
Chinmi kembali ke tempat Xuao Lan dan yang lainnya berada dengan wajah lesu karena tidak bisa menemukan Mustika Hewan Iblis itu.
Di dalam ruangan Yue Yin, Lian Cao dan Xian Fai sudah beristirahat namun tidak beristirahat didalam kamar karena takut jika rumah tersebut tiba-tiba roboh dan juga sebagai antisipasi jika ada Hewan Iblis datang.
Yue Rong dan Xuao Lan sedang duduk Di kursi. Mereka berdua sedang menunggu kedatangan Chinmi.
"Senior Xuao, Bibi Rong, kenapa kalian belum istirahat?" tanya Chinmi ketika sudah berada dihadapan mereka.
"Bagaimana kami bisa tidur, apa kamu lupa dengan serangan dari hewan iblis tadi?" kata Yue Rong.
"Chinmi, jika boleh tahu apa yang Tuan Putri itu bicarakan dengan dirimu tadi di dalam kamar?" tanya Xuao Lan yang penasaran.
"Tuan Putri hanya ingin menitipkan pesan kepada salah satu Pertapa. Aku bilang aku tidak kenal mereka, namun dia mendesak dan memberiku imbalan jika aku setuju untuk menyampaikan pesannya!" kata Chinmi yang sengaja berbohong.
"Imbalan apa?" tanya Xuao Lan penasaran.
"Dia memberiku kalung ini!" kata Chinmi menunjukakn kalung emas yang memiliki bandul Batu Giok yang sudah berubah menjadi warna biru langit.
Mata Yue Rong langsung bersinar-sinar melihat kalung tersebut, "Indahnya! Chinmi kalau kamu tidak mau sama kalungnya buat aku saja, lagi pula kamu kan anak laki-laki kan tidak pantas memakai perhiasan seperti itu!" kata Yue Rong.
"Bibi, pesan Tuan Putri aku disuruh menjaga baik-baik kalung ini sebagai kenang-kenangan darinya, bukankah tidak baik jika sampai dia mengetahui jika aku tidak menyimpannya dengan baik, bukankah bibi sendiri tadi sudah dengar jika aku sudah melakukan akan apa yang ia suruh tadi maka kami berdua kemungkinan akan bertemu lagi,"
Yue Rong terdiam dan dia juga baru teringat jika Xi Liyi memang berkata seperti itu, "Memangnya pesan itu untuk Pertapa siapa?" tanya lagi Xuao Lan.
"Sang Pertapa Pedang Fan Yuzhen."
Yue Rong langsung membatalkan niatnya untuk memiliki kalung tersebut setalah mendengar nama Fan Yuzhen karena dia juga tahu kalau Chinmi adalah murid Fan Yuzhen namun tidak ada lagi yang tahu selain dirinya, Li Fang, Ji Long, Wang Shing dan Yong Chun.
__ADS_1
"Jadi Tuan Putri itu kenal dengan para Pertapa, pantas saja Jendral nya sangat kuat, tapi mereka berdua berasal dari Kerajaan mana?" Xuao Lan kini mempertanyakan akan dari mana asal Xi Liyi itu.
"Aku juga tidak tahu Senior karena Tuan Putri itu tidak mengatakannya padaku!" jawab Chinmi dengan terlihat meyakinkan.
"Sudahlah ini sudah tengah malam lebih baik kita harus waspada malam ini. Yue Rong, kamu tidur saja lebih dulu, biar aku dan Chinmi yang berjaga," kata Xuao Lan yang sudah terbiasa selalu berjaga berdua dengan Chinmi.
Yue Rong sebenarnya sedikit ragu untuk istirahat lebih dulu karena dia khawatir Hewan Iblis lainnya akan datang lagi mengingat tempat mereka bermalam sangat dekat dengan Hutan Terlarang.
Xuao Lan terus memaksa Yue Rong untuk istirahat sehingga Yue Rong hanya bisa menurut dan istirahat di samping Yue Yin.
"Chinmi sebenarnya siapa Tuan Putri itu, apa kamu benar-benar tidak mengenalinya?"
Xuao Lan masih penasaran akan Xi Liyi, awalnya dia sangat mengagumi kecantikan Xi Liyi, namun ketika Xuao Lan menyadari jika Xi Liyi bukan orang yang biasa, dia lansung membatalkan niatnya untuk menyukai Xi Liyi.
