
Chinmi semakin menyeringai setelah melihat mereka yang terlihat terpancing emosi, sedangkan Xuao Lan tertawa kecil mendengar perkataan Chinmi.
Tidak lama setelah itu Yue Rong keluar setelah mendengar salah seorang dari mereka berbicara kasar kepada Chinmi, dia takut mereka mencelakai Chinmi.
"Cantiknya...!" air liur pria kekar tersebut keluar dari mulutnya setelah melihat Yue Rong.
Dia sampai lupa menutup mulut dan mengedipkan mata karena terpesona oleh kecantikan Yue Rong, saat dirinya sedang membayangkan seluruh tubuh Yue Rong, sesuatu masuk kedalam mulutnya sehingga pria kekar tersebut tersedak dan terbatuk-batuk.
"Bagaimana rasa batu kerikilnya, apakah rasanya enak?" kata Chinmi yang masih memainkan beberapa batu kerikil kecil di tangannya.
Xian Fai terkejut melihat Chinmi yang berhasil melempar kerikil kecil tersebut tepat kedalam mulut pria kekar tersebut, sedangkan Zhao Ma ingin tertawa namun takut sehingga hanya menahan rasa geli itu.
"Pimpinan..!" beberapa orang penunggang kuda yang berada di dekatnya menepuk-nepuk punggung pria kekar tersebut dengan keras agar kerikil yang masuk ketenggorokan bisa keluar.
Beberapa saat kemudian batu tersebut berhasil dikeluarkan, pria kekar tersebut memandang Chinmi dengan mata memerah namun matanya berair.
"Habisi bocah sialan itu!" perintahnya dan 10 anak buahnya yang berdiri dibelakang segera maju mengelilingi Chinmi.
Xian Fai segera mengadang mereka semua, "Chinmi, biar aku saja yang menghadapi mereka," kata Xian Fai.
"Baik Senior Xian, berhati-hatilah!" kata Chinmi.
"Kalau cuma mereka bersepuluh kamu tidak perlu menghawatirkannku!" kata Xian Fai.
Pria kekar tersebut mengerutkan dahi, dia sudah merasakan sebelumnya jika mereka semua pastilah seorang pendekar, namun yang dia tidak bisa lihat kekuatannya adalah kekuatan Xuao Lan, Yue Rong dan Chinmi, dia sama sekali tidak merasakannya sehingga beranggapan jika mereka kemungkian hanyalah Pendekar Awal, kecuali Xian Fai yang bisa dia ukur kekuatannya.
Namun pikirannya berubah setelah Chinmi berhasil melemparkan batu kerikil tepat kedalam mulutnya dari jarak 10 meter, untuk ukuran anak 13 tahun itu sungguh tidak masuk akal.
"Apalagi yang kalian tunggu cepat bunuh mereka!" kata pria tersebut yang semakin geram melihat kesepuluh anak buahnya masih berdiri mengelilingi Xian Fai.
Kesepuluh anggota Gadah Hitam segera menyerang Xian Fai setelah mendapatkan teriakan dari pemimpin mereka.
Mereka menyerang Xian Fai dengan mengunakan gadah mereka, sedangkan Xian Fai mencabut pedang pendek yang masih tersarung di tangannya.
__ADS_1
Xian Fai sama sekali tidak kesulitan melawan kesepuluh anggota gadah hitam tersebut yang masih berada di Tingkat Pendekar Awal.
Melihat kesepuluh anak buahnya tidak ada yang berhasil melukai Xian Fai, pemimpin mereka kembali memerintahkan kesepuluh anak buah lainnya untuk membantunya.
"Cepat bantu mereka!" kata sang pemimpin.
Kesepuluh anggota lainnya segera bergerak untuk membantu kesepuluh rekannya yang sedang bertarung dengan Xian Fai.
Lian Cao dan Yue Yin segera menghadang mereka, "Senior Xian, ijinkan kami untuk membantu!" kata Lian Cao.
Xian Fai mengangguk ketika melihat kesepuluh anggota lainnya yang sudah dihadang oleh Lian Cao dan Yue Yin.
Mereka semua akhirnya melakukan pertarungan membuat semua penduduk desa yang awalnya tidak terlihat kini mulai berdatangan untuk melihat pertarungan mereka.
Rasanya aneh melihat pendekar yang masih terlihat muda berhadapan dengan 20 Pendekar dewasa, para penduduk desa berdecak kagum melihat semua itu, apa lagi mereka bertiga mempu mengimbanginya.
"Apa kalian masih disebut sebagai Pendekar hebat? Coba kamu lihat, kalian mengeroyok anak kecil dan sepertinya mereka tidak bisa melukainya!" kata Chinmi dengan mencibir pria kekar yang ternyata adalah pemimpin anggota tersebut.
