
***
Sudah hampir 10 hari sejak Cao Yuan pergi meninggalkan Chinmi dan yang lainnya. Chinmi dan Ho Chen merasa heran karena ternyata Cao Yuan tidak datang setelah berhari-hari di tunggu.
"Apakah dia akan benar-benar datang?" tanya Chinmi kepada Ho Chen.
"Tenang saja, aku yakin guru pasti akan datang!" jawab Ho Chen dengan perasaan yang juga ragu akan jawabannya sendiri.
"Katanya hanya sebentar, namun ternyata sudah sepuluh hari dia tidak juga datang!" gerutu Chinmi.
Chinmi sudah tidak sabar ingin segera pergi mencari keberadaan Qie Yin, namun dia tidak berani keluar mengingat Cao Yuan akan datang untuk membantunya mencari Qie Yin sekaligus akan mengangkat Chinmi sebagai muridnya.
"Chinmi, aku akan pergi ke kerajaan yang pernah kamu bantu itu, aku ingin membantu keadaan disana!" kata Hanzi.
Chinmi menganggukkan kepalanya, dia juga tahu pasti kondisi Kerajaan Angin Selatan saat ini semakin buruk.
Bisa dibilang jika Kerajaan Angin Selatan adalah Kerajaan baru lahir, kekuatannya tidak seperti dulu sehingga kerajaan tersebut pasti akan kesulitan menghadapi situasi seperti yang dialami saat ini.
"Baiklah senior Han! Apakah senior akan pergi sendirian kesana?" tanya Chinmi.
"Tidak! Aku akan pergi bersama Feng Ying dan Yang," jawab Hanzi.
"Senior, berhati-hatilah!" kata Chinmi.
"Benar sekali senior Han! She Long bisa saja muncul dimana saja, jadi berhati-hatilah!" kata Ho Chen melanjutkan pesan Chinmi.
"Jika kami sampai bertemu dengannya, kami pasti akan menghubungi kalian!" Feng Ying yang sejak tadi hanya berdiri di pintu menjawab.
"Kalau begitu kami akan pergi dulu!" kata Hanzi kemudian dia dan Yang serta Feng Ying menghilang secara bersamaan.
"Hanya begitu saja? Pamit pergi tanpa menunggu jawaban dari kami!" Lio Long yang sedang duduk di bersila namun tubuhnya melayang menggerutu.
"Senior, andai kita tidak ada tugas, senior bisa pergi menyusul senior Han, namun saat ini kita masih harus menunggu kedatangan guru Cao!" kata Ho Chen.
"Aku merasa bosan!" Xi Liyi memotong pembicaraan mereka.
Xi Liyi pergi keluar rumah dimana di depan rumah Bai Ying juga sedang mengobrol dengan Niu.
"Biarkan saja dia pergi!" kata Ho Chen.
Lang Yu sendiri sedang duduk meditasi dan Toya emasnya berdiri di sampingnya dengan bawahnya menancap kedalam tanah.
Yu dan Ying juga bersama Ming Hao sedang berbicara di tempat lain, mereka juga membahas akan keterlambatan Cao Yuan yang katanya hanya akan pergi sebentar.
"Chinmi, aku ingin bertanya padamu! Dari mana kamu mendapatkan Cakram itu? Aku merasa ada Aura yang sama kuatnya dengan aura milik Long Wang!" kata Ho Chen bertanya akan Cakram yang berada di pinggang Chinmi.
"Owh ini! Aku mendapatkan Cakram ini dulu saat ingin berlatih bersama senior Lio Long, aku mendapatkannya dari Sekte Bukit Matahari, dan Cakram ini memiliki Roh dimana Long Wang mengetahui akan siapa Roh yang ada di dalam Cakram ini!" kata Chinmi.
"Benarkah? Lalu siapa Roh penjaga Cakram itu?" tanya lagi Ho Chen.
"Dia bernama Diyu Hu, dia adalah salah satu penjaga neraka! Begitu kira-kira yang di katakan oleh Senior Long Wang," kata Chinmi.
"Diyu Hu! Diyu Hu! Sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana?" kata Ho Chen kemudian dia menatap kearah Cakram tersebut.
"Diyu Hu, apa kamu mendengar suaraku?" tanya Ho Chen melewati suara hatinya kepada Diyu Hu.
"Tentu saja aku mendengar mu!" jawab Diyu Hu dari dalam Cakram dan Chinmi juga mendengarnya.
