PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kembali menyegel


__ADS_3

Selama semalaman penuh Xian Fai tidak bisa tidur nyanyak karena bukan hanya Dia Chinmi, Lian Cao dan Xuao Lan saja yang tidur dikamar itu, melainkan Jui Heng, Fai Han dan Tian Xing juga berada dikamar yang sama karena mereka tidak kebagian kamar yang kosong.


"Kenapa Xian? Kelihatannya kamu sangat mengantuk!" Chinmi bertanya kapada Xian Fai.


Xian Fai hanya merengut, dia heran melihat Chinmi yang bisa tidur dengan posisi duduk bersila.


"Senior Xuao, Senior Xuao!" Xue Binyue memanggil-manggil Xuao Lan berkali-kali.


"Ada Apa Nona Xue? Kenapa kamu berteriak-teriak seperti itu?" tanya Xuao Lan yang sedang duduk bersama Tian Xing menikmati hangatnya teh yang disediakan oleh penginapan.


"Kapalnya sudah mau berangkat karena sudah banyak penumpang yang naik."


"Apa..!" Xuao Lan berdiri kaget mendengar hal itu dan buru-buru keluar untuk melihatnya.


Terlihat kapal yang akan menuju ke Kerajaan Es Utara sudah banyak penumpang dan sepertinya akan segera berangkat.


"Kenapa Tidak sesuai jadwal yang dikatakan orang itu!" gumam Xuao Lan dengan berdecak kesal.


"Semuanya ayo cepat kita pergi ke kapal sebelum kapal itu berangkat!" seru Xuao Lan dengan keras.


Semuanya menjadi panik sampai-sampai tergesa-gesa saat merapikan dan mengumpulkan batang bawaan kecuali Chinmi yang tidak terlalu membawa banyak barang.


Mereka semua berlari menuju ke kapal yang terlihat ada orang yang ingin melepaskan tali kapal.


"Hei kamu, kenapa kapal tiba-tiba mau berangkat mendadak seperti ini? Bukankah kemarin kamu bilang masih dua hari lagi?" tanya Xuao Lan kepada orang yang berniat melepaskan tali kapal dan orang itu juga yang bilang kepada Xuao Lan kalau kapal akan berangkat Dua hari lagi.


"Maaf Tuan, saya juga kaget setelah kapten menyuruh untuk segera berangkat karena penumpang sudah terlalu banyak dari yang di targetkan!" kata orang tersebut yang merasa bersalah.


"Iya sudah biarkan kami naik dulu!" kata Tian Xing.


"Si-silahkan tuan!" kata Orang tersebut.


Xuao Lan dan semuanya segera naik keatas kapal tersebut dan kemudian orang yang menjaga tali kapal segera melepaskan tali penambatnya.


Secara perlahan-lahan dan semakin lama semakin menjauh dari dermaga kayu. Banyak orang yang berada di pinggiran kapal melambai-lambaikan tangan sambil berteriak ke dermaga. Begitu juga di pinggir dermaga yang juga ada orang ikut melambaikan tangan kepada orang yang mereka kenal sebagai ucapan selamat jalan.


"Kamu melambaikan tangan kepada siapa? Apa ada orang yang kamu kenal?" tanya Chinmi kepada Lian Cao yang juga ikut melambaikan tangan ke dermaga.


"Tidak ada, aku hanya melambaikan tangan saja kepada mereka karena mereka juga ikut melambaikan tangan kepada kita!" jawab Lian Cao dengan santai dan masih melambaikan tangannya ke dermaga.

__ADS_1


"Dasar aneh..!" gumam Chinmi sambil menggelengkan kepalanya dan kemudian meninggalkan Lian Cao.


Chinmi berkumpul kembali bersama Xuao Lan dan yang lainnya, mereka semua duduk di atas dek kapal karena kursi yang disediakan sudah di tempati oleh orang lain.


"Kenapa ada kereta kuda juga diikut sertakan di atas kapal?" tanya Yue Yin ketika melihat kereta dan tujuh kuda yang juga ikut di muat di atas kapal.


"Itu kereta milik pangeran Ming Zai," jawab Rui Ling.


"Sepertinya semua kamar juga sudah terisi, jadi kita hanya bisa duduk diruang terbuka seperti ini," Yue Rong berbicara sambil menatap lima kamar yang telah ada penyewanya.


"Biarlah, lagi pula kita adalah seorang Pendekar yang sudah terbiasa tidur di alam terbuka, jadi dimanapun tidak akan jadi masalah dengan kita," kata Xuao Lan.


