PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertempuran terbesar


__ADS_3

***


Di sebuah tempat aneh seperti istana suram dan tidak di ketahui oleh siapapun letak tempat tersebut, sekitar 19 sosok seperti Manusia sedang berlutut di hadapan sesosok seperti manusia juga.


Walau sosok tersebut terlihat seperti manusia biasa, namun tidak ada satupun dari mereka yang berani mengangkat wajah sebelum di suruh.


"Apakah kalian yakin jika salah satu dari manusia yang memiliki kekuatan Dewa itu adalah An Hei Ling?" tanya sosok tersebut dengan memunggungi ke sembilan belas sosok yang sedang berlutut, dia adalah An Huang Yi Sang Kaisar Kegelapan.


"Hamba yakin yang mulia jika dia adalah Dewi An Hei Ling!" jawab sosok bersuara wanita.


"Yang Mulia! Para Manusia berkekuatan Dewa itu sangat berani, andai mereka tetap di biarkan, kemungkinan besar suatu saat nanti mereka akan melawan kita!" kata sosok yang suaranya terdengar sangat sepuh.


Kaisar Kegelapan tidak menjawab dan tidak juga menoleh, dia berjalan maju ke dekat kursi hitam yang sangat besar yang ada ukiran gambar Swastika berwarna hitam.


Kaisar Kegelapan berbalik dan kemudian duduk sambil menyilangkan kaki nya dan menopang kepalanya yang di miring ke kanan dengan tangan kanannya.


"Ucapan mu terdengar berlebihan Tanduk Iblis! Apa yang membuatmu terlihat sangat menghawatirkan kekuatan para manusia Dewa itu?" kata Kaisar Kegelapan dengan nada pelan, santai, namun juga dingin.


Sosok yang ia panggil Tanduk Iblis menelan ludahnya, dia sadar sudah salah berbicara, "Maafkan Hamba Yang Mulia, hamba hanya berpendapat saja!" kata Tanduk Iblis.


Kaisar Kegelapan tersenyum dingin kemudian dia duduk dengan tegak dan mengarahkan tangannya lurus ke arah Tanduk Iblis.


Tubuh Tanduk Iblis langsung terlihat kaku dan kemudian tubuhnya terangkat keatas. Tanduk Iblis sangat kesulitan untuk bergerak dan tubuhnya langsung melayang ke hadapan Kaisar Kegelapan.


"Menurut mu siapa yang lebih kuat! Kau atau Setan Api Hitam?" tanya Kaisar Kegelapan setelah Tanduk Iblis dia turunkan tepat di depan kakinya.


"Ma..masih lebih kuat ha..hamba Yang Mulia!" jawab Tanduk Iblis dengan ketakutan.


Tanduk Iblis adalah Pengawal yang memiliki kekuatan di posisi ke 19 dari ke 20 Pengawal lainnya, dan yang urutan ke 20 adalah Setan Api Hitam.


Kaisar Kegelapan tersenyum tipis kemudian kembali bertanya kepada Tanduk Iblis, "Apa menurut mu Setan Api Hitam tidak mampu mengurus mereka dan membawa kembali Reinkarnasi An Hei Ling kepada ku?" tanya lagi Kaisar Kegelapan.


Tanduk iblis terdiam seperti memikirkan cara agar bisa memberikan jawaban yang tidak mengecewakan Kaisar Kegelapan.


"Kekuatan Setan Api Hitam tidak terlalu jauh dengan kekuatan hamba Yang Mulia, jadi hamba yakin jika Setan Api Hitam akan mampu membawa Dewi An Hei Ling kesini dan melenyapkan para manusia Dewa itu," jawab Tanduk Iblis.


"Kau menjawab itu hanya ingin memuaskan ku saja! Tapi tenang saja karena aku tidak akan menghukum mu," kata Kaisar Kegelapan Kemudian dia bangkit.


"Kembalilah ke tempat mu Tanduk Iblis!" kata Kaisar Kegelapan.


Tanduk iblis merasa lega dan kemudian dia bangkit dan kembali ketempatnya semula.


"Tidak lama lagi aku akan kembali bermidatasi selama ratusan tahun lagi, namun sebelum itu aku ingin membawa An Hei Ling kembali kesini dan memimpin kalian untuk menggantikan kedudukan ku sementara!" kata Kaisar Kegelapan.


"Yang Mulia! Sepertinya kekuatan Dewi An Hei Ling tidak seperti yang dulu, dia terlihat sangat lemah sekali," kata sosok bersuara wanita itu.