"Diyu Hu, apakah kamu mau menunjukkan wujud mu?"
"Apa kamu bercanda? Aku tidak sembarang bisa keluar begitu saja!" jawab Diyu Hu.
"Hahaha...! Aku hanya bercanda, senang bisa mengenal teman baru, salam kenal!" kata Ho Chen.
"Owh aku hampir lupa, aku pernah berjanji jika akan mampir kesana, lebih baik aku pergi kesana sebentar!" kata Chinmi.
__ADS_1
"Mau pergi kemana kamu?" tanya Yinfei.
"Aku hanya akan pergi sebentar ke Sekte Bukit Matahari senior, lagi pula tidak akan sampai sehari aku sudah akan kembali kesini!" jawab Chinmi.
"Aku akan ikut denganmu, lagi pula diam disini tanpa berbuat apa-apa sangat membosankan!" kata Ho Chen.
"Aku juga ikut!" Lio Long juga bersuara.
"Kamu di sini saja menemani ku, jika kamu juga pergi siapa yang akan menjadi teman mengobrol ku?" kata Yinfei.
"Kan masih ada Xi Liyi dan Dewi Bai Ying!" jawab Lio Long sambil menatap kearah Xi Liyi dan Bai Ying yang masih mengobrol diluar bersama Niu.
"Mereka itu para wanita, jadi tidak mungkin aku berbincang-bincang dengan mereka," jawab Yinfei.
"Memangnya kenapa? Bukankah wajahmu mirip wanita, bahkan wajahmu tidak kalah cantik dengan mereka," kata Lio Long dengan terkekeh.
"Hanya karena aku memiliki wajah seperti wanita lalu aku harus berbaur dengan mereka? Tidak mau! Pokoknya kamu tidak boleh pergi itu perintahku!" kata Yinfei yang terlihat kesal.
"Baiklah-baiklah aku tidak akan ikut dengan mereka!" jawab Lio Long.
"Kalua begitu kami pergi dulu!"
Ho Chen dan Chinmi saling berpegangan dan kemudian mereka berdua menghilang dari hadapan mereka semua.
"Aku memiliki wajah seperti ini bukan atas kehendak ku!" Yinfei masih menggerutu.
"Jangan tersinggung, lagi pula aku hanya bercanda!" kata Lio Long.
Masa lalu Yinfei di awali sejak baru lahir, Yinfei sudah memiliki paras wajah yang sangat cantik, bahkan kedua orang tua Yinfei sendiri terkejut saat melihat putranya.
Semakin lama paras wajah cantik Yinfei semakin terlihat, setelah berumur lima tahun, semua orang beranggapan jika Yinfei itu adalah seorang gadis kecil.
Yinfei dan kedua orang tuanya tinggal di salah satu desa kecil di dunianya, mereka tinggal di sebuah suku besar di dunianya yang di pimpin oleh kepala suku yang sangat kuat.
Saat itu Yinfei tidak hanya memiliki wajah cantik, namun dia memiliki bakat alami seperti bakat yang diberikan oleh Dewa sejak lahir.
Dan para wanita, hanya para wanita yang memiliki kedudukan penting dari beberapa orang besar yang ada di suku tempat Dunia Yinfei berada.
Ketika melihat kecantikan Yinfei, semua para perwakilan dari berbagai suku berebut ingin menjodohkan Yinfei dengan putra mereka, sedangkan Yinfei dan kedua orang tuanya merasa bingung sendiri.
Kedua orang tua Yinfei sudah menjelaskan jika Yinfei sebenarnya adalah anak laki-laki dan bukan anak perempuan, namun penjelasan mereka di anggap sebagai alasan agar Yinfei tidak dijodohkan dengan anak mereka.
Kepala dari berbagai suku juga datang untuk melamar Yinfei, namun tetap saja kedua orang tuan Yinfei menolaknya karena anaknya bukanlah seorang perempuan.
penolakan dari kedua orang tua Yinfei ternyata membuat beberapa dari kepala suku kecewa dan menganggap jika orang tua Yinfei sudah merendahkan martabat dan kehormatan mereka.
Bahkan kepala suku yang menjadi pemimpin dari suku tempat Yinfei berada juga tidak mau ikut campur jika suatu saat nanti para suku-suku lain ingin menangkap orang tua Yinfei ataupun membunuhnya.
