PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Menyempurnakan pondasi


__ADS_3

***


Chinmi dan Qie Yin sama-sama tertegun melihat pemandangan di hadapan mereka berdua. Chinmi sampai melotot merasa tidak percaya melihat dunia buatan Lio Long.


"Senior, apa kita akan benar-benar berlatih disini?" tanya Chinmi yang merasa tidak percaya akan apa yang ia lihat.


"Tentu saja, ini adalah dunia buatan ku, menurut kalian bagaimana, bagus kan?"


Chinmi dan Qie Yin saling berpandangan kemudian mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala disertai dengan jawaban yang sama, "Tidak..!" jawab mereka berdua serempak.


Lio Long hanya terkekeh mendengar Chinmi dan Qie Yin sama sekali tidak menganggap dunia yang sudah ia bikin tidak bagus.


Bagaimana mau dibilang bagus jika di dunia itu tidak ada isinya sama sekali, mending kalau ada batu, yang mereka lihat justru hanya dunia kosong dengan satu pohon besar di tengah-tengahnya.


Di dunia tersebut Tidak ada batu, air ataupun rumah, bahkan seekor semut pun juga tidak terlihat, yang ada hanyalah hamparan tanah yang datar saja.


Namun ada satu yang sedang berdiri di tengah-tengah hamparan tanah yang begitu luas, yaitu sebuah kayu besar memiliki satu pintu di tengahnya


Chinmi membayangkan jika dunia buatan Lio Long seperti dunianya sendiri dimana banyak hewan serangga dan Manusia.


Namun yang ia lihat justru tidak sama seperti apa yang ia bayangkan, Chinmi hanya bisa menghela nafas panjang melihat dunia buatan tersebut.


"Senior apa nama dunia ini?"


Lio Long terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya kembali bersuara, "Karena di dunia ini sangat sepi, bagaimana kalau aku menamai dunia ini dengan nama Dunia Sepi hahaha...!" Lio Long tertawa sendiri setelah memberi nama yang aneh.


"Apakah pohon yang ada pintunya itu adalah tempat untuk berteduh?" tanya Qie Yin penasaran akan satu pohon besar tersebut.


*Gadis pintar, itu memang khusus untuk istirahat, aku membuat pohon ini khusus untuk dua orang saja di dalamnya, aku tidak tahu jika akan ada orang lain yang akan ikut kesini, jadi jika ingin beristirahat, maka harus ada yang mengalah untuk istirahat di luar," kata Lio Long.


"Itu tidak masalah bagiku, biar aku saja yang istirahat diluar!" kata Chinmi kemudian dia melangkah menuju ke pohon tersebut.


"Kamu mau kemana?" tanya Lio Long.


"Aku mau ke pohon itu untuk istirahat," kata Chinmi sambil terus melangkah.


"Siapa yang menyuruhmu istirahat? Sekarang juga kita akan memulai latihan mu!" kata Lio Long sehingga membuat Chinmi menghentikan langkahnya.


"Senior, bisakah aku istirahat sejenak?"


"Tidak bisa!" jawab Lio Long dengan tegas.

__ADS_1


"Kamu sudah terlalu lama mengulur waktu, jadi sebagai gantinya, kamu harus berlatih saat ini juga!" Lio sudah lama kesal kepada Chinmi karena sudah dua hari mengulur-ulur waktu.


Chinmi hanya bisa tersenyum kecut, dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perkataan Lio Long.


"Baiklah...!" kata Chinmi dengan suara terdengar malas.


"Bagus, dan untukmu nona, sebaiknya kamu istirahat dulu sebelum melakukan latihan juga!" kata Lio Long kepada Qie Yin.


Qie Yin mengangguk dan berjalan kearah pohon besar yang ada pintunya.


"Ini tidak adil senior, kamu menyuruhku untuk memulai latihan, sedangkan dia kamu suruh istirahat!" protes Chinmi.


"Kamu dan dia berbeda, kamu adalah calon pemilik kekuatan Dewa dan akan memiliki tubuh keabadian, sedangkan gadis itu, dia tidak akan bisa memiliki kekuatan itu!" kata Lio Long.


"Kekuatan Dewa...? Apa maksudnya itu?" tiba-tiba Qie Yin sudah berada di belakang Lio Long.


"Eh..! Kenapa kamu belum istirahat juga?" tanya Lio Long yang tidak menyadari jika ternyata Qie Yin sudah berada di belakangnya sehingga mendengar semua percakapan nya dengan Chinmi.


"Tadi aku sudah masuk, namun saat aku buka pintu aku hanya melihat ruangan kosong saja, jadi aku kesini untuk bertanya, apakah disini tidak ada air untuk mandi?" tanya Qie Yin.


Lio Long menepuk jidatnya karena lupa membuat sumber air untuk kebutuhan seperti mandi, mencuci ataupun minum.


"Ada, nanti aku akan menyediakan nya, sekarang istirahatlah dulu di dalam!" kata Lio Long.


"Kenapa dia tiba-tiba menjadi banyak bicara seperti ini?" batin Chinmi karena tiba-tiba Qie Yin banyak bertanya, padahal dari awal dia lebih banyak diam.