Mereka semua akhirnya tinggal di dek kapal bersama dengan para penumpang yang lainnya. Chinmi sendiri kebingungan untuk mencari tempat yang tenang karena terlalu banyak penumpang dan juga terlalu berisik untuk beristirahat.


***


"Sial Aku tidak sanggup lagi untuk menahannya..!"


Di Ruang Angkasa, Xi Liyi bersama Lang Yu berusaha menahan salah satu segel Mahkluk Raksasa yang hampir terlepas.


"Tuan Putri pergilah panggil yang lain, aku akan mencoba untuk menahan segelnya!" kata Lang Yu yang juga berusaha menahan segel tersebut agar tidak terlepas.


"Jendral Lang, kekuatanmu tidak akan cukup mampu untuk menahannya, bahkan kekuatanku sekalipun juga tidak akan mampu untuk menahannya jadi sebaiknya kita berdua harus bersama-sama menahnnya."


Kraaaak!!!


Tiba-tiba saja retakan mulai melebar dari planet yang menyegel Hewan Raksasa tersebut.


"Percuma saja, ini tidak berguna sama sekali!" Xi Liyi berdecak kesal, dia sudah mengirim Dua bayangannya untuk menemui para Pendekar Dewa lainnya, namun hingga saat ini tidak satupun yang datang.


"Sihir Air Segel Jeruji Es."


Xi Liyi kembali mengeluarkan Sihir segel dewanya untuk menambah daya tahan segel tersebut


Namun itu belum cukup mampu untuk menahannya bahkan retakan semakin melebar.


"Senior Yinfei, Senior Lio Long, Ho Chen cepatlah kalian datang aku sudah tidak mampu lagi menahannya seorang diri...!" Xi Liyi berusaha untuk tetap menahannya sambil memanggil ketiga pendekar lainnya dengan sangat keras.


"Maaf Aku terlambat karena tempat ini sangatlah jauh!"

__ADS_1


"Sihir Api Segel Lava."


Seorang Pria terlihat berumur 35 tahun berwajah sangat cantik datang dan mengeluarkan Sihir segel dewanya.


"Se-senior Yinfei, anda lama sekali..!" Xi Liyi sudah hampir mencapai batasnya sehingga sedikit kesulitan untuk bicara, beruntungnya Jendral Lang Yu segera memberi energi tambahan padanya.


"Sihir Logam Segel Pagoda Emas."


Muncul lagi satu pria sepuh dengan janggut putih panjang dan segera mengeluarkan Sihir segel dewanya juga.


Xi Liyi semakin tersenyum lebar karena orang tersebut tidak lain adalah Lio Long yang juga baru tiba.


"Masih kurang, jika hanya kita saja untuk kembali menyegel makhluk ini!" kata Lio Long.


"Aku tahu itu namun apa boleh buat kita harus tetap berusaha untuk menahannya semampu kita!" kata Xi Liyi.


"Tambah energi kalian agar Singa Hitam jelek ini tidak bisa keluar!" seru Yinfei kemudian menambahkan energinya terhadap segel tersebut.


"Senior, kekuatanku sudah mencapai batasannya aku sudah hampir kehabisan energi," kata Xi Liyi yang semakin melemah bahkan energi yang disalurkan oleh Jendral Lang Yu pun ternyata tidak cukup untuk memulihkannya.


"Aku-aku sudah tidak sanggup lagi!" kata Xi Liyi yang hampir menghentikan segelnya.


"Lama tidak bertemu Senior Xi dan terimakasih karena sudah menahannya sampai sejauh ini!"


Tiba-tiba seorang pemuda yang terlihat berumur 25 tahun dan berwajah tampan muncul disampingnya kemudian menyentuh pundak Xi Liyi dan mengalirkan energi padanya.


"Chen'er, tenyata kamu juga datang," gumam Yinfei dengan tersenyum lebar


Seketika itu juga Energi Xi Liyi kembali pulih dan dia menoleh kepada pemuda tersebut dengan sedikit terkejut.


"Ho Chen, akhirnya Kamu datang juga!" kata Xi Liyi


Ho Chen tersenyum lembut membuat jantung Xi Liyi terasa membeku melihat senyuman tersebut.


"Baiklah sekarang mari kita segel kembali dia!" kata Ho Chen kemudian membuat satu bayangan yang sama dengan dirinya.


"Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya!" batin mereka semua karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk menutupi kekurangan dari salah satu pendekar dewa yang kosong bisa menggunakan bayangan.


"Sihir Angin Segel Bola Angin."

__ADS_1


"Sihir Bumi Segel Batu Meteor."


Ho Chen dan bayangannya sama-sama melepaskan Sihir Segel Dewa yang berbeda, namun nyatanya itu tidak semudah yang mereka harapkan.


__ADS_2