Yinfei mengetahui hal itu sangat kecewa kepada pemimpinnya dan saat itu dia sudah berumur 14 tahun.
Yinfei secara terang-terangan berbicara kepada pemimpin sukunya jika dirinya akan menghadapi semua serangan dari berbagai suku yang akan menyakiti keluarganya seorang diri.
Yinfei juga berkata jika dirinya akan keluar dari suku tersebut dan akan memilih hidup tanpa perlindungan dari sukunya sendiri.
Pernyataan tersebut membuat pemimpin dan semua yang hadir di sana tertawa terbahak-bahak, mereka merasa jika Yinfei sudah kehilangan akal dan beranggapan akan bisa hidup tenang di dunia luar yang sangat liar.
Namun tawa mereka semua terhenti ketika tiba-tiba saja Yinfei menghentakkan kakinya satu kali ketanah.
Seluruh tanah berguncang bagai ada gempa dahsyat ketika Yinfei menghentakkan kakinya ketanah, setelah itu Yinfei pergi keluar meninggalkan tenda mereka.
Apa yang di lakukan oleh Yinfei membuat mereka saling berpandangan, mereka berpikir jika gempa tersebut tidak mungkin karena hentakan kaki Yinfei, namun sebagian beranggapan jika gempa tersebut mungkin benar-benar dari hentakan kaki Yinfei.
Di dunia mereka kekuatan fisik yang paling utama, sedangkan tubuh kepala suku Yinfei yang bernama Suku Biru memiliki tubuh yang sangat besar dan juga kekar.
Kekuatannya setara dengan lima orang yang di gabungkan, dan jika dia memukul seseorang, maka orang tersebut pasti akan mati hanya dengan satu pukulan saja.
__ADS_1
Namun sekuat-kuatnya kepala suku biru, dia tidak akan bisa membuat getaran ataupun gempa hanya dengan sekali hentakan kaki seperti yang di lakukan oleh Yinfei.
Kepala suku Biru dan semua yang ada disana yakin jika semua itu hanya sebuah kebetulan, getaran gempa tersebut pasti terjadi bertepatan ketika Yinfei menghentakkan kakinya ketanah, karena mereka tidak pernah mendengar jika ada orang yang mampu melakukan seperti apa yang di lakukan oleh Yinfei.
Kepergian Yifei dan kedua orang tuanya di dengar oleh para suku yang merasa direndahkan oleh orang tua Yinfei.
Mereka segera mencari informasi akan dimana mereka saat ini tinggal, dan dalam waktu tiga tahun tepat saat Yinfei sudah berumur 17 tahun, mereka berhasil menemukan tenda Yinfei.
Sekitar tujuh suku berbeda datang dan masing-masing dari suku di pimpin langsung oleh kepala suku mereka.
Setiap suku membawa 50 orang, dan itu menurut mereka sudah lebih dari cukup untuk membunuh orang tua Yinfei dan juga dengan Yinfei.
Terlebih lagi di tambah dengan enam suku lainnya yang juga membawa anggota yang sama banyaknya.
Setibanya di tempat Yinfei berada, mereka melihat Yinfei sedang duduk bersila di luar tenda, sedangkan kedua orang tuanya tidak terlihat sama sekali.
Mereka tidak tahu jika saat ini Yinfei sedang meditasi, hal yang tidak pernah dilakukan olah siapapun bahkan olah kepala suku dari semua kepala suku yang ada.
Mereka mengira jika Yinfei sedang tidur dengan posisi duduk dan mereka segera mengepung rumah Yinfei dan sekaligus mengikat tubuh Yinfei yang masih duduk tidak bergerak.
Mereka mulai membakar tenda Yinfei dan tenyata kedua orang tua Yinfei tidak ada disana. Sebenarnya mereka tidak mau membunuh atau menyiksa Yinfei yang terlihat semakin cantik menawan, apa lagi saat memejamkan mata.
Namun mereka tidak memiliki pilihan lain karena mereka masih sangat terhina akan penolakan kedua orang tua Yinfei.
Mau tidak mau mereka harus menyeret Yinfei tanpa peduli apakah dia itu akan terluka atau wajahnya yang cantik harus rusak karena akan di tarik oleh beberapa kuda nantinya.
