PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Asosiasi Tujuh Bintang


__ADS_3

"Lian Cao, Kamu mau kemana?" tanya Yue Yin setelah dirinya dan yang lainnya sudah memakai baju tabalnya sekaligus dengan penutup kepalanya.


"Aku ingin melihat-lihat kedalam bangunan itu?" kata Lian Cao menunjuk ke arah bangunan besar yang memiliki Empat lantai.


"Untuk apa kau mau kesana? Sudahlah kita akan segera masuk kadalam istana!" kata Xuao Lan.


Xuao Lan tidak mau berlama-lama berada di luar dan ingin segera memasuki istana, karena menurut kabar yang ia dengar, di dalam istana sudah di sediakan tempat khusus bagi semua para undangan sekaligus tempat berlatih bagi para calon peserta.


"Aku hanya ingin melihat-lihat dulu apa saja yang dijual oleh Asosiasi Rajawali Perak!" kata Lian Cao.


"Kamu jangan bicara yang bukan-bukan, sudahlah ayo cepat masuk kedalam istana agar kita bisa menghangatkan badan disana!" kata Yue Rong sambil menahan Lian Cao agar tidak pergi ke bangunan Asosiasi Tujuh Bintang.


Bukan tanpa alasan Yue Rong dan Xuao Lan tidak mau memasuki atau membeli barang di Asosiasi Tujuh Bintang.


Dengan uang yang saat ini mereka miliki, apa yang dapat mereka beli dari sana. Asosiasi Tujuh Bintang adalah tempat penjualan berbagai kebutuhan para pendekar, mulai dari senjata dan obat-obatan, namun semua yang di jual harganya sangat mahal semua. Semakin tinggi kualitas barang yang di jual, maka semakin bikin muntah darah juga harganya.


Banyak rumor yang beredar jika Asosiasi Tujuh Bintang juga menjual Mustika hitam, dan kenyataan nya memang benar, karena Asosiasi Tujuh Bintang bukan berasal dari Keempat kerajaan manapun sehingga kemungkinan besar mereka mendapatkannya dari luar Keempat kerajaan.


Keberadaan Asosiasi Tujuh Bintang masih sangat misterius akan dari mana sebenarnya mereka berasal, yang pastinya mereka berasal dari luar wilayah keempat Kerajaan.


"Senior Xuao, apakah Asosiasi Tujuh Bintang itu hanya menjual berbagai kebutuhan para pendekar?" tanya Chinmi sambil memperhatikan papan nama yang tertera di atas pintu masuk bangunan tersebut.


Saat masih berada di kerajaan Bumi Barat, dirinya pernah melihat Asosiasi Tujuh Bintang juga berdiri di sana. Chinmi terkadang keluar mengikuti Li Fang yang terkadang masuk untuk membeli kebutuhannya salah satunya pedang yang dimiliki oleh Li Fang.


"Tidak juga, Mereka terkadang juga membeli beberapa barang berharga yang dijual oleh para pendekar, seperti ramuan langka obat-obatan maupun senjata pusaka." kata Xuao Lan sambil berjalan kearah pintu gerbang istana.


Chinmi berpikir sejenak seperti memiliki ide akan hal itu, "Kalau aku bisa mengumpulkan benda itu apa mungkin Asosiasi Tujuh Bintang mau membelinya?" batin Chinmi sambil mengikuti Xuao Lan yang berada di depannya.

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya agar aku bisa masuk kedunia itu? Apalagi Hutan Terlarang tempatnya sangat jauh!" Chinmi mengelus-elus dagunya sambil berjalan dan hanyut dalam pemikirannya sendiri sampai dirinya tersadar saat hampir terpental jatuh ketika menabrak Xuao Lan yang sudah berhenti di pintu Gerbang.


"Ma-maaf senior!" kata Chinmi.


"Melamun sambil berjalan itu tidak baik Chinmi," kata Xuao Lan sambil menyodorkan undangan kepada penjaga pintu gerbang.


Xian Fai dan yang lainnya menahan tawa melihat Chinmi yang menabrak Xuao Lan karena melamun.


"Dari Sekte Pedang Suci ya? Baiklah silakan masuk, nanti di dalam akan ada pelayan yang akan menyambut kalian dan mengantarkan kalian ke kamar kalian masing-masing," kata penjaga tersebut dan menyerahkan kembali undangan tersebut kepada Xuao Lan.


"Terimakasih..!" kata Xuao Lan sambil menyimpan kembali undangan tersebut kedalam bajunya.