"Nanti aku akan menjelaskannya padamu, namun untuk sekarang istirahatlah," kata Lio Long.


Qie Yin mengangguk kemudian berbalik dan meninggalkan mereka berdua tanpa berbicara apapun dan bahkan tidak menoleh lagi kebelakang.


"Gara-gara terlalu fokus bicara padamu, aku sampai tidak merasakan keberadaan gadis itu, bahkan sampai tidak mendengar pikirannya," gerutu Lio Long.


Chinmi tertawa kecil melihat kekesalan Lio Long, dia merasa Lio Long sangat lucu. Bagaimana tidak, seorang manusia yang memiliki kekuatan dewa harus kerepotan menghadapi pertanyaan seorang gadis berkekuatan biasa.


"Apanya yang lucu? Ayo sekarang kita mulai latihan!" kata Lio Long kepada Chinmi.


Lio Long dan Chinmi pergi sedikit menjauh dari pohon tersebut dan Lio Long mulai bertanya kepada Chinmi.


"Sampai dimana tahap latihan terakhir mu?" tanya Lio Long.


"Terakhir aku berlatih, aku berhasil membuat Pondasi Tubuh yang pertama, untuk sisanya masih belum membuat nya!" kata Chinmi.

__ADS_1


"Baru segitu? Coba ulurkan tanganmu," kata Lio Long.


Chinmi menjulurkan tangannya kearah Lio Long dan Lio Long segera memeriksanya, "Hem... Bahkan Pondasi tubuhmu belum sepenuhnya sempurna," kata Lio Long.


"Benar sekali senior, pondasi tubuhku memang belum sempurna, jadi sebelum aku melakukan latihan selanjutnya, aku ingin menyempurnakan pondasi tubuhku lebih dulu!" kata Chinmi.


"Tidak, kamu tidak hanya akan membuka satu pondasi saja, pertama aku akan membantumu membuat dan menyempurnakan keempat pondasi mu, sekaligus membuka keenam gerbang mu."


"Tapi senior, itu pasti akan membutuhkan waktu yang begitu lama," kata Chinmi.


"Tenang saja, waktu disini berjalan lebih cepat dari dunia mu, namun kamu akan merasa waktu disini akan terasa sama olehmu!"


Chinmi mengerutkan dahi, dia mengetahui jika ada tempat yang waktunya akan lebih cepat dari dunia nya, salah satunya adalah dunianya para Hewan Iblis.


"Baiklah kita akan mulai dengan merendam tubuhmu dengan cairan racun, namun tubuhmu harus dilukai terlebih dahulu," kata Lio Long.


Dengan melukai tubuh Chinmi dan merendamnya di kolam yang isinya nanti hanya cairan racun.


Dengan begitu luka-luka ditubuh Chinmi akan menyerap racun tersebut, walau nantinya akan tubuh Chinmi akan merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.


"Aku sudah siap..!" kata Chinmi.


Lio Long menjentikkan jarinya dan kemudian tercipta kolam kecil di tanah yang berisi air berwarna hitam pekat.


Itu bukanlah air, melainkan kumpulan berbagai racun dari seluruh racun yang ada. Dari berbagi racun yang bergabung menjadi satu di satu tempat, racun tersebut berubah warna menjadi hitam dan juga aroma baunya sangat menyengat.


Jika mahluk hidup lain mengirup aroma bau dari cairan hitam tersebut, maka mahluk hidup tersebut tidak akan bisa hidup lebih dari Lima tarikan nafas karena aroma tersebut juga racun.


"Tenyata dia sudah menyiapkan semua ini untuk ku!" gumam Chinmi dengan tersenyum kecut.


Chinmi melukai lengan kanan, betis kiri dan dadanya. Setelah itu dia memasukkan pedang Naga dan Cakram Matahari ke dalam kalungnya dan menyimpan kalung tersebut di samping baju nya.


Dengan hanya mengenakan celana panjang berwarna putih, Chinmi yang sudah berdarah mulai masuk kedalam kolam, walau agak takut dan khawatir, namun dia tetap memantapkan hatinya untuk tetap berendam.


Chinmi mulai masuk kedalam kolam dan kemudian dia duduk bersila dan mulai merendam tubuhnya.


"Arghhh....!"


Chinmi berteriak sangat keras ketika merasakan racun tersebut mulai masuk kedalam tubuhnya melalui luka di betis, dada dan lengannya.


Rasa sakit yang sangat luar biasa membuat Chinmi merasa tidak mampu untuk terus melanjutkan nya, namun demi keberhasilan dia hanya menahan semua rasa sakit tersebut dengan teriakan yang begitu keras.

__ADS_1


Qie Yin yang sedang beristirahat di dalam pohon tersebut langsung keluar setelah mendengar teriakan Chinmi.


Qie Yin segera menghampiri Lio Long dan ingin bertanya padanya, namun dia terkejut ketika melihat tubuh wajah Chinmi yang mulai menghitam karena keracunan.


__ADS_2