
***
"She Chin, apakah sekarang kita bisa menyerang dan membawa manusia yang di inginkan Pimpinan?" tanya Se-ekor rubah putih.
"Tidak sekarang karena pangeran itu tidak ada di sana!" jawab She Chin.
"Apa..! Jadi kita hanya menunggu di sini seperti kerbau bodoh saja, padahal aku sudah tidak sabar ingin melepaskan bola energi ku ke kota itu!" kata Rubah putih.
"Yang di katakan oleh Hei Ying benar! She Chin biarkan kami melepaskan satu bola energi saja, dengan satu bola energi saja sudah cukup untuk meratakan kota besar itu dalam sekali lepas," kata Singa Merah.
"Tidak-tidak, sebaiknya kita segera pergi dari sini untuk mencari Pangeran itu!" kata She Chin kemudian dia berniat pergi.
"Tunggu dulu! Memangnya kemana kita akan mencarinya?" tanya seekor Serigala Hitam.
"Entahlah! Biasanya dia akan sering membuat kekacauan jika berada di suatu tempat, jadi aku akan mencarinya di setiap desa yang ada di Wilayah Kerajaan ini!" jawab She Chin.
"Lalu bagaimana dengan kami? Apakah kamu akan tetap menunggu tanpa berbuat apa-apa?"
She Chin terdiam saat mendengar pertanyaan Rubah putih, dia yakin mereka semua pasti merasa bosan jika harus menunggu lagi, namun apa yang bisa dilakukan oleh mereka?
Jika mereka sampai ikut masuk ke desa-desa, bukankah hanya akan membuat masalah saja? She Chin jelas tidak mau hal itu terjadi karena saat ini kekuatan pertapa yang dulunya menjadi kekuatan nomor satu sudah tidak berarti lagi jika sampai bertemu dengan pembunuh Fu Shen dan anak Li Xiang yaitu Chinmi.
Kekuatan besar yang dimiliki oleh Chinmi sudah di ketahui oleh seluruh sekte, apa lagi sekte aliran hitam yang saat itu melihat sendiri bagaimana Chinmi saat itu bisa menandingi She Long walau Chinmi sendiri tidak mampu mengalahkan She Long, namun masih ada teman Chinmi yang ternyata mampu menandingi She Long.
"Aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik agar tugas ini bisa berhasil!" kata She Chin yang sudah tidak lagi ingin mendengar pertanyaan dari mereka.
Mereka semua hanya saling berpandangan, semuanya hanya bisa menahan rasa tidak terima jika She Chin terus menerus memerintah mereka, namun demi She Long mereka tetap berusaha menuruti perintah She Chin.
***
"Nenek, sudah hampir Empat tahun sejak kematian Zhu Mei, namun aku sama sekali tidak menemukan Rubah putih yang membunuh Zhu Mei!"
"Bing'er, aku tahu kamu masih ingin mencari Rubah itu, namun saran nenek, sebaiknya kamu jangan menyerang Rubah itu sendirian jika suatu saat nanti , mintalah bantuan kepada Keempat gurumu!"
"Tentu saja nek, namun saat ini Guru Fan sedang tidak ada di Benua ini!"
"Emm..! Memangnya kemana Senior Fan pergi kemana?"
"Guru Fan di jemput oleh seorang pemuda yang katanya adalah teman Chinmi, dan mereka pergi menuju ketempat yang sangat jauh, itu saja yang di katakan oleh teman Chinmi!"
"Ketempat yang sangat jauh? Dimana itu?"
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu, namun sekarang Guru Xie Wen minta agar aku menggantikan posisi Guru Fan sementara waktu sampai Guru Fan kembali."
Zhihui hanya menghela nafas panjang, dia sebenarnya sudah sangat senang karena Cucu nya adalah seorang Pertapa, namun dia merasa khawatir karena Bing Mei masih berusaha mencari Rubah putih yang tidak lain adalah Baihu salah satu pemimpin baru Hewan iblis yang telah membunuh Zhu Mei.
