
Fan Yuzhen mengalirkan energi ke tubuh Li Yao yang kepalanya belum pulih, dia berusaha untuk menemukan segel tersebut di dalam tubuh Li Yao.
Namun sangat di sayangkan karena Fan Yuzhen tidak bisa menemukan segel tersebut di dalam tubuh Li Yao, sedangkan kepala Li Yao sudah pulih sepenuhnya.
Fan Yuzhen segera membuat segel tangan untuk menahan tubuh Li Yao agar tidak bergerak.
"Selimut Angin Pengikat Raga."
Fan Yuzhen mengikat tubuh Li Yao dengan Elemen angin sehingga seluruh tubuhnya terbungkus oleh angin kecuali kepalanya.
"Lepaskan aku Pertapa Pedang!" kata Li Yao atau si Meng Ling.
"Aku tidak menemukan segel itu didalam tubuh mu, jadi sekarang aku akan memeriksa segel itu di kepalamu!" kata Fan Yuzhen yang tidak peduli akan keluhan Meng Ling.
"Tidak jangan kau lakukan itu!" kata Meng Ling yang berusaha untuk melepaskan diri dari Sihir angin yang mengikat tubuh Li Yao.
"Em.. kamu terlihat seperti sangat khawatir sekali, apa mungkin benar jika segel itu di tanam di dalam kepala para pasukan Mayat Hidup termasuk saudaraku ini?" tanya Fan Yuzhen yang mulai merasa curiga.
Li Yao atau Meng Ling terdiam, namun sebenarnya Meng Ling benar-benar sangat khawatir jika sampai Fan Yuzhen akan menemukan Segel itu.
Fan Yuzhen segera mengalirkan energi ke kepala Li Yao dengan menyentuh dahinya. Fan Yuzhen mengerutkan dahi saat merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam kepala Li Yao.
"Pasti energi aneh ini yang mengendalikan tubuh Li Yao," gumam Fan Yuzhen saat dia merasakan ada energi jahat di dalam kepala Li Yao.
"Cepat lepaskan aku, jika tidak maka...!" Meng Ling menghentikan kalimatnya.
"Kalau tidak apa? Apa kamu pikir aku takut terhadap ancaman mu itu? Ingat aku pasti akan mendatangi mu nanti, jadi berhati-hatilah!" kata Fan Yuzhen kemudian dia membuat mantra.
"Segel Jari Dewa Angin."
Fan Yuzhen menggigit jarinya hingga berdarah dan kemudian dia mengoleskan darahnya ke dahi Li Yao sekaligus mengalirkan energi yang cukup banyak.
Li Yao berteriak keras dan kemudian matanya sepenuhnya berubah menjadi hitam. Fan Yuzhen sama sekali tidak menyerah walau Li Yao sudah berteriak kesakitan.
Fan Yuzhen sudah lama memiliki Segel Jari Dewa Angin, namun ini adalah pertama kalinya dia menggunakannya.
"Li Xiang, cepat bantu aku! Tahan tubuh Li Yao agar tidak terus memberontak!" kata Fan Yuzhen.
"Ba-baik senior!" kata Li Xiang kemudian dia mendekati Li Yao dan membuat mantra tangan.
Li Xiang membuat belenggu di kaki, tangan, dan leher Li Yao sehingga Li Yao sama sekali tidak bisa bergerak sama sekali.
"Jendral Li, ijinkan kami membantu Jendral juga!" kata Zuo Yujiu.
"Tidak, kalian susul saja Li Fang!" kata Li Xiang.
Zuo Yujiu dan Mei Xin saling berpandangan, "Ba-baiklah Jendral Li!" jawab Zuo Yujiu kemudian dia dan Mei Xin segera pergi.
Setelah cukup lama, muncul sebuah aura hitam dari mulut, hidung, dan mata Li Yao, aura tersebut sangat memancarkan energi yang cukup besar.
"Ini dia segel hitam yang mengendalikan Li Yao! Akan aku keluarkan semuanya," kata Fan Yuzhen kemudian dia menambahkan energinya agar bisa melepaskan segel hitam tersebut.
Setalah cukup lama, akhirnya Li Yao kembali tenang dan sepertinya Meng Ling sudah tidak mengendalikan tubuh Li Yao lagi.
