
"Yin'er sudah! Aku mengaku salah, aku akui akulah yang membunuh kedua orang tua mu! Jadi aku mohon ampuni aku!" kata She Chin yang sangat panik dan ketakutan karena energi nya mulai di serap oleh Qie Yin.
"Apakah kamu pernah sedikit memikirkan mereka saat kamu menghilangkan nyawa mereka? Tidak bukan?" kata Qie Yin yang semakin mendekati She Chin.
She Chin semakin ketakutan melihat tatapan tajam Qie Yin yang terlihat tidak akan mengampuninya.
"Aku..!" She Chin sulit untuk menjawab pertanyaan Qie Yin.
"Kenapa? Apakah kamu tidak bisa menjawabnya? Hem... Mana mungkin kamu akan memikirkan mereka! Di lihat dari wajahmu saja sudah terlihat jelas jika kamu lebih suka membunuh tanpa berpikir lebih dulu!" kata Qie Yin yang saat ini sudah berada tepat di hadapan She Chin.
Qie Yin mengangkat telapak tangannya dan kemudian meletakkannya tepat di ubun-ubun She Chin.
"A-apa yang ingin kamu lakukan?" tanya She Chin dengan ketakutan.
"Aku hanya ingin melakukan apa yang seharusnya seorang anak lakukan demi arwah orang tua yang masih penasaran agar bisa tenang!" kata Qie Yin.
"Tidak-tidak aku mohon jangan lakukan itu padaku!" kata She Chin yang sudah semakin ketakutan.
She Chin menatap Pedang Ekor Naga yang tergelatak agak jauh darinya, cahaya merah dari pedang tersebut sudah tidak ada karena Qie Yin sudah menyerap energi pedang tersebut.
"Guru selamat tinggal! Sekarang temuilah ayah dan ibuku di akhirat dan meminta maaflah pada mereka berdua di sana, setelah itu kamu bisa pergi ke neraka!" kata Qie Yin kemudian tangannya mengeluarkan aura hitam.
"Yin'er dengarkan aku, tolong walau hanya sesaat dengarkan aku lebih dulu!" She Chin ingin mencoba mempengaruhi Qie Yin yang ia tahu sebelumnya kalau Qie Yin adalah gadis yang polos dan gampang terpengaruh.
"Aku mendengarmu! Namun aku ingin mendengar suara arwahmu di alam baka!" kata Qie Yin.
"Tidak Yin'er jangan..! Jangan..! Arghhh!"
She Chin berteriak kesakitan saat energi kehidupannya diserap oleh Qie Yin, teriakan kesakitan She Chin terdengar oleh semua yang berada di sana termasuk Bing Mei, Ketiga Pertapa, dan Para pemimpin Hewan Iblis.
Teriakan She Chin yang keras tidak berlangsung lama setelah tubuhnya mulai mengurus dan semakin lama semakin mengurus sehingga hanya terlihat seperti manusia kering dengan tulang dan kulit saja.
Walau sudah begitu Qie Yin tetap menyerap seluruh nya hingga tak tersisa dan tubuh She Chin hancur menjadi debu.
Setelah melihat tubuh She Chin yang sudah berubah menjadi debu, Qie Yin terdiam dengan menatap tumpukan debu dan kain milik She Chin.
"Kenapa tidak ada perasaan apapun setelah aku sudah membunuhnya? Kenapa aku hanya merasakan kekosongan?" batin Qie Yin dengan tatapan kosong.
Hati Qie Yin bukan nya merasa lega setelah berhasil membalaskan dendamnya, justru semuanya terasa hampa.
__ADS_1
Air mata Qie Yin mulai keluar, dia sungguh bukan merasa lega malah justru semakin sakit yang terasa di hatinya.
"Sebenarnya apa yang hati ku ini inginkan?"
Energi hitam Qie Yin mulai keluar dari dalam tubuhnya dan gravitasi kini kembali menjadi berat.
Para murid anggota sekte yang tersisa sempat ada yang kabur namun yang masih belum sempat pergi jauh, mereka justru kembali jatuh karena tekanan gravitasi yang Qie Yin lepas.
"Ada apa ini!?"
"Tekanan ini ada lagi!"
Bing Mei dan para Pertapa yang lain terkejut, begitu juga dengan para pemimpin Hewan Iblis yang merasakan kembali tekanan yang sebelumnya sudah menghilang.
Seluruh Sekte Kalajengking Merah mulai bergetar, semakin lama getarannya semakin besar dan tekanan gravitasi juga semakin meningkat.
Semuanya melihat kearah Qie Yin yang masih berdiri diam di dekat debu She Chin, mereka semua bisa melihat Aura Hitam yang semakin lama semakin pekat di tubuh Qie Yin.
Tidak lama kemudian Qie Yin berteriak dengan sangat keras dengan kepala menengadah keatas dan gelombang kejut yang sangat kuat langsung menghapus awan di langit.
Suara teriakan Qie Yin yang sangat keras tidak hanya menggetarkan Sekte Kalajengking Merah saja, melainkan hampir Benua Daratan Tengah juga bergetar dan suara Qie Yin terdengar di seluruh Kerajaan Bumi Barat.
Saat semuanya masih sama-sama kesulitan untuk bergerak, Lio Long, Yinfei, Xi Liyi dan Lang Yu muncul tepat di hadapan Qie Yin.