"Dewi Peramal! Kekuatan An Hei Ling memang lemah karena sebagian kekuatan nya sudah aku ambil sebelum dia di hukum oleh Rulai! Karena itu kekuatan An Hei Ling hanya meningkat sesaat kemudian akan melemah kembali!" kata Kaisar Kegelapan.


Dewi Peramal adalah Pengawal yang kekuatannya berada di posisi ke 15, dia tidak hanya hebat dalam bertarung, namun kelebihan utama dari Dewi Peramal adalah ramalannya yang sangat tepat dan akurat.


Kini Dewi Peramal mengerti kenapa Dewi An Hei Ling terlihat sangat lemah, karena itu dia seperti kesulitan saat berhadapan dengan Ye Shi dan juga She Long.


Andai seluruh kekuatan Dewi An Hei Ling tidak separuh saja, kemungkinan besar akan sangat mudah bagi An Hei Ling untuk melenyapkan Ye Shi serta She Long tanpa kesulitan yang berarti.


"Dewi Peramal! Dulu kamu pernah bilang jika aku tidak mungkin bisa merebut Nirwana, namun aku akan tetap bisa selamat! Aku akui ramalan mu sangat tepat!" kata Kaisar Kegelapan kemudian dia berbalik dan menatap kearah Dewi Peramal.


"Sekarang ramal lagi diriku, apakah dalam dua ratus tahun lagi aku akan bisa merebut Nirwana atau tidak?"


Dewi Peramal semakin membungkukkan badannya dan kemudian dia duduk bersila sambil menghitung setiap garis jarinya.


Wajah Dewi Peramal mengerut seolah-olah dia mendapatkan ramalan yang tidak menyenangkan tentang Kaisar Kegelapan.

__ADS_1


Setelah menunggu agak lama, barulah Kaisar Kegelapan bertanya lagi saat melihat ekspresi wajah Dewi Peramal, "Katakan Dewi! Apakah aku akan mampu merebut Nirwana atau tidak?"


"Ma-maafkan hamba Yang Mulia! Hamba tidak mengerti apakah ini takdir atau sesuatu yang lain, hamba merasa tidak pantas untuk menyampaikan akan apa yang sudah hamba temukan dalam ramalan tentang masa depan Yang Mulia," kata Dewi Peramal.


"Tidak perlu bertele-tele Dewi, katakan saja yang sebenarnya agar aku merasa lebih lega!" kata Kaisar Kegelapan.


Kaisar Kegelapan sudah sangat siap untuk mengetahui ramalan akan dirinya, karena dia sangat percaya kepada Ramalan Dewi Peramal yang sangat akurat.


"Yang Mulia! Hamba tidak tahu kapan Ramalan ini akan terjadi!" Dewi Peramal menarik nafas merasa ragu untuk menyampaikannya, namun karena Kaisar Kegelapan masih menunggu nya, maka dia tetap mengatakan nya.


"Yang Mulia tidak akan pernah bisa merebut Nirwana, karena sebelum itu terjadi, akan ada salah satu anak manusia yang di juluki Pendekar Dewa Sesat dan akan membunuh Yang Mulia sebelum Yang Mulia menyerang Nirwana!" kata Dewi Peramal dengan gugup.


"Anak Manusia di juluki Pendekar Dewa Sesat?" Kaisar Kegelapan menaikan sebelah alisnya.


"Dewi! Coba kau ulangi lagi ramalan mu itu!" kata salah satu sosok lainnya.


Dewi Peramal mengangguk dan mencoba kembali meramal masa depan Kaisar Kegelapan, namun tetap saja hasilnya sama saja.


"Ma..maafkan hamba Yang Mulia!" kata Dewi Kegelapan sambil menggelengkan kepalanya pertanda tidak ada hasil apapun.


"Jadi begitu ya! Apakah anak manusia itu sudah ada sekarang?" tanya lagi Kaisar Kegelapan.


"Anak manusia itu saat ini belum dilahirkan Yang Mulia. Namun dalam waktu seratus tahun lagi, anak manusia itu akan dilahirkan, dan hamba tidak tahu pasti di galaxy mana anak manusia itu akan dilahirkan!" kata Dewi Peramal.


"Apakah tidak ada cara agar semua itu tidak terjadi?" tanya salah satu pengawal yang memiliki mata seperti mata ular.


"Mungkin masih ada jika kita bisa menemukan anak manusia itu saat baru dilahirkan, jika ketemu segera saja di bunuh!" kata Dewi Peramal.


"Kalau begitu aku serahkan semua itu kepada mu Panglima Gerbang Kegelapan Utara! Cari anggota yang baru dan segera pergi mencari anak manusia yang akan membunuhku itu!" kata Kaisar Kegelapan kepada salah satu pengawal yang memiliki tubuh tinggi dan kedua telapak tangannya seperti terbungkus logam menyerupai sisik Naga.


