PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Menemui Qie Yin


__ADS_3

"Ayah, apakah nanti aku akan pergi sendiri kesana?" tanya Jiu Heng.


"Tentu saja tidak! Mana mungkin aku membiarkanmu pergi sendiri! Aku akan mengutus Dua Pendekar Pilar untuk menemani dan menjagamu, di tambah lagi Kakek tunangan mu juga pergi kesana bersama mu!" jawab Jiu Sha.


"Ketua Ji juga..!"


"Ehem.. dia itu kakek tunangan mu, jadi panggil saja dia dengan panggilan kakek agar lebih terdengar akrab!" kata Jiu Sha yang memotong perkataan Jiu Heng.


"Iya.. Maksud ku Kakek nya Nona Yue Yin..!"


"Cukup panggil Kakek saja, kenapa harus memanggilnya Kakeknya tunjangan mu?" kata Jiu Sha.


"Iya maksudku seperti itu! Apakah Kakek Ji juga membawa Pendekar untuk mengawalnya pergi ke Sekte Pulau Seribu Bunga?" tanya Jiu Heng.


"Seharusnya jika dia sendiri saja tidak perlu membawa teman, namun sepertinya kali ini dia akan membawa Pendekar, namun bukan untuk menemaninya, melainkan untuk melindungi mu!" jawab Jiu Sha.


Dia yakin jika Ji Long pasti akan membawa dua atau tiga pendekar untuk melindungi Jiu Heng di perjalanan.


"Baiklah Ayah, aku akan pergi kesana bersama dengan Kakek Ji Long!" kata Jiu Heng yang setuju untuk pergi.


"Kalau begitu persiapkanlah semua keperluan mu, setidaknya kamu akan berada di sana selama kurang lebih dua bulan, dan ingat pesan ku, jangan bicara selain yang ayah pesankan padamu!" kata Jiu Sha.


"Baiklah Ayah, aku akan mempersiapkan semua keperluan ku!" kata Jiu Heng kemudian dia beranjak pergi.


"Anak ini masih belum juga mengerti mana yang keluarga dan mana yang bukan!" gumam Jiu Sha setelah Jiu Heng sudah pergi.


Jiu Heng bukan nya tidak mengerti, namun dia dan Yue Yin masih belum saling mengenal dengan baik sehingga dia ragu apakah dia pantas menikahi Yue Yin atau tidak.


"Sebaiknya aku juga harus mengemasi barang ku untuk berangkat besok pagi!"


Jiu Sha segera bangkit dan mulai mengemasi semua barang-barang untuk di bawa ke Kerajaan Api Timur.


Setelah semuanya selesai, dia segera menemui beberapa anggotanya dan menyampaikan kepada mereka jika besok pagi akan segera pergi meninggalkan Sekte Pedang Suci dan meminta mereka untuk mengabari yang lainnya sekaligus untuk bersiap-siap.


Hari masih sore dan semua anggota Sekte Bukit Matahari sudah sibuk dengan barang-barang mereka masing-masing.


Saat malam Jiu Sha segera menemui Ji Long untuk menyampaikan kepadanya jika Jiu Heng setuju untuk pergi mewakili dirinya.


"Senior Ji, aku titip anakku nanti, tolong bimbing dia saat sudah berada di Sekte Pulau Seribu Bunga nanti!" pinta Jiu Sha.


"Kamu tidak perlu khawatir Jiu Sha, dia sudah aku anggap sebagai cucuku, jadi sudah kewajiban ku untuk melindungi nya sekaligus membimbingnya!" jawab Ji Long.


"Jika begini aku bisa lebih tenang dan bisa pergi tanpa memikirkan harus menghawatirkan apapun lagi!" kata Jiu Sha.


"Kamu bicara apa? Kata-kata mu seperti orang yang mau pergi sangat jauh dan tidak akan kembali selamanya!" kata Ji Long sambil menaikan alisnya.


"Kamu terlalu berpikir negatif Senior Ji!" kata Jiu Sha.