"Hentikan Qie Yin! Apa yang kamu lakukan? Apa kamu ingin menghancurkan Benua ini?" kata Yinfei.
Qie Yin segera tersadar dari lamunan dan kesedihan nya, dia tidak sadar jika dirinya sudah membuat seluruh Benua kembali di landa ketakutan Karana khawatir akan terjadi bencana lagi.
"Guru Yinfei, maafkan aku! Aku sudah membalaskan dendam kedua orang tuaku, namun aku bingung karena tidak merasakan lega sama sekali, justru yang ada hanya rasa hampa dan kesedihan yang semakin mendalam!" kata Qie Yin.
"Aku mengerti akan perasaan mu saat ini, namun sebaiknya kamu tarik kembali energi mu karena semua yang ada disini tidak bisa bergerak karena energi mu!" kata Yinfei.
Qie Yin segera menoleh dan memperhatikan mereka semua yang ada di sana, dia melihat semuanya tidak bergerak dan tatapan mereka semua mengarah kepadanya.
Qie Yin segera mengendalikan energinya sehingga yang bisa terlepas hanya orang-orang yang dia inginkan, selebihnya tetap tidak akan bisa bergerak.
Bing Mei dan para Pertapa lainnya langsung bernafas lega setelah Qie Yin menarik tekanan terhadap mereka, begitu juga dengan Huo She dan Huo Shizi.
"Bing'er kamu tidak apa-apa?" tanya Xie Wen yang menghawatirkan Bing Mei.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa guru!" jawab Bing Mei.
"Siapa mereka berempat itu!" Wu Tong bertanya kepada Xie Wen.
"Aku juga tidak tahu, namun sepertinya mereka orang baik dan mungkin saja teman gadis itu!" jawab Xie Wen.
"Gadis itu sungguh bukan manusia, kekuatannya sungguh berada di luar nalar," kata kata Tian Xiang.
Dari pada kita mengurusi mereka, sebaiknya kita urus para pemimpin Hewan Iblis itu!" kata Xie Wen.
Mereka semua menoleh kearah Kelima Pemimpin Hewan Iblis yang masih belum bis bergerak, sedangkan Huo Shizi dan Huo She juga bergabung dengan mereka.
"Jangan ada yang bertindak sebelum aku memberi perintah!" kata Qie Yin yang menyadari gerakan mereka.
Semuanya segera berhenti dan membatalkan niat mereka untuk menyerang Kelima Pemimpin Hewan Iblis yang tidak bisa bergerak itu.
Sebenarnya itu adalah kesempatan mereka untuk menghabisi mereka, namun mereka juga tidak berani membantah perintah Qie Yin setelah mengetahui kekuatan besar yang Qie Yin miliki.
Qie Yin kembali menatap Yinfei setelah dia memastikan jika tidak ada yang berani bertindak setelah dia memperingkatkan mereka untuk tetap diam.
"Guru! Apakah guru bisa jelaskan mengapa aku tidak merasa lega setelah berhasil membunuhnya? Perasaan setelah Balas dendam ini justru semakin membuatku larut akan masa lalu saat bersama dengan kedua orang tuaku!" kata Qie Yin sekaligus bertanya.
"Dendam adalah sebuah amarah yang terpendam di dalam hati, dia akan menjadi darah daging dan mengontrol perasaan kita untuk melakukan akan apa yang dia inginkan.
Mungkin kamu berpikir setelah membunuh dan membalaskan dendam mu, hatimu akan lebih tenang! Namun sebenarnya tidak, justru kamu tidak akan merasakan apapun kecuali kesedihan yang semakin dalam.
Andai seorang bisa melihat dan mendengarkan perkataan orang terdekat yang sudah mati, arwah tersebut pasti akan meminta agar jangan mengingat masa lalu, apa lagi sampai harus membalas dendam."
Yinfei berjalan dan memegang pundak Qie Yin, "Sekarang coba kau jawab! Apakah kedua orang tuamu senang setelah kamu berhasil membalaskan dendam kematian mereka?" tanya Yinfei.
"Aku tidak tahu guru!" jawab Qie Yin yang di sertai dengan gelengan kepala.
"Pastinya mereka akan sedih jika melihat mu begini, Dendam sudah sempat menutupi hati dan pikiranmu, namun sekarang seharusnya kamu bisa menyadarinya!" kata Yinfei.
"Qie Yin, aku juga pernah melakukan akan apa yang kamu lakukan saat ini, namun setelah itu aku sadar membunuh demi untuk membalas dendam tidak akan bisa menenangkan ku. Namun jika kamu membunuh demi menumpas kejahatan, maka hatimu akan lebih tenang karena sudah menyelamatkan banyak orang dari kekejaman?" kata Lio Long yang juga ikut menasehati Qie Yin.
Qie Yin terdiam dan berusaha memahami nasehat Yinfei dan Lio Long, dia tidak terlalu paham sehingga hanya bisa mengartikan satu persatu makna dari Yinfei dan Lio Long.
***
__ADS_1
Maaf hari ini sedikit karena kepalaku sangat sakit dari tadi siang, karena itu aku ingin istirahat lebih awal hari ini siapa tahu besok bisa sembuh.