Chinmi hanya menggelengkan kepalanya pelan berpura-pura tidak mengetahui akan siapa itu Xi Liyi, dan bahkan Chinmi juga akan merahasiakan akan kekutan yang dimiliki oleh kalungnya.
***
Getaran hebat akibat serangan yang Lang Yu lepaskan terasa ke hingga keseluruh Kerajaan.
Mereka semua berpikir jika getaran tersebut akibat gunung yang meledak karena setelah getaran besar tersebut pagi harinya banyak debu yang berjatuhan atau lebih tepatnya seperti hujan abu.
Yang lebih merasakan getaran tersebut adalah kerajaan Es Utara dan Kerajaan Angin Selatan dan yang paling banyak ditutupi oleh abu adalah sebagian wilayah kerajaan Angin Selatan.
Tidak ada yang tahu jika sebenarnya getaran tersebut bukanlah karena ledakan gunung melainkan ledakan dari serangan Lang Yu, walau demikian timbul banyak pertanyaan akan kabar yang sebenarnya, karena ternyata tidak satupun ada gunung yang meletus.
Di akademi latihan militer Kerajaan Api Timur, seorang pemuda berumur 15 tahun sedang bersiap-siap untuk pergi mengikuti pertandingan di Kerajaan Es Utara.
__ADS_1
Ming Zai atau biasa di panggil Pangeran Ming adalah anak satu-satunya dari Raja Ming Shan sekaligus putra mahkota pewaris tahta Kerajaan Api Timur.
Ming Zai selalu di temani atau dikawal oleh seorang Jendral kuat yang memiliki kekuatan Sihir Elemen Tingkat 3. Nama sang jendral adalah Jin Hang.
Kerajaan Api Timur memiliki Empat jendral dan Ke empat-empatnya memiliki kekuatan Sihir Elemen.
Kerajaan Api Timur sangat ditakuti oleh Kerajaan lain karena selain kerajaan Api Timur besar, dan pasukan militer mereka sangat kuat-kuat. Di tambah lagi dengan keempat jendral kerajaan yang memiliki kekuatan setara dengan para ketua sekte besar.
"Pangeran, kenapa tidak menunggu di istana saja?" jendral Jin Hang segera menyambut kedatangan Ming Zai.
"Aku sudah bosan duduk dan hanya menunggu jendral datang menjemputku, karena itu aku datang kesini," kata Ming Zai.
Ming Zai terkenal tidak sabaran, angkuh dan manja. Ming Zai mengikuti latihan sekolah di akademi, dan dia sudah memiliki kekuatan Pendekar Pemula Tingkat 3.
Keliatan utamanya adalah ilmu tombak dan kipas, dia juga mempelajari ilmu Sihir Elemen Api sehingga sedikit memiliki kekuatan Sihir.
Ming Zai menatap beberapa pekerja istana yang baru selesai mempersiapkan kereta kudanya yang akan di naiki oleh pangeran nantinya.
Kereta tersebut sangat megah, desainnya dibuat dengan menggunakan logam dan di dalam kereta cukup lebar. Kereta tersebut akan ditarik oleh enam ekor kuda.
"Maaf pangeran, Jendral, Yang Mulia memanggil kalian berdua dan disuruh secepatnya menemui Yang Mulia," salah satu pengawal datang dan menyampaikan pesan dari Raja Ming Shan.
Jin Hang bergegas pergi menemui Raja Ming dan diikuti oleh Ming Zai, "Jendral Jin Hang, berapa prajurit yang akan kamu bawa untuk pergi menemani Pangaran Zhi'er?" tanya Raja Ming Shan dengan suara berwibawa.
Raja Ming Shan adalah satu-satunya seoarang Raja yang memiliki kemampuan tinggi. Biasanya setiap raja hanyalah manusia biasa yang menjadi seorang Raja hanya karena garis keturunannya saja.
Raja Ming Shan justru berbeda, dia sudah memiliki kemampuan setingkat Pendekar Puncak sehingga dia menjadi Raja satu-satunya yang memiliki kekuatannya dari ketiga Raja yang lainnya.
__ADS_1