"Hahahaha..! Iya-iya aku terlalu berpikir negatif atas perkataan mu!" kata Ji Long.


Mereka berdua sama-sama tertawa dan saling berbincang-bincang hingga larut malam. Andai disana ada Ji Sang, mungkin suasana akan semakin ramai.


Saat malam semakin larut, mereka berdua menyudahi perbincangan mereka dan kembali ke dalam kamar masing-masing.


Malam berlalu begitu saja hingga senja mulai terlihat dari ufuk timur, dan suara Ayam jantan mulai ramai membangunkan semua mahluk hidup yang masih tertidur.


Saat matahari sudah terlihat dan naik lebih tinggi, semua anggota Sekte Pedang Suci berkumpul di depan Sekte, mereka semua berkumpul untuk ikut melihat dan melepas kepergian Jiu Sha dan seluruh anggotanya kecuali Jiu Heng dan dua Pendekar yang akan menemani dan melindungi Jiu Heng.


"Jangan memasang wajah sedih seperti itu, nanti jika kamu sudah selesai dengan acara Pertemuan itu, kamu bisa menyusul diriku!" kata Jiu Sha kepada Jiu Heng yang terlihat sedih.


Jiu Heng mengangguk dan kemudian memeluk Jiu Sha dengan menahan rasa sedihnya.


"Sudah jangan bersikap seperti anak kecil lagi, apa kamu tidak malu di lihat tunangan mu?" kata Jiu Sha sambil berbisik.


Jiu Heng segera melepaskan pelukannya saat Jiu Sha berkata demikian dan kemudian dia menatap Yue Yin yang menatap ke arahnya.


"Ayah berhati-hatilah dijalan, aku berjanji akan segera menyusul mu!" kata Jiu Heng.


"Baguslah jika kamu tidak menangis!" kata Jiu Sha yang ingin menyindir putranya dan kemudian dia menghampiri Ji Long untuk berpamitan padanya.


"Senior Ji, terima kasih karena sudah menolong kami, suatu saat nanti aku akan membalas kebaikan mu ini!" kata Jiu Sha.


"Kamu mengucapkan kata itu lagi! Harus berapa kali aku katakan jika kita ini adalah keluarga!" kata Ji Long.


"Iya-iya aku tahu itu, namun tetap saja kami berhutang Budi kepada Sekte Pedang Suci!" jawab Jiu Sha kemudian dia menatap semua anggotanya yang sedang menunggunya.


"Senior kami pergi, tolong jaga Jiu Heng untukku, dan sampaikan salam ku kepada Saudara Ji Sang!" kata Jiu Sha.


"Berhati-hati Jiu Sha, ingat beritahu padaku jika kamu membutuhkan bantuan ku!" kata Ji Long.


"Terima kasih Senior Ji!"


Jiu Sha berbalik dan Yue Yin sudah berada di hadapannya, "Hati-hati di jalan Ayah mertua!" kata Yue Yin sambil memberi hormat.


Jiu Sha tersenyum dan mengelus rambut Yue Yin dengan lembut, "Terima kasih, aku akan selalu berhati-hati, jaga diri baik-baik!" kata Jiu Sha kemudian dia bergabung dengan semua anggotanya.


Mereka semua memberikan hormat terkahir mereka kepada Ji Long sebelum akhinya mereka melangkah pergi meninggalkan Sekte Pedang Suci.


"Kenapa perasaanku tidak enak!" batin Jiu Heng saat melihat ayahnya mulai melangkah pergi dan semakin menjauh sebelum akhinya menghilang.


"Jiu Heng bersiaplah karena sebentar lagi kita juga akan pergi ke Sekte Pulau Seribu Bunga!" kata Ji Long.

__ADS_1


"Baik Kakek!" jawab Jiu Heng kemudian dia juga pergi untuk mempersiapkan semua perlengkapan nya untuk pergi ke pertemuan undangan di Sekte Pulau Seribu Bunga.


***


"Qie Yin, apakah kamu yakin akan pergi ke pertemuan itu?"


