sudah Tuan hubungi?" tanya Yue Rong kepada Zhao Ma.
"Sudah Nona kemungkinan mereka akan tiba besok sore," jawab Zhao Ma.
"Bagus, lagi pula mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena Senior Xuao sudah mengunci titik energi mereka agar tidak bisa digunakan, jadi kalian tidak perlu khawatir."
Yue Rong juga merasa tenang karena Xuao Lan sudah menginterogasi mereka semua akan dimana letak markas mereka.
Mereka tidak memiliki markas dan hanya memiliki perkemahan kecil yang saat ini dijaga oleh dua orang saja sedangkan sisanya saat ini sedang diikat di desa.
"Tuan Zhao, bagaimana dengan hewan ternak kita yang berada disana?" tanya salah satu warga.
"Besok kita akan mengambilnya bersama para prajurit yang dari kota, jadi kalian tenang saja!" kata Zhao Ma menenangkan orang itu.
Wajah orang tersebut langsung terlihat cerah karena merasa senang kemudian keluar untuk memberitahukan kepada warga lainnya.
__ADS_1
***
Low Shan yang sudah kembali tenang kini keluar dari dalam kamar, dia sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya sehingga tubuhnya terlihat bersih dan wajahnya terlihat lega karena dendamnya sudah terbalaskan.
Low Shan menghampiri Chinmi yang sedang berkumpul dengan Xian Fai dan juga yang lainnya.
"Kalian Semua terimakasih banyak karena telah membantu kami, dan maaf atas sikap saya sebelumnya," kata Low Shan dengan sedikit canggung terutama terhadap Chinmi.
"Jangan terlalu sungkan temanku, lagi pula kami melakukan semua ini karena kita adalah teman," kata Chinmi.
Low Shan tersenyum canggung mendengarnya kemudian ikut bergabung dengan mereka, tidak seperti sebelumnya kini Low sudah bisa kembali tersenyum dan tertawa karena beban yang ia bawa kini sudah tidak ada.
"Chinmi, apakah besok kita jadi berangkat?" tanya lagi Yue Rong.
"Tentu saja, lagi pula urusan kita disini sudah selesai bukan!" kata Chinmi dengan tersenyum lebar kepada Yue Rong.
"Pendekar muda, kumohon terimalah hadiah yang tidak seberapa ini sebagai tanda terimakasih kepada Pendekar muda," seorang nenek datang memberikan sebuah cincin emas kapada Chinmi.
"Pendekar muda, apakah hadiah ini terlalu kecil untuk pendekar?" tanya nenek tersebut dengan wajah sedih.
Chinmi tersenyum lembut kepada nenek tersebut kemudian menjawabnya, "Nenek, saya tidak berharap hadiah apapun dari desa ini, bagi saya kebebasan kalian adalah sebuah hadiah yang besar yang tidak akan pernah terlupakan."
"Pendekar ini masih muda, namun memiliki hati yang sangat mulia, aku harap suatu saat nanti akan banyak Pendekar muda lainnya yang memiliki hati yang sama seperti Pendekar Muda ini," kata si nenek.
"Terimakasih nenek atas pujiannya!" kata Chinmi.
Nenek tersebut kemudian berpamitan untuk pulang kemudian kembali kerumah dengan wajah terlihat senang.
"Aku permisi dulu ingin beristirahat!" kata Chinmi yang memang sudah sangat terlihat lelah.
Sesampainya dikamar Chinmi bukan pergi tidur melainkan mengambil mustika abu-abu dan menyerap energinya, dan Chinmi sama sekali tidak keluar dari kamarnya.
Saat hari sudah malam, rumah Zhao Ma sangat ramai, banyak para penduduk yang berdatangan untuk berterimakasih kepada Xuao Lan dan yang lainnya kecuali Chinmi yang sama sekali tidak keluar kamar.
__ADS_1
Para Warga desa yang datang tidak ada yang memberikan hadiah sebagai imbalan, karena mereka semua tidak memiliki apa-apa. Lagi pula Xuao Lan juga tidak mengharapkan hadiah.
Yang lebih menyedihkan tentunya para perampok yang diikat di halaman rumah Zhao Ma, mereka melewati malam dengan tubuh yang kedinginan.
Keesokan harinya Chinmi dan yang lainnya sudah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Selamat tinggal Low Shan, jaga diri baik-baik," kata Chinmi sambil menempuk pundak Low Shan.
"Kalian juga hati-hati, mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti," kata Low Shan kepada Chinmi dan yang lainnya.
"Tuan Zhao, jika para prajurit kota sudah datang, bawalah mereka ke perkemahan para perampok ini," Xuao Lan menunjuk kearah para perampok yang masih diikat dengan kepala menunduk.
"Baik pendekar saya akan melakukannya," jawab Zhao Ma.
"Baiklah selamat tinggal semuanya, dan setelah ini saya harap kalian sudah bisa hidup tenang!" kata Xuao Lan.
Para penduduk semuanya membungkuk sebagai tanda penghormatan dan rasa terimakasih mereka kepada rombongan Xuao Lan.
Rombongan Xuao Lan akhirnya keluar meninggalkan Desa Jizhi untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda satu hari untuk pergi ke Kerajaan Es Utara.
Para penduduk hanya bisa menatap mereka berenam yang perlahan-lahan mulai menjauh hingga tidak terlihat lagi dan setelah itu mereka semua membubarkan diri.
Dan sesuai dengan yang dikatakan oleh Zhao Ma, para Prajurit kota datang hari itu juga, sebagian ada yang mengurus para tawanan dan sebagian ikut Zhao menuju ke markas mereka untuk mengambil hewan ternak mereka yang tersisa disana.
Dua orang yang menjaga markas lari tunggang langgang saat mengetahui jika ada puluhan prajurit kota yang datang ke markas mereka. Mereka hanya berdua sehingga tidak berani jika harus menghadapi puluhan prajurit yang bersenjata lengkap.
Zhao Ma dengan penduduk lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut segera mengumpulkan sisa hewan ternak yang masih hidup dan kemudian mereka kembali ke desa dengan membawa puluhan hewan ternak.
Desa Jizhi akhirnya kembali damai dan para penduduknya kembali bekerja seperti biasa dan rasa ketakutan yang selama ini menghantui mereka kini sudah tidak ada lagi.
"Akhirnya Desaku kembali hidup seperti dulu!" Gumam Zhao kemudian mulai menggerakkan seluruh penduduk desa untuk bekerja sama membangun desa.
Tanah-tanah yang rusak akibat pertempuran masih membekas, sebagian penduduk memperbaikinya dan sebagian penduduk lainnya beraktifitas seperti biasanya.
__ADS_1