
Lio Long dan Chinmi berjalan kearah hutan. Saat ini dunia ciptaan Lio Long tidak seperti dulu, hutan yang sangat lebat dengan banyak berbagai macam jenis tumbuhan dan buah-buahan.
Hewan dan serangga juga mulai berkeliaran di dalam hutan, sehingga dunia ciptaan Lio Long terlihat hidup dan juga ramai.
"Di hutan ini kita akan melakukan penempaan tulang mu," kata Lio Long setalah berada di sebuah batu besar yang ada di dalam hutan.
Chinmi hanya mengangguk, dia hanya bisa menurut semua perkataan Lio Long karena dia tidak tahu akan apa yang harus ia lakukan untuk menempa tulangnya.
"Sekarang kamu duduklah di atas batu ini!" Chinmi menurut dan duduk bersila di atas batu.
"Sebelum penempaan tulang mu di mulai, aku akan memberi tahukan resiko yang harus kamu alami, dengarkan baik-baik agar kamu tidak terkejut," kata Lio Long yang berdiri di hadapan Chinmi.
"Aku akan menggunakan sihir ku untuk menghancurkan semua tulang-tulang mu. Saat itu terjadi, kamu akan merasakan sakit yang amat dahsyat, bahkan jika kamu menggunakan qi untuk menahan rasa sakitnya pun tidak akan berpengaruh, dan mungkin kamu akan kehilangan kesadaran mu."
"Menghancurkan tulang-tulang ku? Senior, apa tidak ada cara lain?" tanya Chinmi yang terkejut saat mendengar penjelasan Lio Long.
"Tidak ada cara lain lagi Chinmi, hanya ini cara satu-satunya untuk menempa tulang mu, saat semua tulang mu sudah hancur, kamu pasti tidak sadarkan diri, namun sebenarnya Roh mu akan berpindah tempat ke tempat yang lebih jauh."
Bulu kuduk Chinmi berdiri saat Lio Long mengatakan jika yang akan dihancurkan adalah semua tulang nya.
"Usahakan sebelum aku menghancurkan seluruh tulang-tulang mu, kamu alirkan qi terlebih dahulu agar semua tulang-tulang mu bisa tersusun sendiri, namun akan tersusun lebih baik dan akan lebih kuat!" kata Lio Long.
"Jadi bukan senior yang akan menyusun ulang tulang ku, dan bagaimana mungkin tulang-tulangku akan bisa tersusun dengan sendirinya hanya dengan mengalirkan qi sebelum dihancurkan?" tanya Chinmi.
Dia kira Lio Long lah yang akan menyusun ulang tulang-tulangnya karena dialah yang menghancurkannya.
Lio Long tertawa mendengar pertanyaan Chinmi, "Mana mungkin aku yang menyusun ulang tulang-tulang mu, lagi pula tidak ada yang tidak mungkin jika kamu yakin, dan iya memang terdengar aneh, namun kamu juga tahu jika di kehidupan ini selalu ada hal yang aneh dan tidak masuk akal!" kata Lio Long kemudian dia menyentuh pundak Chinmi.
"Sudahlah, jika kamu tidak yakin, maka penempaan tulang ini kita batalkan saja!" kata Lio setelah melihat keraguan di hati Chinmi.
"Tidak senior, baiklah aku percaya kepada senior, mari kita mulai saja," Chinmi segera bersiap untuk mengikuti langkah-langkah yang sudah Lio Long jelaskan.
Chinmi berusaha meyakinkan hatinya sendiri, dia duduk bersila dan memejamkan mata dengan kedua tangan berada di atas paha dengan jari tengah menyentuh ibu jari.
__ADS_1
Chinmi mulai mengalirkan qi ke seluruh tulang-tulangnya. Chinmi merasa semua tulang tulang dalam tubuhnya seperti terbakar, namun Chinmi menahannya.
Lio Long mengalirkan qi ke telapak tangannya sehingga tangannya terlihat api menyala membungkus telapak tangannya.
"Persiapkan dirimu Chinmi, yang berikutnya akan membuat dirimu sakit, karena itu perkuat fisikmu!" kata Lio Long.
Chinmi mengangguk, dia sudah sepenuhnya siap untuk menahan semua rasa sakit yang akan ia rasakan.
Lio Long meletakkan telapak tangannya di atas kepala Chinmi. Seketika itu juga, api di telapak tangan Lio Long meresap melewati kepala Chinmi. Namun api tersebut tidak membakar rambut Chinmi.
Awalnya Chinmi hanya merasakan hangat, semakin lama semakin hangat dan akhirnya rasa hangat tersebut berubah menjadi panas dan serasa menyatu dengan tulangnya yang sebelumnya terasa panas seperti terbakar.
