
Feng Ying dan Hanzi tidak tersinggung akan perkataan Ji Long, mereka berdua mengerti akan apa yang ada di pikiran Ji Long saat ini walau mereka tidak bisa mendengar akan apa yang pikirkan oleh orang lain seperti para manusia Dewa.
Itu wajar karena mereka semua adalah orang asing, hanya Chinmi yang sudah pernah menjadi salah satu anggota Sekte Pedang Suci yang bisa Ji Long percaya, terlebih lagi Chinmi memilki kekuatan yang bisa melindungi apapun yang Chinmi inginkan.
"Ketua Ji, kenapa ketua masih tidak percaya kepada mereka?" Chinmi mendadak sudah muncul di samping Ji Long.
Ji Long dan yang lainnya jelas terkejut, kecuali Feng Ying, Hanzi, dan keempat Jendral lainnya.
"Chinmi, bukannya aku tidak percaya atau ragu kepada mereka, namun semua ini demi keamanan Mu Liyi!" kata Ji Long.
"Jendral, Tuan Putri Mu Liyi sebentar lagi akan datang," kata Chinmi membuat keempat Jendral bersemangat kerena orang yang mereka cari sudah bisa ditemukan.
Chinmi kembali melanjutkan pembicaraannya kepada Ji Long, "Ketua Ji, mungkin untuk satu dua hari, aku akan menginap di sini, dan aku juga minta padamu untuk memberikan kamar kepada Guru Feng Ying dan Senior Hanzi!" kata Chinmi.
Ji Long menoleh kearah Hanzi dan Feng Ying, dia tidak tahu jika salah satu dari mereka berdua adalah guru Chinmi.
Chinmi sendiri sebenarnya tidak mau berlama-lama karena dia masih harus mencari keberadaan Qie Yin.
Namun dia sudah berjanji kepada Yue Yin untuk menjelaskan akan alasannya tidak pernah datang ke Sekte Pedang Suci.
"Jangankan hanya satu atau dua hari, mau tinggal di sini selamanya juga aku tidak akan keberatan!" kata Ji Long dengan tertawa.
Ji Long menghampiri Hanzi dan juga Feng Ying, dia segera membungkukkan badan kepada mereka berdua.
"Maafkan atas sikap saya sebelumnya!" kata Ji Long.
"Tidak apa-apa ketua, aku tahu jika ketua tidak bermaksud demikian kepada kami, ini semua mungkin menyangkut keselamatan Tuan Putri mereka berempat ini!" jawab Hanzi.
Yue Yin, Mu Liyi, Lian Cao dan Lian Mei datang memasuki aula pertemuan, Xian Fai terkejut setelah melihat Lian Cao yang sudah bisa berjalan, begitu juga dengan Ji Long.
"Lian Cao? Apakah kakimu sudah sembuh?" tanya Xian Fai.
"Seperti yang kamu lihat!" kata Lian Cao dengan tersenyum lebar.
"Aku tahu pasti kamu akan bertanya-tanya apa yang membuatku bisa sembuh seperti ini? Nanti aku akan menceritakannya padamu!" kata Lian Cao.
Menurutnya tidak pantas rasanya jika harus menjelaskannya di ruangan pertemuan yang ini sedang banyak orang berkumpul.
"Tuan Putri, terimalah Hormat kami!" keempat Jendral segera menghampiri Mu Liyi sekaligus berlutut di hadapannya.
"Kalian semua..! Terima kasih karena kalian masih setia, namun sekarang kesetiaan kalian sudah tidak ada gunanya lagi, karena sekarang aku bukan lagi seorang putri Raja!" kata Mu Liyi.
"Tuan Putri, kami akan tetap menganggap Tuan Putri sebagai putri paduka Shao, kami akan tetap setia dan akan berusaha melindungi tuan putri!" kata Tio Li.
Mu Liyi hanya terdiam, air matanya mulai mengalir di pipinya karena dia teringat kepada ayahnya.
"Tuan Putri, kami mohon kepada tuan putri untuk bersabar, kami akan berusaha merebut kembali Kerajaan kita apapun resiko yang harus kami hadapi!" kata Lun Xinxi.
"Benar tuan putri, kami rela mempertaruhkan nyawa kami untuk melindungi tuan putri sekaligus merebut kembali Kerajaan kita, jika berhasil, kami ingin tuan putri bersedia menjadi pemimpin mengantikan paduka Raja!" Xie Ying juga ikut bersuara.
__ADS_1
"Aku tidak terlalu banyak berharap, namun jika boleh aku mau kalian tidak perlu berkorban demi diriku, apalagi harus mengorbankan nyawa kalian," kata Mu Liyi yang tidak banyak berharap.
Chinmi mendengarkan pembicaraan mereka, dia melangkah kearah mereka untuk membantu memecahkan solusi yang kini mereka hadapi, atau lebih tepatnya yang sedang di hadapi oleh seluruh Benua Daratan Tengah.