Mereka ber enam akhirnya bisa memasuki istana, mereka semua terpana melihat kemewahan di halaman istana tersebut.


Halaman istana Kerajaan Es Utara sangat luas dan kemungkinan besar akan sanggup menampung 5000 prajurit jika berbaris dengan rapi.


Yang masih menarik perhatian Chinmi tetap saja akan Asosiasi Tujuh Bintang, menurutnya dia bisa mendapatkan penghasilan Uang jika bisa menjual barang kepada Asosiasi tersebut, dan barang tersebut tidak lain adalah Mustika Hewan Iblis.


"Selamat sore Tuan dan Nona sekalian! Saya adalah pelayan yang akan melayani kebutuhan kalian, jadi bisa saya tahu kalian dari sekte mana?" tanya seorang wanita yang terlihat berumur 35 tahun.


"Kami berasal dari sekte Pedang Suci!" jawab Yue Rong.


"Owh kalau begitu mari ikut saya, Kerajaan kami sudah mempersiapkan tempat untuk sekte kalian," kata pelayan tersebut kemudian membawa mereka ke sebuah kediaman yang cukup lebar dan lumayan luas.


"Mari silahkan masuk! Eh kemana teman kalian yang satunya tadi?"


Saat sudah sampai di kediaman yang sudah dipersiapkan untuk mereka, pelayan tersebut baru menyadari jika salah satu satu mereka berenam tidak ada, karena saat dia menyambut kedatangan mereka semuanya ada enam orang, namun saat ini hanya tersisa lima orang.

__ADS_1


"Kamana Chinmi? Apa kalian tidak melihat kemana dia?" tanya Yue Rong dan juga Xuao Lan.


Mereka bertiga sama-sama menggelengkan kepala karena mereka juga tidak memperhatikan Chinmi yang berjalan di belakang mereka.


"Aih kemana perginya anak itu?" gerutu Yue Rong.


"Kalian masuklah, aku akan mencarinya! Nyonya tolong bantu saya untuk mencari keponakan saya," kata Yue Rong dan di jawab dengan anggukan oleh pelayan tersebut.


***


"Eh dimana ini? Kenapa aku tiba-tiba berada di tempat seperti ini?"


Chinmi baru tersadar ketika dirinya nyasar ke tempat yang ia tidak ketahui, yang ia lihat ada seorang wanita paruh baya yang tidak ia kenal sedang memperhatikan dua gadis kecil yang terlihat seperti kembar sedang berlatih.


Chinmi kembali menoleh kesekelilingnya mencari keberadaan Xuao Lan dan yang lainnya, "Sial sepetinya aku salah masuk kediaman," gerutu Chinmi.


Dia kembali melihat dua gadis kembar yang masih berlatih bersama, kedua gadis tersebut memiliki wajah yang sama namun warna rambutnya yang berbeda.


Wajah kedua putri kembar tersebut sama-sama cantik dan sama-sama miliki kulit yang sangat putih bagai giok dan tanpa noda. Andai warna rambut mereka tidak berbeda akan sangat sulit untuk membedakannya.


"Siapa disana?" tanya Wanita Paruh baya tersebut menatap kearah Chinmi.


Jelas saja Chinmi terkejut karena wanita tersebut menyadari akan keberadaannya. Wanita Paruh baya tersebut berjalan kearah Chinmi yang saat ini berdiri diam.


"Siapa kamu dan sedang apa kamu di sini?" tanya wanita tersebut, dia merasa curiga kapada Chinmi. Dia dapat melihat jika Chinmi adalah seorang pendekar yang sudah berada di Tingkat Pendekar Menengah. Melihat Chinmi seperti masih berusaha kurang dari 13 tahun membuat Wanita Paruh baya tersebut keheranan.


Chinmi memang sudah menekan kekuatannya agar tidak terbaca oleh siapapun, namun itu tidak akan berguna jika yang melihatnya adalah seorang Pendekar Puncak, Sihir Alam, maupun Pendekar Pertapa, karena kekuatan mereka terlalu tinggi bagi Chinmi untuk menutupi kekuatannya dari mereka.

__ADS_1


"Maaf Senior, nama Junior adalah Li Chinmi dari sekte Pedang Suci, dan junior bisa berada di sini karena e... karena Salah arah!" kata Chinmi kemudian melirik kedua putri kembar yang sudah berhenti berlatih dan saat ini mereka berdua datang menghampirinya.


__ADS_2