Panglima Gerbang Kegelapan Utara adalah pengawal yang berada di posisi ke-lima, ada empat Panglima Gerbang Kegelapan yang sangat kuat, yaitu Panglima Gerbang Kegelapan Utara, Panglima Gerbang Kegelapan Selatan, Panglima Gerbang Kegelapan Timur, dan Panglima Gerbang Kegelapan Barat.


Panglima Gerbang Kegelapan Selatan adalah pengawal yang berada di posisi ke-dua, Panglima Gerbang Kegelapan Timur menduduki posisi ke-tiga, dan Panglima Gerbang Barat berada di posisi ke-empat.


"Baik Yang Mulia, Hamba akan pergi Ke Gerbang Utara untuk mengumpulkan sepuluh Ke Satria Gerbang Utara!" kata Panglima Gerbang Utara kemudian dia membungkuk satu kali untuk undur diri.


Panglima Gerbang Utara segera menghilang dan hanya tersisa 18 belas pengawal yang masih berada di hadapan nya.


"Aku akan pergi menjemput Reinkarnasi Putri ku sendiri! Tanduk iblis dan Mata Ular, kalian berdua ikut denganku!" kata Kaisar Kegelapan.


Tanduk iblis segera mengangguk dan di ikuti oleh Mata Ular yang memiliki kekuatan dan menduduki posisi ke 18 terkuat.


"Kalian semua tunggu disini! Jika ada yang bisa kalian kerjakan, kalian bisa pergi mencari informasi tentang Pendekar Dewa Sesat ini di Kahyangan!" kata Kaisar Kegelapan kemudian dia menjentikkan jarinya dan menghilang bersama dengan Tanduk Iblis dan Mata Ular.


Kini ke 16 Pengawal yang masih berlutut segera bangkit setelah Kaisar Kegelapan sudah tidak ada.


"Dewa Hitam! Aku akan menyusup ke Kahyangan untuk mencari catatan dan informasi tentang Pendekar Dewa Sesat ini, siapa tahu ada catatannya!" kata salah satu pengawal yang menunduk penuh hormat kepada Dewa Hitam.


"Pergilah Iblis Tanpa Wajah! Tapi ingat jangan sampai ketahuan oleh Kaisar Langit!" jawab Dewa Hitam.


Dewa Hitam adalah pengawal terkuat dari semua pengawal yang ada, dia menduduki posisi kedua dan menjadi pengawal kepercayaan Kaisar Kegelapan, dan kekuatan hanya berbeda tipis dengan Kaisar Kegelapan.


Iblis Tanpa Wajah juga memiliki kekuatan yang sangat unik, selain menduduki posisi Ke 11, dia juga memiliki keahlian lain, yaitu bisa merubah wajah dan juga bisa berkamuflase dengan apapun yang dia inginkan.


Iblis Tanpa Wajah bisa menyembunyikan aura jahatnya dengan sempurna, bahkan Kaisar Kegelapan sekalipun tidak akan bisa melacak nya saat Iblis Tanpa Wajah berkamuflase atau dia menyamar dengan merubah wajah nya.


Iblis Tanpa Wajah segera pergi setelah mendapatkan ijin dari Dewa Hitam, dan sisanya hanya bisa menunggu sekaligus kembali ketempat masing-masing.


***


"Apa yang terjadi? Seingatku tempat ini sudah hancur!"

__ADS_1


Chinmi menggaruk kepalanya saat melihat Istana Kerajaan Api Timur yang masih utuh. Chinmi masih ingat jika sebelumnya Istana Kerajaan Api Timur sudah menjadi reruntuhan, begitu juga dengan kota nya.


Namun sekarang tidak ada satupun yang runtuh, baik istana ataupun kota, semuanya terlihat baik-baik saja seperti tidak terjadi sesuatu sama sekali.


"Chinmi! Kenapa kamu mengajak kami semua ketempat ini?" tanya Yinfei.


Hanzi yang masih menyatu dengan keenam energi juga sama bingungnya, begitu juga dengan Ho Chen, Lio Long dan Qie Yin.


Walau sebelumnya Chinmi sudah menceritakan akan kondisi Kerajaan Api Timur, namun saat melihat semuanya masih baik-baik saja membuat mereka semua merasa jika ada yang salah dengan ingatan Chinmi.


"Tidak Senior! Aku yakin tempat ini sudah menjadi reruntuhan, karena aku dan She Long sempat bertarung disini! Apa menurut senior tempat ini akan mampu bertahan dengan kekuatan kami berdua saat bertarung?"