"Tuan Putri para Jendral, aku tidak bermaksud memotong pembicaraan kalian! Jika kalian memang benar-benar ingin merebut kembali Kerajaan kalian, mungkin mereka bisa membantu, namun aku minta kepada Tuan Putri untuk mau berjanji satu hal padaku!" kata Chinmi.
Mu Liyi memang tidak mengetahui akan siapa Chinmi, namun melihat seluruh anggota sekte seperti menghormatinya, dan di tambah lagi keempat jendral nya juga tidak ada yang berani mengangkat muka mereka untuk menatap wajah Chinmi, Mu Liyi yakin Chinmi pasti orang yang terkenal, atau setidaknya dia memiliki dukungan kekuatan besar sehingga membuat sekte besar sekalipun menuruti apa perkataanya.
"Tuan Chinmi, jika benar kamu bisa membantu kami merebut kembali Istana kami, aku sebagai keturunan satu-satunya keluarga Shao mengucapkan banyak terima kasih, apapun yang ingin kamu minta dari ku, aku akan menurutinya, jika kamu ingin aku berjanji sesuatu akau akan melakukanya!" kata Mu Liyi.
"Bagus, memang itu yang aku harapkan!" kata Chinmi kemudian dia terdiam sesaat.
Semuanya cukup hening tidak ada satupun yang berbicara, mereka menunggu Chinmi yang ingin mengatakan sesuatu kepada Mu Liyi.
"Tuan Putri, kelak jika istana mu berhasil kembali padamu, aku ingin kamu berjanji jika nanti kamu sudah menjadi pemimpin di sana, berjanjilah jika kamu akan melakukan perjanjian perdamaian dengan Kerajaan Bumi Barat, hentikan permusuhan yang dari dulu tidak ada hentinya itu!" kata Chinmi.
"Tuan, jika hanya itu saja, tanpa kamu minta sekalipun aku akan tetap melakukannya, aku sudah tidak ingin ada peperangan lagi, dan aku ingin seluruh Kerajaan di Benua ini bersatu untuk menciptakan kedamaian!" kata Mu Liyi.
"Terima kasih tuan putri, kalau begitu sudah di putuskan, mulai lima hari dari sekarang, Kerajaan Angin Selatan akan kalian dapatkan kembali!" kata Chinmi membuat semuanya terkejut kecuali Hanzi dan Feng Ying.
"Chinmi, apakah kamu yakin? Apa rencana mu untuk merebut kembali Kerajaan Angin Selatan dari tangan para pendekar dari Benua Daratan Selatan itu?" tanya Ji Long.
Ji Long yakin tidak akan mudah untuk merebut kembali Kerajaan Angin Selatan dari kedua Panglima dari Benua Daratan Selatan itu, karena kekuatan mereka sangat tinggi, belum lagi ratusan kelompoknya.
"Ketua Ji, jangan khawatir, ketua Ji tidak perlu ikut campur akan masalah ini, serahkan saja semuanya kepada Guru Feng dan juga senior Han ini!" kata Chinmi.
"Mereka hanya berdua saja, apa mungkin mereka mampu untuk menghadapi mereka semua?" tanya Yong Chun.
"Tidak bukan begitu, namun bukankah kamu sendiri sudah tahu seberapa kuat mereka itu, jika kami tidak ikut, maka aku khawatir mereka berdua akan kalah!" kata Yong Chun.
"Lebih baik kita lihat saja senior," kata Chinmi.
Chinmi memang tidak berencana untuk membantu Feng Ying dan Hanzi, karena dia tahu selain dari mereka berdua, masih ada empat sosok lainnya.
Chinmi sendiri masih memiliki urusan lain, yaitu akan melanjutkan kembali pencarian keberadaan Qie Yin.
"Pendekar Naga Langit, kami mewakili tuan putri dan juga istana Kerajaan mengucapakan banyak terima kasih," kata Tio Li.
"Jendral, aku melakukan ini bukan semata-mata untuk membantu Kerajaan kalian saja, melainkan untuk menolong seluruh rakyat Benua Daratan Tengah," kata Chinmi.
Keempat Jendral hanya bisa mengangguk, mereka tidak menyangka jika seorang Pendekar yang hebat seperti Chinmi memiliki hati yang sangat baik.
Mereka tidak bisa membayangkan andai saja pendekar sekuat dan sehebat Chinmi berada di pihak yang salah, siapa yang akan bisa mengehentikan nya.
Chinmi sendiri juga tidak mau jika Benua Daratan Tengah harus di jajah oleh Benua lain, namun dia juga sadar jika tugasnya tidak hanya untuk melindungi Benua Daratan Tengah saja, melainkan seluruh dunia, namun setidaknya dia bisa mengurangi kejahatan dari pada harus membiarkannya semakin menjadi lebih kuat.
Setelah semuanya sudah diputuskan, semuanya membubarkan diri, sedangkan Chinmi pergi menemui Hanzi dan di temani oleh Yue Yin dan teman-temannya.
