
"Tuan Quan Wei, bisakah anda menceritakan kepada kami kejadian akan tewasnya dua warga itu pada kami?" tanya Li Fang.
Quan Wei mulai menceritakan akan kedua warganya yang sudah menghilang selama dua hari dan di temukan sudah dalam keadaan tewas mengenaskan.
Sebelu menghilangnya kedua warga tersebut, mereka sempat berpamitan untuk pergi ke ibu kota. Namun malam sebelum keberangkatan, tiba-tiba mereka berdua menghilang.
Keluarga kedua korban mengira mereka sedang pergi ke teman-temannya untuk berpamitan, namun hingga keesokan harinya mereka tidak juga kunjung pulang.
Andai barang perbekalan mereka tidak ada, mungkin keluarga mereka akan mengira jika kedua korban sudah berangkat. Namun perbekalan mereka masih ada.
Keluarga mereka mencoba menunggu lagi siapa tahu mereka akan datang, namun hingga besoknya lagi, tenyata mereka tidak juga datang sehingga para warga mulai melakukan pencarian.
Saat sudah hampir malam, barulah mereka menemukan keduanya, namun mereka berdua sudah menjadi jasad.
Tubuh mereka berdua sangat mengerikan, yang jasad yang satu di temukan dengan kondisi dari kaki sampai kepala tertusuk ratusan ranting kecil yang sudah diruncingkan ujungnya.
Sedangkan jasad satunya lagi, tulang punggungnya hingga kepala terlepas dari tubuhnya. Melihat kodisi mereka jasad mereka berdua, bisa ditebak jika mereka disiksa sebelum akhirnya dibunuh dengan sangat mengenaskan.
"Mendengar ceritamu, sepertinya tidak salah lagi!" kata Li Fang sambil memegang dagunya.
"Kita akan bergerak saat malam hari, nanti biar aku yang menjadi umpannya, kamu bawa ke 20 prajurit saat aku sudah keluar nanti," kata Li Xiang.
"Tapi kak..!"
"Kenapa? Bukankah kamu bilang kalau mereka itu para murid dari sekte Golok Setan bukan? Apa kamu khawatir mereka akan membunuhku juga?'' tanya Li Xiang sambil meletakkan pedangnya di atas meja.
"Bukan begitu, aku hanya ingin mengatakan untuk selalu waspada, walau mereka itu hanyalah para murid Tong Liung, namun tidak ada salahnya jika kita tetap harus waspada bukan?" kata Li Fang.
"Apa harus segitunya?" tanya Li Xiang.
Menurut Li Xiang tidak ada yang perlu dikhawatir kan mengingat mereka adalah hanyalah para murid sekte Golok Setan.
"Kakak, sebelumnya salah satu dari mereka hampir mati ditangan Xian Fai, bisa saja mereka belajar dari pengalaman mereka, kemungkinan mereka bisa membawa salah satu pendekar pilar sekte mereka, dan yang paling serius mereka bisa saja membawa salah satu pendekar sihir bersamanya."
Li Xiang terdiam sejenak, dia pikir kemungkinan besar itu bisa terjadi, "Baiklah aku akan berhati-hati, sekarang suruh semua para prajurit untuk mengganti pakaian mereka dengan pakaian biasa agar tidak ada yang mengetahui jika kita adalah utusan dari kerajaan!" kata Li Xiang.
Li Fang mengangguk dan berniat untuk keluar, "Tunggu, karena hari ini masih siang, biarkan para prajurit kita istirahat terlebih dahulu!" kata Li Xiang yang tidak ingin melihat para prajuritnya kelelahan saat tugas
__ADS_1
Li Fang keluar dan memberi perintah kesalah satu prajurit yang sedang berdiri didepan pintu rumah Quan Wei.
"Jendral, mari istirahat dulu dikamar!" kata Quan Wei mempersilahkan Li Xiang dan Li Fang untuk istirahat terlebih dahulu.
Para prajurit yang hanya berjumlah 20 orang tersebut mengganti pakaian mereka dengan pakaian biasa, sedangkan Li Xiang dan Li Fang sedang menyusun rencana mereka.
***
Saat malam sudah tiba, Li Xiang sudah bersiap-siap untuk pergi keluar, sedangkan Li Fang pergi memerintahkan ke 20 prajurit untuk bersiap-siap.
"Aku akan pergi lebih dulu, nanti kalian berpencar dan ikuti aku dari belakang, apa kalian paham?" tanya Li Xiang kepada para prajurit nya.
Li Xiang mengenakan baju seperti rakyat biasa, sedangkan Li Fang dan yang lainnya juga mengikutinya agak jauh di belakang.
Para warga juga berharap-harap cemas, mereka juga mempersiapkan diri jika nantinya Li Xiang dan Li Fang membutuhkan bantuan mereka. Tentu semua itu adalah arahan dari Quan Wei.