"Ketua! Ketua!"
Salah satu murid Sekte Pulau Es datang dengan nafas terengah-engah, dan sangat jelas jika ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan.
"Ada apa! Kenapa kamu terlihat panik seperti itu?" tanya Bing Mei.
"Ketua Bing! Ada informasi dari pusat kota Kerajaan Es Utara jika saat ini ada puluhan buaya berada di pinggiran pantai!" kata murid tersebut.
"Hanya buaya kenapa kamu terlihat panik? Bukankah seharusnya para prajurit Kerajaan saja bisa mengatasinya! Jadi kenapa kamu melaporkan ini pada ku?" tanya Bing Mei.
"Ketua Bing, buaya ini bukan buaya sembarangan, melainkan Hewan Iblis beberapa dari mereka memiliki kekuatan Sihir Elemen Alam!" kata murid tersebut.
"Hewan Iblis katamu? Baiklah aku akan segara kesana sekaligus ingin menangkap salah satu dari mereka untuk menanyakan keberadaan Rubah putih!" kata Bing Mei yang segera bangkit setelah mengetahui jika buaya tersebut adalah para Hewan Iblis.
"Bing'er, ijinkan nenek ikut bersamamu!" pinta Zhihui yang menghawatirkan keselamatan Bing Mei.
"Nenek! Sebaiknya Nenek disini saja, jangan khawatir, aku akan segera kembali kesini!" jawab Bing Mei kemudian dia bergegas keluar.
"Selama aku pergi, jangan sekali-kali kalian keluar dari Sekte, bisa jadi nanti ada Hewan Iblis yang datang kesini!" kata Bing Mei memberi perintah.
Sudah berbagai cara Bing Mei mencari keberadaan Baihu, namun dia sama sekali tidak pernah melihatnya, bahkan saat perang besar Sekte dan Kerajaan melawan Sekte aliran hitam yang bergabung dengan Kerajaan Angin Selatan, dia tidak melihat keberadaan Baihu.
Bing Mei terbang dengan kecepatan tinggi kearah pinggiran pusat kota Kerajaan Es Utara. Setelah dia tiba disana, Bing Mei melayang di udara memperhatikan ke seluruh pinggir pantai.
Setelah cukup lama, dia berhasil menemukan sekumpulan Buaya yang berbaris di pinggir pantai, bahkan para prajurit istana dan berapa Jendral juga berbaris disana.
"Ini aneh! Kenapa mereka tidak menyerang para penduduk atau para Prajurit itu?" batin Bing Mei.
Buaya Hewan iblis justru terlihat seperti ingin menyampaikan sesuatu, namun sepertinya sulit untuk berbicara.
Bing Mei turun dan mendarat di hadapan para Prajurit beserta Jendral yang berbaris menghadap kearah Buaya tersebut.
"Pertapa Es!"
Mereka semua segera menyambut kedatangan Bing Mei yang turun secara perlahan-lahan dari udara, selendang birunya melayang-layang membuat Bing Mei terlihat bagai seorang Dewi yang turun ke dunia.
"Apa yang terjadi disini? Dan kenapa para Hewan Iblis tidak membuat kekacauan?" tanya Bing Mei.
__ADS_1
"Pertapa Es! Kami juga tidak mengerti, namun kami tetap harus waspada takutnya mereka menyerang saat kami lengah," kata Jenderal Ying Bai.
"Jenderal, kamu tahu siapa namaku, jadi panggil saja seperti biasa!" kata Bing Mei kepada Jendral Ying Bai.
Bing Mei tidak sadar jika salah satu dari para prajurit tidak berkedip saat melihat kecantikan wajah Bing Mei, beruntungnya dia berada di barisan tengah sehingga tidak di ketahui.
