PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pusat Kota Kerajaan Es Utara


__ADS_3

Xuao Lan berhasil menemukan penginapan kecil namun letaknya sedikit jauh dari pelabuhan.


Setelah memesan kamar, Lian Cao langsung membaringkan tubunya di tempat tidur, sedangkan Chinmi dan Xian Fai masih ingin membersihkan diri terlebih dahulu sebelum istirahat.


Tidak satupun dari mereka yang ingin pergi jalan-jalan keluar karena mereka semua sangat letih sehingga semuanya beristirahat tanpa makan malam terlebih dahulu.


***


"Segarnya...!"


Tidak seperti biasanya, Lian Cao bangun pagi-pagi sekali. Tubuh Lian Cao terasa begitu segar setalah istirahat semalaman penuh.


"Bagaimana apa kamu sudah tidak merasa pusing lagi?" tanya Chinmi yang ternyata bangun lebih dulu dari Lian Cao.


"Aku sudah tidak apa-apa bahkan merasa lebih baik," jawab Lian Cao dengan bersemangat.


"Kalau begitu cepatlah pergi mandi, setelah itu kita akan berangkat!" kata Chinmi kemudian meninggalkan Lian Cao sendirian di kamarnya.


Lian Cao mendengar itu mencium badan serta bajunya sendiri kemudian langsung mendengus karena merasa bau, dia baru sadar jika dirinya tidak sempat mandi dan juga mengganti bajunya saat tiba di penginapan.


Dua Jam kemudian mereka semua sedang berkumpul diluar penginapan menunggu Lian Cao yang belum juga keluar dari penginapan.


"Kamu lama sekali Lian!" kata Xian Fai setelah Lian Cao baru keluar.


"Maaf..!" jawab Lian Cao.


"Baiklah karena kita sudah siap mari kita berangkat!" ajak Yue Rong.


"Senior, bagaiman dengan rombongan sekte Bukit Matahari?" tanya Lian Cao.

__ADS_1


"Mereka tadi sudah berangkat lebih dulu," Yue Yin menjawab dan tanpa menunggu apapun lagi mereka segera meninggalkan penginapan tersebut.


Perjalan Menuju ke Kerajaan Es Utara tinggal sedikit lagi, mereka semua tidak sabar ingin secepatnya tiba disana.


Di dalam perjalanan mereka tidak henti-hentinya dibikin takjub oleh pemandangan disekitarnya. Di pinggir jalan banyak sekali boneka-boneka yang terbuat dari salju.


Sebenarnya Mereka semua merasa kedinginan karena cuaca di sana sangat dingin, namun Xuao Lan, Yue Rong dan Chinmi masih bisa menghangatkan badan mereka dengan menggunakan Qi mereka.


Perjalanan dalam sehari tidak membuat mereka merasa bosan karena mereka terus menerus melihat pemandangan dengan berbagai ragam.


"Jadi kerajaan Es Utara itu adalah sebuah pulau, dan ini pulau terbesarnya?" tanya Yue Yin.


"Ini adalah pusat kota dari Kerajaan Es Utara sekaligus tempat istana Es Utara berada."


Xuao Lan menjelaskan karena dia juga pernah tinggal di kerajaan Es Utara, namun menurutnya situasinya saat ini sangat berubah ketika terakhir kali dia berada di kerajaan itu.


Walau daunnya tertutup salju, nyatanya pohon tersebut tidak mati seoerti pohon-pohon lainnya yang hanya menyisakan ranting yang putih karena ditutupi salju.


"Andai uang ku cukup aku akan membelikan kalian baju tebal berbulu yang dibuat dari bulu domba!" kata Xuao Lan yang melihat Xian Fai, Lian Cao dan The Yin yang terlihat kedinginan, Namun Xuao Lan tidak bisa membelikannya karena keterbatasan uang yang ia bawa.


Sebenarnya ini bukan salju pertama yang mereka rasakan, semua wilayah di keempat negara akan turun salju jika sudah musimnya, namun di Kerajaan Es Utara sangat berbeda,.


Kerajaan Es utara setiap hari akan turun salju dan tidak pernah berganti musim, salju di sana hanya berhenti selama kurang dari satu bulan sisanya saljunya akan kembali turun.


Xian Fai, Yue Yin dan Lian Cao tidak tahu akan hal itu sehingga mereka tidak membawa baju tebal milik mereka.


Xuao Lan, Yue Rong dan Chinmi mungkin bisa bertahan dari itu, namun jika berhari-hari, mereka pastinya tidak akan mampu juga.