"Yuzhen? Kenapa aku masih ada di dunia ini? Apakah kamu tidak berhasil menyegel diriku?" tanya Li Yao.
Li Xiang dan Fan Yuzhen bernafas lega. Li Xiang segera membuka penguncian sihir tanahnya dan di susul dengan Fan Yuzhen yang membuka Segel Jari Dewa Angin di tubuh Li Yao.
"Li Yao! Sekarang kamu sudah terbebas dan tidak akan di kendalikan lagi oleh orang itu!" kata Fan Yuzhen.
Li Yao terkejut dan merasa tidak percaya sehingga dia melihat tubuhnya sendiri, "Tapi tubuhku masih seperti Mayat Hidup?" tanya Li Yao karena dia melihat tubuhnya yang masih menjadi mayat hidup.
"Aku hanya membatalkan segel hitam yang mengendalikan tubuhmu, namun tubuh mu akan tetap seperti ini, nanti setelah kamu melihat salah satu keturunan mu yang aku katakan tadi, barulah Roh mu akan aku bebaskan."
__ADS_1
Li Yao membuka matanya lebar-lebar, dia merasa tidak sabar ingin bertemu dengan salah satu keturunannya yang kata Fan Yuzhen memiliki kekuatan besar dan paling kuat di tiga Benua.
"Kau benar sekali Yuzhen, aku memang ingin melihatnya dan juga ingin tahu anak siapa dia itu!" kata Li Yao, dia yakin jika Li Tian pasti memiliki beberapa keturunan juga selain Li Xiang, sedangkan Li Xiang hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Li Yao.
"Kau ingin tahu siapa orang tua anak yang aku ceritakan tadi?" tanya Fan Yuzhen yang di jawab dengan anggukan oleh Li Yao.
"Inilah ayah nya!" jawab Fan Yuzhen dengan singkat sekaligus menepuk pundak Li Xiang yang berdiri di dekatnya.
"Benarkah?" tanya Li Yao yang tidak percaya karena dia merasa kekuatan Li Xiang yang lemah, jadi dia berpikir jika Li Xiang tidak mungkin memiliki anak yang hebat.
"Benar kakek, anak yang Senior Fan Yuzhen ceritakan itu adalah anak saya, dan Senior Fan Yuzhen adalah gurunya," jawab Li Xiang.
"Yuzhen, aku masih tidak percaya jika kamu tidak menunjukkan anak itu padaku!" kata Li Yao.
"Sabarlah dulu Li Yao, biarkan aku memulihkan diri terlebih dahulu! Hanya demi melepaskan Segel Hitam itu dari kepalamu, aku harus mengeluarkan energi yang sangat banyak! Jadi tunggulah hingga tenagaku kembali pulih," kata Fan Yuzhen.
"Em.. Tapi energi ku tidak berkurang sama sekali!" kata Li Yao.
"Kau ini sama sekali tidak berubah, masih sama seperti dulu sangat menyebalkan!" kata Fan Yuzhen.
Li Yao tertawa terbahak-bahak sedangkan Li Xiang hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak mengerti akan jalan pikiran kedua orang tau itu yang seperti tidak terbebani oleh situasi yang sangat kacau.
"Namamu tadi Li Xiang bukan? Ceritakan padaku seperti apa anakmu itu sekaligus dengan sifatnya!" kata Li Yao.
"Maafkan Kakek, saat ini saya masih memiliki tugas penting, yaitu menyelamatkan semua rakyat dan memindahkan mereka semua ke Sekte Penakluk Kegelapan!" kata Li Xiang.
"Baiklah jika demikian, pergilah dan aku juga akan membantumu!" kata Li Yao.
"Tidak Kakek, jika kakek ikut bisa-bisa mereka akan ketakutan melihat wajah Kakek!" kata Li Xiang saat melihat wajah Li Yao yang terkadang ada debu yang jatuh.
"Kamu tenang saja Li Xiang, aku memiliki ilmu sihir pengubah wajah, jadi aku bisa mengubah wajahku agar tidak terlihat seperti mayat hidup lagi," kata Li Yao kemudian dia mengusap wajahnya dengan sebelah tangannya.