"Tentu saja Senior Xi Liyi, ini semua demi Sekte ku. Sudah sejauh ini kita sudah mengubah mereka semua untuk menjadi lebih baik, dan aku berharap Sekte ini bisa di terima oleh semua orang!" kata Qie Yin.


"Kamu tidak perlu datang sendiri kesana! Utus saja salah satu orang di Sekte mu ini untuk menjadi perwakilan mu!" kata Xi Liyi.


"Mana bisa seperti itu? Dia itu adalah ketua Sektenya, apalagi ini semua adalah pembahasan akan Sekte ini, jadi menurut ku dia sendiri yang harus menghadiri pertemuan itu!" kaya Yinfei.


"Senior, kamu tahu sendiri jika Qie Yin tidak pandai dalam menyampaikan kata-kata! Bagaimana kalau dia tidak bisa memberikan penjelasan disana?" kata Xi Liyi.


"Kalau begitu kamu harus menemaninya!" jawab Yinfei.


"Tidak senior, Tuan Putri tidak akan kemana-mana, biar aku saja yang ikut kesana dan menemani Qie Yin!" kata Lang Yu.


"Ah itu benar sekali, Lang Yu sangat pandai dalam memberikan penjelasan, biar dia saja yang pergi dan nanti Lang Yu bisa membimbing Qie Yin melewati Telepati nya!" kata Xi Liyi.


Qie Yin mendengarkan mereka semua dengan menatap siapapun yang berbicara, Qie Yin menyerahkan semua keputusan kepada mereka semua.


"Dimana Lio Long? Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Yinfei.


"Eee.. Dia pergi kerumah Li Xiang sejak tadi pagi, katanya ada yang ingin dia bicarakan padanya!" jawab Lang Yu.


"Itu pasti hanya alasannya saja! Aku yakin dia pasti sudah tahu jika hari ini Qie Yin akan pergi ke acara undangan itu, jadi dia pergi karena takut jika nanti dia yang di suruh pergi!" kata Yinfei.


"Sudahlah jangan menyalahkan nya lagi! Sekarang aku sudah putuskan jika yang akan ikut menemani Qie Yin adalah Jendral Lang Yu!" potong Xi Liyi.


"Apakah dia akan pergi dengan mengenakan baju Zirah nya itu?" tanya Yinfei.


"Dia akan mengenakan baju biasanya, lagi pula Zirahnya itu bisa menghilang!" kata Xi Liyi.


"Kalau begitu pergilah agar tidak terlambat tiba di acara pertemuan itu!"


"Tidak perlu terburu-buru seperti itu juga, lagi pula mereka bisa tiba disana hanya dalam satu kedipan mata saja, jadi tenang saja!" kata Xi Liyi menjawab perkataan Yinfei.


"Benar sekali, acaranya masih dua hari lagi, jadi sebaiknya kita tunggu saja disini sekaligus memberikan arahan lagi kepada para murid-murid baru ini!" kata Qie Yin.


Setelah Sekte Kalajengking Merah berubah nama menjadi Sekte Penakluk Kegelapan dan cara kerja mereka juga sudah sangat berubah dari jahat kini menjadi lebih baik dan sering membantu desa-desa yang masih belum stabil.


Sejak saat itu pandangan semua orang berubah drastis, dan kini banyak orang yang mulai menerima Sekte Penakluk Kegelapan dan ada beberapa anak sudah ada yang datang ingin menjadi murid sekaligus ingin melihat Hewan Iblis dari dekat.


Selama ini Hewan Iblis selalu di anggap sebagai Hewan pembawa masalah dan ancaman bagi semua orang, namun kali ini para Hewan Iblis yang ada disana berbeda, bukan karena mereka sudah menjadi jinak, namun karena terpaksa karena para pemimpin mereka juga tidak berdaya kepada Qie Yin dan mengikuti perintah Qie Yin untuk berbaur dengan manusia.


"Ketua, Ada surat dari desa Laou!" kata salah satu anggota yang datang dari arah pintu gerbang.


