
Chinmi merasa kesulitan untuk bernafas ketika Fan Yuzhen membawanya terbang di udara. Chinmi sangat ketakutan ketika Fan Yuzhen sudah membawanya terbang tinggi, namun Chinmi tidak bisa berbuat apa-apa karena Fan Yuzhen membawanya bagai membawa anak kucing.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka pergi menuju ke lokasi latihan, Fan Yuzhen ternyata membawa Chinmi kedalam Goa yang berada di pinggir tebing. Fan Yuzhen menurunkan Chinmi setelah tiba di mulut Goa, Fan Yuzhen
terkejut ketika melihat penampilan Chinmi, rambut Chinmi yang tidak diikat jadi
berantakan, dan bajunya juga ada yang robek.
“Rapikan dulu rambutmu, setelah itu susul aku kedalam!” kata Fan Yuzhen kemudian masuk kedalam Goa.
Goa tersebut agak gelap dibagian luar, namun dibagian dalam terlihat terang karena bantuan cahaya dari beberapa api lilin besar yang berada di dalam Goa.
Setelah selesai merapikan rambutnya kembali, Chinmi menyusul gurunya kedalam, dia terkejut ketika melihat ruangan di dalam Goa, ternyata Goa tersebut tidak terlalu lebar , hanya berukuran sekitar Tiga meter persegi.
“Apa kita akan berlatih diruangan ini Guru?” tanya Chinmi dan terus menatap ke seluruh ruangan.
“Tentu saja bukan disini! Kamu akan berlatih di dalam sana,” Fan Yuzhen menunjuk kearah dinding batu.
Chinmi kebingungan setelah menatap ke arah dinding batu tersebut karena dia tidak melihat pintu apapun, “Apa Guru mau menyuruhku untuk menggali lubang di dinding batu itu?” tanya Chinmi di dalam hatinya.
Fan Yuzhen mengerti akan pikiran Chinmi kemudian berjalan kearah dinding batu tersebut. Fan Yuzhen menempelkan telapak tangannya ke dinding batu tersebut kemudian Goa tersebut seperti bergetar dan dinding tersebut terbuka seperti pintu.
“Ikuti Aku!” kata Fan Yuzhen kemudian masuk kedalam.
Chinmi ragu untuk memasukinya, firasatnya merasakan ada sesuatu yang berbahaya sedang menantinya di dalam, namun mau tidak mau dia tetap melangkahkan kakinya mengikuti Fan Yuzhen.
Ketika Chinmi sudah berada dibelakang Fan Yuzhen, pintu Goa tersebut menutup dengan sendirinya sehingga ruangan menjadi gelap gulita, namun itu tidak berlangsung lama karena samar-samar Chinmi melihat setitik cahaya dikejauhan, semakin lama cahaya tersebut semakin mendekat, namun bukan karena Chinmi yang kesana, justru cahaya tersebut yang mendekati mereka berdua.
Chinmi memegang baju Fan Yuzhen dengan sangat erat karena takut ketika cahaya tersebut semakin mendekat dan semakin membesar.
Cahaya tersebut menembus tubuh mereka berdua, dan tiba-tiba ruangan yang sebelumnya gelap gulita kini menjadi terang, dan bukan hanya itu saja, mereka sudah berada diluar Goa namun hari bukan lagi malam, melainkan siang.
“Guru, kita berada dimana?” tanya Chinmi, dia melihat pemandangan di sekelilingnya yang dipenuhi dengan banyak pepohonan tinggi, atau lebih tepatnya mereka sedang berada di hutan.
__ADS_1
“Kita berada di dunia lain, aku memberi nama tempat ini dengan nama dunianya para Hewan Iblis,”
“Hewan apa?” Chinmi tidak mengerti dan tidak pernah mendengar nama Hewan Iblis, karena selama ini dia hanya berada di rumah, dan jika keluar hanya pergi belajar di sekolahan Akademi.
Hewan Iblis berbeda dengan hewan biasa, disini banyak berbagai jenis Hewan Iblis, mulai dari gajah yang memiliki tubuh Singa, Burung berkepala Ular, Tikus yang memiliki tubuh sebesar seekor Sapi, dan masih banyak
lagi berbagai jenis lainnya.
“Apa Guru ingin menyuruhku melawan mereka itu?” tanya Chinmi yang merasa curiga kepada Fan Yuzhen.
“Hahaha….! Apa kamu mampu untuk bertarung melawan mereka itu?” Fan Yuzhen balik bertanya sambil tertawa keras.