Semuanya hanya diam dan menganggukkan kepala sekaligus pikiran mereka sendiri yang membenarkan perkataan Chinmi.


Tentu saja mereka akan tahu jika Kerajaan Api Timur pasti akan hancur jika sampai Chinmi dan She Long bertarung, namun kenyataannya sangat berbeda dari apa yang mereka pikirkan dan juga yang Chinmi lihat.


"Tidak mungkin Raja Ming bisa membangun istananya dalam waktu sesingkat ini bukan?" tanya Qie Yin.


"Tentu saja tidak bisa, walau bisa membangun istana dan semua wilayah nya, setidaknya butuh waktu yang lama dengan kekuatan yang dimilikinya!" jawab Ho Chen.


Bagi Ho Chen untuk membangun kembali seluruh Kerajaan Api Timur dengan kekuatan Ming Shan sangat mustahil jika di lakukan dalam waktu singkat.


Terlebih lagi Ming Shan hanya memiliki satu Pusat Roh Elemen Api saja, jadi mustahil rasanya.


"Kalau begitu apakah Xi Liyi yang melakukan nya?" tanya Lio Long.


"Bisa jadi demikian mengingat dia sudah lebih dulu berada disini!' jawab Yinfei.


"Tidak! Nona Xi Liyi tidak mungkin melakukan itu, dia mungkin bisa membangun semua ini dengan mudah, namun bagaimana dengan para manusia yang mati? Apakah Xi Liyi mau menghidupkan orang-orang yang sudah mati?" Qie Yin menyangkal nya.


Walau Xi Liyi mampu menghidupkan kembali orang yang sudah mati, namun jika nyawa itu terlalu banyak, itu juga mustahil.


Di tambah lagi semuanya terlihat hidup seperti manusia normal dan tidak terlihat seperti mayat hidup yang pernah Qie Yin hadapi.


"Kalau begitu ini memang benar-benar sangat aneh!" gumam Yinfei.


Walau Chinmi merasa lega karena Kerajaan Api Timur dalam kondisi baik-baik saja, namun pikirannya masih di penuhi banyak tanda tanya dan pada akhirnya dia hanya bisa menghela nafas.


"Ayo kita kembali saja!" ajak Chinmi.


Karena semua orang di Benua Daratan Tengah sudah di kumpulkan di Sekte Penakluk Kegelapan, maka Chinmi berencana kembali kesana saja.


"Tunggu sebentar!" seru Ho Chen.


Chinmi dan yang lainnya sempat menoleh kearah Ho Chen yang menatap tajam kearah wilayah Kerajaan Bumi Barat.


Mereka segera sadar saat merasakan banyak kekuatan besar sedang berkumpul, bahkan jumlah kekuatan yang mereka rasa lebih banyak dari jumlah pendekar yang ada di Benua Daratan Tengah.


"Kenapa aku tidak menyadari ini?" kata Lio Long.


Awalnya semua menganggap jika itu kekuatan milik Xi Liyi dan Lang Yu, namun setelah di rasakan, barulah mereka bisa menyadari nya.


Semuanya kini melihat dengan mata Dewa mereka, yang terlihat adalah lautan pasukan musuh yang sedang bertempur dengan para pasukan lain, dan terlihat Xi Liyi juga menghadapi lebih dari lima orang sekaligus dan satu kekuatan berada di puncak Raja Alam dan satu lagi sudah berada di puncak Dewa Abadi.


Tidak hanya itu saja, bahkan di sana juga ada Lang Yu yang sudah tidak mengenakan Zirah nya lagi, dan terlihat jika Lang Yu sangat terburu-buru sehingga dia tidak mengenakan Zirah nya dan menghadapi lebih dari empat orang berkekuatan Raja Alam.


Fan Yuzhen, dan empat lainnya juga terlihat ikut bertempur di tambah lagi ke delapan Naga dan Lima pemimpin Hewan Iblis bersama dengan para pasukan nya yang juga ikut bertempur.


"Ini pertempuran terbesar yang pernah ku lihat dan..." Chinmi menghentikan kalimatnya setelah melihat sesuatu.


Chinmi, Lio Long dan Qie Yin mengerutkan dahi mereka karena mengenali sosok tersebut, "Bukankah itu Raja Ming? Kenapa dia bisa memiliki kekuatan Dewa Abadi? Dan mengapa dia menyerang Nona Xi Liyi?" kata Qie Yin.

__ADS_1


"Apakah semua itu para pasukan nya?" tanya Yinfei.


"Tidak! Sepertinya aku mengenali lambang itu! Itu adalah para pasukan dari Benua Daratan Selatan!" jawab Chinmi.


__ADS_2