Qie Yin membuka surat tersebut dan membacanya. Setelah selesai dia melipat kembali kertas tersebut dan memanggil beberapa anggota yang memiliki kekuatan Tingkat Menengah.


"Ada misi untuk kalian bertiga! Di Desa Laou, ada satu wanita paruh baya sedang sakit keras, para tabib tidak bisa menyembuhkannya, jadi gunakan ilmu kalian untuk mengobati wanita itu!" kata Qie Yin.


"Baik Ketua, kami akan segera pergi!" jawab ke-tiganya dan kemudian segera pergi untuk membawa perlengkapan mereka.


Salah satu yang di rubah oleh Qie Yin atas bimbingan Xi Liyi adalah mengubah ahli racun menjadi ahli pengobatan.


Xi Liyi menjelaskan jika racun tidak hanya bisa digunakan untuk membunuh, melainkan racun juga bisa di gunakan untuk menyelamatkan orang lain dengan menjadikan racun sebagai obat.


Tentu saja itu sangat sulit bagi mereka, namun ternyata Yinfei mengetahui teknik tersebut dan mulai membimbing mereka dengan mengubah bahan-bahan nya.


Alhasil mereka berhasil melakukan dalam waktu singkat, bukan karena bimbingan dari Yinfei, melainkan mereka memang sudah memiliki dasar pengetahuan tentang ilmu racun sehingga dengan cepat mereka mampu mengubah nya menjadi obat penyembuh.


"Sudah hampir enam bulan Chinmi dan Ho Chen pergi, jadi kapan mereka akan kembali kesini?" tanya Xi Liyi.


"Qie Yin, apakah kamu masih belum bisa mengingat Chinmi sama sekali?" tanya Yinfei.


"Tidak guru, aku sama sekali tidak bisa mengingatnya!" jawab Qie Yin.


"Mungkin saja mereka harus bertemu dan bertatap wajah, siapa tahu itu akan berhasil! Jika itu berhasil seperti apa reaksimu nanti?" tanya Xi Liyi sambil menggoda.


"Entahlah? Kaget mungkin!" jawab Qie Yin.


"Kamu ini aneh sekali, kamu menanyakan hal itu sekarang, bagaimana mungkin dia tahu harus berekspresi seperti apa? Jadi tunggu dan lihat saja akan seperti apa reaksi nya nanti, jadi berhentilah bertanya hal konyol padanya," kata Yinfei.


"Dasar senior ini..! Terlalu pesimis!" kata Xi Liyi yang membuang muka.


Karena waktu pertemuan masih dua hari lagi, jadi mereka mengisi waktu tersebut dengan mendidik dan melatih para anggota baru.


***


Lio Long saat ini sedang berada di rumah Li Xiang, dan sekarang dia berdiri sambil tersenyum lebar saat melihat seorang pemuda sedang berdiri di hadapan nya, dan di sampingnya seorang Kakek tua juga berdiri di samping Pemuda tersebut.


"Chinmi! Kapan kamu datang? Kenapa aku dan Senior tidak menyadari kekuatanmu?" tanya Lio Long.


Lio Long tidak tahu jika Chinmi akan datang, yang ia tahu hanya panggilan Li Xiang padanya untuk segera datang, terlebih lagi dia sama sekali tidak bisa merasakan kekuatan Chinmi.


"Aku tiba tadi pagi senior! Owh iya aku lihat sepertinya banyak perubahan kepada Qie Yin! Apa yang bisa membuat nya berubah seperti itu?" tanya Chinmi.


"Ternyata kamu sudah melihatnya! Sebaiknya kamu segera menemui nya agar bisa mengetahui nya secara langsung!" kata Lio Long kemudian dia menatap Fan Yuzhen.


"Jika tidak salah, bukankah ini gurumu yang sempat kita tolong waktu itu bukan?" tanya Lio Long kepada Chinmi.

__ADS_1


"Benar sekali Tuan Kultivator!" Fan Yuzhen menjawab nya terlebih dahulu.