Chinmi menggelengkan kepala, “Saya tidak berani Guru!” jawab Chinmi disertai dengan menggelengkan kepala cepat.
“Mana mungkin aku akan menyuruhmu melawan para Hewan Iblis itu!” kata Fan Yuzhen sambil menatap lurus ke depan.
“Jadi saya harus berlatih apa disini?” Chinmi masih penasaran.
“Kalau begitu, kamu akan aku ajari bagaimana caranya agar bisa merasakan keberadaan energi di sekitarmu sekaligus cara menyerapnya, kamu berlatih secara perlahan-lahan saja, karena disini kita masih memiliki banyak waktu!”
Chinmi mengerutkan dahi kemudian berkata, “Bukankah kita akan berlatih semalam saja dan akan melanjutkannya lagi besok malam, sekarang saja sudah siang bukankah kita sudah melewatkan waktu semalam hanya untuk pergi ketempat ini saja,”
“Tidak, kita hanya melewati beberapa detik saja, dan di dunia ini waktu berjalan sangat lambat, jika kita berada disini selama 10
bulan, di dunia luar kita itu baru satu hari saja! Jadi kamu masih memiliki banyak waktu disini,” kata Fan Yuzhen.
“Dunia yang aneh..!” gumam Chinmi.
“Baiklah sekarang kita akan memulai proses latihannya, jadi bersiaplah dan ikuti semua yang akan aku katakana!” kata Fan Yuzhen.
“Baik Guru,” jawab dengan penuh semangat.
“Sekarang kamu duduklah bersila, letakkan kedua tanganmu di atas paha mu dengan jari tengah di tekuk kebelakang dan tahan dengan mengunakan Ibu jarimu!”
__ADS_1
Chinmi mengikuti semua perintah Fan Yuzhen, dia duduk bersila dan meletakkan kedua tangannya di atas pahanya.
“Selanjutnya kamu pejamkan matamu dan konsentrasi lah, kamu rasakan keberadaan energi di sekitarmu!”
Chinmi memejamkan mata dan berusaha mengikuti semua instruksi tersebut dengan berkonsentrasi penuh.
“Bagaimana? Apa yang kamu rasakan?” tanya Fan Yuzhen.
Chinmi terdiam dengan mata masih tertutup kemudian membuka mata dan berkata, “Aku merasa lapar,” kata Chinmi.
Fan Yuzhen tersedak ludahnya sendiri sambil ter batuk-batuk kemudian kembali berkata kepada Chinmi, “Yang aku tanyakan bukan apa yang kamu rasakan di dalam tubuhmu, melainkan Energi Qi yang berada di sekitarmu!” kata Fan Yuzhen dengan geram.
“Aku tidak merasakannya Guru!” jawab Chinmi.
Fan Yuzhen terdiam, menurutnya ini memang terlalu awal bagi Chinmi untuk mempelajari semua tentang energi Qi, setidaknya, dia butuh penjelasan dan juga contoh sekaligus Teori yang mudah untuk dipahami.
“Begini saja, aku akan menjelaskan bagaimana caranya agar kamu bisa merasakan energi Qi yang ada di sekitarmu,” Fan Yuzhen mengambil selembar Daun yang cukup lebar, kemudian menjelaskannya.
“Lihatlah Daun ini dan jelaskan padaku nanti apa yang kamu rasakan ketika Daun ini aku kibaskan ketubuh mu!” kata Fan Yuzhen kemudian mengibaskan Daun tersebut ke wajah Chinmi.
“Sekarang jelaskan apa yang kamu rasakan?” tanya Fan Yuzhen.
“Aku hanya merasakan hembusan angin kecil menerpa wajahku Guru dan tidak ada lagi yang lain,” kata Chinmi.
“Bagus, angin tersebut juga termasuk energi yang mudah untuk dirasakan, jika kamu bisa berkonsentrasi penuh, maka kamu akan bisa merasakan keberadaannya ,” kata Fan Yuzhen.
“Owh, jadi saya harus bisa merasakan hembusan angin ya Guru?”
“Bisa juga seperti itu, sekarang coba kamu lakukan lagi!” kata Fan Yuzhen.
Chinmi kembali duduk bersila, dia mencoba kembali berkonsentrasi, kali ini dia lebih fokus. Secara perlahan-lahan, dia merasakan sesuatu yang asing mengelilingi dirinya, rasanya sejuk, hangat, bahkan terkadang panas.
"Hawa apa ini?" batin Chinmi namun dia tetap berkonsentrasi penuh.
__ADS_1