"Hingga selarut ini tapi masih belum ada tanda apapun!" gumam Li Xiang yang berpura-pura berjalan di kegelapan malam dengan memegang obor.
Li Xiang beristirahat di sebuah batu besar sambil memperhatikan disekitar berharap para pelaku muncul.
Li Fang dan para prajurit yang berpencar juga duduk di tempat yang agak jauh dari Li Xiang sambil terus memperhatikan Li Xiang.
Li Fang curiga jika kedatangannya kemungkinan sudah diketahui oleh para pelaku pembunuhan yang dicurigai adalah para murid dari sekte Golok Setan.
Namun saat mereka semua tengah beristirahat, sesuatu tiba-tiba melesat kearah prajurit yang sedang beristirahat.
"Arghhh!!!"
Erangan kesakitan salah satu prajurit membuat rekan di sampingnya terkejut. mereka melihat sebuah golok sudah menancap dibahu rekannya.
"Kita diserang...!" teriak prajurit tersebut yang letaknya sedikit jauh dari Li Fang.
Li Xiang yang tengah duduk pun segera bangkit ketika mendengar teriakan salah satu prajurit tersebut.
"Sial! mereka tidak mengincarku," gerutu Li Xiang kemudian dia bergegas menuju kearah prajurit yang diserang.
"Kamu pikir bisa menjebak kami dengan cara seperti ini?"
__ADS_1
Ketika Li Xiang ingin pergi menolong prajurit yang terluka, tiba-tiba ada suara yang mengejutkannya.
"Kamu sudah mengetahui kalau ini adalah jebakan?" tanya Li Xiang setelah melihat sosok pemuda dihadapannya.
"Cara kalian mengendap-endap itu sudah kelihatan, lagi pula masyarakat seperti kalian bisa apa hah? Hanya kalian semua saja sebenarnya cukup aku sendiri saja sudah bisa membuat kalian semua kehilangan nyawa," kata pemuda tersebut.
"Jangan dulu yakin, belum tentu anak muda bisa melakukan semua itu seorang diri!" kata Li Xiang ketika mengetahui jika pemuda tersebut berada di tingkat Puncak.
"Hahaha... Dasar orang tua bodoh, saat ini aku tidak datang sendirian, lihatlah warga mu di sana!" pemuda tersebut menunjuk kearah Li Fang yang saat ini sudah berada di dekat prajurit yang terluka.
Li Xiang bisa merasakan jika ada empat orang lagi selain pemuda yang ada dihadapannya saat ini.
Serangan golok kembali melesat kearah Li Fang dan para prajurit lainnya. Kali tidak hanya satu golok saja, namun ada empat golok yang terbang dan melesat kearah mereka, dan disusul oleh empat golok lainnya dari belakang.
"Hmm.. Jadi kalian semua berlima? Baguslah kalau begitu! Aku sudah tidak perlu repot-repot mencari kalian satu-persatu," kata Li Xiang membuat Pemuda di hadapannya sedikit terkejut.
"Kamu terlalu yakin Pak tua, apa kamu tahu siapa kami ini?" tanya pemuda tersebut.
"Tentu saja aku sudah tahu."
Pemuda tersebut mengerutkan dahi sekaligus sedikit waspada, "Kamu bohong, mana mungkin kamu tahu akan kami!"
"Bukankah kalian ini yang sudah membunuh dua warga kami dengan sadis, kenapa kami harus tidak tahu!"
Perkataan Li Xiang membuat pemuda tersebut bernafas lega, namun berikutnya nafasnya kembali tertahan setelah melihat kearah Li Xiang yang bisa menangkap semua golok tersebut dengan sangat mudah.
"Pendekar! Jadi kalian menyewa seorang pendekar?" tanya pemuda tersebut.
"Anak muda, seharusnya kamu tidak mau perlu seperti ini, kamu masih sangat muda untuk melakukan sebuah kejahatan, apakah sekte Golok Setan memang sering mendidik murid-muridnya untuk melakukan ini?"
Pertanyaan Li Xiang berhasil membuat pemuda tersebut menjadi sangat waspada, walau dia yakin jika orang tua dihadapannya menebak karena melihat serangan beberapa golok kearah Li Xiang.
Namun seharusnya untuk seorang manusia biasa tidak akan mengenal nama sekte nya, kecuali, "Kau... Kau bukan penduduk desa ini?" tanya Pemuda tersebut dengan mengeluarkan dua goloknya.
"Benar sekali, aku memang bukan warga desa ini! Kedatangan ku kesini hanya untuk menangkap kalian hidup atau mati."
Li Xiang mengangkat sebelah tangannya dan kemudian tanah yang diinjaknya tiba-tiba bergerak.
__ADS_1
"Sihir Elemen tanah..!"
Pemuda tersebut terkejut setelah mengetahui sihir yang digunakan oleh Li Xiang, dan yang lebih terkejut lagi, dia merasakan kekuatan Li Xiang sangat jauh berada diatasnya.