"Biar aku saja yang membelikan baju untuk kita!" kata Yue Rong.

__ADS_1


Xuao Lan menatap Yue Rong dengan heran kemudian bertanya padanya, "Apakah kamu bawa uang?" tanya Xuao Lan.


"Iya hanya untuk keadaan darurat saja, namun cukup jika hanya untuk membeli Enam baju tebal, sedangkan uang dari ketua Ji yang ada pada senior biar untuk perjalanan kembali pulang nantinya," kata Yue Rong.


Xuao Lan mengangguk setuju, memang uang yang ia bawa juga cukup untuk membeli baju tebal untuk mereka semua, namun Xuao Lan khawatir jika nantinya mereka kehabisan perbekalan saat pulang nanti.


Sebenarnya jika mereka bisa memenangkan pertandingan nantinya mereka kemungkinan akan memperoleh hadiah uang juga, namun Xuao Lan tidak terlalu berharap seperti itu.


"Baiklah, nanti akan ada yang menjualnya di dalam, kalian bertiga bertahanlah, anggap ini sebagai latihan untuk kalian!" kata Xuao Lan kepada mereka bertiga yang hanya di jawab dengan senyum kecut oleh mereka.


Antrian masih terlalu panjang di depan untuk bisa memasuki kota. Di kerajaan Es Utara ada dua pintu masuk, pintu masuk yang pertama adalah pintu masuk ke ibukota Kerajaan Es Utara. Di sini mereka harus menunjukkan tanda pengenal untuk bisa masuk kedalam kota contoh tanda mengenalnya adalah seperti tanda pengenal dari sekte atau dari kerajaan manapun bahkan surat yang ada segel stempel dari Raja lain.


Pintu kedua adalah pintu masuk menuju ke alam Istana Kerajaan, khusus untuk hari spesial saat ini setiap orang yang ingin harus menunjukkan surat undangan terutama bagi rombongan peserta yang akan mengikuti perandingan.


Dan untuk anggota yang sama sekali tidak mengikuti pertandingan atau hanya mau menonton namun tidak memiliki undangan, mereka akan di minta untuk memperlihatkan tanda pengenal, dari kerajaan mana atau sekte apa, setelah itu semua senjata atau barang berbahaya lainnya akan di sita kecuali bagi orang yang menemani para peserta saja yang boleh masuk, namun tentu ada prosedur yang harus di patuhi.


Setelah mengantri selama hampir setengah jam, kini tiba giliran mereka untuk masuk. Xuao Lan menunjukkan lempengan batu Giok berwarna putih berukiran Dua pedang berbentuk silang dengan memiliki nama Pedang Suci di pinggir ukiran tersebut sebagai tanda jika rombongannya berasal dari sekte Pedang Suci.


Mereka diijinkan masuk tanpa kesulitan dan mereka segera pergi menuju ke tempat penjualan pakaian untuk membeli baju tebal agar tidak terlalu merasa kedinginan.


Pusat Kota Kerajaan Es Utara sangat luas, untuk ukuran pulau luasnya sebanding dengan luas ibu kota Kerajaan api yang memiliki luas hingga mencapai 370 Kilometer persegi. Sedangkan Luas wilayah kekuasaannya seluas 500.000 kilometer persegi.


Tidak seperti di kerajaan-kerajaan lainnya, Kerajaan Es Utara memiliki puluhan pulau-pulau kecil, Sedangkan pulau besar yang ukurannya lebih kecil dari pulau Pusat kota ada Tiga pulau yaitu Pulau tempat berdirinya sekte Pulau Seribu Bunga dimana disana jarang sekali turun salju karen letaknya berada di perbatasan seperti di pelabuhan Kerajaan Es Utara.


Pulau yang kedua adalah pulau tempat berdirinya Sekte Pulau Es , pulau tersebut yang paling ekstrim karena di sana semuanya adalah es. Tanah yang di pijak juga terbuat dari es, dan bangunan di sana juga terbuat dari es.


Panas matahari tidak pernah mampu menembus kumpulan awan tebal disana, dan letak Pulau Es berada di paling tengah.


Pulau Yang ketiga adalah Pulau Kura-Kura, pulau tersebut jika dilihat dari ketinggian akan seperti berbentuk kura-kura, dan di sana di huni oleh sekte Aliran Hitam yaitu Sekte Kelelawar Hitam. Jaraknya cukup jauh dari kerajaan maupun dengan Sekte Pulau Es.

__ADS_1


__ADS_2