Li Xiang sangat terpana melihat wajah Li Yao yang berubah, bahkan tidak ada sebutir debu yang jatuh dari wajah nya, dan yang lebih mengejutkan lagi, wajah Li Yao berubah menjadi lebih muda, dan wajahnya hampir mirip dengan wajah Chinmi, hanya yang membedakannya, wajah Li Yao sedikit lebih tua, sedangkan wajah Chinmi masih muda dan kulitnya juga masih kencang.
"Ayo kita pergi!" ajak Li Yao dan Li Xiang hanya bisa mengangguk tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.
Fan Yuzhen sendiri duduk bersila, dia bermeditasi untuk memulihkan kembali energinya karena dia juga masih memiliki tugas lain.
Fan Yuzhen berencana meminta Li Yao untuk mengantarkan dirinya ke tempat orang yang sudah membangkitkan para pasukan mayat hidup itu.
***
Istana Kerajaan Api Timur kini benar-benar sudah rata akibat pertempuran Chinmi yang melawan Ming Zai atau She Long.
Sedangkan jumlah korban lain akibat pertempuran mereka berdua juga tidak sedikit, di tambah lagi Pasukan Mayat Hidup yang tidak mampu di atasi oleh para Jendral dan Raja Ming.
Chinmi dan She Long sama-sama mengadu serangan tapak di udara, dan seketika itu juga gelombang kejut yang sangat luar biasa dahsyat menyebar sehingga awan pun menghilang karena tersapu oleh gelombang kejut tersebut.
Guncangan hebat juga terjadi di seluruh Wilayah Kerajaan Api Timur hingga banyak bangunan yang roboh dan menambah korban jiwa.
Chinmi dan She Long sama-sama terpental saat mengadu tapak, namun mereka segera menstabilkan tubuh mereka masing-masing dan kembali saling beradu pukulan dan tendangan.
Mereka masih belum menunjukkan kekuatan besar mereka yang sesungguhnya, namun hanya dengan sedikit dari kekuatan pertempuran mereka berdua saja sudah hampir melenyapkan Kerajaan Api Timur.
Mereka berdua beradu siku tangan dan She Long berbicara kepada Chinmi, "Kau sungguh sangat berbeda sekali dari terakhir kali kita bertemu, apakah Cao Yuan sudah melatih mu?" tanya She Long.
"Untuk apa aku memberitahumu, aku saja tidak bertanya padamu, dari mana kamu mendapatkan ide untuk mengambil alih tubuh Ming Zai," kata Chinmi.
Mereka berdua melepaskan siku mereka dan sama-sama mundur kebelakang untuk mengatur nafas sejenak.
"Aku kira hanya aku saja yang sudah mendapatkan kekuatan besar, tidak ku duga kau juga mengalami peningkatan yang pesat!" kata She Long namun kedua telapak tangannya mulai merah menyala.
"Sudahlah She Long, aku kesini hanya untuk menghentikan mu saja! Sebelum terlambat sebaiknya kau segera bertaubat dan rubah sifatmu sebelum kamu menyesal," kata Chinmi.
__ADS_1
"Hahahaha... Kau ini sangat aneh sekali, sejak kapan aku mau bertaubat? Jagan kamu bahkan Para Bodhisattva sekalipun yang memintaku untuk bertaubat, aku tidak akan pernah terpengaruh, jadi simpan saja ceramahan mu itu dan bersiaplah untuk mati!" kata She Long kemudian dia melepaskan pukulan yang mengeluarkan energi api kearah Chinmi.
Chinmi segera menepis api tersebut sehingga api tersebut terlempar ke tempat lain dan jatuh di salah satu gunung hingga gunung tersebut meledak dan menyemburkan Lava dan asap yang menyembur keluar.
"Sihir Api Neraka Tingkat Pertama."
She Long tiba-tiba saja muncul di depan Chinmi dengan mata merah menyala, kali ini Chinmi merasakan jika She Long sudah meningkatkan energinya.
"Sihir Air - Kurungan Gelembung."
Chinmi menciptakan Gelembung air dan mengurung She Long yang serangan nya hampir sampai ketubunya.
Tubuh She Long mulai memerah dan Gelembung yang mengurungnya langsung mendidih kemudian gelembung tersebut meledak.
"Sihir Air - Pusaran Naga Air."