Namun siapa sangka ternyata ketika kuda mulai bergerak dan tali yang mengikat tubuh Yinfei dengan kuda mulai kencang, ternyata kuda tersebut tidak bisa bergerak, bahkan kuda tersebut sampai tersungkur ketika berusaha bergerak maju menarik tubuh Yinfei.
Semuanya terkejut sekaligus heran melihat semua itu, Yinfei masih terlihat duduk tidak bergerak atau bergeser dari tempatnya walau beberapa kuda yang terikat dengannya sudah berusaha menariknya.
Setelah beberapa saat, Yinfei membuka matanya secara perlahan dan kemudian dia menatap kearah beberapa kuda yang tersungkur karena tidak mampu menarik tubuhnya yang kecil.
Semua yang melihat kejadian tersebut merasa takut, penasaran dan juga merasa takjub, sedangkan ketujuh kepala suku melihat hal itu segera memerintahkan semua anggota mereka masing-masing untuk membunuh Yinfei.
Semua tali yang mengikat tubuh Yinfei putus, bahkan Yinfei terlihat tidak berbuat apa-apa dan hanya beberapa saat kemudian Yinfei melayang di udara membuat mereka semua terkejut.
Yinfei mengibaskan tangannya kearah mereka dari atas, dan kemudian pusaran angin besar menggulung mereka semua hingga mereka semua terlempar ke berbagai arah.
Tidak satupun yang tersisa dari para suku tersebut yang berada disana, walau mereka tidak mati, namun mereka semua tetap mengalami cindera serius.
Kejadian tersebut segera tersebar luas, tujuh pemimpin yang seharusnya mampu mengalahkan sepuluh orang dalam waktu singkat ternyata sekarang harus mengalami cidera serius.
Sedangkan kepala suku biru merasa percaya dan tidak percaya akan kabar yang mereka dengar, mustahil rasanya jika ada manusia yang bisa melayang di udara, apalagi ada orang yang mampu membuat pusaran angin besar hanya dengan kibasan tangan saja.
Jika memang benar Yinfei bisa melakukan hal itu, darimana kekuatannya berasal, dan siapa yang mengajarinya.
Kepala suku Biru akhirnya memutuskan untuk mencari tahu sendiri akan misteri tersebut, dia pergi membawa empat orang untuk menyelidiki semuanya.
Dia ingin membuktikan apakah kabar itu benar adanya, dan jika memang benar, dia ingin tahu darimana Yinfei bisa mendapatkan kekuatan tersebut.
Namun sayang mereka tidak berhasil menemukan Yinfei karena Yinfei memang tidak tinggal di tempat itu.
Dia hanya melakukan semua itu untuk menjebak mereka yang ingin mencelakai keluarganya.
Bahkan hingga kepala suku Biru mati karena tutup usia sekalipun, tetap tidak bisa bertemu dengan Yinfei dan itu tetap menjadi rahasia Yinfei.
Dan anehnya Yinfei sendiri hilang bagai di telan Bumi, bahkan kabarnya sekalipun tidak pernah di dengar oleh suku manapun.
Dan sebenarnya Yinfei sendiri memang menyendiri hingga kedua orang tuanya meninggal.
Dia menyendiri karena tidak ingin wajahnya yang seperti wanita menjadi masalah, namun siapa sangka dia harus tetap keluar karena seluruh suku saat itu sedang dalam kehancuran karena ada penyerang dari anggota lain yang menyebut mereka sebagai Tentara Merak dari sebuah suku atau pasukan dari kekaisaran atau kerajaan yang menjajah tanah para suku.
Walau merasa tidak memiliki hubungan dengan dirinya akan kejadian itu, namun tetap saja itu adalah tanah kelahirannya sehingga mau tidak mau Yinfei mulai unjuk diri dengan kekuatan besarnya yang berhasil mengejutkan semua orang akan besarnya kekuatan Yinfei yang tidak masuk akal.
***
__ADS_1
Halo semua para pembaca PDA! Apakah kalian menantikan dan merindukan kelanjutan cerita ini yang beberapa ini sempat tidak update? Aku yakin pasti iya, hehehe.
Sebenarnya ada masalah besar yang sedang saya alami yang tidak mungkin saya ceritakan disini, bahkan hingga saat ini masih belum kelar dan semua itu banyak menyita waktu saya, namun saat ini saya akan kembali berusaha update lagi dan dulu saya sudah berjanji akan tetap melanjutkan kisah ini hingga tamat walau terkadang sedikit tersendat jadi selamat membaca.....