Kedua panas yang menyatu ke seluruh tulang Chinmi membuat Chinmi membuka mata karena rasa gabungan panas tersebut.
"Pa-panas sekali..!" keringat mulai membasahi tubuh Chinmi, semakin lama panas tersebut semakin menyakitkan.
"Arghhh!"
Chinmi berteriak sekuat tenaga, bahkan kedua bola bola matanya menjadi putih keseluruhan.
Chinmi akhirnya terkulai lemas dan kemudian dia tidak sadarkan diri, bertepan dengan semua itu, seluruh tulang-tulangnya seperti hancur menjadi debu, walau sebenarnya itu memang benar.
Semua tulang-tulang Chinmi memang hancur menjadi debu akibat api dari Lio Long yang bergabung dengan qi milik Chinmi telah meleburkan semua tulangnya dari dalam.
Lio Long bisa melihat asap mulai keluar dari tubuh Chinmi yang sudah tidak sadarkan diri di atas batu, "Sekarang semuanya tergantung tekadmu Chinmi!" gumam Lio Long kemudian dia pergi meninggalkan Chinmi sendiri yang tidak sadarkan diri.
Lio Long kembali ketempat Yinfei yang sedang melatih Qie Yin tidak jauh dari pohon besar tempat mereka tinggal.
Qie Yin yang sedang berlatih dengan Yinfei menyadari kedatangan Lio Long, dia sudah terbiasa melihat Lio Long yang selalu datang sendiri setelah memberikan Chinmi latihan sehingga tidak mempertanyakannya.
"Jangan alihkan perhatian mu Nona!" kata Yinfei yang sedang menyuruh Qie Yin untuk fokus untuk membentuk pondasi tubuhnya.
Yinfei tidak memberikan latihan keras kepada Qie Yin, di hanya ingin membentuk separuh pondasinya. Jika keempat pondasi Qie Yin bisa dibentuk walau hanya separuh saja, itu sudah cukup baginya untuk menjadi seorang yang lebih hebat di dunianya.
__ADS_1
Yinfei yakin jika Qie Yin tidak mungkin sanggup jika harus mendapat latihan seperti Chinmi, karena itu dia hanya memberikan latihan setengahnya saja.
Lio Long beristirahat dengan cara meditasi, dia memejamkan matanya, namun pikirannya masih berada ditempat Chinmi.
***
"Tempat ini?" Chinmi membuka mata dan melihat dirinya sudah berada di tempat lain, atau lebih tepatnya Roh nya berada di tempat lain.
Chinmi mengenali tempat tersebut karena dulu saat masih berada di sekte Pedang Suci, dia pernah bermimpi bertemu dengan Leluhur nya Li Wiefu di tempat tersebut yaitu dunia atau alam Roh.
Chinmi sedang berdiri di atas sebuah batu berwarna hitam, dia menoleh ke kiri dan ke kanan, namun yang dilihatnya hanyalah batu hitam saja.
"Seharusnya Kakek leluhur ku berada di sini, tapi kemana dia?" batin Chinmi.
"Chinmi, akhirnya kita bertemu lagi!" suara Li Wiefu terdengar oleh Chinmi.
Chinmi melihat kesekelingnya, namun dia tetap tidak bisa menemukan keberadaan Li Wiefu.
"Hem... Sepertinya kamu jauh lebih kuat saat pertama kali kita bertemu!" Li Wiefu tiba-tiba saja muncul tepat dihadapan Chinmi membuat Chinmi terkejut namun tidak lama.
"Hormat Chinmi kepada Kakek leluhur!" kata Chinmi yang ingin bersujud di hadapan Li Wiefu, namun Li Wiefu segera menahan tubuh Chinmi agar tidak sujud.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Li Wiefu.
"Tidak ada kakek?" jawab Chinmi dengan singkat.
Chinmi ingin melanjutkan, namun dia berhenti karena ingat jika dirinya saat ini sedang dalam proses Penempaan tulang.
"Owh, jadi saat ini kamu sedang membangkitkan Pondasi Tulang mu?" tanya Li Wiefu karena mengetahui akan apa yang Chinmi pikirkan.
Chinmi hanya menjawab dengan anggukan, dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Hahaha! Jadi selama ini kamu dilatih oleh si tua Lio Long? Ah..! Sudah sangat lama sekali aku tidak mendengar nama itu, namun kamu jangan khawatir, karena aku juga akan membantu menyempurnakan pondasi tulang mu melewati Roh mu!" kata Li Wiefu.
__ADS_1
Chinmi menatap Li Wiefu dengan heran, dia sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataan Li Wiefu, namun Li Wiefu dengan sangat senang hati menjelaskan padanya.