Kini giliran Chinmi yang melepaskan Sihir nya dan Air berbentuk Naga muncul di belakang Chinmi dan langsung menyerang She Long.
"Kau masih suka bermain-main rupanya!" kata She Long kemudian dia melepaskan semburan api dari mulutnya yang sangat besar dan panas ke arah Naga Air.
Naga Air tersebut langsung hilang saat tubuhnya tertutupi oleh Semburan api yang sangat panas dan juga besar itu, bahkan suhu panas menyebar hingga keseluruh wilayah Kerajaan Api Timur.
"Kau benar sekali She Long! Bagaimana kalau kita tambahkan setingkat lagi kekuatan kita?" kata Chinmi.
"Kenapa harus setingkat? Kenapa tidak menggunakan kekuatan penuh saja?" kata She Long.
"Jika demikian kita akan melanjutkan pertarungan ini di luar angkasa," kata Chinmi.
"Aku sangat menyukai sikapmu yang sangat percaya diri itu, mari kita pindah dari sini!" kata She Long namun dia melirik kearah lain dan Chinmi menyadari akan hal itu.
Tiba-tiba saja sebuah petir muncul dari arah samping Chinmi dan menyambar Chinmi dengan sangat cepat.
Jdarrr!!!
Suara gemuruh segera terdengar saat petir itu menyambar tubuh Chinmi.
"Ye Shi! Kemana saja kamu? Kenapa kamu jarang sekali menghubungi ku?" tanya She Long kepada Ye Shi yang baru muncul dari sebuah lingkaran yang baru tercipta.
Sebuah kaki muncul dan kemudian tubuh Ye Shi juga terlihat, kini tubuh Ye Shi sangat berbeda, dia sudah tidak lagi di penuhi dengan bulu, dan wajahnya juga terlihat seperti manusia.
"Ye Shi, apakah kamu sudah menemukan tubuh baru seperti diriku?" tanya She Long yang terkejut melihat Tubuh baru Ye Shi.
Ye Shi melihat kearah Chinmi yang masih tidak terlihat karena tertutup oleh asap putih akibat sambaran petir dari Ye Shi.
"Aku terpaksa menggunakan tubuh manusia biasa karena aku tidak menemukan tubuh manusia muda yang memiliki Pusat Roh Elemen Petir! Namun aku tetap mendapat kekuatan yang besar dengan tubuh Manusia biasa yang sudah hampir tua ini," kata Ye Shi yang melayang menuju kearah She Long.
Mereka berdua segera menatap kearah kepulan asap itu yang mulai menghilang, dan ketika asap itu menghilang, Chinmi sudah tidak ada disana.
"Em.. Apakah petir ku tadi sudah berhasil melenyapkan nya?" tanya Ye Shi.
She Long terdiam sekaligus mencari keberadaan Chinmi dengan merasakan energi milik Chinmi.
Namun She Long tidak berhasil merasakannya seolah-olah Chinmi benar-benar sudah lenyap, "Aku tidak yakin, walau dia terlihat sudah lenyap, namun aku yakin dia masih hidup, tidak mungkin dia akan mati oleh serangan seperti itu!" kata She Long.
"Kau benar She Long, namun dimana dia?" tanya lagi Ye Shi karena dia juga tidak berhasil melacak keberadaan Chinmi.
She Long melihat kebawah, dia menelusuri reruntuhan istana yang sudah hancur dan setelah beberapa saat kemudian, mata She Long tertuju kearah sosok yang sedang berdiri di atas puing-puing reruntuhan istana.
"Lihatlah, manusia itu berada disana!" kata She Long sambil menunjuk kearah Chinmi yang ternyata sedang berdiri menatap kearah mereka dengan tersenyum hangat, dan bisa terlihat jika Chinmi masih baik-baik saja, bahkan tidak ada cacat sedikitpun dari tubuh maupun pakaian Chinmi.
"Tunggu dulu! Jangan-jangan yang aku hadapi tadi..!" She Long mulai curiga jika yang ia hadapi dari tadi bukanlah Chinmi, melainkan hanya sebuah tubuh bayangan.
"Kurang ajar! Berani-beraninya dia mengerjai ku!" kata She Long yang terlihat sangat marah.
__ADS_1