"Aih, Kultivator itu bukan namaku, namaku adalah Lio Long!" kata Lio Long.


"Bukankah waktu itu..!"


"Iya aku tahu waktu itu aku bilang jika diriku di juluki Kultivator Nafas Naga, jika di dunia mu ini bisa di sebut sebagai Pendekar Nafas Naga!" jawab Lio Long yang menjelaskan kepada Fan Yuzhen.


"Jadi Kultivator itu adalah Pendekar? Aku pikir itu nama Tuan!" jawab Fan Yuzhen.


"Jangan panggil aku tuan, panggil saja Lio Long, dan untuk julukan Kultivator itu tidak sama dengan Pendekar, walau sedikit mirip cara latihan nya, namun sebenarnya Kultivasi berbeda!" kata Lio Long.


"Ah baiklah, sebaiknya kita sudahi saja dulu obrolan ini karena aku ingin pergi ke Dunia Bawah Laut untuk berlatih bersama para Naga disana!" kata Fan Yuzhen.


"Senior Fan, kenapa buru-buru pergi, istirahatlah dulu sebentar sambil minum teh!" tawar Li Xiang yang baru keluar.


"Tidak Li Xiang, saat ini aku ingin pergi, jadi lain kali saja aku minum teh di sini!" kata Fan Yuzhen.


"Guru, sampaikan salam ku pada mereka, suatu saat aku akan berkunjung kesana!" kata Chinmi.


"Tentu saja! Kalau begitu aku mohon pamit!" kata Fan Yuzhen kemudian dia terbang dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke Kerajaan Es Utara untuk pergi ke Dunia Bawah laut.


"Chinmi! Kemana Ho Chen? Apakah dia tidak ikut kembali kesini?" Lio Long menanyai keberadaan Ho Chen yang tidak terlihat.


"Masuklah dulu kedalam senior, kita lanjutkan lagi obrolan kita di dalam!" ajak Chinmi.


Mereka bertiga segera masuk kedalam, dan Lio Long tetap berusaha mengukur kekuatan Chinmi, namun tetap tidak berhasil.


"Li Xiang, aku yakin kamu mengirim pesan dengan telepati berkat bantuan nya bukan?" tanya Lio Long setelah tiba di dalam.


"Benar sekali, jika aku sendiri yang mengirim pesan telepati, energi ku tidak akan cukup, jadi Chinmi lah yang membantu diriku," jawab Li Xiang.


"Sudah kuduga!" kata Lio Long sambil menatap Chinmi.


Pesan Telepati hanya bisa di gunakan dari jarak dekat, namun untuk jarak jauh, itu sangat mustahil, bahkan Lio Long sendiri tidak selain telepati jarak dekat.


"Senior Lio, senior Ho Chen masih kembali ke dunianya untuk menemui keluarga nya, jadi tinggu saja secepatnya dia pasti akan segera datang," Chinmi menjawab pertanyaan Lio Long yang sempat terpotong.


"Sekarang ceritakan padaku, latihan apa saja yang di berikan oleh Dewa itu!" kata Lio Long yang sangat penasaran.


"Sangat panjang jika harus menceritakan semuanya, namun yang jelas aku dan Senior Ho Chen mendapatkan pencerahan yang mampu memberikan kekuatan lebih kepada kami berdua!" kata Chinmi.


"Lalu sampai di tingkat apa kekuatanmu saat ini?" tanya lagi Lio Long.


"Masih sama Senior, hanya hatiku saja yang lebih damai, dan sekarang aku mengetahui makna dari kehidupan yang Fana ini!" kata Chinmi.


"Chinmi, apakah Dewa yang melatih mu itu tidak akan datang lagi kesini?" Li Xiang sangat ingin mengetahui sosok Cao Yuan.


"Guru Cao itu memiliki banyak tugas, dia bisa datang dan bisa juga tidak!" jawab Chinmi kemudian dia kembali menatap Lio Long.