Yue Rong dan Xuao Lan terkekeh mendengar sindiran dari Chinmi kepada mereka. Wajah pria kekar tersebut merah padam setelah ditertawakan oleh Yue Rong.
Kesepuluh anggota lainnya segera bergerak dan ditambah dengan sembilan orang yang menunggang kuda maju secara bersamaan untuk menyerang Chinmi.
Xuao Lan dan Yue Rong akhirnya turun tangan dan mengadang mereka semua, "Mau main kroyokan lagi? Tidak semudah itu," kata Yue Rong dengan suara lembutnya.
Pria kekar tersebut segera bergerak kearah Yue Rong, nafsu yang menyelimutinya untuk memiliki Yue Rong ternyata membutakan hati dan pikirannya, dia tidak sadar jika sebenarnya Yue Rong lebih tinggi ilmunya dari pada dirinya.
Saat dia ingin berusaha menyerang Yue Rong dari belakang, Yue Rong segera berbalik dan memukul pria kekar tersebut dengan pedangnya yang masih tersarung rapi.
Pria tersebut terlempar kebelakang dan dia baru bisa merasakan jika Yue Rong adalah seorang Pendekar Menengah tingkat 2. dan kemungkian akan naik ke tingkat 3.
Dia lebih terkejut lagi ketika Xuao Lan menyerang beberapa anggotanya yang merupakan Pendekar Menengah Tingkat 1 hanya dengan satu kali ayunan pedang yang masih tersarung langsung tersungkur.
Dengan satu kali ayunan pedangnya pula, beberapa anggotanya lansung terhempas terkena energi Angin yang cukup kuat hingga membuat mereka jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Pe-pendekar Puncak!?" Kini dia dapat merasakan kekuatan Xuao Lan yang sebenarnya.
Kini tatapannya tertuju kepada Chinmi yang sejak tadi hanya berdiri menatapnya, "Sebaiknya aku gunakan dia sebagai sandera," batin pria tersebut kemudian bergerak dengan sangat cepat untuk menangkap Chinmi.
Betapa terkejutnya dia setalah Chinmi berhasil ia raih, Chinmi sama sekali tidak terlihat takut atau mau minta tolong, dia justru berbalik menyerang pria tersebut dengan satu pukulannya.
BAMM!!
Pukulan Chinmi mengenai udara kosong karena pria tersebut berhasil mundur menghindarinya, namun dari pukulan Chinmi ternyata mengeluarkan energi Angin dan berhasil mengenai perut pria kekar tersebut membuatnya mundur 5 meter.
"Bagaimana mungkin, dia seorang Pendekar Menengah!?" pria kekar tersebut sulit menerima kenyataan jika kekuatan yang Chinmi miliki ternyata berkekuatan seorang Pendekar Menengah, ditambah lagi bekas pukulan dari Energi Angin yang mengenai perutnya yang terasa sedikit sakit.
"Kalau begitu..!" pria tersebut mengeluarkan gadahnya yang lebih besar dari yang lainnya dan dari tadi gadah tersebut masih dibungkus dan diletakkan di atas kudanya.
Chinmi akhirnya juga mengambil pedangnya setalah melihat pria tersebut mulai mengambil senjatanya.
Xuao Lan berniat menghadapi pria tersebut namun Chinmi melarangnya, dia berniat melawan pria tersebut karena dia memang ingin melawannya sejak awal dia bertemu dengan pria tersebut.
Para penduduk desa semakin banyak yang datang karena mereka semua mendengar suara pertempuran tersebut.
Yue Rong dan Xuao Lan sama sekali tidak mencabut pedang mereka, namun satu persatu para anggota Gadah Hitam berhasil dilumpuhkan dengan sangat cepat.
Sekarang hanya tersisa pria kekar tersebut yang sedang berhadapan dengan Chinmi, melihat semua anggotanya ternyata sudah dilumpuhkan, pria kekar tersebut terlihat sangat marah.
"Sekarang tinggal kau dan aku yang akan bertarung, jadi bersiaplah untuk menerima serangan Gadah Hitam ku ini."
Pria tersebut mengayunkan gadahnya dan dengan cepat dia menyerang kearah kepala Chinmi.
"Gadah Hitam Peremuk Tulang."
Pria tersebut mengayunkan gadahnya dengan sangat kuat dan disertai dengan energi kuat menyelimuti gadah tersebut.
"Pedang Membelah Angin."
__ADS_1
Chinmi menyerang dalam satu kali ayunan pedangnya, pria kekar tersebut yang melihat tebasan Chinmi dan berniat menahannya dengan gadahnya, namun naas, tenyata energi Angin tersebut sangat kuat dan membuat semuanya menahan nafas melihat kejadian itu.