"Senior Han, sekaranglah saatnya bagi mu untuk memanggil yang lainnya berkumpul di sini, setelah lima hari dari sekarang, senior bisa pergi bersama para Jendral untuk mengusir para Pendekar dari Benua Daratan Selatan itu!" kata Chinmi sambil melangkah keluar.
__ADS_1
"Sudah ku duga jika itu rencana mu! Namun jika mereka semua kesini maka Pagar pelindung akan terbuka dan itu akan sangat tidak baik, karena bisa saja mereka melarikan diri, atau bantuan mereka yang datang," kata Hanzi.
Feng Ying sendiri sudah pergi untuk mencari ketenangan, dia lebih memilih mencari tempat yang sunyi.
"Jika memang demikian, biarkan saja jika bantuan mereka datang, namun jika mereka ada yang berani melarikan diri dari Benua ini, maka aku yang akan mengurusnya!" kata Chinmi membuat Yue Yin dan teman-temannya keheranan.
"Kalau begitu nanti aku akan memanggil mereka semua, namun sepertinya aku tidak akan memanggil Niu dan Yu yang saat ini berada di Kerajaan Bumi Barat!" kata Hanzi.
Chinmi mengangguk karena semua rencananya sudah berjalan dengan apa yang dia inginkan.
"Kalau begitu aku pergi dulu menyusul Feng Ying!" kata Hanzi berpemaitan kemudian dia segera menyusul Feng Ying yang sedang duduk meditasi sendirian.
"Chinmi, bagaimana caramu bisa mengetahui jika nanti ada yang berhasil kabur?" tanya Yue Yin.
"Tidak sulit, aku cukup membuat perisai tipis untuk mengatahui siapa saja yang berusaha lari keluar, dan siapa saja yang berusaha masuk kedalam!" kata Chinmi.
"Bagaimana caranya?" Xian Fai juga bertanya.
Chinmi tersenyum sesaat kemudian dia membuat empat bayangan di hadapan mereka semua.
"Apa ini, kenapa ada lima Chinmi? Apakah ini salah satu sihir ilusi?" Lian Cao tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya.
"Mereka adalah bayanganku, kekuatan mereka berada sedikit di bawahku, dan mereka akan membuat perisai tipis di empat penjuru sekaligus menjadi penjaga perbatasan!" kata Chinmi.
Keempat banyangan saling mengangguk dan kemudian mereka berempat mulai melayang ke udara dan kemudian menghilang secara bersamaan.
"Hebat, ilusi mu terlihat seperti nyata!" kata Lian Mei yang merasa kagum melihat bayangan Chinmi.
"Ehem..! Saudara Chinmi, jika kamu tidak keberatan, bisakah kau mengajariku sihir itu?" tanya Xian Fai.
Sebenarnya tidak hanya Xian Fai yang ingin mempelajarinya, melainkan semuanya.
"Kekuatan kalian masih belum cukup mampu, aku akan mengajarkan ilmu ini pada kalian jika kalian semua sudah berada di tingkat Sihir Elemen Alam!" kata Chinmi.
"Benarkah..? Baiklah mulai hari ini aku akan berlatih dengan giat agar bisa secepatnya mencapai tingkat Sihir Elemen Alam!" kata Xian Fai, sedangkan Lian Cao hanya bisa tersenyum kecut karena dari mereka semua, hanya dirinya yang tertinggal.
"Tidak perlu merasa sedih seperti itu, jika kamu berlatih dengan giat, mencapai tingkat Sihir Elemen Alam pasti bisa kamu capai!" kata Chinmi yang mengetahui akan apa yang Lian Cao pikirkan.
"Chinmi, sekarang aku akan menagih janjimu!" kata Yue Yin.
Chinmi menggaruk kepalanya, dia lupa jika dia memiliki janji penjelasan kepada Yue Yin.
Chinmi ingin mulai menceritakan kisahnya kepada mereka, namun tiba-tiba dia merasakan ada orang lain dari jarak yang cukup jauh, Chinmi dapat merasakan kekuatan orang asing tersebut berada di tingkat Puncak Raja Alam.
"Apakah Senior Hanzi sudah memanggil mereka secepat ini, tapi Pagar pelindung masih terlihat utuh!" batin Chinmi sambil menatap ke langit.
Yue Yin dan yang lainnya masih menunggu Chinmi, namun Chinmi justru terdiam dan kemudian mereka terkejut karena kedua mata Chinmi tiba-tiba saja bercahaya putih terang.
Tidak satupun yang berani bertanya ataupun mengganggu nya, sedangkan Chinmi sendiri sedang mengaktifkan mata dewa nya dan menatap kearah yang ia duga ada orang lain yang memiliki kekuatan Raja Alam sedang menuju ke Sekte Pedang Suci.
__ADS_1
"Seorang Wanita Tua?" batin Chinmi.
Dia tidak hanya melihat seorang wanita tua saja, melainkan ada sekitar Sepuluh Pendekar yang memilki kekuatan tidak jauh dari wanita tua tersebut, dan satu orang lagi yang terlihat seperti bukan pendekar.