Bing Mei berjalan kearah para Buaya tersebut dan kemudian dia berhenti saat jarak dirinya dan para Buaya tersebut berjarak dua meter.
"Kalian para Hewan Iblis telah membuat seluruh penduduk di pinggir pantai ketakutan, apa yang kalian inginkan?" tanya Bing Mei yang berusaha untuk menahan keinginannya untuk menyerang dan menangkap salah satu dari mereka sekaligus ingin bertanya akan keberadaan Baihu.
Bing Mei ingat jika ada dua kelompok Hewan Iblis, yang pertama adalah Hewan Iblis yang sering membuat kekacauan, dan merkea di pimpin oleh Mahluk seperti manusia Naga.
Yang kedua adalah Kelompok Hewan Iblis dari Dunia Bawah laut yang di pimpin oleh delapan Naga.
Mengingat hal itu, Bing Mei sangat berhati-hati sebelum bertindak dan bertanya secara halus berharap ada salah satu dari mereka yang mengerti bahasanya.
"Aku pernah melihatmu manusia, bukankah kamu dulu yang pernah berlatih bersama dengan Fan Yuzhen!" kata salah satu Buaya yang bertubuh besar dan memiliki kulit bersisik hitam dan tebal, Buaya tersebut memiliki kekuatan Sihir tingkat 2.
Semuanya tercengang saat mendengar salah satu Buaya tersebut ternyata bisa berbicara kecuali Bing Mei.
"Guru Fan, iya dia adalah guruku! Itu artinya apakah kalian ini Para Hewan Iblis yang berada di bawah perlindungan Delapan Naga?" tanya Bing Mei.
"Benar sekali, kami berasal dari Dunia Bawah laut!" jawabnya.
Bing Mei menghela nafas panjang, beruntung nya dia tidak langsung menyerang tadinya, jika tidak dia pasti sudah salah sasaran.
"Ada apa kalian datang kesini?" tanya Bing Mei.
"Aku mendapatkan perintah dari tuan Shui Long untuk mencari Fan Yuzhen dan juga muridnya Chinmi dan memintanya untuk segera datang ke Dunia Bawah laut!" kata buaya tersebut.
"Lalu kenapa kamu bertanya di tempat ini? Lagi pula kedatangan kalian hanya akan menggangu semua orang! Bukankah Senior Shui Long bisa terbang sendiri untuk mencarinya? Kenapa justru menyuruh kalian?" tanya lagi Bing Mei.
"Mungkin kamu tidak tahu, saat ini Kedelapan Tuan kami akan berganti kulit, dan kekuatan mereka juga akan menurun secara drastis sehingga Dunia Bawah laut bisa dalam bahaya jika sampai ada yang menyerang, terlebih lagu kami mendengar jika ketujuh pemimpin baru Hewan Iblis yang tersisa mulai terlihat berkeliaran di dunia atas ini!" kata Buaya tersebut.
"Pemimpin baru Hewan iblis, apakah salah satu dari mereka ada Rubah Putih nya?" tanya lagi Bing Mei.
"Rubah Putih? Maksud mu Baihu? Tentu saja!" jawabnya.
"Benarkah? Baiklah kalau begitu, aku akan memanggil pertapa lainnya untuk ikut menjaga Dunia Bawah Laut karena saat ini Guru Fan dan saudara Chinmi sedang berlatih di tempat lain jadi kalian bisa pergi lebih dulu, besok aku dan ketiga guruku akan segera kesana!" kata Bing Mei.
Bing Mei berharap bisa bertemu dengan Baihu disana. Jika benar demikian, maka inilah saatnya bagi Bing Mei untuk menyelesaikan Dendam yang lama terpendam.
__ADS_1
Setelah mendengar pesan Bing Mei, semua Buaya segera bergerak dan berenang di laut kemudian menghilang sedangkan Bing Mei segera menoleh kearah salah satu Prajurit yang sejak awal masih menatapnya.