"Senior, sudah jangan menanyakan tentang pengalaman ku terlebih dahulu, sekarang cepat ceritakan padaku apa saja yang sudah terjadi selama aku pergi berlatih?" tanya Chinmi.


"Kamu ini mau bertanya apa dan siapa? Apakah kamu mau bertanya tentang kondisi dunia mu, atau ingin menanyakan Qie Yin?" tanya Lio Long.


"Dua-duanya!" Chinmi menjawab dengan singkat.


"Aku mulai dari mana ya! Ah ini, selama beberapa bulan terakhir, duniamu ini tidak pernah mendapatkan masalah buruk lagi, namun ada satu kabar lagi yang lebih penting!"


"Kabar apa itu senior?" tanya Chinmi yang merasa kabar yang akan di ceritakan oleh Lio Long memang sangat penting.


"Ini tentang Qie Yin! Dia berhasil mendapatkan sedikit ingatannya, dan dia berhasil mengingat kedua orang tua nya yang sudah tiada!" kata Lio Long.


"Dia pasti lebih sedih saat mengingat itu, dan pastinya dia akan mencari guru nya yang sudah membunuh kedua orang tua itu!" tebak Chinmi.


"Dia sudah membunuh nya!"


Chinmi langsung menatap Lio Long saat Lio Long berkata seperti itu, "Benarkah?"


"Benar..! Dia tidak hanya membunuh orang jahat itu, melainkan merebut Sekte nya dan merubah namanya menjadi Sekte Penakluk Kegelapan, bukankah kamu sudah melihatnya sendiri dia berada di salah satu Sekte bukan?" tanya Lio Long yang di jawab dengan anggukan oleh Chinmi.


"Sekte itulah yang sudah ia rebut dan dia juga merubah aturannya disana dari Sekte kejam menjadi Sekte yang baik dan di terima oleh semua orang hanya dalam waktu beberapa bulan saja!" kata Lio Long.


"Apakah selama beberapa bulan ini She Long tidak pernah muncul lagi?" tanya Chinmi.


"Itu dia, She Long pergi tepat saat Qie Yin juga datang kesana, menurut kata pemimpin Hewan Siluman itu, She Long pergi membawa seorang pangeran dari Kerajaan Api Timur untuk di jadikan tubuh pengganti She Long!" kata Lio Long.


Chinmi dan Li Xiang sama-sama terkejut mendengar nya, dia tahu di Kerajaan Api Timur hanya ada satu Pangeran saja, yaitu Pangeran Ming Zai yang arogan.


"Ming Zai, itu pasti dia! Ayah, apakah Ayah mengetahui sesuatu?" tanya Chinmi, dia yakin jika kabar itu benar, maka seharusnya semua Kerajaan akan mengetahuinya.


"Aku hanya mengetahui jika Pangeran Ming itu kabur dari penjara dan menghilang cukup lama, namun baru-baru ini ada yang melihat Pangeran Ming Zai sedang berjalan menuju ke istana!" kata Li Xiang.


"Nanti dulu biar aku memeriksa nya!"


Chinmi menatap kearah timur dengan ke-dua matanya mulai bersinar terang mencari keberadaan Ming Zai dengan mata Dewa. Namun dia tidak berhasil menemukannya.


"Tidak ketemu, mungkin orang yang memberikan kabar itu salah melihat!" kata Chinmi.


"Senior, sekarang aku akan pergi menemui Qie Yin, ayo kita pergi kesana!" ajak Chinmi kemudian dia berbalik dan berpamitan kepada Li Xiang.


"Ayah aku pergi dulu, tolong beritahu ibu jika aku pergi!" kata Chinmi kemudian dia dan Lio Long berdiri dan kemudian mereka berdua menghilang begitu saja dan akan pergi menuju ke Sekte Penakluk Kegelapan untuk Menemui Qie Yin.

__ADS_1


"Datang dan pergi begitu saja! Datang sesaat dan pergi dalam jangka waktu yang lama!" gumam Li Xiang.


__ADS_2